#30 tag 24jam
Gerakan Boikot Produk Israel Berdampak Signifkan ke Sektor FMCG di E-Commerce
Boikot telah mengubah peta persaingan antara merek global dan lokal di Indonesia. [852] url asal
#e-commerce #fast-moving-consumer-goods-fmcg #aksi-boikot #aksi-boikot-produk #belanja-e-commerce #berita-nasional #indonesia #pemerintah #kebijakan-ekonomi #media-amp-e-commerce
(Kontan) 11/09/24 08:47
v/14961363/
Reporter: Dimas Andi | Editor: Wahyu T.Rahmawati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pada akhir Mei 2024 lalu, kampanye viral All Eyes on Rafah memicu gelombang boikot terhadap produk-produk yang dianggap terafiliasi dengan Israel. Gerakan ini memberikan dampak signifikan terhadap pasar Fast-Moving Consumer Goods (FMCG), khususnya di e-commerce.
Berdasarkan riset Compas.co.id pada semester I-2024, boikot ini telah mengubah peta persaingan antara merek global dan lokal di Indonesia, terutama pada kategori perawatan dan kecantikan.
Riset ini menganalisis 150 top beauty brands berdasarkan nilai penjualan di platform Shopee, Tokopedia, dan Blibli selama periode Januari 2022 hingga Juni 2024. Sampel ini mewakili lebih dari 60% total omzet kategori perawatan dan kecantikan.
Hanindia Narendrata, Co-founder & CEO Compas.co.id mengatakan, gerakan boikot yang bermula pada Oktober 2023 telah memberikan dorongan signifikan bagi pertumbuhan brand lokal di kategori perawatan & kecantikan. Data Compas.co.id menunjukkan bahwa 6 dari 10 brand dengan nilai penjualan tertinggi di e-commerce pada semester I-2024 adalah brand atawa merek lokal.
"Hal ini menandai adanya pergeseran dibandingkan tahun sebelumnya, di mana brand global dan lokal sama-sama menduduki lima besar," ujar dia dalam siaran pers, Selasa (10/9).
Narendrata melanjutkan, pada semester I-2024 nilai penjualan brand lokal yang berada di jajaran top 150 juga berhasil melampaui brand global, yakni mencapai Rp 5,01 triliun atau terpaut sekitar Rp 400 miliar dari brand global yang berada di level Rp 4,62 triliun.
Menurut dia, ini bukan kali pertama nilai penjualan brand lokal lebih tinggi dari global. Sebab, pada pada tahun 2022 nilai penjualan merek lokal juga lebih tinggi dibandingkan global. Pada semester I-2022 lalu, nilai penjualan brand lokal mencapai Rp 3,38 triliun dan merek global Rp 2,55 triliun. Hal serupa juga terjadi pada semester kedua tahun tersebut, di mana nilai penjualan merek lokal mencapai Rp 3,6 triliun sementara brand global Rp 3,2 triliun.
Peningkatan nilai penjualan brand lokal ini bukan tanpa sebab, melainkan dampak dari serangkaian aktivitas yang terjadi di pasar offline, yang kemudian mempengaruhi pasar online. Gerakan boikot merupakan aktivitas yang cukup memberikan dampak pada peta persaingan pasar lokal dan global.
Pasalnya, kampanye yang bermula pada Oktober 2023 lalu mampu menekan penjualan merek global di pasar offline yang berimbas ke pasar online. Mulai dari imbauan sampai larangan penggunaan merek yang disinyalir terafiliasi dengan Israel. Berdasarkan kejadian ini, menurut penelitian Compas.co.id ada indikasi konsumen beralih dari menggunakan merek global ke lokal.
Berdasarkan data live dashboard Compas.co.id pada periode 19 Mei-15 Juni 2024 (perbandingan antara 19 Mei-1 Juni dan 2 Juni-15 Juni) di Shopee dan Tokopedia, brand global dari sub kategori pelembab mengalami penurunan yang signifikan.
Dalam jangka waktu dua minggu pasca All Eyes on Rafah dan kembali maraknya gerakan boikot, nilai penjualan merek global turun hingga Rp 95 juta, sedangkan pada periode yang sama brand lokal mengalami peningkatan hingga Rp 456 juta.
Pada sektor FMCG, boikot juga terjadi pada kategori makanan & minuman serta ibu & bayi. Jika dibandingkan ketiga kategori lainnya, kesehatan menjadi kategori yang paling sedikit terpengaruh dari boikot.
Narendrata menilai, saat ini konsumen di Indonesia semakin teliti dalam memilih produk yang sesuai dengan nilai-nilai yang sejalan dengan mereka. Gerakan ini telah membuka peluang bagi brand lokal untuk bersaing di pasar yang semakin kompetitif.
"Sebaliknya, untuk brand global hal ini menjadi tantangan untuk mempertahankan performa positif layaknya di tahun 2023 lalu,” jelas dia.
Compas.co.id telah merangkum data tren pasar e-commerce FMCG di Indonesia dan menjadi insight bagi pelaku bisnis dalam Indonesian FMCG E-commerce Report for Semester I-2024 Lite Version yang dapat didownload secara gratis di laman website Compas.co.id selama bulan September 2024.
Selain informasi mengenai boikot serta peta persaingan brand global dan lokal, Indonesian FMCG E-commerce Report for Semester I-2024 juga membahas mengenai kaleidoskop sepanjang semester I 2024. Mulai dari Ramadhan 2024, pertumbuhan nilai penjualan FMCG di tahun 2024, hingga penjualan TikTok Shop yang melejit sepanjang tahun 2024.
