#30 tag 24jam
Cloudera dan Snowflake Maksimalkan Integrasi Manajemen Data Hybrid
Data adalah aset bisnis yang paling berharga. [708] url asal
#cloudera #transformasi-digital #snowflake #apache-iceberg
(MedCom) 14/10/24 17:11
v/16457260/
Jakarta: Cloudera mengumumkan integrasi dengan Snowflake, perusahaan AI Data Cloud, untuk menyediakan hybrid data lakehouse yang terbuka dan terpadu, didukung oleh Apache Iceberg bagi enterprise. Kini, enterprise bisa memanfaatkan kombinasi apik Cloudera dan Snowflake – dua tool terbaik di kelasnya untuk penyerapan, pemrosesan dan konsumsi data – dan menghadirkan single source of truth di seluruh data, analitik dan beban kerja AI.Data adalah aset bisnis yang paling berharga. Data akan mendorong pengambilan keputusan yang lebih baik, memberikan keunggulan kompetitif, dan membuka peluang untuk berinovasi. Sebuah penelitian yang dilakukan pada 2022 mengungkapkan bahwa 80% perusahaan meraih pendapatan yang lebih besar karena analitik data real time, dan 98% melaporkan peningkatan dalam sentimen positif pelanggan mereka karena pemanfaatan data tersebut.
Namun, untuk sepenuhnya memanfaatkan kekuatan data, bisnis membutuhkan single source of truth yang terpadu untuk menyimpan, mengelola dan mengatur semua data enterprise, terlepas di mana lokasi data tersebut berada.
Cloudera telah memperluas interoperabilitas Open Data Lakehouse ke Snowflake, supaya pelanggan kedua perusahaan dapat mengakses Data Lakehouse Cloudera melalui Apache Iceberg REST Catalog secara lancar. Pelanggan akan mendapatkan manfaat dari platform data optimal yang didukung oleh Apache Iceberg, sehingga mereka dapat menyerap, menyiapkan, dan memproses data mereka dengan tool terbaik di kelasnya.
Pengguna Snowflake sekarang juga bisa melakukan query terhadap data yang disimpan di Ozone Cloudera, solusi object storage di on premise yang kompatibel dengan AWS S3, langsung dari Snowflake. Pelanggan kini memiliki akses ke semua form factor utama dari satu kolaborasi kohesif, on premise, dan sebagai platform-as-a-service (PaaS), dan software-as-a -service (SaaS).
Selain memungkinkan interoperabilitas yang lebih besar di antara kedua sistem tersebut, pelanggan Cloudera akan mendapatkan kemudahan dari mesin Business Intelligence Snowflake. Mesin Snowflake bisa mengakses data dari Open Data Lakehouse Cloudera tanpa membutuhkan duplikasi atau transfer data, sehingga mengurangi kompleksitas, memudahkan operasional dan menjaga integritas data.
Terlebih lagi, kolaborasi ini menghasilkan pengurangan total biaya kepemilikan (TCO) pada stack yang terintegrasi untuk enterprise. Penghilangan silo pada data dan metadata, rasionalisasi data pipeline, dan penyederhanaan upaya operasional, adalah faktor-faktor utama dalam pengurangan biaya ini. Peningkatan ini membantu menyediakan analitik dan kasus penggunaan AI pada skala besar dengan lebih efisien, sehingga semakin meningkatkan value proposition bagi perusahaan yang memanfaatkan Cloudera dan Snowflake.
Integrasi strategis ini tidak hanya mengoptimalkan alur kerja analitik namun juga menyediakan kerangka kerja yang kuat bagi perusahaan untuk mendorong inovasi dan mendapatkan keunggulan kompetitif di market mereka masing-masing.
“Dengan memperluas kemampuan open data lakehouse kami melalui Apache Iceberg hingga Snowflake, kami memungkinkan pelanggan kami untuk tidak hanya mengoptimalkan alur kerja data mereka, namun juga membuka peluang baru untuk inovasi, efisiensi dan pertumbuhan,” kata Abhas Ricky, Chief Strategy Officer, Cloudera.
“Ini akan membantu pelanggan menyederhanakan arsitektur data, meminimalkan data pipeline, dan mengurangi total biaya kepemilikan untuk data estate mereka, sekaligus mengurangi risiko keamanan. Bersama-sama, Snowflake dan Cloudera akan membawa era selanjutnya dari pengambilan keputusan berbasis data untuk setiap organisasi modern.”
