#30 tag 24jam
Harga Bitcoin Pecah Rekor Lagi Jadi US$ 76.000, Ini Penyebabnya
Harga Bitcoin mencapai ATH US$76.000, didorong oleh kemenangan Trump dan minat institusional. Investor diingatkan untuk berhati-hati terhadap volatilitas. [371] url asal
#harga-bitcoin-pecah-rekor #adopsi-bitcoin #pemilihan #kenaikan-harga #btc #penyebabnya #pilpres-as #pilpres #harga #indodax #kamala-harris #etf-bitcoin #politik #donald #amerika #blackrock #trump #perubahan #indones
(detikFinance - Perencanaan Keuangan) 10/11/24 15:00
v/17986703/
Jakarta - Harga Bitcoin (BTC) kembali mencapai rekor tertinggi atau All Time High (ATH) pada harga US$76.000, atau sekitar Rp1,2 Miliar yang didorong oleh beberapa faktor. Di antaranya, kemenangan Donald Trump pada pemilihan presiden AS, serta meningkatnya minat dari kalangan institusional.
Hal ini disebabkan oleh sentimen positif yang menguat di pasar kripto. Ekspektasi investor terkait hasil Pilpres AS di mana Donald Trump mengungguli Kamala Harris.
Trump dikenal memiliki sikap mendukung kebijakan yang pro terhadap aset digital dan sektor teknologi, sehingga memberikan pengaruh positif terhadap pasar kripto.
Selain itu, Trump juga berencana untuk membentuk cadangan Bitcoin nasional dan menjadikan Amerika sebagai pemimpin global dalam hal aset Bitcoin. Selain faktor politik, pergerakan dana institusional di pasar juga menjadi salah satu pendorong utama kenaikan harga Bitcoin belakangan ini.
Data dari Farside Investors menunjukkan bahwa pada 6 November 2024, ETF Bitcoin mencatat arus masuk sebesar US$621,9 juta pasca kemenangan Trump meningkat. CEO Indodax, Oscar Darmawan, menilai bahwa fenomena ini mencerminkan betapa kuatnya pengaruh peristiwa politik AS terhadap harga Bitcoin.
"Ketika Bitcoin mencapai rekor harga tertingginya, ini menunjukkan kepercayaan dan harapan yang besar dari para investor. Faktor politik, seperti kemenangan Trump yang pro kripto pada Pilpres AS, memberikan dorongan psikologis yang signifikan di pasar," ungkap Oscar. Oscar juga menggarisbawahi peran penting institusi besar dalam adopsi Bitcoin.
"Adopsi Bitcoin bukan hanya didorong oleh para investor ritel, tetapi juga semakin kuat di kalangan institusi keuangan, terutama setelah adanya pengajuan ETF Spot Bitcoin dari perusahaan besar seperti BlackRock. Hal ini menunjukkan perubahan persepsi institusi terhadap aset kripto yang kini dilihat sebagai instrumen investasi jangka panjang," tambah Oscar.
Oscar menguraikan bahwa permintaan dari kalangan institusional, yang cenderung lebih stabil dan berjangka panjang, memberikan dampak terhadap keberlanjutan harga Bitcoin di level tinggi. "Ketika institusi mulai berinvestasi dalam Bitcoin, mereka membawa likuiditas yang lebih besar dan legitimasi ke pasar kripto. Ini menjadi bukti bahwa Bitcoin semakin diterima di kalangan mainstream dan bukan sekadar aset spekulatif semata," jelas Oscar.
Sebagai platform perdagangan aset digital terbesar di Indonesia, Indodax mengingatkan para investor untuk tetap berhati-hati dalam berinvestasi dan mempertimbangkan risiko yang ada akibat volatilitas pasar kripto. Indodax terus berkomitmen untuk menyediakan akses mudah ke aset digital serta memastikan keamanan dan transparansi dalam setiap transaksi bagi para pengguna
(kil/rrd)
Sengatan Trump Menang, Siap-Siap Harga Bitcoin Rekor US$80.000
Efek Donald Trump menang Pilpres AS digadang-gadang membawa harga bitcoin tembus US$80.000. [385] url asal
#trump #donald-trump #bitcoin #harga-bictoin #rekor-harga-bitcoin #pilpres-as #pilpres-2024 #pemenang-pilpres-as #harga-bitcoin-rekor #aset-kripto #mata-uang-kripto
(Bisnis.Com) 10/11/24 14:55
v/17984515/
Bisnis.com, JAKARTA — Harga Bitcoin mendekati US$80,000 untuk pertama kalinya, didorong oleh dukungan Presiden terpilih AS, Donald Trump, terhadap aset digital dan prospek Kongres yang menampilkan anggota parlemen pro-kripto.
Mengutip Bloomberg pada Minggu (10/11/2024), mata uang kripto ini naik 4,3% ke level US$79,771 yang belum pernah terjadi sebelumnya dan tetap mendekati US$79,000 pada pukul 14:05 waktu Singapura. Token yang lebih kecil seperti Cardano dan token meme Dogecoin juga menguat.
Trump berjanji dalam kampanyenya untuk menempatkan AS sebagai pusat industri aset digital, termasuk menciptakan persediaan Bitcoin yang strategis dan menunjuk regulator yang tertarik dengan aset digital. Dia muncul dari pemilu hari Selasa dalam posisi yang lebih kuat dari yang diperkirakan – Partai Republik yang dipimpinnya menguasai Senat dan hampir memegang mayoritas tipis di DPR.
“Dengan sentimen dari kemenangan Trump yang masih mereda, hanya masalah waktu sebelum peningkatan terjadi mengingat persepsi Trump pro-crypto, dan itulah yang kita lihat sekarang,” kata Le Shi, Managing Director Auros.
Adapun, harga Bitcoin telah reli sekitar 90% sepanjang 2024, didukung oleh permintaan yang kuat pada instrumen exchange traded funds (ETF) dengan underlying asset Bitcoin di bursa AS dan penurunan suku bunga oleh Federal Reserve. Peningkatan token digital terbesar, yang mencapai rekor baru setelah pemungutan suara di AS, melebihi keuntungan dari investasi seperti saham dan emas.
ETF, yang didukung oleh iShares Bitcoin Trust milik BlackRock Inc. senilai US$35 miliar, membukukan rekor arus masuk bersih harian hampir US$1.4 miliar pada Kamis (7/11/2024) pekan lalu, menurut data yang dikumpulkan oleh Bloomberg. Sehari sebelumnya, volume perdagangan iShares ETF melonjak ke puncak sepanjang masa – semua ini merupakan tanda bagaimana kemenangan Trump membentuk kembali kripto.
Sikap Trump ini kontras dengan tindakan keras terhadap aset digital di bawah kepemimpinan Presiden Joe Biden. Ketua Komisi Sekuritas & Bursa atau Securities & Exchange Commission (SEC), Gary Gensler, berulang kali menyebut sektor ini penuh dengan penipuan dan pelanggaran. Agensi tersebut mematikan kripto setelah kekalahan pasar pada 2022 dan serangkaian keruntuhan, terutama kebangkrutan bursa FTX yang curang milik Sam Bankman-Fried.
