JAKARTA, investor.id - PT Century Textile Industry Tbk (CNTX) telah mengumumkan rencana go private dengan menerbitkan keterbukaan informasi pada 19 Agustus 2024.
Pada tanggal 23 September 2024 kemarin, Century Textile Industry (CNTX) melakukan pengumuman perubahan dan/atau tambahan informasi atas keterbukaan informasi pada situs web bei dan situs web perseroan.
Manajemen mengungkap bahwa rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) untuk menyetujui rencana go private dijadwalkan pada tanggal 25 September 2024 pada pukul 10.10 WIB sampai selesai, yang akan dilaksanakan di Hotel Mulia Senayan, Jakarta.
Perseroan juga akan menyelenggarakan RUPSLB secara elektronik berdasarkan POJK No.16/2020 melalui aplikasi eASY.KSEI.
“Dalam hal persetujuan RUPSLB mengenai rencana go private diperoleh oleh perseroan, persetujuan sebagaimana dimaksud akan dianggap juga sebagai pemberian persetujuan atas rangkaian proses rencana go private yang akan ditempuh perseroan,” papar manajemen Century Textile Industry.
Manajemen CNTX menyatakan, dalam hal rencana go private disetujui dalam RUPSLB, suatu penawaran untuk membeli saham yang dimiliki oleh para pemegang saham publik akan dilakukan melalui penawaran tender oleh Penfabric.
Sehubungan dengan itu, kata manajemen, dalam hal rencana go private disetujui oleh RUPSLB, maka akan dilakukan penawaran tender oleh Penfabric dengan menggunakan harga penawaran senilai Rp 400 per saham.
Sebagai informasi, sebut manajemen, nilai Rp 400 per saham merupakan harga premium yang 181,7 % lebih tinggi dari harga rata-rata dari harga tertinggi perdagangan harian di BEI dalam jangka waktu 90 hari terakhir sebelum pengumuman RUPS untuk rencana go private (yaitu Rp 142 per saham).
Manajemen Century Textile Industry (CNTX) mengungkap alasan-alasan diajukannya rencana go private perseroan, yakni:
a. Kinerja keuangan perseroan merugi yang berpengaruh pada kinerja harga saham;
b. Perseroan tidak memberikan dividen kepada pemegang sahamnya setelah tahun buku 2005 dikarenakan posisi saldo laba yang negatif;
c. Setelah terakhir kali melakukan penanaman modal baru pada tahun 2001, perseroan tidak melakukan penggalangan dana dari pasar modal dan tidak memiliki rencana untuk melakukan penggalangan dana dari pasar modal di masa depan;
d. Saham perseroan tidak dapat memenuhi ketentuan free float di BEI;
e. Saham perseroan tidak aktif diperdagangkan di BEI.
Rugi
Bursa Efek Indonesia (BEI) sendiri telah melakukan suspensi atas saham PT Century Textile Industry Tbk (dengan kode CNTX dan CNTB) di semua pasar sejak sesi I perdagangan 7 Agustus 2024.
Lantaran perseroan menyampaikan rencana untuk voluntary delisting dari BEI dan go private.
Saat disuspensi saham CNTX ada di posisi Rp 142. Sedangkan CNTB merupakan kode saham seri B dari Century Textile.
Century Textile Industry (CNTX) memproduksi kain tenun polos dan kain tenun dobby. Aktivitas reguler perseroan adalah mengekspor kain kemeja dan seragam ke seluruh penjuru dunia. Jumlah pemegang sahamnya per 31 Juli 2024 sejumlah 499 pihak.
Dalam laporan keuangan perseroan periode 3 bulan yang berakhir 30 Juni 2024, perseroan membukukan rugi US$ 1,4 juta. Lebih besar dari US$ 1,08 juta pada periode yang sama tahun lalu.
Per 31 Desember 2023, perseroan mencatatkan rugi US$ 4,04 juta. Melonjak dari tahun sebelumnya di US$ 1,55 juta.
Editor: Theresa Sandra Desfika (theresa.sandra@investor.id)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News