Setelah mencapai all-time high (ATH) baru akibat dampak pemilu AS, kini analis memprediksi harga Bitcoin ke Rupiah akan mengalami penurunan tajam. Grafik teknikal BTC to IDR menunjukkan pola bearish yang cukup kuat, ditambah dengan lemahnya altcoin season tahun ini, yang semakin memperkuat potensi penurunan harga Bitcoin dalam waktu dekat.
Harga Bitcoin ke Rupiah Mencapai Titik KritisBerdasarkan analisis harga Bitcoin ke Rupiah terbaru yang diungkapkan oleh analis kripto terkemuka Alan Santana, potensi penurunan mulai terlihat setelah Bitcoin gagal menembus resistance level di sekitar US$76.000, yang mengindikasikan adanya tekanan jual lebih lanjut dan potensi pergerakan menuju support level berikutnya.
Perdagangan BTC to IDR telah mencatat enam hari berturut-turut penutupan harian di zona merah, yang memperkuat bias bearish saat ini.
Menurutnya, ini adalah situasi yang langka dan menunjukkan adanya tekanan jual yang konsisten dan menjadi indikasi bahwa pasar masih dibayangi oleh sentimen bearish.

“Berdasarkan angka-angka tersebut, selama Bitcoin diperdagangkan di bawah 70.000 setiap minggunya, bias bearish tetap berlaku” jelasnya.

Analisis Harga Bitcoin ke Rupiah – Alan Santana
Jika Bitcoin tidak dapat bertahan di atas resistance ini, peluang penurunan lebih lanjut ke level yang lebih rendah seperti US$36.500 atau sekitar Rp600 juta dapat terjadi. Selain pola “double-top,” grafik juga memperlihatkan garis tren turun (downtrend line) yang mengkonfirmasi tekanan jual.
Jika Bitcoin gagal mempertahankan level US$75.000, analis memperkirakan adanya potensi penurunan hingga 47,55 persen. Penurunan ini dapat membawa harga BTC to IDR ke sekitar US$36.000 atau sekitar Rp600 juta.
Level ini juga didukung oleh level Fibonacci retracement yang menunjukkan nilai 0,786 dan menjadi indikator bahwa penurunan ini adalah koreksi teknis yang mendalam.
AltcoinLesu, TekananBearishMengancam BitcoinSelain pola teknis pada grafik, kondisi pasar yang lebih luas juga mendukung tren bearish. Sebagian besar Altcoin masih menunjukkan volume perdagangan yang rendah dan tidak berhasil membentuk pola bullish yang kuat.
Lemahnya tren altseason dan kondisi Altcoin yang lesu saat ini menambah indikasi bahwa pasar kripto secara keseluruhan belum siap untuk melanjutkan tren naik. Ia juga mengingatkan pentingnya mempertimbangkan reaksi pasar terhadap Bitcoin, terutama setelah gagal menembus resistance di level yang sama dalam beberapa kali percobaan.
Keberlanjutan tren bearish ini akan semakin kuat apabila volume perdagangan BTC to IDR tidak mengalami peningkatan signifikan. Sentimen bearish ini mengindikasikan bahwa investor cenderung masih ragu untuk kembali ke pasar kripto dalam waktu dekat.
Meskipun ada peluang untuk pemulihan harga dalam jangka pendek, risiko penurunan tetap tinggi. Jika Bitcoin gagal bertahan pada titik kunci, seperti yang tercermin dalam analisis harga Bitcoin ke Rupiah sebelumnya, harga bisa kembali turun ke level sekitar Rp600 juta dalam beberapa bulan ke depan. [dp]