#30 tag 24jam
4 Game Gratis Epic Games: Ada "Ghostwire: Tokyo" dan Konten "Apex Legends"
Ghostwire: Tokyo adalah game horor singleplayer open-world. Selain itu masih ada 3 game lain yang bisa di-download, termasuk konten Apex Legends. Halaman all [1,221] url asal
#game-gratis #epic-games #apex-legends #pc #ghostwire-tokyo #cara-klaim-game-gratis-epic-games-store
(Kompas.com) 02/11/24 11:05
v/17354150/
KOMPAS.com - Platform distribusi game PCEpic Games Store mengumumkan daftar game gratis, yang bisa diklaim dari Kamis (31/10/2024) hingga 14 Oktober 2024.
Ada sebanyak empat game gratis yang bisa diklaim pemain secara permanen, yaitu Witch It, Ghostwire: Tokyo, Apex Legends: Ash Free Unlock Bundle, dan Deceive Inc.
Witch It dan Ghostwire: Tokyo dapat diklaim sejak 31 Oktober hingga 7 November ini. Setelah itu, kedua game ini akan digantikan oleh Apex Legends: Ash Free Unlock Bundle dan Deceive Inc., yang digratiskan dari 7 November hingga 14 November 2024.
Epic Games belum merincikan daftar game yang bakal menggantikan Apex Legends: Ash Free Unlock Bundle dan Deceive Inc.
Deskripsi singkat keempat game tersebut bisa disimak di bawah ini:
1. Witch It
Steam Witch It digratiskan di Epic Games Store.Pemain dibagi menjadi dua tim, yaitu Hunter dan Witch. Hunter bertugas untuk mencari para Witch yang bersembunyi, sedangkan Witch memiliki misi untuk bersembunyi sampai waktu permainan habis.
Keunikannya, Witch memiliki kemampuan (skill) untuk berkamuflase menjadi objek di lingkungan sekitar, mulai dari kursi, tong, hingga makanan piza. Kunci kemenangan terletak pada kemampuan pemain untuk "menyatu" dengan lingkungannya dengan sempurna.
Untuk menangkap para Witch ini, Hunter dibekali sejumlah kemampuan dan peralatan yang bisa digunakan untuk mendeteksi Witch.
Jika Witch berhasil terdeteksi, pemain harus langsung menangkapnya sebelum Witch menggunakan sihir dan melarikan diri.
Witch It menghadirkan berbagai mode, yang mencakup mode reguler Hide and Seek,Mobification, Hunt a Hag, dan Fill a Pot. Mobification misalnya, memungkinkan Witch yang tereliminasi untuk bergabung dengan tim Hunter.
Setiap mode ini bisa dimainkan dalam 15 peta (map) yang tersedia. Pemain juga bisa membuat petanya sendiri, atau mengunduh (download) ratusan peta yang dibuat oleh gamer lainnya.
Witch It normalnya dijual seharga Rp 137.999, tetapi bisa diklaim gratis dan permanen hingga 7 November ini.
2. Ghostwire: Tokyo
Steam Ghostwire: Tokyo digratiskan di Epic Games Store.Suatu saat, kota Tokyo di Jepang diserbu oleh kekuatan supernatural yang mematikan, setelah seorang okultis menyebabkan populasi kota tersebut hilang dalam sekejap.
Pemain berperan sebagai Akito, seorang pemuda yang hampir mati dalam kecelakaan mobil. Ia bertahan hidup karena sebuah entitas roh merasukinya.
Selain bertahan hidup, Akito juga mendapatkan kemampuan dari roh itu, untuk melawan berbagai mahkluk supernatural yang menyerang Tokyo.
Dalam game yang dikemas dalam sudut pandang pertama (first person) ini, Akito bakal menjelajahi berbagai tempat ikonik di Tokyo, seperti Menara Tokyo dan Persimpangan Shibuya.
Akito bakal menumpaskan makhluk supernatural yang ditemukannya, sambil menyelediki hilangnya populasi Tokyo dan menyelamatkan keluarganya.
Di luar promosi Epic Games, Ghostwire: Tokyo dijual seharga Rp 494.400.
3. Apex Legends: Ash Free Unlock Bundle
Epic Games Apex Legends: Ash Free Unlock Bundle digratiskan di Epic Games Store.Paket konten ini menghadirkan karakter Ash dan kostum (skin) dengan tierEpic bernama Burning Chrome.
Ash dan skinBurning Chrome bisa dibeli dalam game dengan mata uang Apex Coins. Karakter Ash bisa diklaim dengan 750 Apex Coins, sedangkan skin tersebut bisa dibeli seharga 1.000 Apex Coins. Hitungannya, sebanyak 1.000 Apex Coins bernilai sekitar Rp 200.000.
Karakter dan skin tersebut juga bisa diperoleh tanpa mengeluarkan uang sungguhan, misalnya dengan mengerjakan misi dalam game.
Akan tetapi, pemain bakal membutuhkan waktu yang lama untuk mendapatkan dua konten tersebut.
Jika belum familier, Apex Legends adalah game battle royale yang mempertemukan 60 pemain dalam satu peta. Satu tim terdiri dari tiga pemain, dan setiap tim harus bertahan hidup serta mengeliminasi tim lainnya.
