#30 tag 24jam
Holywings Group Pertimbangkan IPO dan Ekspansi Besar-besaran ke Asia
Holywings Group, pemilik Atlas Beach Club yang megah di Bali sedang mempertimbangkan penawaran umum perdana (IPO) pada tahun depan [590] url asal
#ekspansi-internasional #holywings-group #atlas-beach-club #ivan-tanjaya #penawaran-umum-perdana #berita-nasional #indonesia #pemerintah #kebijakan-ekonomi #bincang-bursa
(Kontan-Investasi) 16/10/24 21:28
v/16570226/
Sumber: Bloomberg | Editor: Handoyo .
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Holywings Group, pemilik Atlas Beach Club yang megah di Bali dengan luas tiga hektar, sedang mempertimbangkan penawaran umum perdana (IPO) pada tahun depan untuk memperluas kerajaan hiburannya di seluruh Asia.
Perusahaan ini berencana membawa konsep serupa ke Bangkok pada tahun 2025, menurut Ivan Tanjaya, salah satu pendirinya. Dengan kapasitas 1.000 orang, tempat tersebut akan menjadi salah satu klub malam terbesar di Thailand, ungkapnya dalam sebuah wawancara minggu lalu.
Ekspansi Internasional Pertama Holywings
Rencana untuk membuka klub malam di Bangkok akan menjadi ekspansi internasional pertama bagi Holywings, yang saat ini mengoperasikan lebih dari 50 bar dan restoran di Indonesia, termasuk Atlas di Bali yang diklaim sebagai klub pantai terbesar di dunia, berdasarkan informasi di situs resminya.
Holywings menargetkan untuk meningkatkan jumlah total tempat usahanya menjadi lebih dari 80 pada akhir 2025, dengan rencana ekspansi ke Kuala Lumpur, Seoul, dan Taipei, kata Tanjaya.
Nilai Perusahaan dan Potensi IPO di Jakarta
Tanjaya dan Eka Setia Wijaya, pendiri lainnya, menolak memberikan target nilai IPO di Jakarta, namun mereka memperkirakan valuasi perusahaan saat ini mencapai sekitar US$300 juta, meningkat signifikan dari modal awal sebesar US$150.000 yang mereka kumpulkan pada 2014.
Peningkatan valuasi yang pesat ini dianggap luar biasa, mengingat Indonesia memiliki salah satu populasi Muslim terbesar di dunia, di mana minuman beralkohol bukan merupakan hiburan yang populer dan pajak alkohol dikenakan cukup tinggi.
IPO ini akan menambah daftar 95 perusahaan yang berencana melantai di bursa saham terbesar di Asia Tenggara, berdasarkan data dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Hingga saat ini, sekitar 5,42 triliun rupiah (US$348 juta) telah terkumpul dari penawaran umum baru sepanjang tahun ini.
Menurut Tanjaya, seluruh dana dari IPO akan digunakan untuk modal kerja. Para pendiri sedang mempersiapkan diskusi dengan bank, meskipun mereka tetap terbuka terhadap opsi pendanaan lain.
Sejarah Holywings: Dari Nasi Goreng hingga Hiburan Mewah
Holywings mengalami pertumbuhan pesat selama dekade terakhir, dimulai dari sebuah kios nasi goreng di Jakarta. Setelah berbulan-bulan penjualan yang lesu, Tanjaya dan Wijaya mulai menawarkan hiburan langsung, yang akhirnya menarik banyak pengunjung.
Hal ini mendorong Holywings untuk menciptakan berbagai format tempat hiburan, mulai dari klub malam kelas atas dengan meja yang dapat dihargai hampir US$1.000, hingga bar musik yang menyasar pasar massal dengan pengeluaran rata-rata hanya US$5.
"Kami masih menyajikan nasi goreng itu di menu kami," kata Wijaya.
Kontroversi 2022 dan Pelajaran yang Dipetik
Holywings sempat terlibat kontroversi pada tahun 2022 setelah promosi yang menawarkan minuman gratis bagi pelanggan bernama Mohammed atau Maria. Akibatnya, beberapa outletnya ditutup dan beberapa karyawan menghadapi tuntutan penistaan agama.