Perusahaan dan eksekutif aset digital menghabiskan banyak uang selama kampanye pemilu AS untuk mempromosikan kandidat yang dianggap menguntungkan kepentingan mereka.
“Trump telah menjanjikan peraturan yang mendukung, dan penyisihan DPR dan Senat membuat pengesahan RUU kripto jauh lebih mungkin terjadi,” tulis Noelle Acheson, penulis buletin Crypto Is Macro Now.
Bitcoin Jadi US$1 Juta? Begini Pendapat Ahli Soal Masa Depan
Bitcoin jadi US$1 juta? Pakar finansial membahas peluang Bitcoin dan emas di tengah ketidakpastian ekonomi. Baca selengkapnya. [685] url asal
#bitcoin #bitcoin-jadi-us-1-juta #btc #harga-btc
(BlockChain-Media) 10/11/24 11:00
v/17970686/
Dalam sebuah wawancara mendalam di kanal Youtube Anthony Pompliano, Pendiri dari The Kobeissi Letter, Adam Kobeissi, memberikan pandangannya tentang bagaimana Bitcoin dan emas dapat tumbuh bersama sebagai aset yang dilindungi dari inflasi, ketidakpastian global, dan ketergantungan pada satu mata uang, termasuk potensi BTC jadi US$1 juta.
Meskipun sering dianggap sebagai aset yang berbeda, Kobeissi meyakini bahwa kedua aset ini memiliki potensi untuk terus naik nilainya, bahkan di tengah ketidakpastian ekonomi.
Bitcoin Masih Kecil, Potensinya BesarKobeissi membuka wawancara dengan penekanan bahwa Bitcoin, meski telah mengalami kenaikan yang signifikan selama dekade terakhir, masih merupakan aset yang relatif kecil jika dibandingkan dengan emas.
Ia berpendapat bahwa BTC tetap berpotensi besar dan masih berada di awal perjalanan kenaikannya.

“Bitcoin masih kecil saat ini jika dilihat sebagai lindung nilai dari inflasi dan intervensi pemerintah,” ujar Kobeissi.
Menurutnya, inflasi yang terus meningkat akan mendorong nilai Bitcoin hingga mencapai angka US$1 juta di masa depan.
Emas Sebagai Pilihan Aman di Tengah KetidakpastianDi sisi lain, Kobeissi juga membahas peran emas sebagai aset safe haven global yang telah terbukti stabil selama krisis ekonomi.
Menurut Kobeissi, para investor besar dan bank sentral tengah mengalihkan fokus mereka ke emas, terutama karena ketidakpastian di pasar obligasi dan kebijakan moneter yang tidak menentu dari The Fed.
“Ketika inflasi meningkat, ketegangan geopolitik meluas dan volatilitas pasar makin tak menentu, banyak bank sentral kini membeli emas dalam jumlah besar,” ujarnya.
Kobeissi menambahkan bahwa perubahan psikologis ini membuat banyak orang mulai berpikir bahwa obligasi tidak lagi aman dan memilih emas sebagai aset lindung nilai yang lebih pasti.
Kebutuhan Akan Aset yang Terlepas dari PemerintahKetika membahas hubungan antara Bitcoin dan emas, Kobeissi menegaskan bahwa kedua aset ini bukanlah untuk saling menggantikan, tetapi bisa tumbuh bersama. Menurutnya, baik BTC maupun emas memiliki karakteristik yang membuatnya menarik sebagai aset pelindung nilai.
“Keduanya tidak terikat dengan satu mata uang spesifik dan terlindung dari intervensi pemerintah. Hal ini menjadikan mereka sebagai aset yang menarik bagi investor,” ujarnya.
Selain itu, Kobeissi juga menyoroti perbedaan fundamental antara emas dan Bitcoin. Menurutnya, Bitcoin lebih berisiko namun memberikan potensi pengembalian yang jauh lebih tinggi dibandingkan emas.
Sementara emas memiliki nilai yang lebih stabil, Bitcoin terus menarik perhatian para investor karena kinerjanya yang kuat, terutama di saat ketidakpastian ekonomi global semakin meningkat.
Pandangan Masa Depan: Apakah Bitcoin Akan Mengungguli Emas?Pompliano kemudian menanyakan pandangan Kobeissi tentang kemungkinan Bitcoin untuk menyamai kapitalisasi pasar emas di masa depan. Kobeissi meyakini bahwa kesenjangan kapitalisasi antara emas dan Bitcoin akan semakin menutup seiring waktu, meskipun mungkin masih butuh beberapa dekade sebelum terjadi.
“Meskipun emas akan terus naik, Bitcoin akan tumbuh jauh lebih cepat,” jelas Kobeissi.
Ia juga menambahkan bahwa fenomena ini didorong oleh tren demografis, di mana generasi muda lebih cenderung berinvestasi pada Bitcoin dibandingkan emas, sementara para investor senior yang mendominasi institusi keuangan tradisional masih tetap bertahan pada emas.
Kobeissi juga menambahkan bahwa, dalam jangka panjang, perubahan demografi ini akan mengubah pasar secara signifikan.
“Di masa depan, generasi muda yang sekarang berinvestasi dalam Bitcoin akan menjadi pengelola dana besar di lembaga keuangan, sehingga tren ini mungkin akan mengarah pada pergeseran lebih lanjut dari emas ke Bitcoin,” ujar Kobeissi.
Apakah Bank Sentral Akan Memegang Bitcoin?Pertanyaan menarik lain yang dibahas adalah apakah bank sentral suatu saat akan mulai menyimpan BTC sebagai bagian dari cadangan devisa mereka. Meskipun Kobeissi mengakui bahwa hal ini mungkin terjadi, ia menilai bahwa perubahan semacam itu masih membutuhkan waktu.
“Itu mungkin adalah akhir dari perjalanan panjang Bitcoin. Namun, saat ini kita masih jauh dari titik itu,” ujarnya.
Namun, ia menambahkan bahwa permintaan Bitcoin sebagai aset cadangan kemungkinan akan meningkat seiring waktu, terutama jika inflasi global terus meningkat.
Menuju US$1 Juta: Realistis atau Berlebihan?Dalam diskusi ini, Kobeissi menegaskan pandangan optimisnya bahwa nilai Bitcoin bisa jadi US$1 juta, terutama dengan mempertimbangkan tekanan inflasi yang terus berlangsung.
Ia menekankan bahwa, bahkan jika nilai Bitcoin terhadap dolar AS tidak berubah, depresiasi dolar AS akibat inflasi akan membuat nilai Bitcoin terlihat lebih tinggi dari waktu ke waktu.
“Hanya dengan inflasi saja, nilai Bitcoin akan terus naik karena dolar AS terus melemah. Seiring dengan meningkatnya permintaan dan orang-orang yang ingin memiliki aset ini, harga Bitcoin akan terus melonjak,” tutup Kobeissi. [st]
Shiba Inu: Terjebak Dalam Pola Bearish, Adakah Peluang untuk Keluar?
