LONDON, investor.id – Efek Taylor Swift dinilai telah membuat inflasi Inggris tak kunjung turun. Peluang penurunan suku bunga pada Agustus 2024 telah terpukul, setelah lonjakan tajam harga hotel menyebabkan kemajuan dalam perjuangan Inggris melawan inflasi terhenti bulan lalu.
Lonjakan biaya kamar hotel sebesar hampir 9% oleh beberapa analis disebut sebagai “efek konser Taylor Swift”. Ini mengimbangi dampak dari potongan harga pakaian, sehingga ukuran biaya hidup yang disukai pemerintah berada pada target 2% untuk bulan kedua berturut-turut hingga Juni 2024.
Dengan ukuran inflasi yang mendasarinya juga tetap stabil, otoritas mengatakan prospek Bank of England (BoE) mengurangi biaya pinjaman dari tingkat saat ini sebesar 5,25% pada pertemuan berikutnya pada 1 Agustus 2024 telah berkurang.
Pasar keuangan memangkas perkiraan mereka mengenai kemungkinan penurunan suku bunga pada Agustus 2024 dari 50% menjadi 35% pada pekan ini, setelah Kantor Statistik Nasional (ONS) merilis data inflasi Inggris.
Pound sterling menguat di atas US$ 1,30 terhadap dolar AS di pasar mata uang untuk pertama kalinya dalam satu tahun di tengah ekspektasi suku bunga akan tetap dipertahankan hingga September atau bahkan November 2024.
Angka ONS menunjukkan inflasi inti (tak termasuk makanan, energi, minuman beralkohol, dan tembakau) tidak berubah pada level 3,5%. Inflasi di sektor jasa yang diawasi dengan ketat oleh bank sentral stabil di 5,7%, lebih tinggi dari perkiraan Threadneedle Street sebesar 5,1%.
Efek Taylor Swift
Tarif hotel naik 8,8% per tahun pada Juni 2024, dibandingkan dengan kenaikan yang jauh lebih kecil sebesar 1,7% di tahun sebelumnya. Para analis berpendapat lonjakan ini sebagian disebabkan oleh permintaan untuk menginap di sekitar delapan jadwal tur global Taylor Swift Eras Tour di Inggris, bulan lalu.
Manajer investasi di Wealth Club Isaac Stell berkomentar soal ini.
“Inflasi Juni sedikit melebihi ekspektasi tetapi tetap berada pada target BoE. Dampak kenaikan terbesar datang dari restoran dan hotel dalam sebulan ketika Taylor Swift melakukan tur ke Inggris. Efek Swift masih menjadi fenomena global dan mungkin akan menjadi bahan pelajaran ekonomi di masa depan,” jelasnya, seperti dikutip The Guardian, Jumat (19/7/2024).
Wakil kepala ekonom di fund manager Abrdn Luke Bartholomew mengatakan laporan inflasi pekan ini akan membuat keputusan suku bunga BoE pada Agustus tetap berada di ujung tanduk.
“Kuatnya pertumbuhan harga hotel menunjukkan adanya efek Taylor Swift terhadap harga, namun para pembuat kebijakan hampir pasti akan melihat dinamika seperti ini,” jelasnya.
Namun, analis lain mengatakan ONS telah mengumpulkan harga untuk laporan inflasi Juni 2024 sebelum sebagian besar jadwal tur Swift.
Paul Dales dari Capital Economics mendukung pernyataan ini.
“Meskipun inflasi (indeks harga konsumen) CPI tetap sesuai dengan target 2,0% di Juni... namun stabilitas inflasi jasa di 5,7% yang menjadi pukulannya. Dan sepertinya hanya sebagian kecil saja yang disebabkan oleh efek sementara dari konser Taylor Swift. Akibatnya, peluang penurunan suku bunga pada Agustus berkurang,” bebernya.
Meskipun konsensus di pasar keuangan adalah penurunan menjadi 1,9% pada bulan lalu yang diukur dengan indeks harga konsumen (CPI), ONS mengatakan inflasi masih berada pada level terendah dalam hampir tiga tahun. Kenaikan biaya hidup tahunan terakhir kali lebih rendah pada April 2021 ketika mencapai 1,5%.
Harga secara keseluruhan naik sebesar 0,1% pada bulan lalu, menyamai kenaikan pada bulan yang sama pada 2023. Inflasi harga pangan menurun, turun dari 1,7% menjadi 1,5%, sementara harga pakaian dan alas kaki naik sebesar 1,6% pada tahun ini hingga Juni 2024, dibandingkan dengan 3% sejak awal tahun ini hingga Mei 2024. Inflasi hotel dan restoran naik dari 5,8% menjadi 6,3%.
Para penentu suku bunga di Threadneedle Street di sembilan komite kebijakan moneter memperkirakan inflasi akan meningkat menjadi 2,5% pada semester II-2024, sebelum turun kembali di bawah target resmi 2%.
“Harga hotel naik tajam sementara harga mobil bekas turun, tetapi lebih rendah dibandingkan tahun lalu. Namun, hal ini diimbangi oleh turunnya harga pakaian, dengan penjualan yang meluas sehingga menurunkan biaya,” jelas Kepala ekonom ONS Grant Fitzner.
Editor: Grace El Dora (graceldora@gmail.com)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News