Bisnis.com, JAKARTA — Setoran dividen interim sekitar Rp419 miliar dari PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk. (SIDO) akan mengalir ke PT Hotel Candi Baru.
Sebagai infromasi, Hotel Candi Baru merupakan pengendali saham SIDO. Jumlah yang mereka pegang sebanyak 23,27 miliar lembar (23.278.282.442) atau setara dengan 77,60% hingga akhir September 2024.
Dengan asusmsi kepemilikan tersebut tidak berubah, Hotel Candi Baru ditaksir mendapatkan jatah sekitar Rp419 miliar dari agenda pembagian dividen interim Sido Muncul pada 2024.
Sebagaimana diketahui, PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk. (SIDO) menjadwalkan pembagian dividen interim dengan cum date yang jatuh pada hari ini, Senin (4/11/2024). Besaran dividen yang akan ditebar bernilai Rp540 miliar atau Rp18 per saham.
Direksi Sido Muncul menjelaskan bahwa pembagian dividen interim merupakan hasil keputusan direksi yang disetujui dewan komisaris pada Rabu, 23 Oktober 2024.
“Perseroan akan melaksanakan pembagian dividen interim tunai sebesar Rp18 per saham untuk tahun buku 2024 [periode 1 Januari – 30 Juni 2024],” tulis penjelasan direksi SIDO dalam keterbukaan informasi, Jumat (25/10/2024).
Direksi SIDO menyampaikan bahwa dividen interim akan dibagikan kepada pemegang saham yang namanya tercatat dalam daftar pemegang saham pada 6 November 2024 sampai dengan pukul 16.00 WIB.
Mengutip RTI Infokom, jumlah saham beredar SIDO mencapai 30 miliar saham hingga akhir September 2024. Artinya, dengan dividen interim mencapai Rp18 per saham, perseroan bakal merogoh kocek Rp540 miliar untuk pembayaran dividen.
Kinerja SIDO Kuartal III/2024
PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk. (SIDO) mencetak laba bersih Rp778,11 miliar hingga kuartal III/2024. Capaian ini meningkat 33% dari periode sama tahun lalu yakni Rp586,57 miliar.
Melansir laporan keuangan akhir September 2024, produsen jamu terbesar di Indonesia ini membukukan penjualan bersih Rp2,62 triliun atau tumbuh 11,42% dibandingkan realisasi kuartal III/2023 yang meraih Rp2,36 triliun.
“Pertumbuhan ini didorong oleh kuatnya kinerja produk utama SIDO, baik di pasar domestik maupun ekspor,” tulis manajemen SIDO, Kamis (24/10/2024).
Manajemen perusahaan menyampaikan bahwa penjualan ekspor SIDO tumbuh 75% dibandingkankan tahun lalu, sehingga berkontribusi 8% terhadap total penjualan.
Sementara itu, penjualan SIDO ditopang oleh segmen jamu herbal dan suplemen yang berkontribusi Rp1,54 triliun, naik 6,17% year on year (YoY). Adapun segmen makanan dan minuman meraih Rp986,04 miliar dan farmasi sebesar Rp95,28 miliar.
SIDO mencatatkan beban pokok penjualan sebesar Rp1,13 triliun, naik 4,19% YoY. Realisasi ini membuat perusahaan mengantongi laba kotor senilai Rp1,48 triliun sepanjang Januari – September 2024, meningkat 17,32% dari tahun lalu.
Laba usaha untuk sembilan bulan pertama tahun ini tumbuh 32% YoY menjadi Rp969 miliar, dengan marjin laba usaha naik dari 31% ke 37% hingga kuartal III/2024. Manajemen menyatakan bahwa hal tersebut memperlihatkan efisiensi operasional perusahaan dan pengendalian ketat terhadap beban usaha.
Neraca keuangan SIDO juga tetap solid dengan kas sebesar Rp978 miliar dan tanpa utang, menunjukkan kehati-hatian keuangan dan likuiditas perusahaan.
_________
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.
Bisnis.com, JAKARTA — PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk. (SIDO) menjadwalkan pembagian dividen interim dengan cum date yang jatuh pada hari ini, Senin (4/11/2024). Besaran dividen yang akan ditebar bernilai Rp540 miliar atau Rp18 per saham.
Perlu diketahui, cum date atau tanggal cum dividen merupakan tanggal terakhir bagi investor yang ingin membeli saham tertentu dan berhak untuk mendapatkan dividen perusahaan yang telah diumumkan. Untuk bisa mendapat dividen, maka investor perlu membeli saham tersebut sebelum atau pada tanggal cum dividen.