Shiba Inu masih dalam tren bearish meski ekosistem berkembang. ShibaSwap 2.0 hadir dan prediksi masa depan SHIB terlihat menjanjikan. [385] url asal
(BlockChain-Media) 10/11/24 10:30
v/17966580/
Shiba Inu (SHIB) saat ini berada dalam tren harga yang menantang, terjebak dalam pola bearish, meskipun perkembangan ekosistemnya terus berjalan dengan pesat.
Menurut analisis dari analis kripto popular di TradingView, Alan Santana, SHIB masih menunjukkan potensi penurunan, sejalan dengan tren pasar yang lebih luas yang terus bergerak di area bearish.
“Perhatikan bahwa SHIB (Shiba Inu) baru-baru ini mencetak harga lower high dan terus berada dalam tren bearish. Posisi leverage short kami aktif dengan dua target telah tercapai dan kini peluang entri baru terbuka,” ujar Alan Santana.
Tren Harga SHIB: Potensi Bearish dan Faktor Pemicu
Alan pun mengatakan bahwa telah terjadi sedikit kenaikan selama tiga hari berturut-turut yang dirasakan di seluruh pasar kripto, di mana sentimen ini dipengaruhi oleh hasil positif dari pemilu AS.
Namun, antusiasme ini tampak mulai mereda, dan pasar diperkirakan akan kembali mengikuti tren utama yang telah berlangsung sepanjang tahun.
“Kemungkinan harga [untuk bergerak] lebih rendah masih ada, dan kami menunggu dengan sabar sampai grafik atau pasar mengungkapkan arah yang lebih jelas,” lanjut Alan.
Analisis ini juga menunjukkan bahwa jika harga berhasil bergerak dan ditutup di atas batas atas kisaran perdagangan saat ini, potensi bullish dapat menonjol.
Namun, selama harga SHIB masih berfluktuasi dalam pola channel perdagangan yang ada, tren bearish dinilai masih dominan.
Sementara itu, berdasarkan data CoinMarketCap saat artikel ini ditulis, token SHIB diperdagangkan pada kisaran US$0,00001923, dengan peningkatan sebesar 0,73 persen dalam 24 jam terakhir dan kenaikan sebesar 10,48 persen dalam 7 hari terakhir.
Harga yang masih berada dalam channel ini mendukung analisis yang disampaikan oleh Alan.
Peluncuran ShibaSwap 2.0: Peningkatan Likuiditas dan Efisiensi EkosistemDi sisi lain, tim Shiba Inu tidak hanya bergantung pada tren harga untuk mendorong nilai SHIB. Ekosistem SHIB terus diperluas dengan berbagai inovasi yang berfokus pada peningkatan likuiditas dan pengalaman pengguna.
Pada bulan Oktober lalu, seperti yang telah dilaporkan, tim Shiba Inu telah meluncurkan ShibaSwap 2.0, versi terbaru dari platform bursa terdesentralisasi mereka.
Pembaruan ini menambahkan berbagai fitur baru yang bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan fleksibilitas bagi para pengguna, terutama bagi penyedia likuiditas.
Fitur utama yang diperkenalkan dalam ShibaSwap 2.0 adalah likuiditas terkonsentrasi, di mana penyedia likuiditas dapat menentukan rentang harga spesifik untuk meningkatkan efisiensi modal dan pengembalian.
Selain itu, fitur multi-hop swaps kini tersedia, yang memungkinkan transaksi lintas pair token menjadi lebih mudah dan efisien. [st]
BlackRock Bitcoin Spot ETF Melesat, Lampaui Emas
BlackRock Bitcoin Spot ETF (IBIT) berhasil melampaui iShares Gold ETF, mencapai aset bersih lebih dari US$33 miliar. [268] url asal
#bitcoin #bitcoin-dan-emas #bitcoin-etf #bitcoin-spot-etf #etf
(BlockChain-Media) 09/11/24 17:00
v/17893150/
Produk Bitcoin Spot ETF (IBIT) dari BlackRock kini telah melampaui iShares Gold ETF (IAU) dalam hal aset yang dikelola. Capaian ini terjadi hanya beberapa bulan setelah peluncuran IBIT, mengalahkan emas yang telah ada hampir 20 tahun. Dengan nilai aset bersih mencapai lebih dari US$33 miliar, Bitcoin ETF kini menjadi salah satu peluncuran paling sukses dalam sejarah.
Bitcoin Spot ETFLampaui EkspetasiIShares Bitcoin Spot ETF, yang diperdagangkan dengan simbol IBIT, telah mencatatkan nilai aset bersih sekitar US$33,17 miliar pada penutupan pasar Kamis, 7 November 2024. Angka ini menjadikannya lebih besar daripada IAU, yang telah beroperasi sejak Januari 2005 dan kini memiliki aset bersih sekitar US$32,9 miliar.
Kemenangan Trump dan Pemotongan Suku BungaPada 7 November, iShares Bitcoin Spot ETF (IBIT) mencatatkan aliran dana bersih sebesar US$1,1 miliar dalam satu hari, mencetak rekor baru.
Riset Tunjukkan Milenial Lebih Suka ETF – Schwab Hal ini tercermin dalam tren yang terus berkembang, di mana ETF menjadi salah satu cara yang semakin diminati oleh investor milenial untuk memulai perjalanan investasi mereka.
Potensi Masa DepanBitcoin Spot ETFKeberhasilan BlackRock Bitcoin Spot ETF menunjukkan bahwa investasi dalam cryptocurrency semakin diterima oleh berbagai kalangan investor. Dengan aset yang terus berkembang dan minat yang tinggi dari para investor institusional serta generasi milenial, ETF ini berpotensi terus berkembang dan melampaui capaian-capaian sebelumnya.
Kebijakan suku bunga rendah dan kondisi pasar yang mendukung turut mempengaruhi momentum yang dimiliki oleh Bitcoin ETF. Investor yang sebelumnya mungkin enggan berinvestasi di cryptocurrency kini semakin yakin dengan potensi pasar ini. Pasar ETF tampaknya akan semakin matang, dengan lebih banyak peluncuran lain yang berfokus pada aset kripto di masa depan. [dp]
Harga DOGE Melejit! Analis Prediksi Bisa Tembus US$3
Harga DOGE bersiap terbang tinggi! Pola Golden Cross dan sentimen positif pasca pemilu AS dorong target harga ke level baru! [525] url asal
#doge #dogecoin #harga-doge #prediksi-harga-doge
(BlockChain-Media) 09/11/24 14:30
v/17880101/
Harga DOGE kembali menggeliat dan menarik perhatian banyak investor. Saat ini, analis melihat potensi kenaikan harga yang signifikan, bahkan memprediksi bisa menembus diatas level US$3 di tengah tren bullish yang kuat.
Didukung oleh terbentuknya pola Golden Cross dan sentimen positif dari dukungan Elon Musk terhadap Donald Trump, Dogecoin kini berada dalam jalur parabola yang diperkirakan dapat membawa harga ke level tertinggi baru.
PolaGolden CrossTerbentukMenurut analisa yang dijelaskan oleh Tradingshot, Harga DOGE saat ini tengah menunjukkan tren kenaikan yang kuat, dengan indikator teknikal yang mendukung potensi lonjakan lebih lanjut.
Dirinya mengungkapkan bahwa sinyal penting yang memperkuat prospek bullish ini adalah terbentuknya pola Golden Cross pada grafik mingguan.

