JAKARTA, investor.id – Donald Trump mengumumkan kemenangannya dalam pemilihan presiden (Pilpres) Amerika Serikat (AS) pada Rabu (6/11/2024). Setelah Hasil penghitungan suara elektoral hingga Rabu (6/11/2024) petang WIB atau Selasa malam waktu AS menyatakan, Donald Trump sudah meraih 277 suara. Kemenangan tersebut diyakini akan berimbas pada pasar saham Indonesia, apa saja?
Founder Stocknow Hendra Wardana mengatakan, kemenangan Donald Trump dalam pemilihan presiden AS berpotensi membawa dampak besar bagi pasar global, terutama di negara berkembang seperti Indonesia. Dikenal sebagai pebisnis dengan pandangan pro-pertumbuhan, Trump cenderung mendorong kebijakan yang menjaga stabilitas ekonomi domestik AS, yang dapat berdampak pada harga komoditas utama seperti emas dan minyak.
Menurut Hendra, jika Trump kembali berkuasa, kemungkinan besar ia akan menerapkan kebijakan ekonomi yang memperkuat nilai dolar AS. Hal ini berpotensi mengurangi minat investor pada komoditas, yang selama ini sering dijadikan aset lindung nilai saat ketidakpastian meningkat. “Dengan naiknya dolar AS, daya tarik komoditas bisa melemah karena investor lebih memilih aset dalam bentuk dolar yang lebih kuat dan stabil,” ungkap Hendra, Rabu (6/11/2024).
Di pasar saham Indonesia, Hendra menyebut dampaknya akan sangat dirasakan, terutama di sektor perbankan. Kebijakan ekonomi Trump yang cenderung proteksionis diperkirakan akan membuat investor asing mengambil langkah hati-hati, bahkan mungkin melakukan aksi jual atau outflow dari pasar negara berkembang. Saham-saham perbankan besar di Indonesia seperti BBRI, BMRI, BBNI, dan BBCA pun kemungkinan besar akan terkena dampak dari aksi jual ini.
“Hari ini terbukti dengan outflow pada saham perbankan yang mencatatkan net sell sebesar Rp 1 triliun,” tambah Hendra.
Hendra menambahkan, investor asing yang khawatir terhadap kebijakan Trump yang lebih memprioritaskan pasar AS dapat melihat pasar negara berkembang, termasuk Indonesia, sebagai area dengan risiko yang lebih tinggi. Jika situasi ini berlanjut, tekanan jual pada sektor perbankan bisa berpengaruh signifikan terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
“Bahkan, tekanan jual pada saham perbankan ini dapat membawa IHSG mendekati level support di 7.356, terutama jika aksi jual asing berlangsung terus-menerus,” jelas Hendra.
Peluang Bisnis Lokal
Di sisi lain, Hendra menyebut, kemenangan Trump juga membuka peluang bagi beberapa bisnis lokal yang memiliki hubungan dekat dengannya, seperti grup usaha Hary Tanoesoedibjo (HT). Kedekatan antara HT dan Trump sudah dikenal luas dan terbukti melalui berbagai proyek kolaborasi, khususnya di sektor properti dan media.
Hendra menilai, dengan kemenangan Trump, saham-saham di bawah naungan Grup MNC, seperti KPIG dan MNCN, berpotensi merespons secara positif. Investor cenderung berspekulasi bahwa kedekatan HT dengan Trump dapat membuka peluang strategis bagi Grup MNC untuk mendapatkan akses pada proyek-proyek baru atau kerjasama yang lebih menguntungkan.
“Harapan terhadap kerja sama baru ini berpotensi meningkatkan sentimen positif pada saham-saham Grup MNC,” jelas Hendra.
Secara keseluruhan, Hendra mengatakan, dampak kemenangan Trump terhadap pasar Indonesia bersifat dua sisi. Di satu sisi, sektor-sektor seperti perbankan dan komoditas mungkin mengalami tekanan akibat arus keluar dana asing dan penguatan dolar AS. Di sisi lain, bisnis-bisnis lokal dengan hubungan dekat ke Trump, seperti Grup MNC, justru memiliki peluang untuk mendapatkan keuntungan dari situasi ini.
“Para investor perlu memperhatikan perkembangan ini dengan cermat, mengingat IHSG berpotensi mengalami volatilitas tinggi di tengah perubahan kebijakan global yang dapat mempengaruhi arus modal dan sentimen di pasar modal Indonesia,” tutupnya.
Editor: Indah Handayani (handayani@b-universe.id)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News