JAKARTA, investor.id - Sejumlah saham yang tercatat di papan pemantauan khusus full call auction (FCA) diparkir drop pada jeda siang perdagangan 5 Agustus 2024. Sehingga bisa membuat para pemegang sahamnya puyeng, apalagi yang membeli di harga tinggi.
Terparah adalah saham PT Bumi Teknokultura Unggul Tbk (BTEK) minus 20% ke Rp 4. Padahal saham BTEK sempat menyentuh Rp 5 atau +25% pada 1 Agustus dan stagnan di 2 Agustus. Kini saham ini kembali memerah.
Kemudian ada saham PT Express Transindo Utama Tbk (TAXI) -16,67% ke Rp 5. TAXI pada perdagangan 2 Agustus juga memerah 14,29%, dan sempat naik 16,67% pada 1 Agustus. Dalam satu bulan terakhir saham TAXI bergerak di rentang Rp 1-7.
Selanjutnya saham PT Exploitasi Energi Indonesia Tbk (CNKO). Padahal saham CNKO hijau di 1 dan 2 Agustus masing-masing +20% dan +16,67%. Tapi kini saat jeda siang, saham CNKO diparkir anjlok 14,29% ke Rp 6. Dalam satu bulan terakhir saham CNKO bergerak di rentang Rp 5-7.
IHSG
Indeks harga saham jatuh jatuh 145,5 poin (-1,99%) ke level 7,162,6 per akhir sesi I perdagangan 5 Agustus 2024. 473 saham memerah, 116 saham di zona hijau, dan 188 saham stagnan.
Sebanyak 13,04 miliar saham ditransaksikan, frekuensi 631.935 kali, dan nilai transaksi Rp 6,027 triliun.
10 sektor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) memerah dan hanya 1 sektor yang menghijau, yakni sektor kesehatan.
Kendati demikian ada juga saham-saham yang melambung tinggi di sesi I. Yang paling tinggi adalah saham PT PT Duta Anggada Realty Tbk (DART) +26,95% ke Rp 179, kemudian saham PT Campina Ice Cream Industry Tbk (CAMP) +23,39% ke Rp 306, lalu saham PT Sona Topas Tourism Industry Tbk (SONA) +21,21% ke Rp 1.400.
Selanjutnya saham PT Jaya Trishindo Tbk (HELI) +18,03% ke Rp 432, lantas saham emiten baru yakni PT UBC Medical Indonesia Tbk (LABS) +17,65% ke Rp 140. Keduanya melompat hampir 20-an persen.
Editor: Theresa Sandra Desfika (theresa.sandra@investor.id)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News