JAKARTA, investor.id – PT MD Entertainment Tbk (FILM) menindaklanjuti aksi korporasinya untuk mengambilalih PT Net Visi Media Tbk (NETV), pengelola kanal televisi NET, dari ketiga pemegang saham seri A yaitu PT Teladan Investama (TI), PT Sinergi Lintas Media (SLM), dan PT Indika Inti Holdiko (IIH). Termasuk, akuisisi itu dilakukan FILM dengan cara melunasi utang NETV kepada Pandu Sjahrir sebesar Rp 661 miliar.
Emiten rumah produksi Manoj Punjabi ini pun bersiap menggelar aksi penambahan modal tanpa hak memberikan efek terlebih dahulu (PMTHMETD) atau private placement dengan menerbitkan sebanyak 951.121.700 saham baru atau mencerminkan 10% dari modal dengan harga pelaksanaan sebesar Rp 3.891.
Banderol tersebut mewakili 90% rata-rata harga penutupan saham FILM yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama 25 hari berturut-turut di pasar regular. Dengan asumsi harga tersebut, maka FILM berpotensi meraup dana sejumlah Rp 3,70 triliun.
FILM akan menggunakan sebagian dari dana fantastis tersebut untuk mewujudkan targetnya menjadi pengendali baru NETV dengan total nilai transaksi mencapai Rp 1,65 triliun. Sisa dana hasil private placement jika masih ada akan dipakai perseroan untuk pengembangan usaha grup FILM dan ekspansi potensial.
Skema pengambilalihan NETV oleh FILM dilakukan dengan cara cessie. Pertama, FILM membayar utang dan menerima pengalihan aset utang dari penjual utang NETV yaitu Newton Capital sebesar Rp 661 miliar. Pembayaran utang ini dijadwalkan berlangsung pada 17 Oktober 2024.
Newton Capital Ltd. (NCL) merupakan perusahaan bermarkas di Kingston Chambers, British Virgin Island yang 100% dikendalikan oleh Paloma Holdings Ltd. Asal tahu saja, Paloma Holdings Ltd sendiri 100% dipegang oleh Paloma Capital Ltd. yang secara tidak langsung dikendalikan Pandu Patria Sjahrir melalui Watiga Trust Ltd.
Hasil utang NETV kepada perusahaan terafiliasi Pandu Sjahrir tersebut jika dikonversi dalam bentuk saham, maka jumlahnya setara 12.238.946.827 saham baru. Perjanjian jual beli utang tersebut terangkum dalam perjanjian jual beli bersyarat (PJBS) utang yang ditandatangani pada 26 Agustus 2024.
FILM akan menggalang dana sebesar Rp 661 miliar dari hasil private placement saham baru FILM kepada PT Samuel International (SI) senilai Rp 661 miliar. Ini termaktub dalam Perjanjian Penyertaan Saham Bersyarat tertanggal 3 Oktober 2024 yang dibuat antara FILM dan SI.
Kedua, FILM menyertakan modal secara tunai kepada NETV dengan menebus sebanyak 11.982.000.000 saham baru NETV seharga Rp 50 dengan nilai transaksi mencapai Rp 599 miliar. Dengan demikian, aksi FILM menjadi pengendali baru NETV ini terlaksana setelah FILM membeli total 25.220.946.827 saham baru atau setara 60.98% saham ditempatkan dan disetor NETV. Ini tertuang dalam PPSB tertanggal 26 Agustus 2024.
Borong Saham Baru
Dalam rangka menjadi pengendali baru NETV, emiten bersandi saham FILM tersebut juga akan memborong total 7.888.940.339 atau 19,07% saham sekunder NETV senilai Rp 394 miliar yang masing-masing berasal dari 1.318.723.770 saham atau 3,19% saham seri A milik PT TI, kemudian 5.903.179.393 atau 14,27% saham seri A milik PT SLM, dan 667.037.176 saham atau 1,61% saham seri A milik PT IIH.
Alhasil, total nilai transaksi material ini mencapai Rp 1,65 triliun yang berasal dari aksi FILM membayar utang NETV sebesar Rp 661 miliar dan penyertaan modal kepada NETV sebesar Rp 599 miliar dengan total mencapai Rp 1,26 triliun. Ditambah, aksi FILM membeli saham seri A NETV sebesar Rp 394 miliar.
FILM bersiap menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 8 Oktober 2024 untuk meminta persetujuan para pemegang saham terkait aksi korporasi tersebut. Manajemen FILM meyakini, transaksi material ini akan memperluas peran FILM di industri media dan hiburan, termasuk penyiaran televisi.
“Dengan demikian, hal ini akan memungkinkan perseroan untuk menjadi salah satu pemain kompetitif di pasar media dan hiburan Indonesia dan diharapkan dapat meningkatkan nilai bagi para pemegang saham,” tulis Manajemen FILM dikutip, Minggu (6/10/2024).
Selain itu, Manajemen FILM optimistis, transaksi material tersebut akan membantu FILM mengembangkan bisnis dan meningkatkan akses perseroan kepada saluran distribusi televisi. Terlebih, perseroan memiliki rekam jejak produksi konten-konten televisi yang sukses.
“Dengan transaksi ini, NETV akan mendapatkan akses kepada kapabilitas produksi FILM yang akan membuat NETV semakin kompetitif. Karena itu, transaksi ini akan menguntungkan kedua belah pihak,” tutup Manajemen FILM.
Editor: Muawwan Daelami (muawwandaelami@gmail.com)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News