“Apache Iceberg adalah pilihan utama pelanggan yang menginginkan standar terbuka untuk data, dan Cloudera telah menjadi bagian penting dalam Iceberg project,” kata Tarik Dwiek, Head of Technology Alliances, Snowflake. “Kemitraan kami memperluas apa yang mungkin bagi pelanggan yang memilih untuk melakukan standarisasi tabel Iceberg. Kami bersemangat untuk memecahkan masalah silo dan menyediakan pengalaman hybrid data cloud yang terpadu, dengan analitik multi fungsi untuk semua pelanggan kami.”
“Melalui kolaborasi ini, pelanggan akan mendapatkan akses ke platform manajemen data yang kuat, yang menyediakan single source of truth untuk semua data mereka, baik di cloud maupun on-premise,” kata Sanjeev Mohan, analis SanjMo.
“Ini memungkinkan mereka untuk menyederhanakan dan mengamankan operasional data mereka sekaligus secara efisien menganalisis dan mendapatkan insight di seluruh lifecycle data – dari penyerapan hingga AI dan analitik. Ini adalah langkah strategis luar biasa dari dua raksasa industri untuk bermitra dalam cara yang akan memberikan value langsung bagi bisnis.”
“Integrasi ini merupakan keuntungan yang sangat besar bagi pelanggan Snowflake dan Cloudera di Indonesia. Selain untuk mendapatkan TCO yang lebih rendah, mereka juga akan mendapatkan manfaat dari platform manajemen data optimal, yang didukung oleh Apache Iceberg, untuk membuka data mereka dengan tool terbaik untuk menyerap, menyiapkan, dan memproses data,” kata Sherlie Karnidta, Country Manager Indonesia, Cloudera.
“Bagi Cloudera Indonesia, integrasi ini semakin meningkatkan reputasinya sebagai platform tepercaya untuk menyimpan, mengelola dan mengatur semua data enterprise di cloud dan on premise.”
dan followChannel WhatsApp Medcom.id
(MMI)
Cloudera Perkuat Manajemen Metadata via Katalog Data
Cloudera mengumumkan dua peningkatan penting pada solusi manajemen metadata. [346] url asal
#cloudera #software #manajemen-data #cloudera-evolve24-apac #teknologi
(MedCom) 08/08/24 11:43
v/13778379/
Singapura: Cloudera mengumumkan dua peningkatan penting pada solusi manajemen metadata, ditujukan untuk meningkatkan open interoperability di open data lakehouse dan memenuhi peningkatan permintaan akan keamanan dan tata kelola di seluruh siklis pengolahan data.“Data terpadu dan interoperabilitas telah dan akan terus menjadi sentral dari arsitektur open data lakehouse Cloudera di seluruh hybrid cloud. Platform kami menyediakan skalabilitas tak tertandingi, performa, resiliensi, dan penghematan biaya untuk mengelola metadata yang berkembang, tanpa mengalami vendor lock-in atau data silos,” ujar Vice President Product Management Cloudera Priyank Patel.
Cloudera menyediakan open data lakehouse yang menyeluruh dengan standar terbuka, yang bisa diintegrasikan dan beroperasi di berbagai ekosistem, dan pembaruan terkini tersebut diklaim mampu mendukung komitmen untuk memodernisasi arsitektur data.
Pembaruan itu termasuk Integrasi Katalog REST Iceberg terbaru dari Cloudera, kini memberikan akses tanpa hambatan ke tabel Apache Iceberg menggunakan mesin pihak ketiga. Dengan demikian pengguna dapat memanfaatkan berbagai alat sekaligus memastikan keamanan dan tata kelola terpadu.
Integrasi Katalog REST Iceberg terbaru ini juga diklaim akan memudahkan akses data dan menjaga data dan lineage-nya di seluruh platform diakses secara sah, mengurangi biaya dan risiko pelanggaran data dengan meminimalkan jumlah lapisan keamanan yang terpisah-pisah.
Pembaruan lainnya yaitu Shared Data Experience (SDX) Cloudera, kini disebut tengah dalam fase pratinjau teknis sebagai pengalaman berbasis cloud dan container. Cloudera menjelaskan bahwa SDX menyediakan keamanan data, tata kelola, dan manajemen metadata menyeluruh dan terpadu, dan kini ditingkatkan untuk memberikan elastisitas, skala, dan performa lebih baik.
