JAKARTA, investor.id - Pasar kripto masih memerah dalam 24 jam terakhir. Harga Bitcoin jatuh lagi ke level US$ 56 ribu. Hal ini membuat pengukur sentimen investor kripto, Fear & Greed Index, anjlok hingga menyentuh level terendah sejak Bitcoin diperdagangkan di level US$ 17 ribu pada awal 2023.
Berdasarkan data dari Coinmarketcap, Sabtu pagi (6/7/2024) pukul 07.30 WIB, kapitalisasi pasar kripto global anjlok 1,17% menjadi US$ 2,07 triliun dalam 24 jam. Kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar, Bitcoin (BTC) jatuh 1,16% dalam 24 jam terakhir. Saat ini, harga Bitcoin di level US$ 56.550 per koin atau setara Rp 919 juta (kurs, Rp 16.251).
Hal serupa juga terjadi pada Ethereum (ETH) yang terkoreksi 3% menjadi US$ 2.988 per koin. Sedangkan Binance (BNB) jatuh 2,4% dalam 24 jam. Sehingga BNB dibanderol dengan harga US$ 501 per koin.
Dikutip dari CoinDesk, keruntuhan kripto mendorong Fear & Greed Index anjlok ke level paling negatif sejak akhir crypto winter 2022 karena penurunan bitcoin (BTC) yang sempat berada di bawah US$ 54 ribu yang menyeret pasar aset digital.
Fear & Greed Index turun ke 29 pada Jumat (5/7/2024), penurunan terdalamnya ke zona ketakutan sejak awal Januari 2023 ketika bitcoin diperdagangkan sekitar US$ 17 ribu setelah pasar bearish pada 2022.
Metrik tersebut secara khusus mengirimkan sinyal jual yang bertentangan dengan tren pada Maret lalu ketika mencapai level 90 di dekat apa yang ternyata (sejauh ini) menjadi puncak pasar kripto pada 2024 dan Bitcoin menyentuh level tertinggi sepanjang masa di sekitar US$ 73.500.
Sejak saat itu, BTC dan ether (ETH) turun 25%-30%, sementara altcoin utama anjlok sekitar 50% dan token yang lebih kecil bahkan lebih banyak merugi.
Penjualan Bitcoin Mt.Gox
Rachel Lin, CEO dan salah satu pendiri tempat perdagangan derivatif SynFutures mengatakan, katalis utama di balik penurunan tersebut adalah penjualan bitcoin yang disita oleh pemerintah Jerman dan AS, bersama dengan ‘penjualan preemptif’ karena Mt. Gox yang sudah tutup mulai mengembalikan dana investor bulan ini.
Lin menambahkan, tekanan jual tidak mungkin mereda dalam jangka pendek. Sebab, pemerintah Jerman masih memegang BTC dari hasil sitaan tersebut senilai sekitar US$ 2,2 miliar, pemerintah AS memiliki lebih dari US$ 12 miliar, dan aset Mt. Gox lebih dari US$ 8 miliar, menurut data dari platform pelacakan blockchain Arkham Intelligence.
"Arah bitcoin dalam beberapa hari mendatang akan ditentukan oleh tekanan jual dari pengguna Mt. Gox. Pasar memperkirakan sebagian besar pengguna Mt. Gox akan menjual token mereka, tetapi kita mungkin akan melihat peningkatan jika penjualan lebih rendah dari yang diantisipasi. Di sisi lain, jika ada cukup banyak penjualan untuk mendorong harga lebih rendah, kita mungkin akan segera melihat level US$ 50 ribu,” imbuh Lin.
Markus Thielen, pendiri 10x Research memangkas target harga Bitcoin US$ 55 ribu menjadi US$ 50 ribu. Ia menilai, situasi ini dapat memaksa pemegang ETF dan penambang untuk melikuidasi lebih banyak posisi. Ditambah lagi, Agustus dan September secara historis merupakan bulan-bulan yang menantang untuk bitcoin.
“Namun, jika The Fed memangkas suku bunga pada September, bitcoin dapat mengalami upaya reli lainnya,” tutupnya.
Editor: Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News