#30 tag 24jam
Kulit Jadi Lebih Kering Seiring Bertambahnya Usia, Ini Penyebabnya
Seiring bertambahnya usia, kulit lebih mudah kering, salah satunya karena berkurangnya produksi ceramide di dalam tubuh. [420] url asal
#kulit-kering #penyebab-kulit-kering #merawat-kulit-kering #cara-mengatasi-kulit-kering #kulit-kering-seiring-bertambah-usia
(Kompas.com) 07/10/24 20:38
v/16119871/
TANGERANG, KOMPAS.com - Apakah kamu merasa kulit menjadi lebih kering seiring bertambahnya usia? Rupanya kondisi ini wajar terjadi, jika sudah memasuki usia 40 tahun ke atas.
Dokter spesialis kulit Arini Astasari Widodo mengatakan, salah satu penyebab kulit menjadi lebih mudah kering, yaitu karena produksi ceramide di dalam tubuh yang menurun.
Selama ini, banyak orang mengira, ceramide hanyalah kandungan yang terdapat dalam produk skincare. Padahal, ceramide ternyata ada di dalam lapisan kulit manusia, loh.
“Kandungan ceramide pada tubuh itu bukan hanya menurun pada orang-orang yang punya atopik saja. Tetapi seiring bertambahnya usia, produksi ceramide pada tubuh akan menghilang,” kata Arini dalam Grand Lunching Heymama Skincare Baby, di Baby Wise BSD Flagship Store, Tangerang, beberapa waktu lalu.
Ceramide merupakan asam lemak yang bertujuan untuk melindungi lapisan kulit, serta menjaga kadar kelembapan kulit.
Tak cuma itu, ceramide di dalam kulit juga bisa menahan kandungan air dalam tubuh, agar tidak menguap, sehingga kulit tetap terhidrasi dengan maksimal.
Arini menjelaskan, penurunan produksi ceramide terjadi secara alamiah dalam proses penuaan. Alhasil, kulit menjadi kering bersisik atau bahkan mudah muncul keriput.
“Itu kenapa semakin tua, kulit jadi mudah keriput dan kering, karena produksi ceramide-nya sudah enggak setinggi pada usia muda,” jelas dia.
Oleh karenanya, ia merekomendasikan untuk rutin memakai pelembap setiap habis mandi. Hal ini bertujuan, agar kelembapan kulit bisa terkunci maksimal dan memberikan nutrisi kulit dari luar.
“Makanya pelembap itu penting banget, bukan cuma untuk anak, tetapi juga untuk segala usia,” ujar Arini.
Menurut Arini, orang-orang yang sudah dalam usia lanjut bisa memilih produk pelembap bayi yang jauh lebih lembut, tapi bisa memberikan efek melembapkan yang jauh lebih intens.
“Jadi kalau mau pakai produk pelembap bayi ke kulit lansia ataupun orang dewasa, justru aman dan disarankan. Ini karena pelembap bayi cenderung lebih gentle, tapi bisa melembapkan dengan maksimal,” sarannya.
9 Kebiasaan yang Menyebabkan Kulit Kering
Selain memakai pelembab, kita juga perlu menghindari penyebab kulit kering. Lalu apa pemicu keringnya kulit? [1,128] url asal
#cara-mencegah-kulit-kering #cara-mengatasi-kulit-kering #mandi-untuk-kulit-kering #moisturizer-untuk-kulit-kering #sabun-muka-pria-untuk-kulit-kering #apa-yang-menyebabkan-kulit-kering #beauty-amp
(Kompas.com) 15/07/24 11:07
v/10835247/
KOMPAS.com - Kulit kering kerap membuat kita kurang percaya diri karena tampilannya yang kusam, bersisik, dan kehilangan cahaya. Tidak heran orang kemudian mengatasi masalah ini dengan menggunakan skincare, terutama pelembab atau moisturizer.
