#30 tag 24jam
Strategi Selamatkan Lingkungan dari Emisi Gas Buang
AceBlue merupakan Diesel Exhaust Fluid untuk kurangi emisi nitrogen oksida. [750] url asal
#emisi-gas-buang #euro-4 #diesel-exhaust-fluid #aceblue
(Republika - Ekonomi) 09/08/24 11:42
v/13904883/
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Gas buang kendaraan menjadi kontributor terbesar atas buruknya kualitas udara Indonesia, terutama Jakarta. Rendahnya kualitas bahan bakar mesin (BBM) yang mayoritas di bawah standar Euro 4 pun berdampak besar terhadap peningkatan polusi udara.
"Saat ini, sebagian besar kota-kota besar di seluruh dunia terpapar polusi udara akibat dari emisi gas buang kendaraan bermotor maupun pabrik industri," ujar Pendiri PT Ace Jaya Energy (AJE) Ruddy Soerjanto dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (8/8/2024).
Ruddy mengatakan rendahnya kualitas udara berakibat buruk bagi kesehatan masyarakat. Ruddy mengatakan polusi udara menjadi salah satu penyebab utama berbagai penyakit pernapasan dan kardiovaskular, serta memperburuk kualitas hidup warga kota.
Untuk menekan tingginya polusi udara akibat gas buang kendaraan, Ruddy menyampaikan perusahaan baru saja meluncurkan produk terbarunya, AceBlue sekaligus pengiriman perdana ekspor sebanyak 36 ribu liter ke Jepang. Ruddy mengatakan AceBlue merupakan Diesel Exhaust Fluid (DEF) untuk mengurangi emisi nitrogen oksida (NOx) dari gas buang kendaraan dan mesin diesel.
"AceBlue merupakan cairan yang digunakan bersama teknologi Selective Catalytic Reduction (SCR) untuk mengubah NOx menjadi nitrogen dan air yang tidak berbahaya. Produk ini membantu mengurangi emisi NOx hingga 90 persen, menurunkan tingkat polusi udara, dan meningkatkan kualitas udara," ucap Ruddy.
Ruddy menjelaskan terdapat tiga varian produk yang meliputi AceBlue 32 untuk kendaraan bermesin diesel dengan SCR, AceBlue 40 untuk armada laut atau mesin diesel berkapasitas besar, dan AceBlue 50 untuk pabrik-pabrik yang mengeluarkan emisi gas buang dari pembakaran.
"AceBlue menjadi komitmen kami untuk aktif berperan mengurangi emisi gas buang berbahaya dari mesin diesel sekaligus membantu program pemerintah yang telah melakukan banyak hal dalam mengatasi masalah ini," ujar Ruddy.
Ruddy mengatakan AceBlue membidik operator kendaraan komersial, industri transportasi dan logistik, pengguna kendaraan pribadi diesel, sektor pertambangan, PLTU dan industri berat, perkapalan, dan pengguna individu dengan kendaraan diesel modern (standar emisi Euro 4, Euro 5, dan Euro 6). Ruddy menyampaikan perusahaan ingin membantu operator kendaraan darat bermesin diesel (mobil, bus, kereta api), industri logistik, industri manufaktur lainnya serta pengguna individu untuk memenuhi regulasi emisi yang ketat dan
menjaga lingkungan tetap bersih.
"Puluhan tahun sebagai pengusaha, saya fokus meningkatkan nilai perusahaan. Namun, kali ini saya fokus ingin berbisnis sekaligus berkontribusi dalam perbaikan kondisi lingkungan yang berkelanjutan demi masa depan lingkungan lebih baik. Kami mungkin bukan yang pertama di Indonesia, tapi kami yakin bahwa kami yang terbaik dan terbesar," kata Ruddy.
Co-Founder AJE Lydia Masehi mengatakan pangsa pasar AceBlue cukup seimbang antara pasar domestik dan ekspor masing-masing 50 persen. Lydia menyampaikan besarnya proporsi ekspor tak lepas dari kondisi Indonesia yang belum optimal dalam penerapan standar Euro 4 ke atas.
"Kami terus mengembangkan untuk pasar lokal karena memang secara regulasi transportasi di Indonesia masih menerapkan standar Euro 3, sementara di negara maju yang sangat memperhatikan polusi dan dampaknya sudah menerapkan minimum Euro 5 dan Euro 6," ujar Lydia.
Pasar terbesar ACE....
Oleh karena itu, Lydia mengatakan pasar terbesar ACE adalah negara-negara yang sangat memperhatikan efek polusi terhadap kehidupan warganya, seperti Jepang, Singapura, Amerika Serikat, dan Eropa. Di negara-negara ini, regulasi emisi gas buang yang ketat telah diterapkan untuk melindungi kesehatan masyarakat dan lingkungan.
Direktur Operasional AJE Fuad Adi mengatakan AceBlue merupakan hasil karya anak Indonesia yang menggunakan 100 persen bahan baku lokal. Fuad menyampaikan produk kualitas terbaik akan dapat terwujud jika menggunakan standar kualitas produksi tinggi di industri.
"Kami menggunakan bahan baku berkualitas tinggi untuk menghasilkan produk keluaran dengan kualitas spesifikasi tinggi pula yang memenuhi spesifikasi produk yang berlaku internasional," kata Fuad.
Sebelumnya, Deputi bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi, Kemenko Maritim dan Investasi (Marves) Rachmat Kaimuddin mengatakan BBM berkualitas rendah yang ada di Indonesia berkontribusi besar atas buruknya kualitas udara, terutama di kota-kota besar di Indonesia, terutama Jakarta.
Rachmat menyebut mayoritas BBM di Indonesia memiliki kandungan sulfur yang begitu tinggi. Padahal, ucap Rachmat, negara-negara lain telah menerapkan Euro 4 yang menjadi standar emisi dengan ketentuan bahan bakar mengandung sulfur maksimal 50 part per million (ppm).
"Dalam data batas sulfur bensin maksimum di berbagai negara pada 2023, Indonesia termasuk salah satu yang jelek," ujar Rachmat saat diskusi bertajuk "Tekan Emisi, Perbaiki Kualitas Udara: Kebijakan Baru Subsidi BBM" di Ashley Wahid Hasyim, Jakarta, Senin (5/8/2024).
Indonesia sebenarnya telah mewajibkan produksi motor untuk memenuhi standar Euro 3 dari 2013 dan mobil dengan standar Euro 4 dari 2018. Namun realitanya, hanya ada tiga jenis BBM PT Pertamina (Persero) yang masuk standar Euro 4 di Indonesia yakni Pertamax Green, Pertamax Turbo, dan Pertamina Dex.
"Sayangnya, kita tidak menyediakan secara masif dan hampir semua BBM kita ini kualitasnya lebih buruk dari standar Euro 4," ucap Rachmat.