JAKARTA, investor.id - Pasar kripto jatuh dalam 24 jam terakhir. Harga Bitcoin jterus merosot, higga menyentuh level terendah dalam satu bulan. Hal itu gara-gara bejibun sentimen negatif, apa saja?
Berdasarkan data dari Coinmarketcap, Sabtu (7/9/2024) pukul 08.30 WIB, kapitalisasi pasar kripto global jatuh 2,98% menjadi US$ 1,97 triliun dalam 24 jam. Kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar, Bitcoin (BTC) ambles 3,19% dalam 24 jam terakhir. Saat ini, harga Bitcoin di level US$ 56.144 per koin atau setara Rp 865,95 juta (kurs, Rp 15.424).
Hal serupa juga terjadi pada Ethereum (ETH) yang anjlok 3,32% menjadi US$ 2.369 per koin. Sedangkan Binance (BNB) jatuh 1,28% dalam 24 jam. Sehingga BNB dibanderol dengan harga US$ 502 per koin.
Dikutip dari Coindesk, reli singkat di pasar mata uang kripto menyusul laporan data ketenagakerjaan AS pada Jumat (6/9/2024) dengan cepat berbalik dalam perdagangan yang tidak stabil, mengirim bitcoin (BTC), mata uang kripto terbesar, ke level terendah dalam sebulan.
Bitcoin (BTC) sempat melonjak ke US$ 57 ribu setelah laporan tersebut, hanya untuk menghapus keuntungan dan jatuh ke US$ 54 ribu ke level terendah sejak 5 Agustus. Bitcoin turun hampir 3% selama 24 jam terakhir. Altcoin utama juga merosot. Ether (ETH), solana (SOL), XRP (XRP) Ripple, dan cardano (ADA) semuanya membukukan kerugian 2%-4% selama periode yang sama. Indeks CoinDesk 20 turun 2,7%.
Pergerakan harga memicu likuidasi hampir US$ 50 juta hanya dalam satu jam di pasar derivatif kripto karena volatilitas mengejutkan para pedagang dengan leverage, yang sebagian besar bertaruh pada kenaikan harga yang berkelanjutan, data CoinGlass menunjukkan. Selisih lebih dari US$ 3.000 antara harga tertinggi dan terendah hari itu adalah yang terlebar sejak 28 Agustus.
Tidak hanya itu, pasar tradisional, yaitu indeks ekuitas utama AS juga anjlok. S&P 500 anjlok 1,73% menjadi 5.408,42, sementara Nasdaq Composite terpangkas 2,55% ke 16.690,83. Indeks yang didominasi oleh saham teknologi ini mengakhiri sesi lebih dari 10% di bawah rekor tertinggi penutupannya. Sedangkan Dow Jones Industrial Average juga jatuh 410,34 poin (1,01%) dan berakhir di 40.345,41.
Nonfarm Payrolls AS
Harga bitcoin juga terbebani hasil laporan nonfarm payrolls AS yang sangat dinanti-nantikan menunjukkan ekonomi terbesar di dunia itu menambah 142 ribu pekerjaan bulan Agustus, sedikit lebih sedikit dari perkiraan analis, sementara tingkat pengangguran yang lebih rendah turun menjadi 4,2% dari 4,3% pada bulan Juli.
Rilis tersebut membuat pengamat pasar menimbang kembali besaran The Fed saat memangkas suku bunga pada bulan ini. Saat ini, traders memperkirakan probabilitas lebih dari 70% untuk pemangkasan 25 basis poin dan hampir 30% untuk pemangkasan 50 bps pada pertemuan 18 September, menurut CME FedWatch Tool.
Kemudian pada pagi harinya, Gubernur The Fed Christopher Waller mengatakan dalam pidatonya di Universitas Notre Dame bahwa ‘waktunya telah tiba’ untuk memangkas suku bunga dan ia akan menganjurkan pemangkasan suku bunga secara front loading jika itu tepat.
Beberapa pengamat berpendapat bahwa pemangkasan yang lebih kecil akan lebih bermanfaat bagi aset berisiko, karena pemangkasan 50 bps mungkin menandakan bahwa The Fed semakin khawatir tentang ekonomi AS yang jatuh ke dalam resesi.
Editor: Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News