"Kami telah belajar dari kejadian itu," ungkap Tanjaya, menambahkan bahwa insiden tersebut menjadi salah satu alasan Holywings kini semakin mendiversifikasi tempat-tempatnya dan mencari peluang pertumbuhan di luar negeri. Hal ini juga seiring dengan kembalinya pariwisata di Asia ke tingkat sebelum pandemi.
Holywings berencana membuka Atlas Beach Club di Bangkok sebelum festival Songkran yang biasanya menarik lebih dari satu juta wisatawan asing pada bulan April. Klub di Bali sendiri rata-rata menerima sekitar 60.000 pengunjung setiap bulan, dan jumlah tersebut bisa mencapai 10.000 pengunjung dalam satu hari selama liburan.
Fokus pada Generasi Muda dan Gaya Hidup Sehat
Di dalam negeri, Holywings bertumpu pada populasi muda Indonesia yang terus berkembang serta munculnya tren gaya hidup sehat. Perusahaan ini sedang merintis klub malam khusus Gen Z di Jakarta dan mengembangkan kompleks spa dan kebugaran besar di Bali.
"Ada banyak konsep yang sedang kami rencanakan," kata Tanjaya.
"Ketika Anda bekerja di bidang gaya hidup, Anda harus cepat agar dapat menunjukkan kepada pasar bahwa ini adalah tren besar berikutnya," tambahnya.
Perjalanan 3 Tahun BSI: Patahkan Mitos Bank Syariah Sulit Berkembang
PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) berhasil mematahkan mitos bahwa bank syariah sulit berkembang. [917] url asal
#hery-gunardi #himbara #merger-bank-syariah #bank-syariah-indonesia #ekspansi-internasional #berita-nasional #indonesia #pemerintah #kebijakan-ekonomi
(Kontan-Keuangan) 14/10/24 16:46
v/16455173/
Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Handoyo .
KONTAN.CO.ID-JAKARTA. PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) berhasil mematahkan mitos bahwa bank syariah sulit berkembang. Kini, bank syariah yang lahir dari proses merger pada 3 tahun yang lalu ini justru mampu terus berkembang dan memperluas ekspansi hingga ke pasar internasional.
Direktur Utama BSI Hery Gunardi mengatakan, setelah BSI dilahirkan dari hasil merger tiga bank syariah milik Himbara, BSI mempunyai kekuatan. Namun, langkah pasca merger selanjutnya sangat menentukan.
“Pasca merger, bank ini dikelola dengan governance yang bagus, risk management yang frameworknya bersadarkan best practise, sehingga dia bisa berkembang. Jadi beberapa mitos yang menyebutkan bank syariah tidak bisa berkembang, kemudian mitos soal SDM, lalu mitos teknologi dan digitalnya ketinggalan, itu tidak terjadi,” ujarnya dalam rilis resminya, Senin (14/10).
Sementara itu, Direktur Manajemen Risiko BSI Grandhis Helmi Harumansyah menjelaskan bahwa proses merger sukses menyatukan tiga bank syariah besar yakni PT Bank BRIsyariah Tbk (BRIS), PT Bank Syariah Mandiri (BSM), dan PT Bank BNI Syariah (BNIS) menjadi satu entitas yang kuat meski di tengah tantangan pandemi. Dia menegaskan, kolaborasi strategis merupakan elemen kunci dalam keberhasilan merger yang menjadi cikal bakal BSI.
“Kolaborasi strategis menjadi kuncinya. Merger ini bukan hanya menyatukan aset dan sumber daya, tapi juga menyatukan nilai-nilai syariah yang menjadi fondasi kami di BSI dalam melayani masyarakat. Kami menyadari bahwa kunci sukses merger ini terletak pada harmonisasi budaya, visi bersama yang jelas, serta governance yang baik” ungkapnya.
Grandhis menjelaskan bahwa proses merger BSI dimulai dengan tantangan besar, yaitu menyatukan tiga bank yang memiliki budaya kerja berbeda, namun nilai AKHLAK dari Kementerian BUMN sangat membantu integrasi tersebut.