Selain itu, SDX akan menyediakan akses data secara mandiri di semua alat, dijelaskan Cloudera dapat membantu meminimalkan risiko kebocoran dengan mengkonsolidasikan berbagai fungsi keamanan, dan mendukung manajemen berbasis single-pane-of-glass di seluruh cloud dan data on-premise.
Selain untuk menjaga data dengan keamanan dan lineage di seluruh siklus hidup data, pembaruan Cloudera ini diklaim memungkinkan perusahaan untuk meningkatkan performa, skalabilitas, dan resiliensi sekaligus mengurangi total biaya kepemilikan atau total cost of ownership (TCO) dengan mengoptimalkan manajemen metadata.
Lebih lanjut Cloudera menjelaskan bahwa pengembangan ini juga memudahkan perusahaan berbagi metadata tanpa menciptakan salinan, sehingga perusahaan bisa berinovasi dengan alat karya pihak ketiga tanpa mengalami vendor lock-in.
(MMI)
Hampir 90% Perusahaan Telah Menggunakan AI
Cloudera mengumumkan temuan survei bertajuk The State of Enterprise AI and Modern Data Architecture. [513] url asal
#cloudera #cloudera-evolve24-apac #survei #artificial-intelligence #kecerdasan-buatan #enterprise #teknologi
(MedCom) 08/08/24 10:05
v/13772362/
Singapura: Cloudera mengumumkan temuan survei bertajuk The State of Enterprise AI and Modern Data Architecture, hasil survei kepada 600 pemimpin IT di wilayah Amerika Serikat (AS), Eropa, Timur Tengah dan Afrika, serta Asia Pasifik.Laporan survei menyoroti tantangan dan hambatan dalam pengadopsian enterprise AI di seluruh perusahaan global dan penerapannya saat ini. Selain itu, survei ini juga mengeksplorasi rencana pengadopsian AI, keadaan infrastruktur data, dan manfaat pengelolaan data hybrid dalam pengadopsian enterprise AI.
"Mengelola data di mana data tersebut berada adalah hal yang paling penting dalam pengadopsian AI, sehingga mampu menjalankan model dengan biaya efisien di tempat data tersebut berada. Daripada membawa data ke model, perusahaan mulai menyadari kelebihan dari membawa model AI ke data mereka," ujar Chief Strategy Officer Cloudera, Abhas Ricky.
Survei ini mengungkap bahwa walaupun mayoritas perusahaan mengadopsi AI dalam kapasitas tertentu, sebanyak 88 persen, masih menghadapi masalah seperti kurangnya infrastruktur data yang dibutuhkan dan skill karyawan untuk mendapatkan benefit maksimal.
Selain itu, survei ini juga mendapati bahwa hambatan utama dalam pengadopsian AI adalah kekhawatiran tentang keamanan dan risiko melanggar peraturan, sebanyak 74 persen, tidak memiliki pelatihan cukup atau talenta sesuai untuk mengelola tool AI, sebanyak 38 persen dan tool AI yang terlalu mahal, sebanyak 26 persen.
Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun pengadopsian AI berjalan pesat, banyak pilar penting dalam strategi AI yang tangguh, yang telah diabaikan atau dilupakan. Salah satu temuan penting survei ini adalah bahwa semua upaya AI pada akhirnya dikaitkan kembali dengan data terpercaya.
Kendati sebanyak 94 persen responden mengaku mempercayai data mereka, namun sebanyak 55 persen responden juga mengatakan lebih suka mengakses data yang rusak untuk diperbaiki dan diselamatkan, daripada mencoba mengakses semua data perusahaan.
Cloudera menyebut rasa frustrasi ini disebabkan oleh beberapa tantangan antara contradictory datasets sebanyak 49 persen, ketidakmampuan mengelola data di semua platform sebanyak 36 persen, dan terlalu banyak data sebanyak 35 persen.
Hal tersebut, jelas Cloudera, mengisyaratkan bahwa banyak perusahaan mungkin tidak memiliki arsitektur data modern berkemampuan mengakses seluruh data perusahaan, terlepas dari lokasi data, dengan cara yang aman, bisa diakses, dan terpercaya.
Survei ini juga mengungkap bahwa kasus penggunaan utama AI antara lain adalah meningkatkan pengalaman pelanggan sebanyak 60 persen, meningkatkan efisiensi operasional sebanyak 57 persen, dan mempercepat analitik sebanyak 51 persen.
