JAKARTA, investor.id – PT PP Tbk (PTPP) melaporkan update mengenai kondisi keuangan perseroan hingga semester I-2024. Rasio cakupan bunga (interest coverage ratio/ICR) rupanya masih menjadi tantangan dan akan terus PTPP perbaiki.
ICR merupakan rasio keuangan yang mengukur seberapa besar kemampuan perusahaan dalam membayar bunga atas pinjamannya yang belum lunas atau masih tercatat dalam pembukuan.
Mengacu pada laporan keuangan PTPP per 30 Juni 2024, PTPP membukukan liabilitas sebesar Rp 42,5 triliun. Angka tersebut naik sebesar 2,75% dari liabilitas periode sama tahun sebelumnya sebesar Rp 41,3 triliun. Kenaikan tersebut disebabkan oleh adanya dana cadangan untuk melunasi obligasi jatuh tempo pada awal Juli 2024.
Liabilitas PTPP sampai semester I-2024 ini mayoritas berasal dari utang jangka pendek sebesar Rp 25 triliun. Yang mana, sebagian besar dikontribusikan dari utang usaha kepada pihak ketiga sebesar Rp 14 triliun.
Sedangkan utang jangka panjang PTPP sebesar Rp 17,43 triliun, mayoritas bersumber dari utang bank dan lembaga keuangan di antaranya kepada pihak berelasi sebesar Rp 6,3 triliun dan pihak ketiga sebesar sebesar Rp 4,2 triliun.
Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PTPP Agus Purbianto menuturkan, sampai paruh kedua tahun ini ICR PTPP mengalami penurunan, sehingga hal ini masih menjadi tantangan. “Kami akan terus perbaiki ICR di semester II tahun ini,” ujar Agus dalam paparan publik, Rabu (28/8/2024).
Selain itu, dirinya menambahkan, PTPP juga akan terus menjaga dan berupaya untuk menurunkan debt-to-Ebitda. Terbukti, pada kuartal II-2024, PTPP berhasil memperbaiki debt-to-Ebitda menjadi 6.9x dari sebelumnya 8.7x.
Capaian lainnya, emiten BUMN Karya ini juga sukses memperbaiki debt-to-equity dari 2.86x pada 2023, menjadi 2.79x kuartal II-2024. Interest beraring debt-to-equity juga menurun dari 1.49x pada kuartal II-2023 menjadi 1.4x pada kuartal II-2024.
Perbaikan lain yang patut disyukuri adalah, PTPP mampu meningkatkan operating profit dari sebelumnya 12,15% menjadi 12,99%. Adapun, untuk current ratio, kendati mengalami penurunan, namun Agus memastikan, hal tersebut masih dalam ambang batas karena covenant di perjanjian-perjanjian dengan lender perseroan masih di 1x.
Memasuki paruh kedua 2024, Agus menyatakan, PTPP akan mengubah metode konsolidasi menjadi metode ekuitas. Ini sehubungan dengan aksi divestasi PTPP yang pada gilirannya bakal memangkas aset dan liabilitas perseroan.
“Jadi, tadinya liabilitas terkondolidasi dengan adanya penurunan share akibat divestasi, akhirnya akan turun,” terangnya.
Pada semester II-2024, PTPP juga mengaku optimistis target kinerjanya akan tercapai sejalan dengan penyelesaian mayoritas proyek IKN yang menjadi driver perseroan di sisa 2024. “Tentunya, ada beberapa proyek di luar IKN seperti jalan tol yang juga harus selesai pada tahun ini,” tutup Agus.
Editor: Muawwan Daelami (muawwandaelami@gmail.com)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News