Game ini memiliki genre tembak-menembak dalam sudut pandang pertama (first person shooter/FPS), sehingga tentunya pemain bakal menggunakan senapan api untuk menembak dan mengeliminasi musuh.
Senjata yang tersedia berbeda-beda, seperti pistol, assault rifle, dan sniper rifle. Selain senjata, karakter yang digunakan gamer juga memiliki kemampuan yang berbeda.
Ash misalnya, memiliki kemampuan untuk membuka portal untuk melarikan diri dari musuh atau untuk mendekati musuh.
Ash juga bisa melempar alat jerat untuk menjebak musuh agar mereka tidak bisa berjalan.
4. Deceive Inc.
Steam Deceive Inc. digratiskan di Epic Games Store.Deceive Inc. adalah permainan deduksi sosial mirip game Among Us.
Dalam game ini, sebanyak 12 pemain akan berperan sebagai mata-mata, yang berusaha untuk mengambil sebuah paket rahasia. Alternatifnya, pemain bisa memilih mode tim, dengan satu tim berisi tiga gamer.
Setiap mata-mata ini harus menyamar menjadi karakter nonpemain (NPC), agar gamer lain tidak mendeteksinya. Selagi menyamar, pemain juga mesti mengerjakan misi agar bisa mengambil paket rahasia itu.
Gamer juga tidak bisa sembarangan menyerang atau menembak karakter lain. Identitas gamer yang menembak dan yang ditembak akan langsung ketahuan jika ada pertikaian.
Deceive Inc. menghadirkan berbagai karakter dengan kemampuannya sendiri. Squire misalnya, mempunyai pistol peredam, sedangkan Ace menggunakan senjata sniper rifle.
Tampilan karakter ini berbeda-beda. Oleh karena itu, setiap karakter bisa menyamar menjadi karakter NPC atau menjadi objek seperti kursi dan koper. Aspek ini mirip seperti game Witch It yang sudah dipaparkan sebelumnya.
Deceive Inc. normalnya dibanderol seharga Rp 165.999, tetapi bisa diklaim secara gratis di Epic Games hingga 14 November mendatang.
Cara klaim dan download game gratis Epic Games Store
Gamer yang ingin mengeklaim Witch It, Ghostwire: Tokyo, Apex Legends: Ash Free Unlock Bundle, dan Deceive Inc. secara gratis bisa mengunjungi tautan berikut ini.
Pemain juga dapat mengeklaim keempat game gratis ini lewat aplikasi (launcher) Epic Games. Berikut ini KompasTekno rangkum cara klaim game gratis Epic Games Store:
KOMPAS.com/Mikhaangelo Fabialdi Nurhapy ilustrasi cara mengunduh game di Epic Games Store- Unduh launcher Epic Games
- Cari keempat judul game yang sudah digratiskan di toko Epic Games, misalnya Ghostwire: Tokyo
- Pilih "Get" dan "Place Order"
- Buka "Library", cari game yang sudah diklaim, dan klik tombol "Install"
Gamer juga dapat menonton video Instagram di bawah ini untuk mempelajari cara mengeklaim game gratis Epic.
Lihat postingan ini di Instagram
Keempat game yang sudah dipaparkan sebelumnya mempunyai waktu klaim yang terbatas. Setelah waktu klaim berakhir, harga game tersebut akan kembali normal.
Jika pemain sudah mengambilnya sebelum waktu klaim itu berakhir, deretan game ini akan tersedia secara permanen di akun gamer.
Dengan kata lain, game tetap menjadi hak milik pemain dan bisa di-install atau di-uninstall sesuka hati.
Pengadilan AS Minta Google Play Dibuka Untuk Aplikasi Kompetitor
Pengadilan memerintahkan Google membuka toko aplikasinya kepada para kompetitor untuk memberikan lebih banyak pilihan aplikasi kepada pengguna. [306] url asal
#google #google-play #epic-games #android
(CNN Indonesia) 08/10/24 13:30
v/16217052/
Hakim federal di pengadilan Amerika Serikat (AS) memerintahkan Google membuka toko aplikasinya kepada para kompetitor untuk memberikan lebih banyak pilihan aplikasi yang bisa diunduh oleh para pengguna Android.
Keputusan ini dikeluarkan Hakim James Donato dalam kasus Epic dan Google pada Senin (8/10). Ia merinci bagaimana Google perlu mengubah cara mereka mengoperasikan Google Play.
Menurut dokumen pengadilan, Google tidak diperbolehkan membayar pengembang untuk meluncurkan aplikasi mereka secara eksklusif di Google Play. Keputusan ini akan berlaku mulai 1 November hingga tiga tahun ke depan.
Google juga tidak boleh memaksa pengembang untuk menggunakan sistem penagihan Google Play dan harus mengizinkan pengembang untuk memberi tahu pengguna tentang cara lain untuk membayar.
Melansir Tech Crunch, Google juga harus mengizinkan toko aplikasi Android pihak ketiga untuk mengakses katalog aplikasi Google Play Store dan harus menyediakan aplikasi pihak ketiga di toko aplikasinya.