Sementara itu, ex date atau tanggal ex dividen merupakan hari pertama saat pemegang saham tidak berhak lagi mendapatkan dividen dari suatu perusahaan. Tanggal ex dividen dijadwalkan satu hari kerja setelah tanggal cum dividen.
Sebelumnya, Direksi Sido Muncul menjelaskan bahwa pembagian dividen interim merupakan hasil keputusan direksi yang disetujui dewan komisaris pada Rabu, 23 Oktober 2024.
“Perseroan akan melaksanakan pembagian dividen interim tunai sebesar Rp18 per saham untuk tahun buku 2024 [periode 1 Januari – 30 Juni 2024],” tulis penjelasan direksi SIDO dalam keterbukaan informasi, Jumat (25/10/2024).
Direksi SIDO menyampaikan bahwa dividen interim akan dibagikan kepada pemegang saham yang namanya tercatat dalam daftar pemegang saham pada 6 November 2024 sampai dengan pukul 16.00 WIB.
Mengutip RTI Infokom, jumlah saham beredar SIDO mencapai 30 miliar saham hingga akhir September 2024. Artinya, dengan dividen interim mencapai Rp18 per saham, perseroan bakal merogoh kocek Rp540 miliar untuk pembayaran dividen.
Jadwal pembagian dividen interim SIDO untuk tahun buku 2024:
Akhir Periode Perdagangan Saham Dengan Hak Dividen (Cum Dividen) -Pasar Reguler dan Negosiasi: 4 November 2024 -Pasar Tunai: 6 November 2024
Awal Periode Perdagangan Saham Tanpa Hak Dividen (Ex Dividen) -Pasar Reguler dan Negosiasi: 5 November 2024 -Pasar Tunai: 7 November 2024
Tanggal Daftar Pemegang Saham yang berhak atas Dividen Tunai: 6 November 2024
Tanggal Pembayaran Dividen Interim Tunai Tahun Buku 2023: 20 November 2024
Sebagai infromasi, didiven interim senilai Rp18 per saham itu merupakan yang tertinggi dalam sejarah SIDO. Sebelumnya, dividen interim per saham tertinggi dibayar SIDO pada tahun buku 2021 senilai Rp15,3 per saham.
Realisasi Dividen SIDO
Tahun Buku
Jenis Dividen
Dividen per Saham (Rp)
Tanggal Pembayaran
Jumlah Saham (Rp miliar)
2024
Interim
18,00
20 Nov 2024
540
2023
Final
18,00
06 Jun 2024
540
2023
Interim
12,60
20 Nov 2023
378
2022
Final
23,00
28 Apr 2023
690
2022
Interim
13,50
18 Nov 2022
405
2021
Final
22,70
28 Apr 2022
681
2021
Interim
15,30
27 Agu 2021
459
2020
Final
18,90
29 Apr 2021
567
2020
Interim
12,50
18 Nov 2020
375
2019
Final
13,50
05 Mei 2020
405
2019
Interim
11,00
20 Nov 2019
330
2018
Final
10,50
02 Mei 2019
315
2018
Interim
7,50
28 Nov 2018
225
_________
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.
Sederet emiten di pasar modal seperti SIDO, BSSR hingga TAPG menjadwalkan cum dividen pada pekan depan periode 4 hingga 8 November 2024. Cek detailnya. [786] url asal
Bisnis.com, JAKARTA — Sederet emiten di pasar modal menjadwalkan cum dividen pada pekan depan, yakni pada 4 hingga 8 November 2024. Beberapa di antaranya adalah SIDO, BSSR hingga TAPG.
Perlu diketahui, cum date atau tanggal cum dividen merupakan tanggal terakhir bagi investor yang ingin membeli saham tertentu dan berhak untuk mendapatkan dividen perusahaan yang telah diumumkan. Untuk bisa mendapat dividen, maka investor perlu membeli saham tersebut sebelum atau pada tanggal cum dividen.
Sementara itu, ex date atau tanggal ex dividen merupakan hari pertama saat pemegang saham tidak berhak lagi mendapatkan dividen dari suatu perusahaan. Tanggal ex dividen dijadwalkan satu hari kerja setelah tanggal cum dividen.
Pada awal pekan atau Senin (4/11/2024), ada saham PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk. (SIDO) yang menjadwalkan cum dividen. Emiten produsen jamu Tolak Angin tersebut akan membagikan dividen interim tahun buku 2024 senilai Rp18 per saham atau senilai total Rp540 miliar.
