JAKARTA, KOMPAS.com - Anies Baswedan digadang akan mengungguli Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok andai mereka kembali bertarung di Pilkada Jakarta 2024.
Prediksi ini mengemuka setelah Indikator Politik Indonesia melakukan survei secara acak pada ratusan orang berkait siapa sosok yang kompeten untuk menjadi Gubernur DKI Jakarta periode 2024-2029.
“Ketika simulasi ini kami buat, dengan asumsi terjadi rematch (Anies melawan Ahok), Anies masih unggul,” ujar Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi saat memaparkan hasil survei lembaganya secara daring, Kamis (25/7/2024).
Dari 800 responden, kata Burhanuddin, lebih dari setengahnya memilih Anies untuk kembali memimpin Jakarta.
Hanya ada 6 persen responden yang tidak tahu atau belum bisa menjawab perihal pertanyaan ini.
“Jika head to head, Anies memiliki elektabilitas 52 persen. Sementara, Ahok elektabilitasnya 42 persen. Jadi selisihnya lumayan ya, 10 persen,” tutur dia.
Burhanuddin menjelaskan, Anies tak hanya unggul dalam simulasi head to head, dia selalu lebih unggul dibandingkan Ahok dalam berbagai simulasi yang dilakukan Indikator Politik Indonesia.
Dengan demikian, menurut Burhanuddin, Anies boleh dibilang sudah memiliki pemilih tetap atau strong voters.
“Jadi Anies ini boleh dikatakan telah memiliki strong voters ya,” imbuh dia.
Berikut hasil survei berdasarkan berbagai simulasi yang dilakukan Indikator Politik Indonesia:
Simulasi terbuka atau top of mind:
Anies Baswedan 39,7 persen
Ahok 23,8 persen
Simulasi semi terbuka atau 40 nama:
Anies Baswedan 41,7 persen
Ahok 27 persen
Simulasi 16 nama:
Anies Baswedan 41,9 persen
Ahok 27,9 persen
Simulasi 11 nama:
Anies Baswedan 42,1 persen
Ahok 28,6 persen
Simulasi 9 nama:
Anies Baswedan 42,7 persen
Ahok 29,2 persen
Simulasi 4 nama:
Anies Baswedan 43,5 persen
Ahok 30,5 persen
Simulasi 3 nama:
Anies Baswedan 43,8 persen
Ahok 32,1 persen
Simulasi head to head:
Anies Baswedan 52 persen
Ahok 42 persen
Sebagai informasi, survei ini dilakukan Indikator Politik Indonesia pada 18-26 Juni 2024.
Penarikan sampel dalam survei ini menggunakan metode multistage random sampling dengan 800 responden berusia 17 tahun atau lebih atau sudah menikah.
Margin of error survei sebesar 3,5 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.