Namun selain memakai pelembab, kita juga perlu menghindari penyebab kulit kering. Lalu apa pemicu keringnya kulit? Berikut adalah hal-hal dan kebiasaan yang bisa membuat kulit kita menjadi kering:
1. Mandi air panas dalam waktu lama
Mandi air panas di malam yang dingin memang menyenangkan. Tetapi tindakan memanjakan diri yang tampaknya tidak berbahaya ini akan segera membuat kulitmu kering.
“Paparan berlebihan terhadap air, terutama air panas, dapat menghilangkan minyak alami pada kulit dan mengganggu pelindung kulit,” jelas Joshua Zeichner, MD, direktur penelitian kosmetik dan klinis di bidang dermatologi di Rumah Sakit Mount Sinai di New York City.
Sebaiknya, mandilah dalam waktu singkat —hingga sepuluh menit atau kurang— dengan suhu tidak lebih tinggi dari 29 derajat Celsius.
2. Mencuci dengan sabun yang keras
Kamu mungkin berpikir semua sabun batangan cukup baik untuk membersihkan kulit, namun nyatanya tidak begitu, terutama jika sabun tersebut mengandung deterjen dan bahan kimia yang keras.
“Sabun batangan tradisional menggunakan bahan pembersih keras yang disebut surfaktan yang memiliki pH basa,” jelas Dr. Zeichner. “Produk yang bersifat basa dapat mengganggu lapisan luar kulit dan mencegah kulit melindungi dirinya dengan baik sehingga menyebabkan kekeringan dan iritasi.”
Sabun lembut tanpa pewang lebih cocok untuk pH kulit yang sedikit asam dan akan membersihkan sepenuhnya tanpa mengurangi integritas kulit, tambah Dr. Zeichner.
3. Terlalu sering melakukan eksfoliasi
Apa penyebab lain kulit kering? Eksfoliasi terlalu banyak! Ada alasan mengapa petunjuk pada produk scrub wajah mengatakan untuk menggunakan tidak lebih dari satu hingga dua kali seminggu.
Meskipun pengelupasan kulit bisa sangat bermanfaat, terutama untuk kulit kering, pengelupasan kulit yang berlebihan dapat menyebabkan robekan mikroskopis yang menyebabkan peradangan, kemerahan, kekeringan, dan pengelupasan.
“Tujuan pengelupasan kulit adalah untuk mengangkat sel-sel mati dari permukaan kulit dan meningkatkan kecerahan dengan membiarkan cahaya memantul dari permukaan kulit,” jelas Dr. Zeichner.
Namun jika kita tidak memberikan cukup waktu di antara pengelupasan kulit, eksfolian akan menghilangkan kulit sehat, bukan kulit mati.
Gunakan pembersih eksfoliasi paling banyak sekali atau dua kali seminggu dan pilih merek yang mengandung bahan seperti asam salisilat atau asam glikolat. “Bahan-bahan ini melarutkan hubungan antar sel kulit sehingga sel terkelupas dengan lembut dari permukaan kulit,” kata Dr. Zeichner.
4. Menggunakan pelembab yang salah
Jika kulitmu biasanya lebih kering, kamu mungkin mengira mengoleskan lotion adalah jawabannya, namun kamu sebaiknya menjauhi jenis tertentu, terutama yang mengandung pewangi karena bisa membuat kulit semakin teriritasi.
“Lotion berbahan dasar air dengan kandungan minyak yang rendah, sehingga tidak terserap dengan baik oleh kulit dan cepat menguap, sehingga dapat membuat kulit semakin kering,” jelas Jerome Garden, MD, direktur Physicians Laser and Dermatology Institute di Chicago.
Untuk kulit yang sangat kering, ia merekomendasikan pelembab berbentuk krim atau body butter. “Ini menciptakan lapisan minyak yang membantu mengunci kelembapan alami kulit.”
Untuk penggunaan terbaik, oleskan krim atau salep langsung setelah mandi—cukup tepuk-tepuk kulit hingga kering terlebih dahulu untuk memastikan krim meresap dengan baik. Ikuti aturan yang disetujui dokter kulit untuk menggunakan pelembab dengan cara yang benar.