Menanggapi keputusan pengadilan tersebut, Google mengatakan akan mengajukan banding dan meminta pengadilan untuk menghentikan sementara perubahan yang diperintahkan, dengan alasan bahwa perubahan tersebut akan "melemahkan kemampuan Android untuk bersaing dengan iOS milik Apple."
Komite yang terdiri dari tiga orang akan memantau kepatuhan Google dan masalah teknis yang timbul dari keputusan tersebut. Google dan Epic akan membentuk komite tersebut.
Wakil Presiden Urusan Regulasi Google Lee-Anne Mulholland, dalam sebuah postingan blog, menulis persaingan perusahaan dengan Apple membantu meniadakan kekhawatiran antimonopoli.
"Keputusan tersebut gagal memperhitungkan bahwa Android adalah platform terbuka dan para pengembang selalu memiliki banyak pilihan untuk mendistribusikan aplikasi mereka," tulis Mulholland, mengutip Engadget.
Menurut dia, faktanya sebagian besar perangkat Android sudah dimuat dengan dua atau lebih toko aplikasi langsung dari kemasannya.
"Sebagai contoh, Epic Games telah membuat aplikasi Fortnite yang populer tersedia untuk pengguna Android melalui Samsung Galaxy Store, sideload, dan Epic Games Store - semuanya ketika Fortnite tidak didistribusikan melalui Google Play," tulis Mulholland.
"Ini adalah opsi yang tidak pernah bisa ditawarkan oleh pengembang kepada pengguna iPhone di Amerika," pungkasnya.
Google Terbukti Monopoli, Akan Ada Toko Aplikasi selain Play Store di HP Android
Google kalah dalam gugatan antimonopoli yang diajukan oleh Epic Games. Google diwajibkan menyediakan akses bagi toko aplikasi selain Play Store untuk hadir di ponsel Android. [444] url asal
#google #epic-games #android #update-me
(Katadata - DIGITAL) 08/10/24 11:56
v/16150225/
Hakim di Amerika mengeluarkan perintah permanen pada Senin (7/10) bahwa Google wajib menyediakan toko aplikasi selain Google Play Store di ponsel Android mulai November.
Hal itu menindaklanjuti gugatan antimonopoli Epic Games terhadap Google pada 2020. Pembuat gim Fortnite ini menuduh Google melakukan praktik antipersaingan, termasuk membayar perusahaan perangkat keras dan pembuat ponsel Android agar tidak menyediakan toko aplikasi selain Play Store.
Di satu sisi, Google mendapatkan komisi 15% - 30% dari total penjualan aplikasi terlaris.
Berikut hasil putusan Hakim James Donato di California terkait gugatan antimonopoli Epic Games terhadap Google:
- Google tidak boleh membayar perusahaan untuk meluncurkan aplikasi secara eksklusif atau pertama di Google Play Store
- Google tidak boleh membayar perusahaan agar mereka tidak bersaing dengan Google Play Store
- Google tidak bisa membayar perusahaan untuk mengunduh Google Play Store terlebih dahulu di perangkat baru
- Google tidak dapat mewajibkan pembuat aplikasi menggunakan Google Play Billing, atau melarang pembuat aplikasi memberi tahu pengguna tentang produk digital yang lebih murah di situs web mereka
- Google harus mengizinkan toko aplikasi Android pesaing untuk mengakses katalog aplikasi Google Play Store
- Google harus menyediakan toko aplikasi Android pihak ketiga di toko aplikasi Google Play Store
Keputusan berlaku mulai November dan selama tiga tahun.
Epic Games dan Google juga akan membentuk komite yang terdiri dari tiga orang. “Tim ini akan meninjau masalah teknis terkait kepatuhan Google,” menurut pengajuan dikutip dari CNBC Internasional, Selasa (8/10).
Epic Games menerbitkan gim seperti Fortnite. Perusahaan mendapatkan untung melalui penjualan kostum karakter dalam aplikasi dan yang disebut ‘skin’.
Pengembang game itu menantang kendali kontraktual Google dan Apple atas distribusi aplikasi seluler pada 2020 dengan menawarkan pembelian mata uang dalam game Fortnite yang lebih murah. Namun langkah Epic Games ini dianggap melanggar aturan toko aplikasi dan memicu tuntutan hukum.
Epic Games menang atas tuntutan Google pada akhir tahun lalu. Namun perusahaan sering kalah saat menggugat Apple.
Sidang Google diputuskan oleh juri, sementara Apple oleh hakim.
Selama persidangan Google, Epic Games berfokus pada apakah Google mengunci pasar toko aplikasi melalui kesepakatan dengan produsen ponsel, dan apakah Google menakut-nakuti pengguna agar tidak menggunakan fungsi sideloading Android, yang memungkinkan pengguna memasang aplikasi dari web, melalui peringatan keamanan.
CEO Epic Games Tim Sweeney sebelumnya mengatakan, budaya perusahaan Google berkontribusi terhadap kemenangan Epic karena pejabat raksasa teknologi itu sering menuliskan atau mendokumentasikan praktik bisnis dalam email atau komunikasi yang keluar selama persidangan.