“BSI sangat beruntung saat merger dilakukan, Kementerian BUMN sudah memperkenalkan core values AKHLAK. Nilai-nilai ini menjadi bagian dari budaya kami, jadi kami tidak perlu lagi merumuskan nilai-nilai baru. Semua pegawai bisa langsung menginternalisasikan AKHLAK, sehingga merger bisa berjalan dengan lancar meskipun masing-masing legacy membawa budaya yang berbeda,” katanya.
Grandhis juga menjelaskan, tantangan dalam proses integrasi budaya terletak pada perbedaan nilai inti dari masing-masing bank syariah. Menurutnya, langkah mensinergikan beragam perbedaan menjadi satu kesatuan yang solid membutuhkan strategi matang dari manajemen BSI.
“Nilai-nilai AKHLAK kami implementasikan pada saat pandemi Covid-19, di mana tantangan interaksi dan komunikasi sangat terbatas karena protokol kesehatan yang ketat. Meski situasinya sulit, AKHLAK terbukti menjadi panduan yang efektif, tidak hanya dalam menjaga integritas kerja tetapi juga dalam memperkuat kolaborasi dan adaptasi di seluruh entitas BSI, bahkan di tengah kondisi yang serba tidak menentu,” jelas Grandhis.
Grandhis menekankan bahwa salah satu faktor kunci dalam kesuksesan merger adalah adanya governance yang jelas. Dengan governance yang baik, integrasi antara bank-bank tersebut bisa berjalan tanpa adanya masalah besar terkait integritas
"Tanpa governance yang kuat, akan muncul banyak celah yang bisa dimanfaatkan untuk melanggar aturan dan kepatuhan, yang pada akhirnya dapat menimbulkan masalah besar dalam organisasi. Governance yang baik tidak hanya menjadi pagar pengaman, tetapi juga fondasi bagi integritas dan keberlanjutan bisnis kami di BSI," jelasnya.
Tidak hanya itu, Grandhis menjelaskan bahwa salah satu langkah strategis yang diambil dalam proses merger adalah memastikan bahwa setiap karyawan dari ketiga bank memiliki visi yang sama, sehingga mereka bisa bekerja menuju tujuan bersama.
“Kami memastikan bahwa setiap karyawan memiliki peranan dalam mencapai visi kami, yaitu membangun Indonesia melalui penguatan keuangan syariah,” ujarnya.
Grandhis menjelaskan, visi BSI untuk masuk ke jajaran Top 10 Global Islamic Bank dimulai dengan tujuan yang jelas dan ambisius, yaitu menjadi salah satu dari Top 10 Global Islamic Bank dalam waktu lima tahun.
"Kita perlu memiliki purpose yang jelas, visi dan misi yang dideklarasikan dengan tegas, tetapi juga harus dipecah menjadi langkah-langkah konkret yang dapat dicapai dalam jangka waktu singkat, sehingga masuk akal dan bisa diukur. Dengan cara ini, setiap individu dalam organisasi bisa melihat kontribusinya langsung terhadap pencapaian tujuan besar tersebut."
Hal tersebut akhirnya terbukti bisa terwujud. BSI yang pasca merger langsung masuk ke jajaran top 10 bank terbesar Tanah Air dari sisi kapital, langsung menangkap potensi besar di sektor perbankan syariah dunia. Pada saat yang sama, BSI juga terus memperkuat transformasi dan inovasi demi meningkatkan pelayanan kepada para nasabahnya.
"Ketika BSI pertama kali dibentuk, tidak ada yang membayangkan kami bisa menjadi bank global. Namun dengan visi yang jelas, kami berhasil masuk jajaran Top 10 dalam lima tahun," tambahnya.
Hasil merger tiga bank syariah milik Himbara juga menjadi pijakan yang kokoh dan bermanfaat besar bagi BSI. BSI kini memiliki customer base terbesar di dunia, mencapai 20,46 juta nasabah, tumbuh 6,05 juta dalam tiga tahun sejak merger pada Februari 2021.
Pada usia 3 tahun, BSI juga berhasil mencapai target Return on Equity (ROE) di atas 18% dan masuk dalam Top 10 Global Islamic Banks berdasarkan kapitalisasi pasar, satu tahun lebih awal dari target yang ditetapkan pada 2025.
