Menurut, M. Baiquni, Pemerhati Pariwisata dan Guru Besar Fakultas Geografi UGM, salah satu yang penting disoroti adalah environmental sustainability. Halaman all [425] url asal
JAKARTA, KOMPAS.com - Belum lama ini, Indonesia menempati peringkat ke-22 dari 119 negara dalam indeks pariwisata dunia 2024.
Meski menjadi negara kedua di ASEAN, setelah Singapura, yang masuk peringkat teratas di Travel and Tourism Development Index (TTDI) ini, nyatanya masih banyak sejumlah kelemahan pariwisata Indonesia.
Menurut, M. Baiquni, Pemerhati Pariwisata dan Guru Besar Fakultas Geografi UGM, salah satu yang penting disoroti adalah environmental sustainability.
Fokus environmental sustainability berada pada peningkatan kualitas hidup manusia tanpa mengganggu ekosistem sekitarnya.
Menurut dia, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk membangun pariwisata berkelanjutan di Indonesia.
Demi menghasilkan wisatawan berkualitas, Baiquni menyarankan, sebaiknya targetkan kualitas wisatawan, bukan hanya jumlah turisnya.
"Kami dari lapangan, melihat banyak sekali investasi wisatawan asing yang bisa berkolaborasi dengan masyarakat lokal. Sayangnya, dominasi wisata selam itu banyak sekali dikuasi oleh asing," ungkap Baiquni saat bergabung daring dalam program Weekly Brief with Sandiuno, Senin (1/7/2024).
2. Meningkatkan literasi etika kepariwisataan
Menurut Baiquni, penting bagi wisatawan dan penentu kebijakan pariwisata untuk memahami literasi etika kepariwisataan, demi meningkatkan kesadaran berwisata.
Dok. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Suasana Desa Wisata Saba Budaya Baduy yang mengusung konsep pariwisata berkelanjutan berbasis alam dan budaya berhasil masuk ke dalam 50 besar desa wisata terbaik dalam ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2022, Kabupaten Lebak, Banten, Sabtu (15/10/2022).
Etika kepariwisataan akan menjadi kompas atau arah petunjuk program pariwisata yang berkelanjutan dan berkualitas.
"Bisa dijelaskan aturan atau rambu-rambu wisata oleh pemandu sebelum datang ke destinasi wisata tersebut," kata Baiquni.
3. Bangun gerakan pengusaha pariwisata Indonesia
Selanjutnya, Baiquni mengatakan, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk membangkitkan gerakan pengusaha pariwisata berkelanjutan di Indonesia.
Misalnya, membuat gerakan 1.000 pengusaha pariwisata Indonesia yang terdiri dari kalangan usia muda, menengah, dan matang.
Bisa juga melalui gerakan kepemimpinan pariwisata Indonesia dan gerakan kader muda pariwisata Indonesia.