Google mengatakan dalam sebuah unggahan di blog bahwa perusahaan akan meminta pengadilan untuk menghentikan sementara perubahan yang tertunda, dan akan mengajukan banding atas keputusan pengadilan.
“Ini berarti semua pengembang aplikasi, pembuat toko, operator, dan produsen punya waktu tiga tahun untuk membangun ekosistem Android yang dinamis dan kompetitif dengan massa kritis yang sedemikian rupa sehingga Google tidak dapat menghentikannya,” kata hakim Sweeney di media sosial.
3 Game Gratis Epic Games, Ada Game Zombi "The Last Stand: Aftermath"
Epic games membagikan tiga game gratis yang bisa diklaim secara permanen. Begini cara klaim dan download game gratis Epic Games. Halaman all [910] url asal
#game-gratis #epic-games #pc #cara-klaim-game-gratis-epic-games-store
(Kompas.com) 20/09/24 14:03
v/15287377/
KOMPAS.com - Platform distribusi game Epic Games Store mengumumkan daftar game gratis, yang bisa diklaim dari Kamis (19/9/2024) hingga 3 Oktober 2024 mendatang.
Perusahaan game yang bermarkas di Amerika Serikat ini, membagikan tiga game gratis yang bisa diklaim secara permanen, yaitu Toem, The Last Stand: Aftermath, dan The Spirit and the Mouse.
Baik Toem maupun The Last Stand: Aftermath bisa diklaim mulai tanggal 19 September hingga 26 September 2024. Setelah tanggal itu, duo game ini bakal digantikan oleh The Spirit and the Mouse. Game pengganti ini dapat diklaim gratis hingga 3 Oktober mendatang.
Epic Games belum mengumbar judul game yang akan menggantikan The Spirit and the Mouse.
Toem
Epic Games Toem digratiskan di Epic Games Store.Di game ini, pemain bakal berperan sebagai fotografer amatir yang menelusuri hutan, pantai, dan berbagai daerah lainnya yang memiliki pemandangan indah.
Gamer akan berinteraksi dengan berbagai karakter di area itu, dan mengerjakan berbagai misi yang diberikannya.
Semua misi ini berkaitan dengan fotografi, misalnya misi untuk memotret kelompok burung gagak yang sedang mendarat di rerumputan.
Saat memotret, pemain bisa menggunakan fitur zoom, mengambil gambar selfie, dan memanfaatkan aksesori tripod untuk menghasilkan foto yang lebih baik.
Di luar promosi gratis Epic Games Store, Toem umumnya dijual seharga Rp 165.999.
The Last Stand: Aftermath
Epic Games The Last Stand: Aftermath digratiskan di Epic Games StoreGame keluaran 2021 ini digarap oleh studio Con Artist Games dan penerbit Armor Games Studios. Armor Games Studios cukup dikenal karena sudah menerbitkan game The Elephant Collection dan In Stars and Time.
The Last Stand: Aftermath adalah game zombi yang mengambil sudut pandang top-down, sehingga pemain melihat karakter dari atas.
Dalam game ini, pemain diminta untuk memilih karakter terlebih dahulu, sebelum nantinya bertahan hidup di wilayah yang penuh zombi.
Gamer bisa mengumpulkan berbagai material, yang kemudian digabungkan untuk membuat (crafting) senjata dan suplai.
Ketika karakter pemain mati, pemain mesti membuat karakter baru yang berbeda dari karakter sebelumnya itu.
Akan tetapi, gamer diperbolehkan untuk memanfaatkan kemampuan (skill) dan upgrade yang sebelumnya sudah diperoleh.
Mekanisme ini disebut juga dengan nama roguelite. Roguelite merupakan genre yang mirip dengan roguelike, karena game sejenis ini sama-sama mengharuskan pemain mengulang dari awal game, jika "darah" alias hit points (HP) mencapai titik nol.
Bedanya, roguelite memiliki progres yang tersimpan meskipun pemain mengulang dari awal game.
The Last Stand: Aftermath umumnya dijual seharga Rp 206.999. Namun, gamer bisa mengeklaimnya secara gratis dan permanen di Epic Games Store selama waktu yang ditentukan.
The Spirit and the Mouse
Epic Games The Spirit and the Mouse digratiskan di Epic Games Store.Jadi, pemain bisa mengeklaim dua permainan terbitan Armor Games Studios dalam dua pekan ini.
Di game ini, gamer bermain sebagai seekor tikus bernama Lila yang bekerja sama dengan roh listrik Lumion, untuk menyelamatkan desa Sainte-et-Claire di Perancis. Desa ini disebut sedang berada dalam bahaya.
Sehubungan dengan itu, Lila bakal dibekali kemampuan listrik dari Lumion, yang digunakan untuk menyelesaikan teka-teki (puzzle) di desa yang luas itu.
Game ini juga mengusung genre platformer, sehingga pemain bakal berpindah dari satu tempat (platform) ke platform lain menggunakan kemampuan yang dimiliki.
Seiring berjalannya waktu, kemampuan Lila juga makin banyak, misalnya melewati pagar listrik dengan cara mengubah dirinya menjadi energi murni.
Game singleplayer ini bisa diklaim gratis di Epic Games Store. Di luar promosi tersebut, The Spirit and the Mouse dapat dibeli dengan harga Rp 165.999.