Di pasar modal, saham BSI yang berticker BRIS menunjukkan tren positif. BRIS mampu menunjukkan kinerja baik dan mencapai all-time high (ATH) Rp3.180 per saham pada 17 September 2024, dengan kapitalisasi pasar Rp143,46 triliun. Pencapaian ini menempatkan BRIS di peringkat 13 terbesar di Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan menjadikan BSI sebagai bank syariah dengan kapitalisasi pasar terbesar kesembilan secara global, di bawah Bank Albilad dan Dubai Islamic Bank.
Grandhis juga menegaskan bahwa merger tiga bank syariah ini tidak hanya menciptakan entitas yang lebih kuat, tetapi juga membuka peluang besar bagi pengembangan ekonomi syariah di Indonesia.
“Dengan integrasi yang harmonis dan komitmen untuk menerapkan nilai-nilai syariah, BSI siap untuk memanfaatkan potensi pasar global dan berkontribusi dalam memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat keuangan syariah dunia,” tutup Grandhis.
Bikin Konten Menarik, Little Palmerhaus Berhasil Ekspansi ke Mancanegara
Little Palmerhaus, brand fashion anak lokal, sukses berkat strategi penjualan online dan dukungan Shopee. Fokus pada kualitas dan produksi lokal. [946] url asal
#little-palmerhaus #fashion-anak #ekspansi-internasional #brand-lokal #e-commerce
(detikFinance - Ekonomi dan Bisnis) 21/09/24 07:00
v/15327699/
Jakarta - Setiap orang tua tentu ingin memberikan yang terbaik untuk anaknya, termasuk dalam memenuhi kebutuhan mereka. Hal yang sama juga dirasakan oleh Alexander Setiawan dan Shiella Pesik.
Berawal dari keinginannya untuk memberikan perlengkapan terbaik bagi sang buah hati, mereka mendirikan brand fashion anak lokal, Little Palmerhaus, pada tahun 2017.
Tanpa disangka, berkat konsistensi mereka untuk menghadirkan produk berkualitas tinggi, Little Palmerhaus berhasil tumbuh menjadi salah satu brand pakaian anak ternama di Indonesia. Kesuksesan ini juga berhasil dicapai berkat upaya Little Palmerhaus dalam memaksimalkan strategi penjualan, khususnya di platform belanja online.
Sejak awal berdiri, Little Palmerhaus telah bergabung dengan Shopee untuk memperluas jangkauan brand mereka. Seiring berjalannya waktu, Little Palmerhaus juga terus menyesuaikan gaya pemasaran dengan memperhatikan preferensi belanja masyarakat, salah satunya dengan memanfaatkan fitur interaktif Shopee Live dan Shopee Video.
"Sejak mendirikan Little Palmerhaus tujuh tahun yang lalu, komitmen kami tetap sama yaitu menyediakan pakaian anak berkualitas terbaik dengan harga terjangkau. Selain memastikan setiap produk kami memiliki kualitas yang unggul, memperluas jangkauan menjadi faktor kunci agar produk-produk yang kami desain dengan penuh perhatian dapat diakses oleh orang tua di seluruh Indonesia," ujar Owner Little Palmerhaus Alexander Setiawan dalam keterangannya, Sabtu (21/9/2024).
"Dalam hal ini, dukungan Shopee telah berperan krusial dalam pertumbuhan Little Palmerhaus. Berbagai program serta fitur interaktif yang disediakan Shopee, khususnya Shopee Live, telah menjadi strategi yang sangat efektif bagi kami untuk memasarkan produk. Tidak hanya membangun brand loyalty dengan membuat kegiatan jual beli lebih personal, fitur live streaming juga memiliki dampak signifikan terhadap penjualan, di mana kami mencatat peningkatan penjualan 13X lipat pada kuartal kedua tahun 2024 dibandingkan dengan tahun sebelumnya," imbuhnya.
Pergeseran preferensi gaya belanja masyarakat bukan menjadi satu-satunya pendorong kesuksesan Little Palmerhaus di Shopee Live. Berbagai dukungan dan penawaran eksklusif yang disediakan oleh Shopee juga menjadi nilai tambah, baik bagi konsumen maupun penjual.