Manajemen SIDO menjelaskan pembagian dividen interim ini berdasarkan keputusan direksi perseroan tanggal 23 Oktober 2024 dan persetujuan dewan komisaris berdasarkan surat persetujuan tanggal 23 Oktober 2023.
“Dividen interim tunai akan dibagikan kepada pemegang saham yang namanya tercatat dalam daftar pemegang saham atau recording date pada 6 November 2024 sampai dengan pukul 16.00 WIB atau pemilik saham perseroan pada sub rekening efek di Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) pada penutupan perdagangan 6 November 2024,” kata manajemen SIDO dalam keterbukaan informasi, Jumat (25/10/2024).
Lalu pada hari berikutnya, Selasa (5/11/2024), sebanyak dua emiten menjadwalkan cum date dividennya. Emiten-emiten tersebut adalah PT Baramulti Suksessarana Tbk. (BSSR) dan PT Wintermar Offshore Marine Tbk. (WINS).
BSSR menyampaikan akan membagikan dividen interim ke pemegang sahamnya sebesar total US$30 juta.
Dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), BSSR manajemen BSSR menuturkan pada 25 Oktober 2024, direksi dan komisaris BSSR telah menyetujui dan memutuskan untuk melakukan pembagian dividen interim tahun buku 2024 sebesar US$30 juta untuk 2,61 miliar saham.
"Dividen per saham senilai US$0,01146," tulis Manajemen BSSR dalam keterbukaan informasi BEI, Senin (28/10/2024).
BSSR menjadwalkan tanggal cum dividen di pasar reguler dan negosiasi pada 5 November 2024, dengan tanggal ex dividen di pasar reguler dan negosiasi pada 6 November 2024.
Lalu cum dividen di pasar tunai pada 7 November 2024, dengan ex dividen di pasar tunai pada 8 November 2024.
Tanggal daftar pemegang saham yang berhak atas dividen tunai pada 7 November 2024, dengan tanggal pembayaran dividen akan dilakukan pada 21 November 2024.
Sementara WINS berencana membagikan dividen interim tahun buku 2024 senilai Rp34,91 miliar atau setara Rp8 per saham kepada para investor.
Keputusan pembagian dividen interim WINS tersebut sesuai dengan keputusan direksi yang telah disetujui oleh dewan komisaris pada Jumat, 25 Oktober 2024.
"Perseroan telah memutuskan untuk membagikan dividen interim sebesar Rp34,91 miliar atau setara Rp8 per saham" tulis manajemen dalam keterbukaan informasi.
Kemudian pada hari berikutnya, Kamis (7/11/2024), ada PT Selamat Sempurna Tbk. (SMSM) dan PT Triputra Agro Persada Tbk. (TAPG) yang menjadwalkan cum dividen.
SMSM berencana menebar dividen interim Rp201 miliar atau Rp35 per saham kepada para investor. Keputusan pembagian dividen interim ini sesuai dengan keputusan direksi yang telah disetujui oleh dewan komisaris pada Rabu (30/10/2024).
Sementara TAPG bakal membagikan dividen interim untuk tahun buku 2024 dengan nilai maksimal sebesar Rp 1,50 triliun atau setera Rp76 per saham.
Melansir keterbukaan informasi, pembagian dividen interim TAPG tersebut sesuai dengan Keputusan Sirkuler Direksi Sebagai Pengganti Rapat Direksi Perseroan pada 25 Oktober 2024.
Kemudian terakhir di pekan depan, tepatnya pada Jumat (8/11/2024), ada PT Dana Brata Luhur Tbk. (TEBE) yang akan menebar dividen interim tahun buku 2024 senilai Rp25,7 miliar atau setara Rp20 per saham.
"Rencana pembagian dividen interim tahun buku 2024 sesuai dengan keputusan direksi yang telah disetujui dewan komisaris pada tanggal 29 Oktober 2024," kata manajemen TEBE dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Adapun, jadwal cum dividen TEBE pada pasar reguler dan negosiasi jatuh pada 8 November 2024, dengan recording date pada 12 November 2024. Sementara pembayaran dividen interim tersebut dijadwalkan pada 21 November 2024.
Berikut Daftar Cum Dividen Emiten Periode 4—8 November 2024:
Senin 4 November 2024:
PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk. (SIDO) Rp18 per Saham
Selasa 5 November 2024:
PT Baramulti Suksessarana Tbk. (BSSR) Rp179,19 per Saham.