Cara mengeklaim dan mengunduh game gratis Epic Games Store
Gamer yang ingin mengeklaim Toem, The Last Stand: Aftermath, serta The Spirit and the Mouse secara gratis bisa mengunjungi tautan berikut ini.
Pemain juga dapat mengeklaim ketiga game gratis ini lewat aplikasi (launcher) Epic Games. Berikut ini KompasTekno rangkum cara klaim game gratis Epic Games Store:
KOMPAS.com/Mikhaangelo Fabialdi Nurhapy ilustrasi cara mengunduh game di Epic Games Store- Unduh launcher Epic Games
- Cari ketiga judul game yang sudah digratiskan di toko Epic Games, misalnya The Last Stand: Aftermath
- Pilih "Get" dan "Place Order"
- Buka "Library", cari game yang sudah diklaim, dan klik tombol "Install"
Gamer juga dapat menonton video Instagram di bawah ini untuk mempelajari cara mengeklaim game gratis Epic.
Lihat postingan ini di Instagram
Ketiga game yang sudah dipaparkan sebelumnya mempunyai waktu klaim yang terbatas. Setelah waktu klaim berakhir, harga game tersebut akan kembali normal.
Jika pemain sudah mengeklaim game gratis sebelum waktu klaim itu berakhir, deretan game ini akan tersedia secara permanen di akun gamer. Dengan kata lain, game tetap menjadi hak milik pemain dan bisa di-install atau di-uninstall sesuka hati.
Ini Bukti Netflix Makin Serius Garap Pasar Gaming
Netflix makin serius menggarap pasar game. Perusahaan merekrut mantan petinggi Epic Games yang mengawasi game populer Fortnite dan Fall Guys. Halaman all [626] url asal
#netflix #epic-games #netflix-games #pasar-game #alain-tascan
(Kompas.com) 29/07/24 06:28
v/12492111/
KOMPAS.com - Perusahaan penyedia layanan streaming film dan serial televisi, Netflix makin serius dalam menggarap pasar game. Buktinya, perusahaan tersebut merekrut mantan petinggi Epic Games, Alain Tascan, sebagai presiden Netflix Games.
Netflix Games sendiri merupakan layanan yang memungkinkan pelanggan Netflix bermain berbagai game mobile. Pengguna yang sudah berlangganan Netflix tidak perlu mengeluarkan biaya tambahan untuk bermain deretan game tersebut.
Sebelum diangkat menjadi presiden Netflix Games, Tascan menjabat sebagai Executive Vice President di Epic Games dari November 2018 hingga Juli 2024.
Mobilegamer.biz Netflix Games merekrut mantan petinggi Epic Games, Alain Tascan, untuk menjabat sebagai presiden Netflix Games.Selama masa jabatannya, Tascan bertanggung jawab mengawasi pengembangan game populer Fortnite, Lego Fortnite,Rocket League, dan Fall Guys.
Tascan juga mendirikan studio Ubisoft dan EA di Montreal, Kanada, serta merupakan pendiri dan CEO Umi Games.
Dalam peran terbarunya ini, Tascan akan berada di bawah Co-CEO Netflix Games, Greg Peters. Tascan akan menggantikan veteran Facebook dan EA, Mike Verdu, yang kini beralih ke peran baru, dengan fokus pada "inovasi transformatif dalam pengembangan game".
"Tascan memiliki pengalaman lebih dari 30 tahun dalam pengembangan, produksi, perizinan, dan pembuatan studio game global," kata Co-CEO Netflix Games, Greg Peters.
"Ia memiliki hasrat untuk membuat game yang baik, dan rekam jejak yang terbukti dalam mengambil risiko secara kreatif dan berani. Kami sangat senang ia memimpin Netflix Games," imbuh Peters.
Tascan juga memiliki respons yang senada. Ia senang dan merasa terhormat dapat berkontribusi di Netflix Games.
"Dalam lanskap hiburan yang terus berkembang, Netflix terus menunjukkan kemampuan yang tidak bisa ditandingi dalam berinovasi dan memikat penonton di seluruh dunia," ungkap Tascan dikutip KompasTekno dari Variety, Minggu (28/7/2024).
"Saya merasa terhormat dan bersemangat untuk membangun fondasi luar biasa, yang telah dibangun oleh tim game berbakat di Netflix Games, dan saya sangat yakin bahwa Netflix memiliki posisi unik untuk mendefinisikan kembali masa depan game," sambung Tascan.
Ambisi Netflix pada pasar game
Netflix pertama kali masuk ke industri game pada November 2021. Saat itu, Netflix memfokuskan perhatiannya pada game mobile yang diadaptasi dari serial televisi orisinalnya, misalnya Stranger Things.
Tak lama kemudian, raksasa streaming tersebut memboyong game lainnya ke platform-nya, seperti Spiritfarer, Terra Nil, Immortality, Poinpy, Teenage Mutant Ninja Turtles: Shredder's Revenge, dan Grand Theft Auto: The Trilogy.
Kini, Netflix Games memiliki lebih dari 100 game di platform-nya, dan memiliki lebih dari 80 game yang sedang dalam proses pengembangan. Netflix juga memastikan akan merilis game baru setiap bulannya mulai Juli 2024 ini.
