FRANKFURT, investor.id – Bank Sentral Eropa (ECB) baru memangkas suku bunga utamanya menjadi 3,25%, dalam penurunan di kuartal ketiga tahun ini. Langkah ECB pada rapat Oktober 2024 telah sepenuhnya diperhitungkan oleh pasar. Sebelumnya, para pembuat kebijakan telah menekankan risiko inflasi yang berkurang dan prospek pertumbuhan yang melemah.
Setelah pengumuman keputusan tersebut, Dewan Gubernur ECB menyebut proses disinflasi berjalan dengan baik dalam pernyataannya yang paling optimis dalam siklus saat ini. "Prospek inflasi juga dipengaruhi oleh kejutan penurunan baru-baru ini dalam indikator aktivitas ekonomi," katanya, seperti dikutip CNBC internasional, Jumat (18/10/2024).
Kenaikan harga utama di kawasan euro mereda menjadi 1,8% pada September 2024. Angka ini berada di bawah target bank sentral sebesar 2% untuk pertama kalinya dalam tiga tahun.
ECB sekali lagi memperkirakan inflasi akan naik dalam beberapa bulan mendatang, sebelum turun ke target tahun depan.
Pertama Sejak 2011
Ini adalah pertama kalinya ECB menurunkan suku bunga pada pertemuan berturut-turut sejak Desember 2011.
ECB hanya membahas pemotongan suku bunga sebesar 25 basis poin (bps). Bank sentral ini tidak memilih pemotongan yang lebih besar sebesar 50 bps, seperti yang dipilih oleh The Federal Reserve (The Fed) pada September 2024, kata Presiden ECB Christine Lagarde dalam konferensi pers Kamis (17/10/2024).
"Faktanya adalah aktivitas ekonomi telah mencapai, berdasarkan ... indikator yang tersedia, sedikit lebih rendah dari yang kami perkirakan," papar Lagarde soal alasan penurunan seperempat poin persentase dan tidak memangkas setengah poin persentase (50 bps).
Ekspektasi untuk pelonggaran moneter yang lebih cepat telah terbentuk sejak pertemuan ECB pada 12 September 2024. Saat itu, harga pasar menunjukkan hanya satu kali pemotongan suku bunga lagi tahun ini, daripada dua kali yang diperkirakan pekan ini.
Seiring dengan data inflasi terbaru pada 1 Oktober 2024, perubahan sentimen itu terjadi di tengah komentar dovish dari berbagai anggota ECB. Lagarde dari ECB juga menggoyahkan pasar ketika dia mengatakan pembacaan data terbaru memperkuat keyakinan inflasi akan kembali ke target pada waktu yang tepat.
Faktor kunci lainnya adalah prospek pertumbuhan zona euro. ECB memangkas perkiraan pertumbuhan zona euro untuk 2024 bulan lalu karena permintaan domestik yang lebih lemah. Sekarang ECB memproyeksikan kenaikan produk domestik bruto (PDB) hanya sebesar 0,8%, dibandingkan dengan 0,9% sebelumnya.
Beberapa ekonomi terbesarnya terus menghadapi tantangan besar, termasuk kelemahan manufaktur di Jerman dan proyek konsolidasi fiskal besar yang membayangi Prancis. Sementara itu, indikator sentimen tetap lemah.
Editor: Grace El Dora (graceldora@gmail.com)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News