Cloudera menyampaikan bahwa perusahaan menerapkan teknologi AI untuk meningkatkan keamanan dan mendeteksi fraud sebanyak 59 persen, mengotomatisasi aspek dalam dukungan pelanggan sebanyak 58 persen, memanfaatkan layanan pelanggan prediktif sebanyak 57, dan mendukung chatbot sebanyak 55.
Semua penerapan tersebut bertujuan untuk memberikan pengalaman lebih aman, lebih mudah, dan lebih intuitif, kepada pelanggan. Survei ini juga mendapati bahwa departemen IT bukanlah satu-satunya yang memanfaatkan AI.
Sebanyak 52 persen responden melaporkan menggunakan AI untuk layanan pelanggan seperti chatbot yang bekerja lebih baik, dan 45 persen lainnya mengindikasikan bahwa AI digunakan untuk pemasaran, seperti menganalisis data call center untuk menawarkan insentif yang lebih ditargetkan bagi pelanggan.
Sementara itu, sebanyak hampir 80 persen dari responden perusahaan yang memanfaatkan AI menyebut sepenuhnya atau sangat benar bahwa perusahaan mereka menggunakan semua data yang tersedia untuk mengambil keputusan lebih cerdas, dan data ini menyediakan informasi sangat penting, sehingga akses ke semua data perusahaan sangat penting.
(MMI)
Gelaran Cloudera Evolve24 APAC Soroti Peran Data dalam Mendorong AI Masa Depan
Cloudera menyelenggarakan ajang konferensi tahunan, Evolve24 APAC, di Marina Bay Sands, Singapura. [389] url asal
#cloudera #cloudera-evolve24-apac #kecerdasan-buatan #artificial-intelligence #teknologi
(MedCom) 08/08/24 08:15
v/13760600/
Jakarta: Cloudera menyelenggarakan ajang konferensi tahunan, Evolve24 APAC, di Marina Bay Sands, Singapura. Ajang yang dihadiri jajaran petinggi Cloudera ini menggarisbawahi peran data terpercaya dalam mendorong perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) di masa depan.“Evolve24 adalah rangkaian acara tentang data dan AI yang lengkap di dunia, memberikan perusahaan pelatihan hands-on dan akses one-to-one dengan para pakar dari Cloudera,” ujar CEO Cloudera Charles Sandbury.
Sandsbury menambahkan dengan mengubah Evolve24 menjadi konferensi dunia yang berlangsung selama beberapa hari, Cloudera membawa kekuatan platform dan komunitas secara langsung kepada pelanggan, dinilai Cloudera sebagai peluang unik untuk berkolaborasi dan membangun hubungan dengan beberapa tokoh berpengaruh dalam manajemen data, analitik dan Al.
Sementara itu, Al diperkirakan akan memberikan kontribusi sekitar USD15.7 triliun (Rp) terhadap ekonomi global hingga tahun 2030 mendatang. Untuk memaksimalkan potensi Al, terdapat sejumlah tantangan umum yang disebut Cloudera harus diatasi perusahaan saat mengakses semua data mereka.
Tantangan tersebut salah satunya adalah contradictory dataset, yaitu ketidakmampuan untuk mengelola data di semua platform dan terlalu banyak data, seperti yang diungkapkan dalam survei kepada pemimpin IT, State of the Enterprise Al and Data Architecture modern.
Sebagai informasi, survei ini juga menyoroti bahwa beberapa penghalang utama dalam pengadopsian Al adalah risiko keamanan dan kepatuhan, kurangnya pelatihan atau talenta yang sesuai untuk mengelola tool Al dan biaya tool Al yang tinggi.
Untuk mengatasi hal ini, EVOLVE24 APAC akan berfokus pada peran penting arsitektur data modern dan kelebihan dari lingkungan true hybrid cloud. Acara ini akan mengeksplorasi bagaimana kombinasi kuat ini bisa mempercepat enterprise Al, merevolusi cara bisnis dan industri| mengambil insight bernilai dan bisa ditindak lanjuti dari data mereka.
Senior Vice President for Asia Pacific and Japan Cloudera Remus Lim menambahkan bahwa kesenjangan, antara bisnis yang memanfaatkan Al dan ketinggalan semakin jauh dengan cepat. Lim menyebut kebutuhan akan fondasi data kuat tidak pernah sejelas ini, dan Al adalah kunci yang membuka potensi sesungguhnya dari aset berharga ini, namun ini hanyalah langkah awal.