Adapun daftar game yang masih dalam tahap penggarapan termasuk Emily in Paris, Selling Sunset, dan game multiplayer yang mengambil tempat di dunia Squid Game.
Permainan Squid Game ini akan diluncurkan tahun ini bersamaan dengan musim kedua dari serial televisi Squid Game, sebagaimana dirangkum KompasTekno dari Variety, Kamis (25/7/2024).
"Kami telah meluncurkan lebih dari 100 game sejauh ini. Kami telah melihat mana yang berhasil dan mana yang tidak. Kami menyempurnakan program (Netflix Games) untuk melakukan lebih banyak hal yang berhasil, dengan 80 game yang sedang kami kembangkan," kata Greg Peters.
Netflix pun belum lama ini melakukan uji coba bermain game di televisi dan komputer (PC), sebagai bentuk strategi jangka panjangnya, untuk membuat permainan Netflix Games bisa dimainkan di semua perangkat atau platform.
Netflix Rekrut Mantan Bos Epic Games, Bukti Makin Serius Garap Pasar Gaming
Netflix makin serius menggarap pasar game. Perusahaan merekrut mantan petinggi Epic Games yang mengawasi game populer Fortnite dan Fall Guys. Halaman all [630] url asal
#netflix #epic-games #netflix-games #pasar-game #alain-tascan
(Kompas.com) 28/07/24 10:05
v/12400074/
KOMPAS.com - Perusahaan penyedia layanan streaming film dan serial televisi, Netflix makin serius dalam menggarap pasar game. Buktinya, perusahaan tersebut merekrut mantan petinggi Epic Games, Alain Tascan, sebagai presiden Netflix Games.
Netflix Games sendiri merupakan layanan yang memungkinkan pelanggan Netflix bermain berbagai game mobile. Pengguna yang sudah berlangganan Netflix tidak perlu mengeluarkan biaya tambahan untuk bermain deretan game tersebut.
Sebelum diangkat menjadi presiden Netflix Games, Tascan menjabat sebagai Executive Vice President di Epic Games dari November 2018 hingga Juli 2024.
Mobilegamer.biz Netflix Games merekrut mantan petinggi Epic Games, Alain Tascan, untuk menjabat sebagai presiden Netflix Games.Selama masa jabatannya, Tascan bertanggung jawab mengawasi pengembangan game populer Fortnite, Lego Fortnite,Rocket League, dan Fall Guys.
Tascan juga mendirikan studio Ubisoft dan EA di Montreal, Kanada, serta merupakan pendiri dan CEO Umi Games.
Dalam peran terbarunya ini, Tascan akan berada di bawah Co-CEO Netflix Games, Greg Peters. Tascan akan menggantikan veteran Facebook dan EA, Mike Verdu, yang kini beralih ke peran baru, dengan fokus pada "inovasi transformatif dalam pengembangan game".
"Tascan memiliki pengalaman lebih dari 30 tahun dalam pengembangan, produksi, perizinan, dan pembuatan studio game global," kata Co-CEO Netflix Games, Greg Peters.
"Ia memiliki hasrat untuk membuat game yang baik, dan rekam jejak yang terbukti dalam mengambil risiko secara kreatif dan berani. Kami sangat senang ia memimpin Netflix Games," imbuh Peters.
Tascan juga memiliki respons yang senada. Ia senang dan merasa terhormat dapat berkontribusi di Netflix Games.
"Dalam lanskap hiburan yang terus berkembang, Netflix terus menunjukkan kemampuan yang tidak bisa ditandingi dalam berinovasi dan memikat penonton di seluruh dunia," ungkap Tascan dikutip KompasTekno dari Variety, Minggu (28/7/2024).
"Saya merasa terhormat dan bersemangat untuk membangun fondasi luar biasa, yang telah dibangun oleh tim game berbakat di Netflix Games, dan saya sangat yakin bahwa Netflix memiliki posisi unik untuk mendefinisikan kembali masa depan game," sambung Tascan.
Ambisi Netflix pada pasar game
Netflix pertama kali masuk ke industri game pada November 2021. Saat itu, Netflix memfokuskan perhatiannya pada game mobile yang diadaptasi dari serial televisi orisinalnya, misalnya Stranger Things.
Tak lama kemudian, raksasa streaming tersebut memboyong game lainnya ke platform-nya, seperti Spiritfarer, Terra Nil, Immortality, Poinpy, Teenage Mutant Ninja Turtles: Shredder's Revenge, dan Grand Theft Auto: The Trilogy.
Kini, Netflix Games memiliki lebih dari 100 game di platform-nya, dan memiliki lebih dari 80 game yang sedang dalam proses pengembangan. Netflix juga memastikan akan merilis game baru setiap bulannya mulai Juli 2024 ini.
Adapun daftar game yang masih dalam tahap penggarapan termasuk Emily in Paris, Selling Sunset, dan game multiplayer yang mengambil tempat di dunia Squid Game.
Permainan Squid Game ini akan diluncurkan tahun ini bersamaan dengan musim kedua dari serial televisi Squid Game, sebagaimana dirangkum KompasTekno dari Variety, Kamis (25/7/2024).
