#30 tag 24jam
Ternyata Ada 6 Peraih Adhi Makayasa di Kabinet Prabowo, Simak Profilnya
Berikut profil enam menteri Prabowo di Kabinet Merah Putih (KMP) yang menjadi lulusan terbaik di akademi Polri dan Militer peraih Adhi Makayasa. [1,355] url asal
#prabowo #prabowo-subianto #menteri #menteri-prabowo #kabinet-merah-putih #menteri-kabinet-merah-putih #retreat-menteri #retreat-menteri-kabinet-merah-putih #enam-menteri-prabowo-peraih-adhi-makayasa
(Bisnis.Com) 28/10/24 14:02
v/17102156/
Bisnis.com, JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto mengatakan rasa bangsanya terhadap 6 bawahannya yang berasal dari TNI dan Polri, yang sekarang berada di Kabinet Merah Putih (KMP).
Enam orang tersebut merupakan peraih Adi Makayasa yang merupaan lulusan akademi militer dan Polri.
"Di Kabinet saya juga terdapat beberapa alumni dan saya bersyukur karena saya mendapat alumni terbaik yang masuk Kabinet saya. Ternyata ada enam lulusan terbaik, Adhi Makayasa, di Kabinet saya," kata Prabowo dalam pidatonya dalam agenda santap malam di Rumah Makan Husein Akademi Militer atau Akmil Magelang Jumat (25/10/2024), dikutip dari Youtube Sekretariat Presiden.
Prabowo menjelaskan bahwa enam orang tersebut adalah dua orang lulusan Polri, dan empat orang lulusan TNI.
Berikut profil enam orang di Kabinet Merah Putih (KMP) pemerintahan Prabowo Subianto yang menjadi peraih Adhi Makayasa.
Profil 6 Orang Peraih Adhi Makayasa di Kabinet Prabowo:
1. Tito Karnavian
Tito Karnavian dipercayai Prabowo Subianto untuk menjabat sebagai Menteri Dalam Negeri (Mendagri).
Sebelumnya di pemerintahan Jokowi, Tito Karnavian ditunjuk sebagai Kapolri menggantikan Jenderal Pol Badrodin Haiti yang pension pada 2019.
Tito pernah mengenyam pendidikan Akpol pada 1987 dan mendapatkan gelar Adhi Makayasa sebagai taruna berprestasi.
Ia kemudian menyelesaikan pendidikan di Universitas Exeter di Inggris tahun 1993 dan meraih gelar MA dalam bidang Police Studies.
Kemudian pendidikannya berlanjut di Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) di Jakarta tahun 1996 dan meraih Strata 1 dalam bidang Police Studies.
Selanjutnya, Tito menyelesaikan pendidikan di Masset University Auckland di Selandia Baru pada 1998 dalam bidang Strategic Studies.
Tak hanya itu, dia juga di Rajaratnam School of International Studies, Nanyang Technological University Singapura pada 2008 sebagai kandidat PhD bidang Strategic Studies.
Adapun Tito memiliki karier cemerlang di kepolisian, dengan menduduki sejumlah posisi strategis di kepolisian. Misalnya, Kapolda Papua, Asrena Polri, Kapolda Metro Jaya, Kepala BNPT hingga Kapolri.
2. Jenderal Listyo Sigit Prabowo
Jenderal Listyo Sigit Prabowo menjabat sebagai Kapolri di pemerintahan Presiden Jokowi. Ia merupakan Kapolri termuda kedua saat dilantik, dengan usia 51 tahun dan 267 hari.
Listyo Sigit memulai karirnya di kepolisian dengan menduduki jabatan strategis. Yakni mulai dari Kapolres di Pati, Wakapolrestabes Semarang, hingga Kapolresta Solo.
Pada 2012, ia dipindahkan ke Jakarta untuk menjabat sebagai Kasubdit II Dittipidum Bareskrim Polri. Dirinya kemudian dipilih sebagai ajudan Presiden Joko Widodo, sebelum diangkat sebagai Kepala Kepolisian Daerah Banten.
Pada 27 Januari 2021, ia resmi dilantik sebagai Kapolri oleh Presiden Jokowi.