PT Wintermar Offshore Marine Tbk. (WINS) Rp8 per saham
Kamis 7 November 2024:
PT Selamat Sempurna Tbk. (SMSM) Rp35 per Saham.
PT Triputra Agro Persada Tbk. (TAPG) Rp76 per Saham.
Jumat 8 November 2024:
PT Dana Brata Luhur Tbk. (TEBE) Rp20 per Saham.
________
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.
Bisnis.com, JAKARTA — Daya beli masyarakat yang melemah bak masuk angin dan musim hujan yang mundur dari perkiraan dinilai dapat menjadi faktor yang memengaruhi performa PT Industri Jamu dan FarmasiSido MunculTbk. (SIDO) pada kuartal IV/2024.
Kendati begitu, ekspansi yang terus berlanjut dan cakupan distribusi yang kian luas baik di dalam maupun luar negeri menjadi katalis bagi kinerja emiten jamu dan farmasi ini.
Pelemahan daya beli masyarakat sebenarnya sudah berimpak pada kinerja kuartal III/2024 SIDO. Pada periode tersebut, perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp730 miliar atau terkoreksi 13,4% dibandingkan kuartal sebelumnya (quartal-to-quartal/QtQ), meski masih tumbuh 3,2% secara tahunan (year-on-year/YoY).
Pelemahan kinerja penjualan itu terjadi pada semua segmen dengan herbal menjadi kontributor terbesarnya. Sebab, penjualan produk ‘sejuta umat’, Tolak Angin, melandai di tengah melemahnya daya beli konsumen.
“Penjualan yang lebih lemah di semua segmen. Segmen Herbal, kontributor terbesarnya, turun 11,3% QtQ, didorong oleh penjualan Tolak Angin yang lebih rendah di tengah melemahnya daya beli konsumen,” jelas Clara Nathania, analis Sucor Sekuritas, dalam risetnya yang dirilis viaBloomberg, Jumat (25/10/2024).
Penurunan kinerja pada sisitop linejuga diikuti dengan koreksibottom linesecara triwulanan. SIDO mencetak laba bersih sebesar Rp170 miliar pada kuartal III/2024 atau turun 22,2% QtQ, tetapi tumbuh kuat yakni 22,5% YoY seiring adanya efisiensi beban operasional.
Kendati demikian, Sido Munculmasih mencatatkan kinerja impresif sepanjang tahun berjalan. Hingga sembilan bulan pertama 2024, SIDO mampu mengalap pendapatan senilai Rp2,63 triliun. Realisasi meningkat 11,2% YoY.
Pada periode itu, semua segmen bertumbuh. Penjualan segmen herbal meningkat 6,2% YoY yang didorong oleh produk kapsul lunak dan Esemag.
Pada segmen makanan dan minuman (F&B), penjualan SIDO melonjak hingga 20,2% YoY dengan ditopang oleh pertumbuhan kuat produk minuman energi, sedangkan pemasaran segmen farmasi SIDO tercatat naik 11,6% YoY didukung oleh produk sirup.
Tak hanya di dalam negeri, pertumbuhan tersebut juga terjadi di penjualan ekspor SIDO. Bahkan, realisasinya pada sembilan bulan 2024 bertumbuh sebesar 75% YoY atau berkontribusi hingga 8% terhadap total penjualan perseroan. Angka kontribusi itu lebih tinggi ketimbang dua tahun terakhir, yakni sekitar 6% pada 2023 dan 4% pada 2022.
Ekspor produk SIDO ke Malaysia pada periode itu tercatat tumbuh signifikan yakni sekitar 58% YoY. Pengapalan produk Sido Muncul ke Filipina bahkan melonjak hingga 108%, sedangkan ke Nigeria naik 38% YoY di tengah tantangan kondisi ekonomi negara tersebut.
Kenaikan volume penjualan SIDO itu terjadi seiring dengan penguatan saluran distribusi yang terdiri darigeneral trade(berkontribusi sebesar 80% terhadap penjualan),modern trade(15%) dane-commerce(5%).
Sejalan dengan pertumbuhan signifikan padatop line, SIDO mencatatkan laba bersih sebesar Rp778 miliar atau meningkat 32,7% YoY pada sembilan bulan pertama 2024.
Tantangan Sido Muncul pada Kuartal IV/2024
Sederet analis memerinci beberapa tantangan yang akan dihadapiSIDOpada kuartal IV/2024. Berlanjutnya pelemahan daya beli masyarakat masih menjadi kendalanya.
