#30 tag 24jam
Harga Bitcoin Selanjutnya Bisa Bergerak Kembali ke US$62 Ribu, Kuartal Keempat Bisa Positif
Harga Bitcoin selanjutnya bisa kembali ke US$62 ribu usai positif pekan lalu dan pada kuartal keempat cenderung positif. [767] url asal
#analisis-kripto #aset-kripto #bitcoin #btc #etf #etf-spot-bitcoin #etf-spot-ethereum #harga-bitcoin #jerome-powell #kripto #suku-bunga
(BlockChain-Media) 27/08/24 21:45
v/14782768/
Meskipun mengalami pergerakan positif pada pekan lalu, ada indikasi harga Bitcoin selanjutnya bisa bergerak kembali ke US$62 ribu, namun secara historis, kinerjanya pada kuartal keempat cenderung positif.
Dalam minggu-minggu terakhir, pasar Bitcoin menunjukkan volatilitas yang signifikan. Pada awal Agustus 2024, harga Bitcoin sempat turun di bawah US$61 ribu, tetapi merangkak kembali di atas US$62 ribu untuk pertama kalinya di awal bulan itu, seiring dengan pidato dovish Ketua Federal Reserve AS, Jerome Powell.
Pemimpin Bank Sentral AS itu menyiratkan kemungkinan penurunan suku bunga pada September 2024 mendatang. Ucapannya memberikan dorongan positif bagi harga Bitcoin, yang naik dari posisi bawah US$61 ribu menjadi sekitar US$63.500.
Jerome Powell Kirim Sinyal Kuat Akan Pangkas Suku Bunga
Lonjakan tajam terjadi pada Jumat, 23 Agustus 2024, dengan Bitcoin naik 6 persen dan mencoba menembus US$65.000 dua kali, namun gagal dan mengalami pergerakan sideways selama tiga hari terakhir. Pada Selasa pagi, 27 Agustus 2024, harga Bitcoin berada di US$62.760, mengalami penurunan setelah gagal melewati penghalang di US$64.000.
Panji Yudha, analis Ajaib Kripto, memberikan pandangannya terkait situasi ini. Menurutnya, meskipun harga Bitcoin mengalami pergerakan positif pada pekan lalu, ada indikasi bahwa Bitcoin mungkin akan bergerak kembali ke kisaran US$62.000 hingga US$64.000.
Berdasarkan pantauan Redaksi Blockchainmedia.id di Coinmarketcap pada Selasa malam, BTC bertengger di kisaran US62.033, melemah 1,75 persen dalam 24 jam terakhir dan menjadikan kripto nomor satu ini tersungkur 8 persen dalam sebulan.

“Hal ini didorong oleh aksi profit taking serta pelaku pasar yang menunggu data ekonomi terbaru dari Amerika Serikat. Dalam analisis historisnya, Panji menunjukkan bahwa return Bitcoin di kuartal ketiga biasanya lebih rendah dibandingkan kuartal lainnya. Selama dekade terakhir, rata-rata return Bitcoin di kuartal pertama, kedua, dan keempat masing-masing adalah +56 persen, +27 persen, dan +88 persen, sedangkan kuartal ketiga hanya mencatatkan +6 persen. Pada tingkat bulanan, Agustus dan September cenderung menjadi bulan dengan kinerja terlemah, dengan September mencatatkan return rata-rata terendah -4,78 persen, sedangkan Agustus memiliki return +2,27 persen,” paparnya melalui surel, Selasa, 27 Agustus 2024.
Selain pergerakan harga Bitcoin, terdapat perkembangan signifikan di pasar Exchange-Traded Fund (ETF) kripto. ETF Spot Bitcoin mencatatkan net inflow sebesar US$506,37 juta pada pekan lalu, dengan inflow terbesar terjadi pada Jumat, 23 Agustus 2024 yang mencapai US$252 juta.
Sebaliknya, ETF Spot Ethereum mengalami net outflow sebesar US$44,54 juta pada periode yang sama. Hal ini menunjukkan pergeseran minat investor dari kripto Ether (ETH) ke Bitcoin (BTC) dalam jangka waktu tersebut.