"Kami telah meluncurkan lebih dari 100 game sejauh ini. Kami telah melihat mana yang berhasil dan mana yang tidak. Kami menyempurnakan program (Netflix Games) untuk melakukan lebih banyak hal yang berhasil, dengan 80 game yang sedang kami kembangkan," kata Greg Peters.
Netflix pun belum lama ini melakukan uji coba bermain game di televisi dan komputer (PC), sebagai bentuk strategi jangka panjangnya, untuk membuat permainan Netflix Games bisa dimainkan di semua perangkat atau platform.
Rekrut Mantan Bos Epic Games, Netflix Makin Serius Bikin Game
Netflix rekrut mantan petinggi Fortnite dari Epic Games untuk garap divisi Netflix Game. [306] url asal
#games #netflix #netflix-games #epic-games #fortnite #teknologi
(MedCom) 24/07/24 17:22
v/11952102/
Jakarta: Netflix Games, platform game mobile milik layanan streaming Netflix terlihat tidak mau setengah hati terjun ke industri game. Kabar terbaru, Netflix sudah merekrut mantan bos dari platform gaming sekaligus studio game fenomenal Epic Games.Alain Tascan yang diketahui sebagai mantan Vice President of Game Development Fortnite dari Epic Games. Dia direkrut oleh Netflix untuk menjabat sebagai President of Gaming Divison Netflix.
Jabatan ini bukan baru, Netflix sebelumnya sudah mempercayakan posisi tersebut kepada Mike Verdu yang kini dipindahkan untuk memimpin divisi yang berbeda tapi juga masih terkait game untuk fokus ke inovasi gaming.
Alain Tascan bisa dibilang memiliki kiprah yang bagus. Dia merupakan bagian yang memimpin pengembangan game Fortnite, Lego Fortnite, Rocket League, dan Fall Guys.
“Saya meyakini bahwa Netflix memiliki posisi yang unik dalam membentuk masa depan industri game ke depannya,” ungkap Alain dalam sebuah wawancara yang dikutip oleh situs The Verge. Sebelumnya Netflix juga sudah merekrut dan mengakuisisi sejumlah studio game indie.
Netflix sendiri mulai menghadirkan katalog game mobile di layanannya sejak tahun 2021. Tidal langsung merilis game besar yang benar-benar baru, mereka memilih untuk menghadirkan game yang berkaitan dengan konten video atau serial di platform Netflix.
Beberapa waktu lalu bahkan Netflix menghadirkan bundling layanan mereka dengan tiga seri game Grand Theft Auto (GTA) milik Rockstar Games. Meskipun begitu skala bisnis game dari Netflix belum bisa bersaing langsung dengan studio game mobile yang sudah fenomenal.
Pada laporan awal tahun ini, Netflix mengklaim interaksi pengguna di Netflix games sudah tumbuh sebanyak tiga kali lipat pada tahun 2023. Hal ini dinilai sangat bagus mengingat pilihan game di Netflix Games tidak seperti game mobile lain dan tidak banyak yang memiliki hubungan dengan film atau serial di Netflix.
Netflix juga menyebut bahwa franchise game Grand Theft Auto alias GTA versi mobile sebagai kontributor dalam pertumbuhan interaksi pengguna di Netflix Games dalam dua minggu terakhir di 2023.
(MMI)
Epic Games Bagi-Bagi 3 Game Gratis, Ada Game Horor "Maid of Sker"
Epic Games membagi tiga game gratis, salah satunya 'Maid of Sker' yang harga normalnya Rp 172.999. Waktu terbatas untuk klaim trio game gratis ini. Halaman all [968] url asal
#epic-games #pc #game-gratis #cara-klaim-game-gratis-epic-games-store #maid-of-sker
(Kompas.com) 16/07/24 18:03
v/10977041/
KOMPAS.com - Platform distribusi game Epic Games Store mengumumkan daftar game PC yang bisa diklaim dan dimainkan secara gratis.
Epic Games membagikan tiga game gratis dan permanen, yakni Floppy Knights, Arcade Paradise, dan Maid of Sker.
Floppy Knights dapat diklaim sejak Kamis (11/7/2024) malam hingga Kamis ini (18/7/2024) pukul 22.00 WIB. Setelah tanggal itu, harga Floppy Knights akan kembali normal (Rp 137.999), kemudian digantikan oleh game Arcade Paradise dan Maid of Sker.
Kedua game pengganti ini dapat diklaim dari 18 Juli hingga 25 Juli 2024 mendatang. Adapun harga normal Arcade Paradise dibanderol Rp 107.999, sementara Maid of Sker seharga Rp 172.999.
Epic Games belum mengumbar judul game yang akan menggantikan Arcade Paradise dan Maid of Sker.
1. Floppy Knights
Steam Game Floppy Knights digratiskan di Epic GamesGame ini bercerita tentang seorang perempuan bernama Poppy dan robotnya Carlton, yang bisa memanggil (summon) Floppy Knights untuk bertempur melawan musuh. Floppy Knights sendiri adalah makhluk yang bisa dipanggil dari disket alias floppy disk.