Hal ini didukung oleh survei terbaru Cloudera, menunjukkan bahwa 88 persen perusahaan sedang mengadopsi AI dalam kapasitas tertentu. Namun, perusahaan mencari bantuan lebih besar untuk infrastruktur data dan keterampilan mengoperasionalkan Al dan mengakses semua data mereka dengan insight pentingnya terpercaya dan tidak bias.
Setelahnya, Cloudera menegaskan bahwa dampak transformatif sesungguhnya dari Al bisa terlihat. Juga di ajang EVOLVE24 APAC yang sama, Cloudera juga mengumumkan pemenang Cloudera Data Impact Awards 2024.
(MMI)
Cloudera: Hampir 90% Perusahaan Gunakan AI, Namun Infrastruktur Kuno dan Kesenjangan Keahlian Karyawan Jadi Hambatan
Cloudera adalah satu-satunya platform hibrid sesungguhnya untuk data, analitik, dan AI. Hari ini Cloudera mengumumkan hasil surveinya, Situasi ... [931] url asal
(Antara) 31/07/24 11:29
v/12757279/
Penelitian Cloudera menegaskan pesatnya peningkatan penggunaan AI sekaligus mengidentifikasi kasus penggunaan umum dan tantangan teknologi ini
- Meningkatkan pengalaman pelanggan: Banyak perusahaan menggunakan teknologi AI untuk meningkatkan keamanan dan deteksi penipuan (59%), mengotomatiskan aspek dukungan pelanggan (58%), meningkatkan layanan pelanggan prediktif (57%), dan mendukung chatbot (55%). Semuanya bertujuan untuk memberikan pengalaman yang lebih aman, sederhana, dan intuitif bagi pelanggan.
- Meningkatkan efisiensi operasional: AI diintegrasikan ke hampir semua aspek bisnis. Menurut survei ini, bukan hanya departemen TI yang menggunakan AI. 52% responden melaporkan bahwa mereka menggunakan AI untuk layanan pelanggan seperti chatbot yang memiliki informasi lebih baik; sedangkan 45% responden menggunakan AI untuk pemasaran, misalnya menganalisis data pusat panggilan untuk menawarkan insentif yang lebih tepat sasaran pada pelanggan.
- Mempercepat analisis: Akses lebih cepat, lebih mudah, dan lebih dapat diandalkan ke analitik akan menghasilkan pengambilan keputusan yang lebih tepat, memberikan keunggulan lebih kompetitif bagi perusahaan yang memanfaatkan AI. Hampir 80% responden mengatakan bahwa memang "sepenuhnya" atau "sangat" benar bahwa perusahaan mereka menggunakan semua data yang dimilikinya untuk mengambil keputusan bisnis yang lebih cerdas. Data ini menyediakan informasi penting bagi perusahaan, jadi akses ke semua data perusahaan amat sangat penting.
Pewarta: PR Wire
Editor: PR Wire
Copyright © ANTARA 2024
Dunia Usaha Butuh Dukungan Kemampuan Observasi yang Aman terhadap Data
Saat ini kebutuhan akan insight dari teknologi macam AI generatif makin besar walau ada risiko ancaman keamanan terhadap data perusahaan. Untuk itu, perusahan butuh visibilitas yang penuh terhadap dat [582] url asal
#berita-terkini #berita-hari-ini #cloudera #keamanan-data #fitur-observasi #hybrid-cloud #cloudera #berita-ekonomi-terkini
(InvestorID) 17/07/24 22:22
v/11114095/
JAKARTA, investor.id – Saat ini kebutuhan akan insight dari teknologi macam AI generatif makin besar walau ada risiko ancaman keamanan terhadap data perusahaan. Untuk itu, perusahan butuh visibilitas yang penuh terhadap data dan alur pengolahan data mereka melalui fitur observasi yang ada di dalam platform pengelolaan data.
Untuk meningkatkan kemampuan observasi pada platform pengelolaan data Cloudera Data Platform, baru-baru ini Cloudera meluncurkan dua penawaran baru untuk Cloudera Observability Premium, yaitu Cloudera Observability Premium On-Premises dan Cloudera Observability Premium for Public Cloud Data Hub.
Cloudera Observability adalah fitur yang didesain untuk menemukan dan mengumpulkan data telemetri performa di seluruh aplikasi, layanan, dan komponen infrastruktur perusahaan yang berjalan dalam lingkungan Cloudera.