Clara Nathania mengakui potensi itu. Sucor Sekuritas bahkan menurunkan estimasi laba
Sido Muncul untuk 2024 dan 2025 menjadi masing-masing Rp1,0 triliun dan Rp1,1 triliun. “Karena kekhawatiran tentang daya beli yang lemah dan musim hujan yang tertunda yang dapat memengaruhi kinerja 4Q24,” tulisnya dalam riset tersebut.
Sebagai catatan, puncak permintaanTolak Anginsecara tahunan umumnya terjadi pada musim hujan. Pada periode itu, permintaan akan minuman herbal dan hangat.
Selain itu, Sucor Sekuritas memproyeksikan pendapatan SIDO pada periode tersebut mencapai Rp3,6 triliun dan Rp3,9 triliun atau tumbuh masing-masing sebesar 2,3% dan 6,9% YoY.
Sarkia Adelia, analis Panin Sekuritas, dalam risetnya juga mengakui tantangan pelemahan daya beli bagi kinerja SIDO. Selain itu, dia menilai faktor ketidakpastian ekonomi menjadi tantangan lain bagi emiten jamu dan farmasi ini.
Sementera itu, Jonathan Guyadi dan Belva Monica, analis Samuel Sekuritas Indonesia, menilai malaise daya beli masyarakat telah menyebabkan tekanan pada margin kotor (gross margin. Pada kuartal III/2024, margin kotor perseroan tercatat sebesar 52,6% atau berada di bawah capaian triwulan II/2024 sebesar 56,8% dan kuartal III/2023 yakni 55,2%.
“Karena permintaan melemah, terutama untuk produk unggulan SIDO, Tolak Angin, khususnya karena daya beli yang menurun,” tulisnya.
Ekspansi Lintas Negara dan Cakupan Distribusi Jadi Katalis SIDO
Kendati begitu, performa SIDO dinilai dapat ditopang oleh sederet katalis pada kuartal terakhir tahun ini. Salah satunya adalah penguatan saluran distribusi dan penetrasi pasar, serta permintaan ekspor yang masih berlanjut.
Sarkia Adelia mengatakan, SIDO juga memiliki sentimen positif dari potensi pertumbuhan produk herbal memasuki musim hujan. Di samping itu, ada potensi permintaan segmen F&B memasuki puncak Pemilihan Kepala Daerah atau Pilkada 2024.
Panin Sekuritas sendiri masih merekomendasikan ‘hold’ untuk saham SIDO, tetapi menurunkan target harga ke Rp680 dari sebelumnya sebesar Rp730.
“...mempertimbangkan daya beli masyarakat dan juga ketidakpastian kondisi ekonomi,” tulis Sarkia dalam riset yang dirilis, Kamis (24/10/2024).
Lini produk Sido Muncul (SIDO)
Clara Nathania menjelaskan manajemen SIDO tetap optimistis untuk mencapai pertumbuhan lebih dari 10% baik untuktop linemaupunbottom lineantara lain lantaran didukung oleh pemulihan permintaan domestik, perluasan penjualan ekspor ke Vietnam dan Kamboja pada kuartal terakhir.
“Serta cakupan distribusi yang lebih luas, baik domestik maupun luar negeri,” tulisnya.
Sucor Sekuritas mempertahankan rekomendasi ‘buy’ untuk saham SIDO dengan target hargasebesar Rp730. “Kami menyukai SIDO karena arus kas yang kuat dan posisi neraca yang kokoh.”
Selain potensi peningkatan ekspor, Jonathan Guyadi dan Belva Monica menilai bahwa penjualan produk pada segmen herbal berpotensi meningkat pada akhir tahun berkat fenomena La Nina, musim hujan, dan tren pengobatan mandiri yang meningkat di tengah pelemahan daya beli.
Samuel Sekuritas Indonesia merekomendasikan ‘beli’ untuk saham SIDO dengan target harga senilai Rp830.
Sementara itu, Analis Sinarmas Sekuritas Vita Lestari menjelaskan permintaan produk segmen herbal dan suplemen berpotensi menguat. Selain itu, segmen F&B SIDO diharapkan akan terus tumbuh.
“Didorong oleh peralihan konsumen dari minuman dingin ke minuman hangat berbahan dasar jahe, termasuk susu jahe dan kopi,” jelas Vita dalam risetnya, Jumat (25/10/2024).
Sinarmas Sekuritas menyematkan rating ‘buy’ pada saham SIDO dengan target harga sebesar Rp740 hingga 2025.
“Kami mengantisipasi bahwa SIDO akan mempertahankan pertumbuhan pendapatan yang kuat pada 4Q24.”