5. Kurang minum air
Kamu mungkin pernah mendengar aturan yang menyatakan bahwa kita harus minum minimal delapan gelas air sehari. Ini adalah aturan yang baik untuk diikuti, terutama karena kurangnya hidrasi tubuh juga memengaruhi kulit.
“Kurang minum air yang cukup bisa membuat kulit terlihat lelah dan kurang kenyal,” kata Dr. Garden. “Cobalah untuk meningkatkan asupan air setiap hari dan lihat apakah itu membantu kulit bersinar.”
6. Menggunakan deterjen cucian yang keras
Sama seperti sabun yang kita gunakan untuk mencuci muka dan tubuh saat mandi, deterjen juga dapat berdampak pada kulit dan dapat menyebabkan kulit kering.
“Jika kamu menggunakan deterjen yang diberi wewangian, wewangian itu sendiri mungkin cukup menyebabkan reaksi pada kulit,” kata Dr. Zeichner. Sebaliknya, ia merekomendasikan deterjen tanpa pewangi atau hipoalergenik.
Selain itu, Dr. Zeichner memperingatkan agar tidak menggunakan terlalu banyak deterjen. “Banyak mesin cuci terbaru dikenal sebagai mesin ‘efisiensi tinggi’ dan memerlukan deterjen setengah dari jumlah yang biasa kita gunakan,” katanya.
“Jika terlalu banyak deterjen yang digunakan maka deterjen dapat tersangkut di antara serat kain dan bergesekan dengan kulit sehingga menyebabkan iritasi.”
7. Terlalu sering menggunakan produk yang mengandung retinol
Retinol, salah satu bahan pencegah penuaan dini, banyak dipelajari dan digunakan dalam skincare untuk melawan tanda-tanda penuaan. Namun penggunaan terlalu banyak atau terlalu sering dapat menyebabkan iritasi dan kekeringan pada kulit.
“Selama dua hingga empat minggu pertama penggunaan retinol, sel-sel kulit menjalani proses yang disebut retinisasi, di mana sel-sel kulit menyesuaikan diri dengan retinol,” jelas Dr. Zeichner. “Kita harus berhati-hati selama periode ini karena kulit mudah kering.”
Dia merekomendasikan mengoleskan retinol seukuran kacang untuk menutupi seluruh wajah dan mengaplikasikannya setiap dua malam. Selain itu, kamu bisa mengoleskan pelembab pada wajah sebelum retinol untuk menjaga kulit tetap terhidrasi dan prima menerima retinol.
8. Fokus pada wajah dan melupakan tubuh
“Kulit adalah organ tubuh terbesar, dan wajah hanya 4,5 persen (seluruh kepala 9 persen),” kata Margarita Lolis, MD, dokter kulit di Hackensack, NJ. “Kulit tubuh yang kering bisa membuat kita lebih rentan terkena eksim dan gatal-gatal.”
Dia merekomendasikan untuk mencari produk yang mengandung humektan dan ceramide, yang menawarkan efek paling melembapkan. Dan jangan lupakan beberapa area yang kurang terlihat seperti kaki, siku, lutut, dan kulit kepala.
“Ketombe, atau dermatitis seboroik, bisa disebabkan oleh kulit kepala kering,” katanya. “Biarkan kondisioner setidaknya selama lima hingga delapan menit agar dapat berfungsi sebagai pelembab untuk kulit kepala.”
9. Melakukan perawatan berlebihan
Berpikirlah dua kali sebelum melakukan perawatan pengelupasan kimiawi di klinik, ujar Marina Peredo, MD, dokter kulit di Smithtown, NY, karena bahan ini tidak ideal untuk mereka yang memiliki kulit kering, teriritasi, atau sensitif.
Pengelupasan kulit yang lebih ringan, seperti pengelupasan asam glikolat rumahan, adalah pilihan yang lebih baik karena berfungsi menghilangkan lapisan atas kulit dan memungkinkan kelembapan lebih mudah meresap.
“Yang tidak baik adalah menggunakan peeling yang terlalu kuat pada kulit yang teriritasi,” katanya. “Pilihlah perawatan wajah oksigen yang lebih menenangkan atau coba masker pelembab .”