Pasar kripto khususnya harga Bitcoin saat ini dan harga Bitcoin selanjutnya juga dipengaruhi oleh sejumlah peristiwa penting baik dari industri kripto itu sendiri maupun berita makroekonomi dari Amerika Serikat. Pada Selasa, 27 Agustus 2024, indeks kepercayaan konsumen AS akan dirilis, yang diikuti oleh laporan klaim awal pengangguran pada Kamis, 29 Agustus 2024.
Provokatif! Prediksi BTC Jadi US$100 Ribu, Analis Ini Yakin Sekarang Saat Terakhir Beli Bitcoin
“Laporan-laporan ini akan memberikan wawasan tambahan mengenai kesehatan pasar tenaga kerja AS. Selain itu, revisi kedua data Produk Domestik Bruto (PDB) yang dijadwalkan rilis pada Kamis juga menjadi perhatian utama. Hasil yang positif dari data ini dapat mendorong investor untuk beralih ke aset berisiko seperti Bitcoin,” tambah Panji.
Di sektor industri kripto, pada Rabu, 28 Agustus 2024, laporan pendapatan kuartal dari Nvidia akan dirilis. Laporan ini diharapkan memberikan dorongan bagi token bertema AI seperti FET, RENDER, TAO, dan AGIX, mengingat kinerja Nvidia sering mempengaruhi aset kripto berbasis AI.
Pada hari yang sama, Stacks akan meluncurkan Nakamoto upgrade yang bertujuan mempercepat block time di blockchain Bitcoin serta meningkatkan ekosistem DeFi.
Sementara itu, Cardano menunda pelaksanaan Chang hardfork hingga 1 September 2024 untuk memberikan waktu bagi bursa kripto dan DApps untuk menyelesaikan pembaruan, dengan Charles Hoskinson menekankan pentingnya penundaan ini untuk memastikan kesiapan ekosistem Cardano.
Harga BTC Jadi US$100.000? Prediksi Bitcoin Jika Trump Menang Pemilu
Dalam jangka panjang, Panji Yudha berpendapat bahwa pasar kripto, khususnya harga Bitcoin selanjutnya tetap dinamis dan dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti teknologi, regulasi, dan kondisi ekonomi global.
Sentimen jangka pendek untuk harga Bitcoin dan Ether akan bergantung pada kemampuan mereka untuk menjaga support dan menembus level resistensi. Meski demikian, hingga akhir tahun, ada optimisme bahwa Bitcoin dapat mencapai level tertinggi baru di kisaran US$90 ribu hingga US$100 ribu yang didorong oleh penurunan suku bunga dan masuknya likuiditas tambahan dari ETF Spot Bitcoin dan Ethereum.
“Secara historis, kinerja harga Bitcoin pada kuartal keempat cenderung positif, memberikan harapan bahwa tren bullish pada harga Bitcoin selanjutnya ini mungkin akan terus berlanjut hingga akhir tahun,” pungkas Panji. [ps]
Spekulasi Penyebab Harga ETH Redup Lagi
Lookonchain berspekulasi tentang penyebab harga ETH redup lagi akhir-akhir ini hingga menjadi US$3.165, namun arus keluar ETF mulai melambat. [600] url asal
#blackrock #etf #etf-spot-bitcoin #etf-spot-ethereum #eth #ethereum #federal-reserve #fidelity #suku-bunga #the-fed
(BlockChain-Media) 02/08/24 13:40
v/13000432/
Penyedia data dan analisis kripto, Lookonchain berspekulasi ada sejumlah penyebab harga ETH redup lagi akhir-akhir ini hingga sempat menjadi US$3.165. Di sisi lain, kendati begitu, arus keluar dari ETF Spot Ethereum cenderung melambat.
Per Jumat (2/8/2024) siang, harga ETH terpantau turun lebih dari 1 persen dalam semalam di kisaran US$3.141. Koreksi hebat pun terakumulasi menjadi 3,92 persen selama sepekan terakhir. Dalam sebulan saja sudah drop sebesar 8 persen.
Merespons penurunan itu, Lookonchain berspekulasi ada sejumlah penyebab harga ETH redup lagi, setelah sepanjang Juli 2024 termasuk apik menghijau.

Harga ETH redup, yang berada di sekitar US$3.165 lalu turun lebih rendah, mengalami penurunan yang terkait dengan setoran besar yang dilakukan oleh tiga wallet kripto yang terkait dengan “Elwood”.