Permainan indie ini memadukan genre permainan taktis berbasis giliran (turn-based) dan permainan kartu (card game). Artinya, gamer akan mengatur strategi dan melakukan serangan terlebih dahulu, sebelum nantinya menunggu giliran musuh melakukan serangan balasan.
Dalam setiap levelnya, pengguna bakal diberikan sejumlah kartu yang dibagi menjadi kartu monster, kartu gerakan, kartu serangan, dan lain sebagainya. Kartu yang diperoleh diundi secara acak dari kumpulan (deck) kartu yang dimiliki pengguna.
Pengguna akan memakai kartu monster untuk memanggil makhluk tersebut di medan pertempuran. Kemudian, pengguna bakal memanfaatkan kartu gerakan dan serangan untuk menentukan tindakan yang dilakukan monster tersebut.
Game ini mengajak pengguna untuk cerdik memanfaatkan kartu yang ada di tangan pengguna.
Sebab, gamer belum tentu langsung mendapatkan deretan kartu yang ideal secara bersamaan, mengingat semuanya bergantung pada keberuntungan.
2. Arcade Paradise
Steam Game Arcade Paradise digratiskan di Epic Games StoreGame ini memiliki genre simulasi bisnis, yang mengajak pengguna mengubah bisnis tempat cucinya (laundry) menjadi tempat arkade yang sukses dan populer.
Sehubungan dengan itu, gamer harus menabung uang dengan melakukan laundry, membuang sampah, membersihkan toilet, hingga mengosongkan koin dari tiap mesin cuci.
Nantinya, uang ini bisa digunakan untuk membeli lebih dari 35 mesin arkade dengan game yang berbeda. Game arkade ini memiliki visual vektor hingga 32-bit, dan genrenya cukup bervariasi, mulai dari aksi hingga puzzle.
Menariknya, semua game arkade ini bukan sebatas dekorasi, melainkan game yang dapat dimainkan. Pengguna bisa bermain dan berusaha untuk mendapatkan skor tertinggi, yang dapat diunggah di papan peringkat (leaderboard) online.
Tak hanya itu, sejumlah game arkade tersebut dibekali fitur multiplayer hingga empat pemain, baik kooperatif maupun kompetitif.
3. Maid of Sker
Steam Game Maid of Sker digratiskan di Epic Games StoreGame ini mengambil tempat di hotel terpencil di Pulau Sker, tepatnya pada tahun 1898. Suatu saat, Thomas Evans selaku protagonis Maid of Sker diundang oleh kekasihnya, Elisabeth Williams untuk mengungkap misteri terkait Hotel Sker di pulau itu.
Evans menemukan bahwa tempat tersebut dikontrol oleh kelompok kultus bernama The Quiet Ones. Anggota kelompok yang tidak dapat melihat tersebut rupanya juga mendiami tempat tersebut, dan akan menggunakan pendengarannya untuk memburu Evans.
Mirip seperti game Outlast,Maid of Sker tidak menghadirkan kemampuan combat. Artinya, pengguna hanya bisa menyusup dan berlari untuk menghindari serangan The Quiet Ones.
Pengguna juga bisa memanfaatkan alat bernama The Phonic Modulator, yang dapat memberikan efek stun kepada musuh yang menyerang. Ketika musuh tertegun, pengguna dapat melarikan diri.
Selain berusaha untuk tidak dideteksi The Quiet Ones, pengguna nantinya juga mesti mengerjakan berbagai macam puzzle yang tersebar di hotel. Setelah dikerjakan, pengguna bisa mengakses area yang sebelumnya tidak dapat dikunjungi.
Maid of Sker memiliki dua ending. Dengan demikian, pengguna sebaiknya menyimpan lebih dari satu save file, sehingga nantinya tidak perlu mengulang game dari awal apabila ingin mendapatkan semua ending yang tersedia.
Cara mengeklaim dan mengunduh game gratis di Epic Games Store
Pengguna yang ingin mengeklaim Floppy Knights, Arcade Paradise, dan Maid of Sker secara gratis bisa mengunjungi tautan berikut ini. Gamer juga bisa mengeklaim trio game gratis ini lewat aplikasi (launcher) Epic Games.
Berikut ini KompasTekno rangkum cara klaim game gratis Epic Games Store:
KOMPAS.com/Mikhaangelo Fabialdi Nurhapy ilustrasi cara mengunduh game di Epic Games Store- Unduh launcher Epic Games
- Cari ketiga judul game yang sudah digratiskan di toko Epic Games, misalnya Maid of Sker
- Pilih "Get" dan "Place Order"
- Buka "Library", cari game yang sudah diklaim, dan klik tombol "Install"
Pengguna juga dapat menonton video Instagram di bawah ini untuk mempelajari cara mengeklaim game gratis Epic.
View this post on Instagram
Ketiga game yang sudah dipaparkan sebelumnya memiliki waktu klaim yang terbatas. Setelah waktu klaim berakhir, harga game tersebut akan kembali normal.
Jika pengguna sudah mengeklaimnya sebelum waktu itu berakhir, deretan game ini akan tersedia secara permanen di akun pengguna. Dengan kata lain, game tetap menjadi hak milik pengguna dan bisa di-install atau di-uninstall sesuka hati.