Dengan kemampuan baru ini, perusahaan akan memiliki kemampuan observasi yang aman terhadap data-data mereka di semua platform Cloudera yang mereka gunakan, baik di cloud maupun di pusat data di on-premise. Penawaran baru ini juga akan menyederhanakan dan mengotomatisasi administrasi platform.
Dengan Cloudera Observability Premium On-Premises, perusahaan dapat melakukan observasi secara menyeluruh dalam platform Cloudera di pusat data mereka melalui jaringan yang sangat aman.
Solusi ini akan memastikan pengawasan yang optimal, troubleshooting, konversi beban kerja ke biaya, observability data, dan langkah yang otomatis, bahkan pada lingkungan on-premise yang tidak terhubung ke internet (air-gapped).
Adapun fitur Cloudera Observability Premium for Public Cloud Data Hub menghadirkan semua kemampuan premium terbaru kepada pengguna public cloud, termasuk pengawasan secara real time, konversi beban kerja ke biaya, otomatisasi proses, dan observability data.
Dalam keterangannya, Cloudera menyatakan bahwa kedua penawaran terbaru ini akan memungkinkan perusahaan memanfaatkan fitur-fitur yang punya value besar bagi bisnis mereka, seperti pengawasan secara real time untuk cluster Data Hub, pekerjaan, dan query, tata kelola keuangan dengan faktor-faktor biaya baru serta perkiraan kapasitas, tinjauan beban kerja, alert, dan otomatisasi proses. Termasuk observability data dengan analisis hot and cold table.
Fitur-fitur ini akan memaksimalkan investasi, menyederhanakan troubleshooting secara mandiri, dan meningkatkan visibilitas biaya dan pemakaian sumber daya.
Analis industri Sanjeev Mohan mengatakan korelasi secara real time dan informasi kontekstual sangat penting untuk mengidentifikasi titik optimasi dan potensi bottleneck bersama dengan rekomendasi preskriptif.
Dengan penerapan kemampuan observasi yang canggih, perusahaan akan mendapatkan system insight secara real time untuk pemecahan masalah secara proaktif dan meningkatkan keamanan, yang pada akhirnya akan mengarah pada operasional dan pengurangan risiko.
“Penawaran Observability Cloudera yang makin lengkap ini memungkinkan perusahaan mengatasi berbagai hal dengan membuat standar baru untuk observasi data hybrid di on premise dan di public cloud,” ucap Sanjeev Mohan.
Dipto Chakravarty, Chief Product Officer, Cloudera, mengatakan saat ini banyak perusahaan menghadapi tekanan sangat besar untuk mengelola sumber daya data dengan lebih baik dan memanfaatkan data di seluruh perusahaan secara efisien. Cloudera Observability membantu perusahaan memaksimalkan efisiensi biaya, meningkatkan performa dan menghasilkan berbagai insight yang cerdas.
“Penambahan penawaran premium ini akan makin memperdalam insight yang didapatkan oleh perusahaan dan merupakan komitmen kami untuk membantu pelanggan mengambil alih kendali data, analitik dan AI mereka,” kata Dipto.
Perusahaan-perusahaan di Indonesia sendiri disebut semakin membutuhkan platform yang menjamin visibilitas dan stabilitas workload serta tata kelola data yang lengkap, baik di cloud maupun on-premise, sejalan dengan perjalanan transformasi digital mereka.
“Dengan penawaran observability yang semakin intuitif dan komprehensif, perusahaan-perusahaan di Indonesia dapat mengoptimalkan platform hybrid Cloudera secara lebih efisien untuk mencapai visibilitas data serta menghasilkan insight yang dapat dimanfaatkan untuk mencapai berbagai target bisnis mereka,” kata Fajar Muharandy, Principal Solution Engineer, Cloudera,
Editor: Imam Suhartadi (imam_suhartadi@investor.co.id)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News
Cloudera Tawarkan Observability Baru untuk Data Center
Fitur premium ini menyediakan kemampuan observability di semua platform Cloudera. [551] url asal
#cloudera #transformasi-digital #observability-premium #genai
(MedCom) 12/07/24 15:37
v/10539611/
Jakarta: Cloudera, satu-satunya platform true hybrid untuk data, analitik, dan AI, hari ini mengumumkan dua penawaran baru untuk Cloudera Observability Premium yang didesain untuk menyederhanakan dan mengotomatisasi administrasi platform. Fitur premium ini menyediakan kemampuan observability di semua platform Cloudera berbasis cloud dan on-premise.Dengan meningkatnya permintaan akan insight strategis dari teknologi seperti GenAI dan munculnya peraturan mengenai privasi data dan keamanan, ada kebutuhan yang semakin besar untuk mendapatkan visibilitas penuh ke sumber data perusahaan dan alur proses pengolahan data.