“Pekan ini, rata-rata pergerakan mingguan 50 (1W MA50, garis biru) akan melintasi rata-rata pergerakan mingguan 200 (1W MA200, garis oranye), membentuk Golden Cross mingguan, yang secara teknikal merupakan pola yang sangat bullish,” ungkapnya.
Prediksi Harga DOGE – Tradingshot Secara teknikal, pola Golden Cross sering kali dianggap sebagai salah satu tanda awal dari tren bull run. Terakhir kali pola ini muncul pada Desember 2020, yang bertepatan dengan dimulainya rally parabola DOGE pada siklus bull sebelumnya.
Selain itu, indikator Relative Strength Index (RSI) juga memperlihatkan sinyal bullish sejak awal Oktober 2024. Nilai RSI yang meningkat ini mengikuti siklus sebelumnya, di mana kenaikan RSI selalu mendahului terbentuknya Golden Cross.
Setelah pola tersebut terbentuk, harga DOGE melonjak ke level tertinggi pada titik Fibonacci 1,618, yang menjadi area resistensi signifikan di siklus sebelumnya. Berdasarkan pola ini, para analis memperkirakan bahwa coin crypto yang satu ini memiliki peluang untuk mencapai harga US$3,50.
“Oleh karena itu, kami percaya bahwa Doge telah memulai Parabolic Rally, yaitu bagian terakhir dan paling agresif dari Bull Cycle,” tambahnya.
Efek Kemenangan Trump Pada Pemilu ASOptimisme terhadap DOGE tak hanya didukung oleh faktor teknikal, tetapi juga oleh pengaruh eksternal, khususnya dari Elon Musk, CEO Tesla, SpaceX, dan X (sebelumnya dikenal sebagai Twitter).
Pada pemilu AS sebelumnya, Musk secara terang-terangan mendukung Donald Trump dan dirinya juga sering menyebut DOGE sebagai mata uang favoritnya. Selain itu, kemenangan Trump dalam pemilu Amerika Serikat dapat menjadi katalis tambahan bagi kenaikan harga DOGE.
Dampak Bitcoin Cetak Rekor Baru dan Pemilu AS ke Pasar Crypto Berikutnya
Pasar kripto cenderung dipengaruhi oleh perkembangan politik besar, dan dengan dukungan Musk terhadap Trump serta keterkaitannya dengan meme coin ini, banyak yang berpendapat bahwa kemenangan Trump bisa berdampak positif pada harga DOGE.
Akankah Harga DOGE Tembus US$3?Pertanyaan besar yang muncul di benak para analis dan investor adalah apakah DOGE bisa menembus harga US$3 atau lebih pada siklus bull kali ini.
Berdasarkan grafik mingguan DOGE sebelumnya, terlihat bahwa meme coin ini bergerak dalam pola yang dikenal sebagai Parabolic Growth Channel, atau saluran pertumbuhan parabola, yang telah mengiringi kenaikan harga DOGE dari waktu ke waktu sejak tahun 2014.
Dengan dukungan teknikal yang solid seperti Golden Cross serta pengaruh eksternal dari Musk dan Trump, banyak pihak optimis bahwa koin meme tersebut memiliki peluang besar untuk naik atau bahkan mencapai target harga ambisius di kisaran US$3 hingga US$3,50.
Secara keseluruhan, kombinasi dari analisis teknikal yang kuat dan faktor-faktor eksternal yang menguntungkan menjadikan DOGE sebagai aset yang patut diperhatikan di tengah tren bullish ini. [dp]
Robert Kiyosaki Ingin Timbun 100 BTC
Robert Kiyosaki berencana menambah kepemilikan Bitcoin hingga menjadi 100 BTC setahun dari sekarang. Sekarang dia baru timbun 73 BTC. [624] url asal
#bitcoin #btc #emas #perak #robert-kiyoaki
(BlockChain-Media) 09/11/24 12:20
v/17871449/
Investor kawakan asal AS, Robert Kiyosaki, mengatakan berniat menimbun sebanyak 100 BTC. Sekarang dia baru punya 73 BTC. Di sisi lain, Peter Brandt meramalkan harga aset kripto nomor satu itu bisa menembus US$150 ribu pada 2025.
Robert Kiyosaki memang terkenal sebagai investor Bitcoin selama beberapa tahun terakhir, dan tetap masih menimbun emas dan perak yang dianggapnya sebagai real money.
Dalam unggahan terbarunya di X, pada Sabtu (9/11/2024) Robert Kiyosaki membagikan pandangannya untuk kesekian kalinya tentang kekayaan dan investasi pada aset seperti Bitcoin, emas, dan perak.
Pertama, dia menyoroti perbedaan pola pikir antara orang yang membangun kekayaan dan yang tidak, terutama dalam cara mereka menyikapi harga aset.

Kiyosaki menekankan bahwa banyak orang melihat aset seperti Bitcoin di harga US$76.000, emas di US$2.684 per ounce, atau perak di US$32 per ounce sebagai terlalu mahal dan memilih menunggu harga turun sebelum membeli. Namun, menurutnya, menunggu harga rendah tidak membangun kekayaan. Namun kuncinya adalah mengumpulkan dan menyimpan aset seiring waktu.
“Harga mungkin akan terus turun, tetapi harga itu sendiri tidak membuatmu kaya raya. Yang membuatnya kaya adalah bagaimana koin (BTC) atau ounce (takaran emas dan perak) yang dikendalikan oleh si pemiliknya,” tulis Robert Kiyosaki. Ini menyiratkan bahwa yang terpenting adalah jumlah aset yang dimiliki, berapapun harganya ketika dibeli.
Sebagai contoh, Kiyosaki mengungkapkan bahwa dia mulai membeli perak hanya dengan US$1 per ounce dan terus menambah kepemilikannya seiring kenaikan harga, sehingga kini memiliki ribuan ounce.
Pendekatan yang sama berlaku untuk Bitcoin dan emas, dia membeli Bitcoin pertamanya di harga US$6.000 dan terus membelinya di harga sekarang. Artinya, Robert Kiyosaki memilih lebih fokus pada jumlah kepemilikan aset bukan pada harga per unit.
Skenario Rencana AS Timbun 1 Juta Bitcoin, Hanya Demi Dominasi Dolar?
Punya 73 BTC, Berencana Beli Lagi Hingga 100 BTCKhusus investasi Bitcoin, Robert Kiyosaki mengakui saat ini dia memiliki sebanyak 73 BTC dan berencana membeli dan menimbun lebih banyak lagi hingga totalnya menjadi 100 BTC.
“Hingga hari ini saya punya 73 BTC. Setahun mulai sekarang saya ingin punya 100 BTC, berapa pun harganya ketika saya beli,” tulis pria penulis buku terlaris sepanjang masa, Rich Dad Poor Dad ini.
Jikalau sasaran itu dikonversi dengan harga saat ini (Rp1,1 miliar per BTC), 100 BTC itu setara dengan Rp119,5 miliar. Di sisi lain, sejumlah analis misalnya Peter Brandt yakin bahwa harga BTC bisa menembus US$150 ribu per BTC pada tahun 2025.
