JAKARTA, investor.id – PT Jasa Armada Indonesia Tbk (IPCM) atau JAI berkomitmen mempertahankan kebijakan pembagian dividen kepada para pemegang saham.
Anak usaha Grup Pelindo itu memang dikenal konsisten mendistribusikan dividen sejak resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) 2017 silam. Terhitung sejak 2018-2023, IPCM tak pernah absen menebar dividen dengan dividend payout ratio (DPR) rata-rata di level 70%.
Terakhir kali, IPCM membagikan dividen pada DPR sebesar 74,70% dengan dividend per share (DPS) sebesar Rp 22.41. Angka tersebut tergolong lebih tinggi daripada tahun DPR dan DPS tahun sebelumnya yang masing-masing berada di posisi 73,86% dan Rp 21.42 per saham.
Direktur Utama IPCM Shanti Puruhita memastikan, dividen rutin akan selalu IPCM pertahankan sebagaimana tahun-tahun sebelumnya. “Kemungkinan, di akhir tahun (dividen dibagikan) seperti biasa. Sementara untuk rasionya kami belum dapat umumkan,” jelas Shanti dalam konferensi pers secara daring, Kamis (29/8/2024).
Shanti mengklaim, perseroan sudah menyiapkan strategi untuk meningkatkan kinerja pendapatan dan laba yang pada gilirannya bakal mendongkrak setoran dividen kepada para pemegang. Terpenting, pertahanan di Indonesia berjalan lancar, maka imbal hasil (dividend yield) IPCM juga akan terjaga.
“Saya kira, besaran dividen tahun depan masih akan sama seperti tahun sebelumnya. Kami tidak bisa menjanjikan, tapi kalau dilihat dari angka-angkanya, semestinya setelah semuanya berjalan on the target, maka untuk dividend yield tahun depan kami pastikan tidak akan lebih kecil daripada dividen tahun sebelumnya,” imbuh Shanti.
Tahun ini, perseroan mengincar pendapatan tumbuh cukup moderat sebesar 5%. Strateginya, Shanti menerangkan, IPCM bakal terus melakukan ekspansi ke wilayah-wilayah Badan Usaha Pelimpahan (BUP) pelimpahan baru.
“Untuk 2024, terdapat satu wilayah BUP pelimpahan di Halmahera Selatan, di tambang nikel yang kami yakin bisa menjadi generator dari pendapatan IPCM tahun ini. Jadi, target kami tahun ini sudah kami lampaui tepatnya Juni kemarin sehingga itu sudah mulai intake untuk pelayaran pertamanya,” ungkapnya.
Sepanjang semester I-2024, IPCM mencetak laba tahun berjalan sebesar Rp 78,27 miliar. Angka tersebut lebih kecil daripada periode sama tahun sebelumnya Rp 83,93 miliar. Namun, IPCM mampu mencatatkan kenaikan dari sisi pendapatan menjadi Rp 598 miliar ketimbang sebelumnya Rp 567 miliar.
Merujuk pada laporan keuangan unaudited IPCM yang sudah dipublikasi, pelemahan laba IPCM tidak lepas dari membengkaknya sejumlah beban. Salah satunya, beban pokok pendapatan yang meningkat dari Rp 425 miliar menjadi Rp 461 miliar, sehingga hal ini membuat laba kotor IPCM terkoreksi menjadi Rp 137 miliar dari sebelumnya Rp 142 miliar.
Capex
Tahun ini, emiten bersandi IPCM itu akan membanguan kembali dua unit kapal tunda baru. Penambahan kapal ini akan menggunakan dana dari belanja modal (capital expenditure/capex) yang perseroan alokasikan pada tahun ini sebesar Rp 158 miliar.
Selain membangun kapal baru, capex IPCM pada 2024 ini juga akan dibelanjakan untuk kebutuhan repowering mesin bantu dan beberapa alat bantu di kapal. Shanti melanjutkan, capex juga akan diarahkan untuk membiayai modifikasi sistem water jet IPCM.
“Kami berharap, investasi Rp 158 miliar ini dapat kami laksanakan secara baik bukan hanya untuk yang selesai pada tahun ini, tetapi juga multiyears,” tutupnya.
Editor: Muawwan Daelami (muawwandaelami@gmail.com)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News