Pelatih Kolombia, Nestor Lorenzo, mengkritik Conmebol karena memperpanjang jeda final Copa America 2024 untuk memfasilitasi penampilan Shakira. [443] url asal
Kolombia akan melakoni pertandinagan menghadapi Argentina dalam partai final Copa America 2024.
Laga Argentina vs Kolombia dalam jadwal final Copa America 2024 akan bergulir di Stadion Hard Rock pada Senin (15/7/2024) mulai pukul 07.00 WIB.
Conmebol membuat keputusan untuk memperpanjang jeda babak pertama final Copa America 2024 dari 15 menit menjadi 25 menit.
Keputusan Conmebol memperpanjang periode rehat babak pertama final Copa America 2024 dilakukan untuk mengakomodasi penampilan bintang pop Kolombia, Shakira.
Nestor Lorenzo, juru racik Kolombia, berbicara tentang penampilan Shakira di tengah laga Argentina vs Kolombia.
"Saya harap Anda menikmatinya, Shakira hebat," kata Lorenzo dalam jumpa pers jelang Argentina vs Kolombia, dikutip dari ESPN.
“Untuk final, ketika peraturan berubah untuk kedua tim, lapangan buruk untuk keduanya, demikian juga cuacanya, saya tak bisa mengatakan itu buruk atau menguntungkan satu pihak," kata dia.
Pelatih berumur 58 tahun itu lalu mengatakan, perpanjangan jeda laga Argentina vs Kolombia akan berdampak terhadap kondisi pemain.
"Saya tidak bisa memahaminya. Ketika kami keluar pada menit ke-16, kami kena sanksi," ujar dia.
"Sekarang, setelah ada pertunjukan, kami bakal keluar ke lapangan pada 20 menit, (kondisi) pemain bisa menjadi dingin," tuturnya.
“Namun, itu terjadi kepada kedua belah pihak. Saya baru tahu hari ini dengan situasi itu," ucap dia.
Ucapan Lorenzo merujuk terhadap insiden babak penyisihan grup yang menyebabkan Lionel Scaloni (Argentina) Ricardo Gareca (Chile), Marcelo Bielsa (Uruguay), dan Fernando Batista (Venezuela) diskors satu laga setelah datang terlambat ke lapangan pada babak kedua.
Federasi sepak bola negara tersebut juga dikenai denda senilai 15.000 dollar Amerika Serikat (sekitar Rp 242 juta).
Selain perubahan waktu rehat, Conmebol juga memutuskan untuk kembali menerapkan perpanjangan waktu di babak final.
Sebelumnya, pada babak perempat final, semifinal, dan perebutan peringkat ketiga, hasil imbang di waktu normal langsung dituntaskan lewat adu penalti.
Namun, saat laga final Copa America 2024 nanti, akan ada tambahan waktu selama 30 menit sebelum masuk ke babak adu penalti.
KOMPAS.com – Konfederasi Sepak Bola Amerika Selatan (Conmebol) siap melakukan penyelidikan insiden keributan penyerang Uruguay, Darwin Nunez, dengan suporter Kolombia.
Darwin Nunez bersama sejumlah rekan setimnya tertangkap kamera memasuki tribune penonton dan terlibat perkelahian dengan suporter Kolombia.
Insiden keributan yang melibatkan Darwin Nunez terjadi seusai Uruguay kalah dari Kolombia dalam semifinal Copa America 2024 di Stadion Bank of America pada Kamis (11/7/2024).
Berdasarkan laporan Goal International, Nunez tampak terkena pukulan oleh seorang penggemar lawan.
Nunez lalu tak terima. Sang penyerang Liverpool itu mengirimkan pukulan balasan ke suporter Kolombia.
Conmebol pun langsung bergerak cepat dengan membuka investigasi terkait kericuhan antara Nunez dan suporter Kolombia.
“Komite Disiplin Conmebol sudah membuka penyelidikan untuk mengetahui kronologi kejadian dan tanggung jawab mereka yang terlibat dalam tindakan kekerasan yang terjadi pada akhir laga Uruguay vs Kolombia,” demikian pernyataan Conmebol, dikutip dari Goal.
“Menjelang final Copa America, kami ingin menegaskan kembali dan memperingatkan bahwa tak ada tindakan yang bisa menodai perayaan sepak bola global ini,” lanjut keterangan Conmebol.
Sementara itu, kapten Uruguay, Jose Maria Gimenez, mengatakan bahwa rekan setimnya berusaha untuk membela keluarga mereka.
“Izinkan saya mengatakan sesuatu sebelum mereka memotong karena mereka tidak mengizinkaan kami berbicara melalui mikrofon,” kata Gimenez, dikutip dari ESPN.
“Mereka tidak ingin saya mengatakan apa pun, tetapi ini adalah bencana,” lanjut dia menambahkan.
“Harap berhati-hati, keluarga kami berada di tribune, ada bayi-bayi kecil yang baru lahir, itu adalah bencana. Tidak ada polisi dan kami harus membela keluarga kami,” katanya.
Menurut Gimenez, kericuhan terjadi karena penonton dalam pengaruh “minuman” terlalu banyak.
“Ini adalah kesalahan dua atau tiga orang yang ‘minum’ terlalu banyak dan tidak tahu cara ‘minum’,” ucap dia.