Prakiraan Harga BTC 2025, Peter Brandt: US$150 Ribu
Tujuan Kiyosaki adalah memiliki 100 BTC dalam setahun ke depan, terlepas dari harganya, dengan pandangan bahwa aset seperti Bitcoin, emas, dan perak disebut sebagai real money.
Dia memang membandingkannya dengan apa yang disebutnya “uang palsu” atau mata uang fiat (seperti dolar AS ataupun uang lain yang diterbitkan oleh negara), yang menurutnya kehilangan nilai seiring waktu.
Baginya, berinvestasi dalam aset asli dan investasi yang menghasilkan arus kas, seperti properti dan tambang emas, sangat penting untuk kebebasan finansial dan kemandirian.
Robert Kiyosaki memang sangat rajin membicarakan soal Bitcoin di akun X-nya itu. Pada Maret 2024 Robert Kiyosaki menyampaikan kekhawatirannya tentang gejolak ekonomi yang akan datang. Ia memperingatkan bahwa generasi baby boomer yang banyak berinvestasi dalam dana pensiun berpotensi mengalami kesulitan finansial signifikan. Menurutnya, gelembung ekonomi terbesar dalam sejarah akan merugikan baby boomers saat pasar saham jatuh. Kiyosaki merekomendasikan investasi dalam emas, perak, dan terutama Bitcoin sebagai perlindungan dari krisis ekonomi yang ia prediksi.
Pada April, Robert Kiyosaki mengungkapkan ketidaktertarikannya terhadap Spot Bitcoin ETF dan produk keuangan Wall Street lainnya. Ia lebih memilih kepemilikan langsung atas aset fisik. Menurutnya, ETF itu lebih cocok untuk institusi, sementara dia tetap memilih investasi langsung dalam emas, perak, BTC, dan real estate. Ia menekankan bahwa pilihannya sesuai dengan semangat kewirausahaannya, meski mengakui bahwa setiap investor sebaiknya memilih strategi yang paling sesuai bagi mereka. [ps]
Bersiap! Altcoin Bakal Naik Gila-Gilaan Jika Ini Terjadi
Kapan altcoin season berikutnya? Prediksi ini ungkap potensi lonjakan besar altcoin setelah Bitcoin capai US$80 ribu. [713] url asal
#altcoin #altcoin-season #bitcoin
(BlockChain-Media) 09/11/24 11:30
v/17871447/
Dalam sebuah wawancara di acara Milk Road Show, Jesse Eckel, seorang analis pasar, menyatakan keyakinannya bahwa altcoin season akan segera datang, dipicu oleh pergerakan harga Bitcoin yang diprediksi akan mencapai level US$80 ribu.
Jesse menjelaskan bahwa kepercayaan ini berasal dari siklus empat tahun yang konsisten di dunia kripto.
“Setiap empat tahun, kita melihat pola yang hampir serupa, dan ini diharapkan mencapai puncaknya pada 2025,” ujar Jesse.
Siklus ini, menurutnya, terus berulang meskipun banyak yang awalnya mengira kali ini akan berbeda.

Siklus empat tahun ini bukan hanya mengandalkan faktor dari dalam ekosistem Bitcoin, tetapi juga pengaruh besar dari likuiditas global yang meningkat. Beberapa bank sentral, termasuk The Fed AS, Bank Rakyat Tiongkok dan Eropa, telah menunjukkan tanda-tanda pemotongan suku bunga dan pemberian stimulus.
“Likuiditas global yang meningkat berperan besar dalam tren harga Bitcoin, dan ini akan merambat ke altcoin,” jelas Jesse lebih lanjut.
Psikologi Investor dalam Altcoin SeasonSelain faktor siklus dan likuiditas, Jesse menyoroti pengaruh psikologi investor dalam memperkuat altcoin season.
Ketika harga Bitcoin meningkat drastis, investor yang merasa terlambat biasanya akan mencari alternatif lain di pasar kripto, seperti Ethereum atau Solana. Alasan sederhana dari hal ini adalah biaya kepemilikan yang tampak lebih rendah dibandingkan Bitcoin yang mungkin sudah dianggap terlalu mahal.
“Orang-orang akan selalu mencari aset yang harganya lebih murah, karena mereka merasa memiliki lebih banyak kepemilikan meskipun mungkin nilainya tidak sebanding,” ujar Jesse.
Aliran dana inilah yang kemudian berlanjut dari aset utama seperti Ethereum ke aset-aset lain, hingga akhirnya menyentuh memecoin dengan iming-iming imbal hasil yang sangat tinggi, mencapai ribuan persen.
Faktor Baru: Dampak Inflasi pada Nilai BitcoinDalam perbincangan ini, Jesse juga menyentuh aspek inflasi sebagai salah satu faktor yang memengaruhi nilai Bitcoin secara signifikan.
“Jika kita menyesuaikan dengan inflasi, level tertinggi Bitcoin sebenarnya setara dengan sekitar US$80 ribu dalam nilai hari ini,” ujarnya.
Artinya, meskipun secara nominal harga Bitcoin tidak memecahkan rekor baru, secara riil tingkat inflasi mendorong batas psikologis investor.
Dia menjelaskan lebih lanjut bahwa jika Bitcoin mampu mencapai level US$80 ribu, hal tersebut dapat menjadi sinyal besar yang akan menarik lebih banyak investor baru yang ingin ikut serta dalam tren tersebut.
“Saya mendapat pesan dari beberapa teman yang melihat Bitcoin naik dan bertanya apakah ini akan bertahan lama,” tambah Jesse, menekankan bahwa minat dari investor baru dan ketidakpastian di pasar tradisional berpotensi meningkatkan minat pada altcoin.
Dampak Wealth Effect: Ketika Investor Mulai Melirik AltcoinSelain itu, Jesse menjelaskan bahwa kenaikan harga Bitcoin dan Ethereum menciptakan efek kekayaan atau Wealth Effect.
Ketika nilai Ethereum meningkat, misalnya, banyak organisasi dan perusahaan yang memegang aset kripto akan merasakan peningkatan kekayaan. Mereka pun cenderung memperluas portofolio mereka dengan investasi di altcoin.
“Aset yang naik nilai akan memberikan kepercayaan bagi pemegangnya untuk memanfaatkan leverage. Mereka mungkin meminjam dana terhadap aset ini dan menginvestasikannya ke altcoin, sehingga menciptakan lebih banyak likuiditas di pasar,” tambah Jesse.
Fenomena inilah yang biasanya menciptakan kondisi pasar parabolik dan membawa altcoin ke level harga yang signifikan sebelum terjadi koreksi.
Transfer Kekayaan Generasi dan Masa Depan KriptoLebih jauh lagi, Jesse memprediksi adanya tren besar dalam bentuk Great Wealth Transfer atau transfer kekayaan besar dari generasi tua ke generasi muda.
Dalam dua dekade mendatang, lebih dari US$79 triliun kekayaan akan berpindah tangan dari generasi tua ke generasi muda. Hal ini dinilai sangat positif untuk kripto, karena generasi muda cenderung lebih terbuka dan akrab dengan aset digital dibandingkan generasi sebelumnya.