3. Herindra
Herindra merupakan lulusan terbaik TNI yang dipilih Prabowo sebagai Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) menggantikan Jenderal Polisi (Purn) Budi Gunawan.
Ia juga sebelumnya sempat mendampingi Prabowo sebagai Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) pada 2020 saat pemerintahan Joko Widodo.
Muhammad Herindra adalah lulusan terbaik Akademi Militer (Akmil) 1987 dan meraih penghargaan Adhi Makayasa.
Karier militernya dimulai dengan berbagai posisi strategis di TNI seperti Komandan Korem 101 Antasari dengan pangkat Kolonel Infanteri pada 2012.
Ia kemudian diangkat menjadi Wakil Komandan Jenderal (Wadanjen) Kopassus hingga 2015. Setelah itu ia bertugas sebagai Kepala Staf Kodam (Kasdam) III/Siliwangi.
Pada tahun yang sama, Herindra kembali ke satuan elite Kopassus dan dilantik sebagai Komandan Jenderal (Danjen) Kopassus. Setelah setahun menjabat, ia dipromosikan menjadi Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) III/Siliwangi pada 6 Oktober 2016.
Kariernya terus menanjak hingga 2018, Herindra ditunjuk sebagai Inspektur Jenderal TNI. Dirinya kemudian menjabat sebagai Pa Sahli (Staf Ahli) Tk III Bidang Hubungan Internasional Panglima TNI sebelum dilantik sebagai Kepala Staf Umum (Kasum) TNI pada 2020 dengan pangkat Letnan Jenderal.
4. Donny Ermawan Taufanto
Donny Ermawan Taufanto dilantik Presiden Prabowo Subianto menjadi Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) di Kabinet Merah Putih (KMP) 2024.
Is merupakan Perwira Tinggi TNI Angkatan Udara, lulusan Akademi TNI AU tahun 1988.
Dalam karir militernya, di pernah menjabat sebagai Perwira Penerbang Skadron Udara 15, Komandan Skadron Udara 15, Kadisops Lanud Iswahyudi (2008–2009), Athan RI di Brazil (2009), Paban I/Ren Spersad, Danlanud Iswahyudi (2014–2015), Kas Koopsau II (2015–2017), Wakabais TNI (2017), Staf Khusus Kasau (2017–2018), Danseskoau (2018–2019), serta Pangkoopsau (2019–2020).
Sebagai seorang militer, pertempuran yang pernah dilalui oleh Donny antara lain operasi seroja, pemberontakan di Aceh, dan operasi Tinombala.
5. Iftitah Sulaiman
Menteri Transmigrasi Iftitah Sulaiman merupakan politikus Partai Demokrat yang juga teman dekat Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
Ia yang memiliki nama lengkap Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara lahir di Pandeglang, Banteng pada 10 Maret 1977. Dia merupakan lulusan terbaik Akademi Militer 1999.
Iftitah merupakan peraih penghargaan Bintang Adhi Makayasa dari Presiden Republik Indonesia. Dia juga dikenal sebagai pakar dalam bidang Kavaleri.
Dia menjadi anggota TNI Angkatan Darat selama 20 tahun, yakni sepanjang 1999 hingga 2019. Adapun pangkat terakhirnya adalah Letnan Kolonel.
Usai pensiun, Iftitah terjun ke dunia bisnis. Dia mengakuisisi beberapa perusahaan investasi dan konsultan, yang ia gagas dan rintis bersama para mitra bisnis.
Iftitah juga seorang praktisi, penulis dan pengajar di beberapa institusi pendidikan. Tercatat ia pernah menjadi dosen tetap di Universitas Pertahanan pada 2017-2019.
6. Agus Harimurti Yudhoyono (AHY)
Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) juga menjadi salah satu menteri Prabowo Subianto yang menjadi lulusan terbaik peraih Adhi Makayasa.
Ia kini ditunjuk Prabowo sebagai Menteri Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, setelah sebelumnya dilantik menjadi Menteri ATR/BPN di era pemerintahan Joko Widodo.
AHY lulus dari Akademi Militer tahun 2000 dengan status lulusan terbaik dan juga mendapatkan penghargaan Tri Saktiwiratama.
Jejak pendidikan AHY patut diacungi jempol.