Berdasarkan dataRTI Business, harga sahamSIDOturun 1,60% ke level Rp615 pada penutupan perdagangan Jumat (25/10/2024). Dalam sepekan terakhir harga saham perseroan melemah 8,21% dan terkoreksi 7,52% dalam tiga bulan terakhir.
Namun, sepanjang tahun berjalan atauyear-to-date(YtD), sahamSIDOmeningkat sebesar 17,14%.
berdasarkan data dari terminalBloomberg, Jumat (25/10/2024), mayoritas analis yang mengulas sahamSIDO, memberikan pandangan positif terhadap emiten jamu dan farmasi tersebut.
Dari total 27 analis dalam konsensus, 20 analis (74,1%) merekomendasikanbuy, sedangkan tujuh analis (25,9%) lainnya menyematkan rating ‘hold’.
Berdasarkan konsensus analis tersebut, target harga sahamSIDOberada di level Rp780,48 dalam 12 bulan ke depan. Artinya, masih terdapat potensi kenaikan 26,9% dari harga saham pada penutupan perdagangan pekan lalu.
Bisnis.com, JAKARTA – PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk. (SIDO) bakal mengguyur pemegang saham dengan dividen interim tunai sebesar Rp18 per saham yang dibayarkan pada 20 November 2024.
Direksi Sido Muncul menjelaskan bahwa pembagian dividen interim merupakan hasil keputusan direksi yang disetujui dewan komisaris pada Rabu, 23 Oktober 2024.
“Perseroan akan melaksanakan pembagian dividen interim tunai sebesar Rp18 per saham untuk tahun buku 2024 [periode 1 Januari – 30 Juni 2024],” tulis penjelasan direksi SIDO dalam keterbukaan informasi, Jumat (25/10/2024).
Direksi SIDO menyampaikan bahwa dividen interim akan dibagikan kepada pemegang saham yang namanya tercatat dalam daftar pemegang saham pada 6 November 2024 sampai dengan pukul 16.00 WIB.
Mengutip RTI Infokom, jumlah saham beredar SIDO mencapai 30 miliar saham hingga akhir September 2024. Artinya, dengan dividen interim mencapai Rp18 per saham, perseroan bakal merogoh kocek Rp540 miliar untuk pembayaran dividen.
Didiven interim senilai Rp18 per saham itu merupakan yang tertinggi dalam sejarah SIDO. Sebelumnya, dividen interim per saham tertinggi dibayar SIDO pada tahun buku 2021 senilai Rp15,3 per saham.
Realisasi Dividen SIDO
Tahun Buku
Jenis Dividen
Dividen per Saham (Rp)
Tanggal Pembayaran
Jumlah Saham (Rp miliar)
2024
Interim
18,00
20 Nov 2024
540
2023
Final
18,00
06 Jun 2024
540
2023
Interim
12,60
20 Nov 2023
378
2022
Final
23,00
28 Apr 2023
690
2022
Interim
13,50
18 Nov 2022
405
2021
Final
22,70
28 Apr 2022
681
2021
Interim
15,30
27 Agu 2021
459
2020
Final
18,90
29 Apr 2021
567
2020
Interim
12,50
18 Nov 2020
375
2019
Final
13,50
05 Mei 2020
405
2019
Interim
11,00
20 Nov 2019
330
2018
Final
10,50
02 Mei 2019
315
2018
Interim
7,50
28 Nov 2018
225
Secara kinerja, produsen jamu terbesar di Indonesia ini telah mencetak laba bersih sebesar Rp778,11 miliar hingga kuartal III/2024. Capaian tersebut tumbuh 33% dari periode yang sama tahun lalu yakni Rp586,57 miliar.
Kenaikan laba sejalan dengan kinerja penjualan bersih yang tumbuh 11,42% year on year (YoY) menjadi Rp2,62 triliun. Performa itu ditopang oleh penjualan segmen jamu herbal dan suplemen yang berkontribusi Rp1,54 triliun, segmen makanan dan minuman meraih Rp986,04 miliar, dan farmasi sebesar Rp95,28 miliar.
SIDO turut mencatatkan beban pokok penjualan sebesar Rp1,13 triliun, naik 4,19% YoY. Realisasi ini membuat perusahaan mengantongi laba kotor senilai Rp1,48 triliun sepanjang Januari–September 2024, meningkat 17,32% dari tahun lalu.