“Generasi muda sudah memiliki ketertarikan besar pada aset digital dan memecoin, dengan lebih banyak kekayaan di tangan mereka, kemungkinan besar mereka akan memasukkan dana itu ke pasar kripto,” terang Jesse.
Dukungan dari generasi ini dianggap dapat terus mendorong permintaan kripto hingga bertahun-tahun ke depan, membuat ekosistem kripto tetap hidup dan berkembang.
Apakah Siklus Akan Terus Berlanjut?Meskipun yakin dengan siklus empat tahun, Jesse juga mengakui bahwa suatu hari nanti siklus ini mungkin akan berhenti karena pengaruh psikologi pasar.
“Pada titik ketika semua orang mulai mempercayai siklus ini, mungkin siklus tersebut tidak akan lagi terjadi seperti yang diharapkan,” ujar Jesse.
Namun, ia tetap percaya bahwa selama likuiditas global terus meningkat, pasar kripto memiliki potensi untuk bertumbuh dalam jangka panjang.
Dengan prospek likuiditas, efek psikologi investor, dan transfer kekayaan antar-generasi, Jesse melihat altcoin season berikutnya akan menjadi momentum besar. Jika prediksi ini benar, kita mungkin akan melihat lonjakan besar di berbagai altcoin dalam waktu dekat. [st]
USDT Jadi Pemain Baru di Minyak Timur Tengah, Kok Bisa?
Pendanaan Tether pada transaksi minyak mentah US$45 juta dengan USDT jadi langkah besar dalam adopsi kripto di perdagangan global. [593] url asal
(BlockChain-Media) 09/11/24 10:30
v/17866906/
Tether baru saja mencatat sejarah dengan menyelesaikan pendanaan transaksi minyak mentah pertama di Timur Tengah menggunakan stablecoin mereka, USDT.
Transaksi ini mengamankan pengangkutan 670.000 barel minyak mentah Timur Tengah, yang bernilai sekitar US$45 juta, dan akan selesai pada Oktober 2024.
Langkah ini membawa Tether dan teknologi blockchain semakin dekat ke inti sektor perdagangan global, khususnya di kawasan yang berperan penting dalam pasar energi dunia.
Pendanaan Perdagangan Berbasis USDT: Mempercepat Proses dan Mengurangi BiayaDengan meluncurkan transaksi berbasis USDT ini, Tether mengincar pengembangan sektor pembiayaan perdagangan yang nilainya diperkirakan mencapai US$10 triliun.

Menggunakan stablecoin seperti USDT dalam transaksi besar berpotensi mengurangi ketergantungan pada infrastruktur pembayaran tradisional yang sering lambat dan mahal.
CEO Tether, Paolo Ardoino, menegaskan bahwa penggunaan teknologi blockchain melalui USDT akan mengubah proses bisnis.
“Dengan USDT, kami berharap dapat membawa efisiensi dan kecepatan ke pasar yang sebelumnya sangat bergantung pada struktur pembayaran konvensional,” ujar Ardoino.
Tether Trade Finance, divisi investasi Tether, bertujuan untuk membuka akses yang lebih besar terhadap pembiayaan perdagangan yang efisien.
Dengan transaksi ini, perusahaan tidak hanya menawarkan kecepatan dan penghematan biaya, tetapi juga meningkatkan transparansi, sebuah keunggulan utama dari teknologi blockchain yang menarik perhatian pelaku bisnis di sektor energi.
Dampak Strategis bagi Adopsi Kripto di Dunia BisnisLangkah Tether untuk mendanai transaksi minyak mentah dengan USDT ini memperlihatkan ambisi besar mereka untuk memperkenalkan kripto sebagai bagian integral dari perdagangan global.
Di pasar minyak yang sangat terstruktur, di mana transaksi seringkali lambat dan penuh tantangan birokratis, pendekatan ini diharapkan dapat membuka jalan bagi adopsi kripto yang lebih luas.
Para ahli percaya bahwa keberhasilan transaksi ini akan mendorong lebih banyak pelaku bisnis untuk mempertimbangkan stablecoin dalam transaksi mereka.
Adopsi kripto di sektor perdagangan, terutama untuk komoditas seperti minyak, masih berada pada tahap awal. Namun, semakin banyak bisnis yang mulai melihat potensi efisiensi dari transaksi berbasis blockchain.
Dengan memfasilitasi pendanaan transaksi minyak mentah, Tether menunjukkan potensi besar kripto di dunia bisnis.
“Ini adalah langkah nyata untuk menghadirkan efisiensi di pasar global dengan menggunakan USDT,” ujar seorang analis pasar energi yang melihat inovasi ini sebagai revolusi di sektor perdagangan.
Investasi Tether di Timur Tengah: Mendorong Inklusi Keuangan di Kawasan StrategisSelain transaksi minyak mentah, Tether juga mengumumkan investasi strategis sebesar US$3 juta di aplikasi Kem, sebuah platform manajemen keuangan yang bertujuan meningkatkan inklusi keuangan di Timur Tengah.
Investasi ini diharapkan membantu memperluas adopsi USDT di kawasan ini dan memberikan solusi keuangan yang lebih inklusif bagi masyarakat.
Kemungkinan besar, melalui Kem, Tether akan dapat memperkenalkan USDT sebagai alat pembayaran yang andal dan cepat, serta memungkinkan transaksi lintas batas yang lebih mudah.
“Pendanaan ini adalah bagian dari upaya kami untuk meningkatkan kehadiran USDT di Timur Tengah,” ungkap Ardoino.
Keputusan Tether untuk mendukung Kem diharapkan dapat memberikan dorongan besar bagi adopsi kripto di kawasan yang dianggap strategis ini. Dengan populasi yang terus berkembang dan ekonomi yang semakin terkoneksi secara digital, Timur Tengah menjadi pasar penting bagi Tether dan stablecoin lainnya.
Masa Depan Pembiayaan Perdagangan dengan StablecoinMasuknya Tether ke dalam sektor pembiayaan perdagangan menyoroti potensi besar stablecoin di luar sektor keuangan tradisional.
Stablecoin tidak hanya memiliki nilai yang stabil dibandingkan kripto lainnya, tetapi juga menghadirkan keuntungan efisiensi waktu dan biaya yang signifikan. Dengan transaksi minyak mentah ini, Tether memperlihatkan bagaimana stablecoin dapat diterapkan dalam perdagangan komoditas dengan nilai besar.
Dalam jangka panjang, keberhasilan proyek ini dapat mendorong adopsi stablecoin lain dalam transaksi komoditas lainnya.
“Tether membuka peluang besar bagi penggunaan blockchain dalam perdagangan global, yang berpotensi mengubah struktur pasar secara mendasar,” ujar seorang ahli keuangan internasional.
Dengan semakin banyaknya bisnis yang mengadopsi teknologi blockchain, Tether menempatkan dirinya sebagai pelopor dalam industri pembiayaan perdagangan berbasis stablecoin. [st]
Dogecoin Holdings Diakuisisi Spirit Blockchain, DOGE Targetkan US$1
Spirit Blockchain akuisisi Dogecoin Holdings, bertujuan perkuat posisinya di dunia blockchain. Apa rencana besar mereka untuk DOGE? [540] url asal
#doge #dogecoin #harga-doge #memecoin
(BlockChain-Media) 09/11/24 10:00
v/17862641/
Spirit Blockchain Capital Inc. telah mengumumkan akuisisinya terhadap Dogecoin Portfolio Holdings Corp., yang dikenal sebagai Dogecoin Holdings.