Ia sempat mengenyam pendidikan sekolah dasar (SD) di Timor Timur berpindah ke SD Kuntum Wijaya Kusuma, di Jakarta Timur pada 1984 hingga 1988.
Kemudian, dia kembali pindah bersekolah ke David J. Brewer School, Leavenworth, Kansas, Amerika Serikat hingga 1991.
Usai lulus SD, AHY menempuh pendidikan di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 5 Bandung dan pindah bersekolah ke Jakarta dan menyelesaikannya di SMPN 20 Jakarta Timur.
Pada 1994, AHY menempuh pendidikan Sekolah Menengah Atas (SMA) Taruna Nusantara di Magelang, Jawa Tengah. Sekolah tersebut merupakan salah satu sekolah dengan landasan militer.
AHY lalu melanjutkan pendidikan militernya di Pendidikan Dasar Infanteri TNI AD dan Kursus Combat Intel pada 2001 serta Pendidikan Operasi Lintas Udara (Airborne Operations Course) Army Infantry School pada 2002.
Setelah itu, dia ditempatkan sebagai Komandan Tim Khusus dari Batalyon Infanteri Lintas Udara 305/ Tengkorak dalam operasi pemulihan keamanan di Aceh pada 2002.
Kemudian, dia menjabat sebagai Komandan Peleton Rifle Platoon, Batalyon Infanteri 305, Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (KOSTRAD) pada 2002 hingga 2004 dan Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad) Pasi-2/OPS Batalyon Infantri 305 pada 2004 hingga 2007.
AHY dipindahtugaskan kembali ke Lebanon untuk ditugaskan menjadi perwira seksi operasi kontingen Garuda XXIII-A di perbatasan Lebanon dan Israel pada 2006. Penugasan tersebut merupakan misi perdamaian dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) atau United Nations.
Sepulang dari Lebanon, dia melanjutkan pendidikan magister ilmu strategi di Rajaratnam School of International Studies, Nanyang Technological University, Singapura pada 2006. Pada 2007, dia dipercaya menjadi Komandan Kompi dari Yonif Linud 305/ Brigif Linud 17/Divif 1/Kostrad hingga 2009.
Pada tahun yang sama, AHY juga menjabat sebagai instruktur untuk pasukan penjaga perdamaian Indonesia dalam kontingen Garuda XXIII-B and XXIII-C hingga 2008. Selain itu, dia dipercaya menjadi petugas operasi darat (ground operations officer) G-3 dalam program Exercise COBRA GOLD dari US PACOM di Thailand pada 2008.
Sambil bekerja, AHY kembali menyelesaikan pendidikan Master in Public Administration di John F. Kennedy School of Government, Harvard University, Amerika Serikat pada 2010. Setelahnya, dia berhasil menyelesaikan pendidikan militer di US Army Advanced Officer School, Fort Benning, Amerika Serikat pada 2011.
Karier militernya cukup cemerlang dan membuatnya diberikan amanah sebagai Kepala Seksi Operasi di Brigade Infanteri Lintas Udara 17, Komando Cadangan Strategis (Kostrad) selama 2011 hingga 2013. Selang beberapa lama, AHY diangkat menjadi dosen di Sekolah Manajemen Pertahanan (Program Magister), Universitas Pertahanan Indonesia hingga 2014.
Setahun kemudian, AHY menempuh pendidikan di George Herbert Walker School of Business and Technology, Webster University, Amerika Serikat. Pada waktu yang sama, dia menempuh kembali pendidikan militernya di US Army Command and General Staff College, Fort Leavenworth, Amerika Serikat.
Sepulangnya dari Amerika Serikat, dia diberikan tugas sebagai Komandan Batalyon, Batalyon Infanteri Yonif Mekanis 203. Selama di batalyon tersebut, AHY memberikan pengamanan Ibu Kota selama 2015 hingga 2016.
Pada September 2016, AHY memutuskan mengundurkan diri dari militer dengan jabatan terakhir sebagai Mayor Infanteri. Pengunduran tersebut menjadi awal langkah AHY masuk dalam dunia politik dengan bergabung Partai Demokrat dan memutuskan masuk ke bursa pemilihan gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022.