NEW YORK, investor.id – Indeks-indeks Wall Street kembali menguat pada Kamis (12/9/2024). Hal itu karena pemodal mulai mengabaikan awal September yang sulit dan melakukan memborong saham teknologi dengan harga rendah, di tengah harapan akan pemangkasan suku bunga The Fed minggu depan.
Dikutip dari CNBC internasional, S&P 500 naik 0,75% dan ditutup pada 5.595,76, menandai penguatan empat hari berturut-turut. Sedangkan Dow Jones Industrial Average bertambah 235,06 poin (0,58%) dan berakhir di 41.096,77. Sementara itu, Nasdaq Composite naik 1% dan ditutup pada 17.569,68.
S&P 500 berhasil memangkas kerugian September menjadi hanya 0,9% dan berada sekitar 1,3% dari rekor tertingginya.
Saham-saham teknologi besar dan perusahaan semikonduktor reli pada Kamis, yang menjadi pendorong pasar selama perdagangan sore. Saham Nvidia, melonjak 1,9%, sementara Alphabet dan Meta Platforms, induk dari Facebook, masing-masing naik lebih dari 2%.
Data inflasi Amerika Serikat (AS) yang dirilis minggu ini menjadi data terakhir sebelum pertemuan The Fed pada 17-18 September mendatang. Para bankir sentral diperkirakan secara luas akan mengumumkan pemangkasan suku bunga sebesar seperempat poin persentase.
Indeks harga produsen (PPI) yang dirilis Kamis, yang mengukur rata-rata perubahan harga yang diterima oleh bisnis untuk barang dan jasa mereka, mencerminkan kenaikan harga grosir sebesar 0,2% pada Agustus, sesuai dengan ekspektasi.
Laporan PPI ini mengikuti data inflasi konsumen yang dirilis pada Rabu (11/9/2024), yang menunjukkan sedikit kenaikan harga inti, tetapi juga bahwa inflasi pada bulan Agustus turun ke level terendah sejak Februari 2021.
Data Pengangguran AS
Data klaim pengangguran AS mingguan yang dirilis pada Kamis juga menunjukkan peningkatan kecil dalam jumlah individu yang mengajukan tunjangan pengangguran, naik menjadi 230 ribu untuk minggu yang berakhir pada 7 September.
Investor baru saja melewati sesi perdagangan yang bergejolak, yang pada awalnya tertekan oleh laporan indeks harga konsumen sebelum akhirnya saham-saham teknologi bangkit pada akhir hari, membantu acuan utama pulih dari posisi terendahnya.
“Secara umum, orang-orang masih berada dalam mode menunggu dan melihat menjelang pertemuan The Fed minggu depan,” kata Mona Mahajan, ahli strategi investasi senior di Edward Jones.
Mahajan juga mencatat bahwa pasar telah bergejolak di tengah kondisi September yang secara musiman lebih lemah, namun dia masih memperkirakan pertumbuhan ekonomi yang ‘mendingin, tapi tidak kolaps’.
“Kami berpikir volatilitas ini bisa terus berlanjut. Namun, jika kita berada dalam kondisi di mana The Fed memotong suku bunga dan inflasi secara bertahap moderat, serta kita berhasil mendaratkan ekonomi dengan mulus. Maka secara historis, pasar seharusnya terus berkinerja baik dalam kondisi tersebut. Bagi kami, itu tetap menjadi skenario dasar,” jelasnya.
Editor: Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News