Dompet-dompet ini mentransfer total 19.500 ETH, senilai sekitar US$64 juta, ke Binance dalam dua hari terakhir. Secara historis, dompet-dompet ini menunjukkan pola penyetoran sejumlah besar Ethereum ke Binance tepat sebelum penurunan pasar, menunjukkan bahwa tindakan semacam itu mungkin menjadi pendahulu dari penurunan harga baru-baru ini. Perilaku ini menegaskan pengaruh aktivitas whales pada pasar kripto, di mana transaksi besar dapat mempengaruhi harga dan menciptakan volatilitas, termasuk menciptakan situasi harga ETH redup.
Dalam hal angka transaksi, aktivitas whale terbaru di blockchain Ethereum adalah perkembangan yang patut diperhatikan, terutama mengingat level harga di sekitar US$3,165. Setoran besar oleh dompet yang terkait dengan Elwood, yang mencapai total 19.500 ETH dan bernilai US$64 juta, adalah sangat signifikan.
Dompet-dompet ini memiliki sejarah terdokumentasi dalam melakukan setoran besar ke Binance tepat sebelum koreksi pasar. Pola ini menunjukkan bahwa tindakan mereka dapat memprediksi pergerakan harga di masa depan, kemungkinan besar karena transfer besar semacam itu dapat meningkatkan pasokan ETH ke pasar dan memicu penjualan. Waktu dan skala dari transaksi ini sering menciptakan efek riak, menyebabkan trader lain bereaksi, yang dapat memperkuat volatilitas harga.
Dalam hal ini implikasinya ada dua, hal. Pertama, ini menyoroti pengaruh besar yang dapat dimiliki oleh beberapa pemain kunci di pasar, dan kedua, ini menegaskan pentingnya memantau aktivitas whaleuntuk sinyal pasar. Bagi trader dan investor, tetap waspada terhadap transaksi besar ini dapat memberikan wawasan berharga tentang tren pasar potensial dan membantu dalam membuat keputusan yang tepat.
Aktivitas Whale Ethereum Naik, Kinerja ETF Ether Jadi Sorotan
Kendati langkah whale ini mungkin bukan satu-satunya faktor di balik penurunan harga terbaru, setoran besar mereka ke Binance adalah indikator kuat dari sentimen bearish dan potensi volatilitas yang akan datang di harga ETH redup.
Situasi ini memperkuat kebutuhan bagi para pelaku pasar untuk tetap waspada dan responsif terhadap pergerakan signifikan dalam ekosistem blockchain.
Kabar Baik, Harga ETH Redup, Tapi Arus Keluar ETF Ethereum Mulai MelambatKendati harga ETH redup akhir-akhir ini, tapi arus keluar (outflow) dari ETF Ethereum Spot di bursa efek di AS terpantau mulai melambat, berdasarkan data dari Blockworks. Setidaknya tercatat turun di bawah US$100 juta untuk kali pertama peluncuran.
Aktivitas terbaru di pasar ETF itu menunjukkan volatilitas yang signifikan, dengan pemain utama seperti BlackRock dan Grayscale memimpin pergerakan ini. Arus keluar yang besar dari Grayscale Ethereum ETF (ETHE), yang mencapai lebih dari US$2 miliar dalam hanya delapan sesi perdagangan, menunjukkan reaksi awal yang kuat dari investor. Hal ini menyebabkan penurunan sebesar 22 persen dalam aset yang dikelola oleh ETHE, yang sekarang berada di atas US$7 miliar.

Meskipun arus keluar awal dari ETHE signifikan di tengah harga ETH redup, stabilisasi arus keluar ini dan arus masuk ke ETF Ethereum lainnya mencerminkan sentimen investor yang berkembang dan bernuansa. Memantau tren ini akan sangat penting untuk memahami pergerakan masa depan di pasar Ethereum dan lanskap investasi kripto yang lebih luas. [ps]
Perdagangan ETF Spot Ethereum Dimulai Hari Ini, Berikut Potensinya Menurut Reku
Sejumlah potensi akibat dari ETF Spot Ethereum disampaikan oleh crypto exchange Reku belum lama ini. Apakah menjanjikan? [495] url asal
#altcoin #aset-kripto #bitcoin #etf #etf-spot-ethereum #kripto #portofolio #reku
(BlockChain-Media) 23/07/24 16:06
v/11810029/
Sejumlah potensi akibat dari ETF Spot Ethereum disampaikan oleh Reku belum lama ini. Apakah menjanjikan?