Market Share TikTok Shop di Sektor FMCG Melesat
Lebih lanjut, bicara mengenai tahun 2024, tidak dapat melupakan TikTok Shop. Pasalnya, setelah kembali buka, sejak awal tahun penjualan TikTok Shop langsung meroket.
Menurut data Compas.co.id pada semester I-2024 TikTok Shop berhasil meraih market share atawa pangsa pasar 18,6% dengan senilai Rp 8,9 triliun atau menduduki peringkat kedua di sektor FMCG. Menurut analisis Compas.co.id, melejitnya penjualan TikTok Shop dikarenakan fitur interaktif yang memfasilitasi seller untuk mempromosikan produknya melalui live shopping dan penawaran penjualan secara eksklusif.
Keadaan ini berbanding terbalik dengan Tokopedia, yang dilihat dari tiga semester terakhir nilai penjualannya secara konsisten terus menurun. Bahkan, setelah diakuisisi oleh Bytedance (TikTok) pada awal Januari 2024, tren nilai penjualan Tokopedia masih terus menurun hingga semester ini.
Di sisi lain, Shopee masih menjadi pilihan utama konsumen e-commerce FMCG di Indonesia dan tren nilai penjualannya masih terus meningkat dalam tiga semester terakhir. Compas.co.id melihat pasar FMCG di e-commerce terus berkembang setiap tahunnya.
"Oleh karena itu kami ingin membantu para pelaku bisnis FMCG di e-commerce untuk menggunakan data sebagai landasan dalam pengambilan keputusan bisnis, dan membuat pasar e-commerce di Indonesia semakin berkembang,” tutup Narendrata.
Dongkrak Penjualan Secara Tidak Langsung, Yupi Gelar Pencarian Bakat
Setiap tahun kami selalu bertumbuh. [404] url asal
#fast-moving-consumer-goods-fmcg #fmcg #pt-yupi-indo-jelly-gum #berita-nasional #indonesia #pemerintah #kebijakan-ekonomi
(Kontan-Industri) 22/08/24 18:25
v/14525814/
Reporter: Ahmad Febrian, Diki Mardiansyah | Editor: Ahmad Febrian
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sejauh ini produk Fast Moving Consumer Goods (FMCG) masih menjadi prioritas dalam perbelanjaan masyarakat Indonesia dari semua kalangan ekonomi dan demografi.Kantar Indonesia, Divisi Worldpanel, mencatater kuartal I-2024, perbelanjaan rumah tangga masyarakat Indonesia tumbuh 9% dibanding tahun lalu, hampir dua kali lipat dari pertumbuhan produk domestik bruto (PDB).
Besarnya perbelanjaan ini masih dipengaruhi oleh kenaikan harga dan juga masyarakat yang lebih percaya diri untuk berbelanja lebih banyak setelah arus inflasi di tahun-tahun sebelumnya. "Hal ini merupakan peluang bagi para pelaku industri FMCG untuk menjadi bagian dari prioritas masyarakat ketika berbelanja," kata Venu Madhav, Managing Director Kantar Indonesia Worldpanel Division belum lama ini.
Maka, pebisnis FMCG menjalankan berbagai cara untuk mendongkrak penjualan. Yupi misalnya menjalankan strategi melalui ajang pencarian bakat. Yupi menjaring peserta anak-anak dan remaja, mulai dari pelajar SD, SMP, hingga SMA. Yupi Good Talent sebagai kompetisi bakat yang memberikan kesempatan kepada anak-anak dan remaja untuk menunjukkan potensi mereka di berbagai bidang seni.
Kompetisi ini sudah memasuki tahun kelima sejak awal dilaksanakan. Yupi Good Talent memberikan kesempatan kepada peserta untuk mengeksplorasi dan mengungkapkan bakat mereka dan dapat menemukan kepercayaan diri, mengembangkan keterampilan, dan mengeksplorasi potensi.
Marketing Communication Manager PT Yupi Indo Jelly Gum, Addyono H. Koloway, mengatakan, melalui ajang Yupi Good Talent ini, anak-anak Indonesia bisa mengasah bakatnya. Tahun ini peserta meningkat dari tahun lalu. Tercatat ada sekitar 8.000 perserta yang ikut audisi. Selama proses audisi Yupi melibatkan tim dari Purwacaraka Music Studio. Nantinya, 24 peserta terbaik yang berhasil masuk ke grand final setelah melalui tahap semifinal.
"Ajang ini bisa mendongkrak penjualan, tapi tidak secara langsung," kata Addyono, Rabu (21/8), Pasar Yupi sendiri sudah mencapai seluruh Indonesia. Namun pasar di Pulau Jawa masih dominan, lebih dari 50%. "Setiap tahun kami selalu bertumbuh secara nasional," ujar Addyono, tanpa menyebut angka.
Yupi Indo Jelly Gum, adalah perusahaan manufaktur gummy di Indonesia. Memiliki pasar yang luas dan melayani market gummy ke seluruh dunia. . Hingga saat ini produk Yupi sudah diekspor ke Asia, Amerika Utara, Australia, Eropa, dan Timur Tengah.
Yupi Indo Jelly Gum memiliki tim peneliti dan pengembangan produk sendiri agar mampu menghasilkan berbagai produk yang tepat, berkualitas, sesuai selera pasar, dengan bahan-bahan pilihan. Memastikan bahwa produk yang dihasilkan memenuhi keamanan pangan dan kesehatan, perusahaan telah menerapkan sistem Hazard Analysis and Critical Control Point (HACCP). Pabrik dan kantor Yupi berpusat di kawasan Gunung Putri, Cileungsi, Bogor, Jawa Barat