JAKARTA, investor.id - PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) menunjukkan komitmennya dalam mengurangi emisi karbon secara signifikan melalui aksi konservasi lingkungan. Grup Merdeka juga terus berpacu menggali potensi perbaikan dan langkah-langkah alternatif untuk mencapai keselarasan ekosistem lingkungan.
Indonesia menargetkan penguranga emisi secara bertahap mulai 29% dan kini menjadi 41% pada 2030. Target tersebut paralel dengan komitmen untuk mencapai emisi nol bersih Indonesia pada 2060.
Dalam kontribusinya, MDKA juga menerbitkan Komitmen Nol Bersih yang didukung GHG Emissions Reduction Roadmap. Komitmen ini menargetkan pengurangan intensitas emisi sebesar 50% untuk produk tembaga dan emas serta 29% untuk produk asam.
Strategi Grup Merdeka menuju Komitmen Nol Bersih ditempuh dengan mensubstitusi dan efisiensi energi, reklamasi lahan operasi tambang, dan rehabilitasi lahan.
Pada 2023, MDKA mulai menggunakan platform penghitungan emisi TruCount untuk mengukur, memantau, mengelola, dan melaporkan emisi GRK. Platform tersebut dibangun berdasarkan dua standar yang sudah diakui global, yaitu Greenhouse Gas Protocol dan ISO 14064-1:2018.
Tujuannya, untuk memastikan akurasi penghitungan GHG MDKA dan kepatuhan terhadap standar internasional. Grup Merdeka lewat anak perusahaan PT Bumi Suksesindo (BSI) yang mengelola operasi Tambang Tujuh Bukit di Banyuwangi, Jawa Timur, lebih dulu telah melakukan inisitiatif substitusi dan efesiensi energi dengan penggunaan listrik dari sumber energi terbarukan dan penggunaan biosolar B35 untuk alat berat tambang.
AksiLingkungan
Selain itu, PT BSI juga secara rutin melaksakan kegiatan pelestarian lingkungan berupa Pelepasan Tukik, Transplantasi Terumbu Karang, Penanaman Mangrove dan lainnya. PT BSI juga banyak menggandeng Balai dan Kelompok Masyarakat peduli lingkungan dalam kegiatan-kegiatan tersebut.
Dengan semangat yang sama sebagai langkah nyata menekan emisi karbon, Grup Merdeka secara berkala melakukan berbagai aksi lingkungan positif yang berbasis reklamatif dan revegetasi, salah satunya melalui penanaman bibit mangrove di kawasan pesisir dan taman wisata yang dilakukan pada Hari Mangrove Sedunia.
Pada Hari Mangrove tahun ini, kantor pusat Merdeka di Jakarta, mengajak 75 karyawan di Head Office yang secara sukarela melakukan simbolisasi penanaman 1.000 bibit mangrove di kawasan Taman Wisata Angke, Jakarta Utara dan kawasan Muara Gembong, Jawa Barat.
Penanaman bibit mangrove secara berkala bermanfaat untuk pemulihan kualitas ekosistem, mitigasi perubahan iklim, percepatan rehabilitasi lingkungan, penyerapan karbon berbahaya, hingga menjaga daratan dari ancaman abrasi laut.
Penanaman 1000 bibit mangrove yang diinisiasi Grup Merdeka, setidaknya diperkirakan dapat menyerap 25.000 Kg karbon per tahun lewat 1000 bibit yang telah ditanam dan menjadi pohon.
"Menanam mangrove merupakan bagian dari kepedulian kita untuk memerdekan generasi penerus dari polusi. Karena perubahan iklim telah membuat cuaca menjadi anomali yang berdampak pada pangan dan kesehatan," ucap Direktur PT Bumi Suksesindo (PT BSI), Cahyono Seto dalam sambutannya menjelang kegiatan penanaman mangrove di Taman Wisata Angke Jakarta, Kamis (25/7/2024).
Seto melanjutkan, aksi lingkungan Grup Merdeka yang dilakukan pada tiap unit usaha ini tidak hanya bertujuan untuk menunjukkan komitmen perseroan, tetapi juga mengajak para karyawan dalam upaya preventif menghindari kerusakan lingkungan.
Di samping berkontribusi terhadap lingkungan lewat penanaman bibit mangrove, Grup Merdeka juga membangun kesadaran kolektif para karyawan melalui program konservasi lingkungan berkelanjutan, sehingga menghasilkan aksi nyata yang positif terhadap kelestarian lingkungan sekitar.
Lebih lanjut, Grup Merdeka juga mengurangi emisi karbon lewat penggunaan 100% Energi Baru Terbarukan (EBT) di Tambang Emas Tujuh Bukit di Banyuwangi, Jawa Timur.
EBT yang dipasok ke operasi Tambang Tujuh Bukit berasal dari Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Kamojang, Jawa Barat. Penggunaan EBT oleh BSI berimbas pada penguranhan emisi Gas Rumah Kaca Lingkup 2 hingga 100% pada operasi tambang ini.
Sedangkan , Tambang Tembaga Wetar sedang mengkaji penggunaan solar panel untuk menggantikan penggunaan Genset guna mendukung kegiatan operasinya.
Upaya Merdeka mengurangi emisi GRK yang dihasilkan dari kegiatan operasinya, juga mencakup penggantian energi ke energi ramah lingkungan, penghematan bahan bakar, penggunaan biosolar, dan penanaman pohon dan mangrove.
RatingA
Pada 2023, inisiatif dekarbonisasi yang dilakukan melalui penggantian bahan bakar Biodiesel B30 ke B35, campuran biofuel 35% yang lebih ramah lingkungan, mampu menurunkan emisi sebesar 249,22 ton CO2(e).
Editor: Muawwan Daelami (muawwandaelami@gmail.com)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News