HONG KONG,investor.id – Dana ETF yang diperdagangkan di bursa ETF Bitcoin Inverse pertama di Asia telah diluncurkan hari ini, Selasa (23/7/2024). ETF Bitcoin Inverse ini memungkinkan investor bertaruh pada penurunan mata uang kripto, dengan debut yang dimulai di Hong Kong.
Sebagai informasi, ETF Bitcoin Inverse merupakan produk keuangan yang memungkinkan investor meraih keuntungan dari penurunan harga bitcoin dengan melacak kinerja harian terbalik dari indeks futures bitcoin.
CSOP Asset Management Hong Kong mengatakan akan meluncurkan CSOP Bitcoin Futures Daily (-1x) Inverse Product dibuka di bursa saham Hong Kong pada Selasa pagi.
ETF diharapkan dapat memanfaatkan meningkatnya permintaan untuk mendapatkan keuntungan dari perdagangan mata uang kripto yang bergejolak. Setelah gelombang pertama ETF kripto spot go public di Hong Kong pada April 2024, bitcoin mengalami pergerakan tidak menentu kuartal II-2024 dan kehilangan lebih dari 12%.
“Produk bitcoin terbalik berbasis berjangka pertama yang terdaftar di Hong Kong menciptakan peluang bagi investor untuk mendapatkan keuntungan dari pergerakan turun bitcoin,” kata Ding Chen selaku CEO CSOP Asset Management dalam pernyataan resminya, seperti dikutip Reuters, Selasa.
Perusahaan itu mengatakan bitcoin telah menjadi aset global yang paling tidak menentu dalam sepuluh tahun terakhir, dengan volatilitas setinggi 38,3% pada 2023, melampaui minyak mentah dan Nasdaq 100.
Bitcoin rebound dengan kuat dalam beberapa minggu terakhir di tengah meningkatnya ekspektasi calon presiden Amerika Serikat (AS) dari Partai Republik Donald Trump akan kembali menduduki Gedung Putih.
Aset kripto ini naik sedikit dan diperdagangkan pada kisaran US$ 67.400 pada Senin (23/7/2024), menyusul keputusan Presiden AS Joe Biden untuk mundur dari Pilpres 2024.
Produk bitcoin terbalik CSOP bertujuan untuk memberikan return yang mendekati kinerja harian inverse (terbalik) dari S&P Bitcoin Futures Index, kata perusahaan itu.
CSOP meluncurkan ETF bitcoin berjangka pertama di Asia di Hong Kong pada 2022. Nilai pasar (market value) ETF tumbuh lebih dari US$ 100 juta (sekitar Rp 1,62 triliun) karena kenaikan harga kripto global awal tahun ini. Namun angkanya telah turun menjadi sekitar US$ 58 juta (sekitar Rp 940,8 miliar) pada Jumat (19/7/2024).
Editor: Grace El Dora (graceldora@gmail.com)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News