Laba usaha untuk 9 bulan pertama tahun ini tumbuh 32% YoY menjadi Rp969 miliar, dengan margin laba usaha naik dari 31% ke 37% hingga kuartal III/2024.
Berikut jadwal pembagian dividen interim Sido Muncul (SIDO):
Akhir periode perdagangan saham dengan hak dividen (cum dividen):
· Pasar reguler dan negosiasi: 4 November 2024
· Pasar tunai: 6 November 2024
Awal periode perdagangan saham tanpa hak dividen (ex dividen):
· Pasar reguler dan negosiasi: 5 November 2024
· Pasar tunai: 7 November 2024
Recording date: 6 November 2024
Tanggal pembayaran dividen interim: 20 November 2024.
Bisnis.com, JAKARTA – PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk. (SIDO) akan membagikan dividen interim tahun buku 2024 senilai Rp18 per saham atau senilai total Rp540 miliar.
Manajemen SIDO menjelaskan pembagian dividen interim ini berdasarkan keputusan direksi perseroan tanggal 23 Oktober 2024 dan persetujuan dewan komisaris berdasarkan surat persetujuan tanggal 23 Oktober 2023.
“Dividen interim tunai akan dibagikan kepada pemegang saham yang namanya tercatat dalam daftar pemegang saham atau recording date pada 6 November 2024 sampai dengan pukul 16.00 WIB atau pemilik saham perseroan pada sub rekening efek di Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) pada penutupan perdagangan 6 November 2024,” kata manajemen SIDO dalam keterbukaan informasi, Jumat (25/10/2024).
Sebelumnya, emiten produsen tolak angin ini mencatat laba bersih sebesar Rp608 miliar pada semester I/2024 yang dipengaruhi sejumlah faktor pendorong.
Direktur Keuangan PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) Budiyanto mengatakan bahwa laba bersih pada semester I/2024 ini tumbuh sebesar 36% dari Rp448 miliar di semester I/2023.
"Rasio laba bersih juga meningkat dari 27% menjadi 32%. Terutama karena pertumbuhan penjualan lebih tinggi, efisiensi beban, dan risiko bisnis yang terkendali," katanya saat Public Expose, Rabu (28/8/2024).
Dia mengungkap bahwa laba usaha SIDO juga meningkat 35% dari Rp563 miliar di semester I/2023 menjadi Rp759 miliar di semester I/2024. Margin laba usaha turut membaik dari 34% menjadi 40% di tahun ini.
"Terutama karena adanya efisiensi beban usaha, terutama pada beban umum dan administrasi, serta dari rasio beban tetap usaha yang lebih rendah," ujarnya.
Adapun untuk kas dan setara kas, SIDO juga mengklaim memiliki posisi kas yang stabil dengan posisi kas terakhir di angka Rp720 miliar.
"SIDO selalu menjaga posisi kas antara Rp700 miliar hingga Rp1 triliun. Ini adalah hasil dari pengelolaan keuangan yang kuat," ucapnya.
Jadwal pembagian dividen interim SIDO untuk tahun buku 2024:
Akhir Periode Perdagangan Saham Dengan Hak Dividen (Cum Dividen) -Pasar Reguler dan Negosiasi: 4 November 2024 -Pasar Tunai: 6 November 2024
Awal Periode Perdagangan Saham Tanpa Hak Dividen (Ex Dividen) -Pasar Reguler dan Negosiasi: 5 November 2024 -Pasar Tunai: 7 November 2024
Tanggal Daftar Pemegang Saham yang berhak atas Dividen Tunai: 6 November 2024
Tanggal Pembayaran Dividen Interim Tunai Tahun Buku 2023: 20 November 2024
_______
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.
Sido Muncul mengumumkan dividen interim senilai Rp 540 miliar. Saham SIDO sendiri kemarin anjlok usai rilis kinerja kuartal III. - Halaman all [367] url asal
JAKARTA, investor.id - PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) akan membagikan dividen interim tahun buku 2024 senilai Rp 540 miliar atau Rp 18/saham.
Direksi Sido Muncul mengungkapkan, hal tersebut sesuai dengan keputusan rapat direksi perseroan tanggal 23 Oktober 2024 yang telah mendapatkan persetujuan dewan komisaris berdasarkan keputusan rapat dewan komisaris perseroan tanggal 23 Oktober 2024.
“Perseroan akan melaksanakan pembagian dividen interim tunai sebesar Rp 18 per saham untuk tahun buku 2024 (periode 1 Januari 2024 sampai dengan 30 Juni 2024),” ungkap direksi SIDO dalam keterangan resmi, Jumat (25/10/2024).