ETF Spot Ethereum di AS dijadwalkan akan diperdagangkan di perdana mulai Selasa (23/7/2024) waktu setempat di bursa efek di Negeri Paman Sam itu.
ETF itu adalah ETF pertama di AS yang bernilai kripto Ethereum Spot. Sebelumnya, pada Januari 2024 telah hadir ETF Spot Bitcoin yang mampu mendulang arus masuk modal signifika. Hal serupa diharapkan pada ETF Spot Ethereum.
ETF Ethereum Resmi Disetujui SEC, Siap Diperdagangkan Hari Ini!
ETF Spot Ethereum Berpotensi Pengaruhi Pasar Secara SignifikanDi tengah pemulihan Bitcoin akhir-akhir ini, perkembangan dan respon pasar yang positif terhadap peluncuran ETF Spot Ethereum juga berpotensi mempengaruhi pasar secara signifikan dalam jangka pendek, kata Crypto Analyst Reku, Fahmi Almuttaqin.
“Seperti yang kita tahu, Ethereum meskipun sama-sama merupakan aset kripto digital seperti Bitcoin, ia memiliki beberapa karakteristik yang sangat berbeda dibandingkan Bitcoin. Investor mungkin akan merasa perlu mendiversifikasikan asetnya selain di Bitcoin. Terlebih, terdapat rekomendasi alokasi Bitcoin yang optimal dalam portfolio oleh Ark Invest yang meningkat dari 6,2 persen pada 2022 menjadi 19,4 persen pada 2023, yang disampaikan pada sebuah laporan yang dirilis Februari lalu,” jelas Fahmi dalam keterangannya belum lama ini.
Selain itu, potensi integrasi fitur staking untuk ETF Spot Ethereum juga menjadi faktor yang dapat mengubah sentimen terhadap potensi ETF tersebut. Sejauh ini pasar masih skeptis terhadap akan disetujuinya fitur tersebut, namun, pasar juga skeptis terhadap akan disetujuinya ETF Spot Ethereum beberapa pekan yang lalu.
Stakingpun disebut sebagai strategi menarik dan bisa dijadikan alternatif dalam mengembangkan portfolio, terlebih-lebih dalam fase bullish saat ini.

“Staking bisa menjadi strategi yang menarik untuk mendapatkan potensi peningkatan nilai portfolio yang lebih optimal di fase bullish, di mana investor tidak hanya berpotensi mendapatkan pertumbuhan dari capital gain namun juga staking reward. Investor perlu memilih platform investasi dan jual-beli aset kripto yang perizinan staking dari Bappebti seperti Reku. Sebab, staking yang berizin memastikan operasionalnya terjadi di blockchain, bukan mekanisme lainnya,” imbuhnya.
Pantau Crypto Whale dan Suku Bunga The FedPemahaman para pelaku pasar terhadap situasi yang ada saat ini, termasuk di dalamnya pemahaman terkait situasi whales dan suku bunga tinggi The Fed, dapat menciptakan perilaku investasi yang cenderung lebih berhati-hati, di mana Bank Sentral AS itu diperkirakan akan mulai memangkas suku bunga mulai September 2024 mendatang menurut data dari CMEGroup. Ini yang bisa memperkuat sentimen positif dan arus masuk ke pasar kripto.

“Hal itu salah satunya turut tercermin pada momentum ketika wallet Pemerintah Jerman terlihat melakukan upaya penjualan Bitcoin dalam jumlah besar pada minggu lalu. Meskipun terdapat katalis positif dari perkembangan inflasi AS, Bitcoin baru mengalami kenaikan setelah saldo Bitcoin di wallet pemerintah Jerman tersebut habis,” lanjutnya.
AI Meramal Harga Bitcoin (BTC) Pasca Pembayaran Mt. Gox
Selain itu, dengan adanya distribusi Bitcoin kepada para kreditur crypto exchangeMtGox yang berpotensi turut meningkatkan tekanan jual, terlepas dari besarannya yang belum dapat dipastikan, skenario di mana investor mungkin akan lebih memilih mengambil posisi yang konservatif sambil menunggu perkembangan lebih lanjut, masih cukup terbuka. [ps]