Langkah ini diambil oleh Spirit untuk memperkuat posisinya di industri blockchain dan manajemen aset digital yang semakin berkembang.
DOGE, yang awalnya dikenal sebagai memecoin, telah berkembang menjadi salah satu aset kripto terbesar berdasarkan kapitalisasi pasar dan memiliki komunitas yang sangat aktif, termasuk lebih dari 6,7 juta alamat aktif dan 2,5 juta anggota di Reddit.
Dogecoin, yang diluncurkan pada tahun 2013, kini memiliki basis pengguna yang sangat luas dan komunitas yang kuat di seluruh dunia.
Akuisisi Dogecoin HoldingsAkuisisi ini menjadi langkah penting dalam strategi pertumbuhan Spirit yang berfokus pada teknologi blockchain dan pengelolaan aset digital, terutama dalam ekosistem Dogecoin.
Dengan menggabungkan kekayaan intelektual dan keahlian pasar yang dimiliki oleh Dogecoin Holdings, Spirit berharap dapat mengembangkan produk inovatif di sektor aset digital, serta menarik minat investor ritel dan institusional.
“Kami sangat antusias dengan peluang pertumbuhan yang dibawa oleh akuisisi ini untuk Spirit. Sektor keuangan saat ini mengalami pergeseran besar menuju solusi terdesentralisasi, dengan teknologi blockchain sebagai inti dari transformasi ini,” ujar CEO Spirit Blockchain Capital, Lewis Bateman.
Menurutnya, dengan mengakuisisi Dogecoin Holdings, Spirit berada dalam posisi yang tepat untuk mengembangkan produk keuangan inovatif yang akan memberikan nilai bagi para pemegang saham dan memajukan masa depan keuangan terdesentralisasi (DeFi).
Strategi Spirit ini tidak hanya sekadar memperluas jangkauan produk mereka, tetapi juga meningkatkan aksesibilitas dan utilitas DOGE secara global.
Akuisisi ini juga menunjukkan bagaimana Dogecoin dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan berbagai lapisan masyarakat, baik individu maupun korporasi, dengan memanfaatkan popularitas dan relevansi budaya yang dimiliki oleh Dogecoin.
Ke depannya, Spirit merencanakan untuk memperluas jangkauan kemitraan dan meluncurkan produk baru yang akan meningkatkan adopsi Dogecoin di seluruh dunia. Berbagai peluncuran produk dan inisiatif strategis telah dipersiapkan oleh perusahaan ini untuk mempercepat kemajuan layanan keuangan berbasis blockchain.
“Kami sangat bersemangat untuk membentuk masa depan keuangan terdesentralisasi bersama Dogecoin dan menciptakan nilai yang berkelanjutan bagi para pemegang saham kami,” tambah Bateman.
Di balik popularitasnya yang terus meningkat, Dogecoin kini telah berkembang menjadi aset digital yang dikenal luas secara global.
Dengan dukungan dari tokoh-tokoh terkenal seperti Elon Musk dan komunitas yang sangat setia, Dogecoin telah berhasil mencapai kapitalisasi pasar yang melebihi US$16 miliar.
“Dogecoin selalu menonjol karena sifatnya yang digerakkan oleh komunitas dan signifikansi budayanya, dan kemitraan dengan Spirit Blockchain Capital ini akan membantu kami meningkatkannya ke tingkat yang lebih tinggi,” ujar Investor dan Penasihat Strategis Dogecoin Holdings, Chandler Song.
Song pun menambahkan bahwa, gabungan keahlian perusahaan diyakini akan memungkinkan terciptanya cara baru bagi orang-orang untuk berinteraksi dan berinvestasi di Dogecoin, sehingga meningkatkan relevansinya sebagai alat keuangan sekaligus aset budaya.
Harga DOGE Bersiap Menuju US$1Dengan gelombang bullish yang coba dibangun oleh Bitcoin untuk mayoritas pasar kripto, harga DOGE pun tampak berada di jalur yang tepat untuk ikut melejit.
Berdasarkan grafik yang dibagikan oleh analis popular CROW, harga DOGE tampak berada di jalur untuk melesat ke US$1 dengan mengikuti pola historisnya.
Harga DOGE tampak telah menembus dan retest batas atas dari pola triangle yang tampak serupa dengan fase pra-reli di masa lalu, sehingga target terdekat adalah US$1, dan itu masih akan terus melesat lebih tinggi untuk mencetak ATH terbarunya.
“Dan kita tidak akan berhenti di US$1, ingat kata-kataku,” ujar CROW. [st]
Prakiraan Harga BTC 2025, Peter Brandt: US$150 Ribu
Ini mungkin posisi enak bagi pecinta kripto, di mana harga BTC 2025 diperkirakan mencapai di atas US$100 ribu. [448] url asal
#bitcoin #btc #hargabtc #hargabtc2025 #prediksihargabtc
(BlockChain-Media) 09/11/24 01:37
v/17827644/
Ini mungkin posisi enak bagi pecinta kripto, di mana harga BTC 2025 diperkirakan mencapai di atas US$100 ribu. Trader kawakan asal AS, Peter Brandt pun yakin bisa tembus US$150 ribu.
Tahun 2025 memang masih 53 hari lagi. Namun di saat Bitcoin terus mencetak rekor baru yang mencerminkan permintaan tinggi dari pasar, sejumlah ramalan baru tentang harga BTC di tahun depan semakin marak.
Gate: US$144.722 hingga Tahun 2030Salah satu prakiraan harga BTC 2025 datang dari Gate, crypto exchange cukup besar saat ini. Dilansir pada Sabtu (9/11/2025), mereka meramalkan harga BTC 2025 bisa mencapai US$114 ribu.
“Bitcoin dapat mencapai hingga US$144.722 dari sekarang hingga tahun 2030. Potensi ROI dari pembelian Bitcoin pada harga saat ini sebesar US$75.895 (+90 persen),” sebut mereka, menyiratkan bahwa pada tahun 2025 kisaran harga BTC bisa berada di rentang itu.


Jika berhasil menembus pola ini, itu dianggap sebagai sinyal bullish yang kuat. Analisis lengkap terkait siklus itu, ia paparkan secara lengkap di artikel Juni 2024 ini.
Sebelumnya pada 27 Februari 2024 ia meramalkan harga BTC 2025 dapat mencapai US$120 ribu hingga US$200 ribu pada akhir Agustus atau September. Dengan pernyataan terbaru Brandt itu, menandakan bahwa asumsi bullishmasih tetap.