"Sebagai brand di kategori Mom & Baby, kami memahami bahwa pendekatan yang lebih personal sangat penting. Dalam membeli produk untuk anak, orang tua tidak hanya mempertimbangkan harga atau kualitas, tetapi juga melibatkan perasaan dan kepercayaan. Di sinilah fitur Shopee Live juga sangat membantu. Selain menciptakan hubungan yang lebih personal dengan konsumen melalui berkomunikasi dua arah, kami juga rutin memanfaatkan voucher khusus dan penawaran eksklusif untuk menjadi daya tarik tambahan. Dengan strategi ini, kami tidak hanya sekadar memasarakan produk kepada konsumen, tetapi dapat memposisikan brand kami sebagai teman para orang tua dalam memenuhi keperluan buah hati," tambah Alexander.
Cerita Little Palmerhaus Angkat Potensi Lokal Berkat Shopee
Foto: Istimewa |
Perjalanan Alexander dan Shiella dalam membesarkan Little Palmerhaus tentu tidak selalu berjalan mulus. Mereka kerap dihadapkan pada berbagai rintangan, termasuk penolakan dari banyak penjahit di awal.
Namun, dedikasi dan kerja keras selama tujuh tahun membuahkan hasil signifikan, bukan hanya untuk Alexander dan Shiella namun juga banyak bisnis serta komunitas lokal yang terlibat dalam proses produksinya.
Berbekal latar belakang keluarga yang telah lama memiliki bisnis di industri tekstil, Alexander dan Shiella berkomitmen untuk memproduksi seluruh produk Little Palmerhaus secara lokal, mengelola rantai pasokan dari awal hingga akhir mulai dari benang, kain, hingga proses produksi. Little Palmerhaus yang awalnya hanya bekerja sama dengan satu penjahit pun kini telah menciptakan lapangan pekerjaan dengan memberdayakan ratusan penjahit lokal.
"Proses produksi adalah jantung dari setiap brand, dan bagi kami, memilih untuk memproduksi secara lokal adalah keputusan yang didasarkan pada lebih dari sekadar quality control, tapi juga mengenai identitas Little Palmerhaus sebagai sebuah brand. Bagi kami, ada kebanggaan tersendiri dalam menjadi brand yang 100% lokal, di mana setiap tahap produksi dikerjakan oleh keahlian tangan-tangan terampil penjahit Indonesia," ungkap Alexander.
"Selain itu, kami juga memiliki visi untuk menjadi bagian dari gelombang kebangkitan brand lokal yang berdaya saing global. Kami sangat mengapresiasi dukungan Shopee untuk mewujudkan visi ini, karena kini Little Palmerhaus telah berhasil merambah ke pasar internasional bersama Program Ekspor Shopee, yang mempermudah distribusi dan pemasaran produk-produk kami untuk dinikmati oleh konsumen di berbagai negara," lanjutnya.
Selain rantaian produksi yang sepenuhnya lokal, proses perancangan koleksi Little Palmerhaus juga menjadi prioritas bagi Alexander dan Shiella. Dengan menjadikan kebutuhan anak-anak sebagai fokus utama, Little Palmerhaus selalu mengutamakan kenyamanan, fungsionalitas, dan gaya dalam setiap keputusan desain.
Untuk memastikan setiap produk telah memenuhi standar kualitas dan daya tarik tertinggi, setiap kain dan bahan yang digunakan dipilih dengan teliti. Mereka juga melakukan kerja sama dengan manufaktur terkemuka di Indonesia seperti Bamboo Cotton, Viscose, dan Tencel™. Hal ini dilakukan untuk memastikan penggunaan bahan berkualitas dan nyaman dipakai baik di cuaca panas maupun dingin.
Alexander mengatakan ke depannya, Little Palmerhaus akan terus mengintensifkan strategi penjualannya dengan meningkatkan frekuensi sesi Shopee Live mereka dan senantiasa memanfaatkan penawaran khusus seperti voucher dan promosi eksklusif yang tersedia di Shopee.
Mereka juga akan menghadirkan lebih banyak konten menarik di Shopee Video untuk meningkatkan daya tarik konsumen. Lewat fitur Shopee Live dan Shopee Video, Little Palmerhaus berharap dapat semakin memperluas jangkauan konsumen dan mengembangkan produknya bersama Shopee.
(anl/ega)
Foto: Istimewa