Tanggal pembayaran dividen Sido Muncul ini pada 20 November 2024. Di mana pemegang saham yang berhak adalah yang namanya tercatat sebagai pemegang saham SIDO hingga 6 November 2024.
Cum dividen di pasar reguler dan pasar negosiasi pada 4 November 2024. Ex dividen di pasar reguler dan pasar negosiasi tanggal 5 November 2024.
Data keuangan per 30 Juni 2024 yang mendasari pembagian dividen di antaranya laba bersih yang didapat diatribusikan kepada entitas induk Rp 608,48 miliar.
Saham
Saham PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) anjlok 6,02% ke Rp 625 pada perdagangan 24 Oktober 2024 kemarin. Sebanyak 119,17 juta saham Sido Muncul ditransaksikan, frekuensi 16.775 kali, dan nilai transaksi Rp 75,8 miliar.
Saham SIDO juga banyak dilepas asing. Di mana asing mencatatkan net sell saham Sido Muncul Rp 25,9 miliar kemarin.
Saham Sido Muncul anjlok usai perseroan merilis kinerja hingga akhir kuartal III-2024.
Laba bersih sepanjang 9 bulan 2024 meningkat 33% secara tahunan menjadi Rp 778 miliar, didorong oleh peningkatan penjualan, efisiensi biaya, dan kemampuan SIDO dalam mengelola risiko di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Tapi untuk kuartal III-2024 saja Sido Muncul membukukan laba bersih Rp 170 miliar. Lebih kecil dibandingkan kuartal II-2024 yang sebesar Rp 218 miliar, dan kuartal I-2024 yang mencapai Rp 390 miliar.
Saham Sido Muncul (SIDO) loncat pada sesi I hari ini. Biasanya dividen SIDO ada 2 tahap, yakni interim di November & final di April/Mei. - Halaman all [386] url asal
JAKARTA, investor.id - Saham PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) loncat 2,29% ke Rp 670 per akhir sesi I perdagangan 16 Oktober 2024.
Sebanyak 25 juta saham Sido Muncul ditransaksikan, frekuensi 3.077 kali, dan nilai transaksi Rp 16,58 miliar.
Saham SIDO mengalami loncatan tertinggi di antara saham-saham indeks LQ45 untuk sesi I 16 Oktober.
Sebenarnya, saham Sido Muncul banyak didistribusikan pada 15 Oktober kemarin. Tercatat broker Trimegah Sekuritas membukukan net sell Rp 1,3 miliar.
Tapi di sisi lain asing mencetak net buy saham Sido Muncul Rp 2,43 miliar. Saham Sido Muncul pun terangkat 0,77% pada 15 Oktober.
Sebelumnya, saham SIDO pada Jumat, 4 Oktober ada di Rp 640. Investment Analyst Lead Stockbit, Edi Chandren sempat mengungkap, ketika rilis kinerja 2Q24 pada 24 Juli 2024, pihaknya menuliskan bahwa upside yang ditawarkan oleh SIDO pada saat itu relatif terbatas mengingat kenaikan harga saham year to date (ytd) yang signifikan seiring telah terefleksinya berbagai faktor positif (good news priced-in).
Dividen Interim?
Sejak 24 Juli 2024 hingga penutupan minggu lalu (4/10/2024), lanjut Edi, harga saham Sido Muncul (SIDO) melemah -11% dari level Rp 720 ke level Rp 640.
“Kami menilai tidak terdapat perubahan prospek fundamental yang signifikan dalam periode tersebut sehingga penurunan harga saham ini memberikan kesempatan untuk kembali membeli SIDO,” terang Edi Chandren dalam ulasannya pada 7 Oktober 2024.
Pada harga Rp 640, sambungnya, SIDO diperdagangkan dengan valuasi 15,0x 1-Year Forward P/E, sekitar 2 Standar Deviasi di bawah rata-rata historisnya selama 5 tahun. “Level yang atraktif menurut kami,” ujarnya.
Selain itu, SIDO juga menawarkan dividen yang menarik. Stockbit Sekuritas mengestimasi SIDO akan membagikan dividen sebesar Rp 39 dari tahun buku 2024, berdasarkan asumsi dividend payout ratio sebesar 90%, yang mana setara dengan 6,1% dividend yield.
“Pembayaran dividen SIDO dibagi dalam dua tahap secara historis di mana dividen interim dibagikan pada bulan November dan dividen final dibagikan pada bulan April/Mei tahun berikutnya,” pungkasnya.