Pada 26 Oktober 2024 lalu Ecoinometrics memprediksi bahwa harga Bitcoin (BTC) dapat mencapai enam digit pada akhir 2025, dengan target US$130.000, jika kondisi pasar tetap mendukung. Faktor-faktor utama yang mendasari prediksi ini mencakup aktivitas on-chain yang stabil, momentum aset berisiko yang kuat, dan kemampuan BTC untuk mempertahankan harga di atas ambang US$65.000. Model analisis Ecoinometrics memperkirakan return tahunan BTC bisa mencapai 148 persen dalam skenario manis.
Namun, ada potensi risiko penurunan hingga 26 persen dalam kondisi terburuk. Ecoinometrics juga mencatat bahwa BTC bergerak seiring NASDAQ 100, menunjukkan korelasi positif dengan pasar saham AS, yang bisa menguntungkan harga BTC jika terjadi kenaikan di bursa saham. Selain itu, pertumbuhan pasokan uang AS (M2) turut mempengaruhi pasar, meski belum setara dengan lonjakan saat pandemi.
Meskipun ada tantangan, BTC dinilai tetap memiliki potensi sebagai lindung nilai terhadap depresiasi fiat. Jika momentum bullish terus berlanjut dan kebijakan moneter global stabil, BTC berpeluang mencapai sasaran harga enam digit pada 2025.
Prediksi harga Bitcoin 2025 mengindikasikan potensi perubahan besar bagi aset digital ini. Setelah sembilan bulan stabil di sekitar US$60.000, para analis memprediksi kuartal pertama 2025 sebagai periode kritis.
Markus Thielen dari 10x Research pada 11 Oktober 2024 menyatakan, Bitcoin berpotensi mengalami lonjakan atau penurunan signifikan. Perubahan kebijakan ekonomi global, khususnya dari The Fed, bisa memengaruhi harga, terutama jika imbal hasil obligasi AS terus naik. Di sisi lain, jika The Fed menurunkan suku bunga sambil menjaga ekonomi tetap kuat, harga Bitcoin mungkin melonjak. [ps]
Harga BTC Sekarang di Mata Analis: Masih Ada Ruang Kenaikan 18 Bulan
Harga BTC sekarang yang terus menerus mencetak rekor baru, dipandang analis masih mempunyai ruang kenaikan hingga 18 bulan mendatang. [592] url asal
#analisisbtc #bitcoin #btc #prediksibtc
(BlockChain-Media) 09/11/24 00:09
v/17836541/
Harga BTC sekarang yang terus menerus mencetak rekor baru, dipandang analis masih mempunyai ruang kenaikan hingga 18 bulan mendatang. Itu menurut analis dari GalaxyDigital, tetapi ada isyarat awal koreksi pendek dikabarkan oleh analis lainnya.
Thorn dari Galaxy memperkirakan harga BTC sekarang dan aset kripto lainnya akan diperdagangkan pada level yang jauh di atas level tertinggi sepanjang masa saat ini selama 12-18 bulan ke depan.
“Pasar tidak terlihat terlalu panas dari perspektif fundamental,” kata Kepala Penelitian Galaxy Alex Thorn kepada Cointelegraph, Kamis (7/11/2024).
Analis dari Nansen, Aurelie Barthere, menyuarakan sentimen serupa, bahwa Bitcoin saat ini yang melampaui titik tertinggi sepanjang masa dengan volume besar, merupakan sinyal jelas dari momentum positif yang berkelanjutan setelah pilpres AS yang membawa Trump yang pro kripto menang menjadi presiden.

Hal yang sama disampaikan trader kripto Matthew Hyland di X, bahwa harga Bitcoin sekarang “berkonsolidasi” di atas titik tertinggi sepanjang masa sebelumnya di US$73.679 dan pasar masih ingin kelanjutan.
Sinyal Harga BTC Sekarang Sudah Cukup PanasKendati harga BTC sekarang menggambarkan bullish berkepanjangan, namun sejumlah analis lain menunjukkan adanya sinyal-sinyal lain bahwa pasar sudah cukup panas dan mungkin beralih ke koreksi kecil jangka pendek.
Pandangan pertama datang dari Coinglass yang menyodorkan grafik Liquidation Heatmap harga BTC sekarang dalam 24 jam terakhir pada 7 November 2024 lalu.
Disebutkan, adanya tingkat likuidasi posisi leverage tinggi di pasar Bitcoin. Likuidasi terjadi ketika posisi trading ditutup secara otomatis, karena margin yang tidak mencukupi untuk menutupi kerugian. Dengan kata lain, gambar itu membantu mengenali area di mana banyak trader dengan posisi leverage tinggi mengalami likuidasi.
Dalam konteks ini, Coinglass memandang untuk “hodl spot,” yaitu memegang Bitcoin dalam bentuk spot tanpa leverage, untuk menghindari risiko likuidasi.
Sinyal harga BTC sekarang ini menyiratkan adanya posisi leverage tinggi yang berisiko likuidasi jika harga bergerak melawan posisi tersebut. Ini mengisyaratkan bahwa pasar saat ini cukup rentan terhadap pergerakan harga yang tajam, dan banyak trader bisa terjebak dalam posisi yang tidak menguntungkan.
Hal mirip disampaikan oleh CryptoMutant. Katanya, dengan harga Bitcoin sekarang berada di sekitar US$75.000 dan sedang mengalami konsolidasi, yaitu periode di mana harga bergerak dalam kisaran sempit sebelum melanjutkan tren sebelumnya.

Selain itu, disebutkan bahwa terdapat “cluster liquidity” di atas harga tersebut, yang berarti ada konsentrasi posisi trading yang rentan terhadap likuidasi jika harga bergerak melawan posisi tersebut.
Prediksi yang diberikan adalah kemungkinan terjadinya sedikit kenaikan harga sebelum pasar melakukan koreksi. Jika terjadi koreksi, US$72.600 dianggap sebagai harga penting yang harus dipertahankan untuk menjaga sentimen pasar tetap positif.
Analis lain, CrypNuevo, mengaitkan harga Bitcoin sekarang berkaitan dengan pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) pada 8 November yang dapat memengaruhi pasar Bitcoin. Ia menyebutkan adalah sinyal “Delta” yang merujuk pada perbedaan antara posisi long dan short di pasar.
Pernyataan ini menunjukkan bahwa saat ini banyak posisi long yang mengalami likuidasi, yang dapat memicu “long squeeze,” yaitu situasi di mana trader dengan posisi long terpaksa menutup posisi mereka karena kerugian, sehingga memperburuk penurunan harga. Namun, ada juga prediksi bahwa mungkin akan terjadi lonjakan likuidasi hingga US$77.500.
Harga Bitcoin sekarang menunjukkan tren bullish yang kuat dan diperkirakan akan terus meningkat dalam 12-18 bulan ke depan, menurut analis dari Galaxy Digital. Namun, beberapa analis lainnya memperingatkan adanya sinyal pasar yang sudah cukup panas, seperti tingginya likuidasi posisi leverage yang mengindikasikan potensi pergerakan harga yang tajam dan koreksi jangka pendek.
Meskipun momentum positif masih terlihat, pasar Bitcoin saat ini sangat rentan terhadap fluktuasi, dan ada prediksi bahwa harga dapat mengalami koreksi kecil sebelum melanjutkan tren naik, dengan support level penting di sekitar US$72.600 untuk menjaga sentimen positif. [ps]