Rangkaian Cloudera Observability ini akan memberdayakan perusahaan dengan jaringan yang sangat aman untuk mengoperasikan observability secara menyeluruh untuk platform cloudera di data center mereka atau di public cloud.
Dua solusi terbaru Cloudera dalam rangkaian Cloudera Observability antara lain:
Cloudera Observability Premium On-Premises memungkinkan pelanggan dengan jaringan yang sangat aman untuk menjalankan observability secara menyeluruh dalam platform Cloudera di data center mereka. Solusi ini memastikan pengawasan yang optimal, troubleshooting, konversi beban kerja ke biaya, observability data, dan langkah yang otomatis, bahkan pada lingkungan on-premise yang tidak terhubung ke internet (air-gapped).
Cloudera Observability Premium for Public Cloud Data Hub menghadirkan semua kemampuan premium terbaru kepada pengguna public cloud, termasuk pengawasan secara real time, konversi beban kerja ke biaya, otomatisasi proses, dan observability data.
Dengan dua penawaran tambahan ini, sekarang perusahaan bisa memanfaatkan fitur-fitur bernilai besar seperti pengawasan secara real time untuk cluster Data Hub, pekerjaan, dan query, tata kelola keuangan dengan faktor-faktor biaya baru serta perkiraan kapasitas, tinjauan beban kerja, alert, dan otomatisasi proses. Termasuk observability data dengan analisis hot and cold table. Fitur-fitur ini berfungsi untuk memaksimalkan investasi, menyederhanakan troubleshooting secara mandiri, dan meningkatkan visibilitas biaya dan pemakaian sumber daya.
“Korelasi secara real time dan informasi kontekstual sangat penting untuk mengidentifikasi titik optimasi dan potensi bottleneck bersama dengan rekomendasi preskriptif,” kata analis industri Sanjeev Mohan.
"Menerapkan kemampuan observasi tingkat lanjut sangat penting bagi perusahaan karena akan menghasilkan system insight secara real time untuk pemecahan masalah secara proaktif dan meningkatkan keamanan, yang pada akhirnya akan mengarah pada operasional dan pengurangan risiko. Penawaran Observability Cloudera yang makin lengkap ini memungkinkan perusahaan mengatasi berbagai hal dengan membuat standar baru untuk observability data hybrid di on premise dan di public cloud.”
Peluncuran ini adalah ekspansi utama untuk Cloudera Observability, yang didesain untuk terus menemukan dan mengumpulkan data telemetri performa di seluruh aplikasi, layanan, dan komponen infrastruktur perusahaan yang berjalan dalam lingkungan Cloudera.
“Perusahaan saat ini menghadapi tekanan sangat besar untuk mengelola sumber daya data dengan lebih baik dan memanfaatkan data di seluruh perusahaan secara efisien,” kata Dipto Chakravarty, Chief Product Officer, Cloudera. “Cloudera Observability membantu perusahaan memaksimalkan efisiensi biaya, meningkatkan performa dan menghasilkan berbagai insight yang cerdas. Penambahan penawaran premium baru ini makin memperdalam insight untuk perusahaan dan membangun komitmen kami dalam membantu pelanggan mengambil alih kendali data, analitik dan AI mereka.”
“Perusahaan-perusahaan di Indonesia sedang berada di titik krusial dalam perjalanan transformasi digital dan kami melihat semakin banyak pelanggan yang membutuhkan platform yang menjamin visibilitas dan stabilitas workload serta tata kelola yang lengkap di seluruh platform Cloudera baik di Cloud maupun on-premise."
"Dengan penawaran Observability yang semakin intuitif dan komprehensif, perusahaan-perusahaan di Indonesia dapat mengoptimalkan platform hybrid Cloudera secara lebih efisien untuk mencapai visibilitas data serta menghasilkan insight yang dapat dimanfaatkan untuk mencapai berbagai target bisnis mereka,” kata Fajar Muharandy, Principal Solution Engineer, Cloudera.
(MMI)