JAKARTA, investor.id - Saat ini, layanan publik, baik yang dilakukan oleh institusi pemerintah maupun badan usaha milik negara (BUMN), mulai bertransformasi ke ranah digital. Pola konvensional yang serba-manual kini tengah beralih ke digitalisasi, agar bisa memberikan layanan yang lebih baik, lebih cepat, dan tepat.
Digitalisasi diyakini dapat membuat alur, waktu, dan biaya birokrasi menjadi lebih efisien, sehingga kinerja dan kepuasan publik meningkat. Digitalisasi layanan ini tentunya tidak lepas dari dukungan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).
“Adopsi AI akan sangat mendukung peningkatan kinerja layanan sektor publik sehingga bisa lebih gesit, responsif, dan efisien. Penggunaan Generative AI (GenAI), turunan dari AI, contohnya, mampu menyuguhkan jawaban yang dibutuhkan publik secara tepat dan real-time dalam bentuk chatbot,” kata Kevin Jonathan, Data Scientist PT Multipolar Technology Tbk dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (27/9/2024).
Sebagai informasi, Indonesia mencatatkan prestasi membanggakan dalam UN E-Government Survey 2024, meraih peringkat 64 di antara 193 negara anggota PBB, melompat 13 peringkat dari posisi 77 pada tahun 2022. Peningkatan signifikan ini mencerminkan upaya nyata pemerintah Indonesia dalam mengembangkan dan menerapkan sistem pemerintahan berbasis elektronik (SPBE).
UN E-Government Survey 2024 mengangkat tema “Accelerating Digital Transformation for Sustainable Development” yang bertujuan membantu negara-negara anggota mengidentifikasi kekuatan dan tantangan masing-masing dalam implementasi pemerintah digital.
Khusus pada tahun 2024 ini sudah memasukkan strategi penerapan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence) dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik. Dalam survei ini, Indonesia berhasil mencetak skor 0.7991, yang menempatkan Indonesia, untuk pertama kalinya, dalam kategori Very High E-Government Development Index (VHEGDI).
Untuk memperkuat digitalisasi layanan publik dengan dukungan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), lanjut Kevin, maka disiapkan solusi VisionAnalytics-GPT yang merupakan besutan PT Multipolar Technology Tbk (IDX: MLPT).
Kevin dalam presentasinya di ajang Forum Digital BUMN Summit 2024 (FORDIGI Summit 2024) baru-baru ini mengatakan bahwa adopsi AI akan sangat mendukung peningkatan kinerja layanan sektor publik sehingga bisa lebih gesit, responsif, dan efisien.
Penggunaan Generative AI (GenAI), turunan dari AI, contohnya, mampu menyuguhkan jawaban yang dibutuhkan publik secara tepat dan real-time dalam bentuk chatbot.
“Kami memiliki solusi GenAI dengan nama VisionAnalytics-GPT. Solusi yang dibangun di atas platform IBM watsonx ini mampu menyuguhkan jawaban atau data seperti teks, gambar, video, dan musik sesuai permintaan yang diajukan melalui chatbot,” ujarnya.
“Solusi ini cocok digunakan oleh institusi-institusi sektor publik yang harus bisa memberikan informasi secara cepat dan tepat ke publik. Hal-hal yang sering ditanyakan bisa dengan cepat diakses informasinya, dan bisa diintegrasikan dengan aplikasi pihak ketiga seperti Google maps maupun WhatsApp. Tentunya ini dapat mendongkrak kinerja layanan dan meningkatkan kepuasan publik,” lanjut Kevin.
Kevin mencontohkan, jika disematkan dalam laman website atau saluran WhatsApp pemasaran perumahan tertentu, chatbot GenAI VisionAnalytics-GPT akan dengan mudah menjawab pertanyaan seputar jumlah rumah, alamat perumahan, tipe perumahan, pasokan rumah, dan lainnya di daerah itu.
Meski begitu, chatbot ini juga bisa diatur pembatasan bahasannya untuk tidak memberikan informasi di luar konteks perumahan tersebut seperti informasi perumahan kompetitor.
Alih-alih ditangani oleh banyak orang sebagai agen, kini layanan pelanggan sektor publik dapat dipenuhi hanya dengan menggunakan chatbot. Bukan hanya dalam bentuk chat, VisionAnalytics-GPT juga sudah mengakomodasi komunikasi audio yang divisualisasi dengan avatar.
Solusi ini mengombinasikan teknologi Natural Language Processing (NLP), Machine Learning (ML), dan Large Language Model (LLM) sehingga komunikasinya terasa natural layaknya percakapan antar-manusia.
“Dengan begitu, kinerja layanan publik menjadi jauh lebih cepat, tingkat kepuasan publik meningkat pesat, yang pada akhirnya mendongkrak reputasi perusahaan,” ungkap Kevin.
Hal itu sejalan dengan laporan firma konsultasi manajemen Kearney yang menyatakan penggunaan AI bakal mendongkrak pertumbuhan ekonomi. Solusi VisionAnalytics-GPT dapat berjalan di atas infrastruktur on-premise, on-cloud, ataupun hybrid cloud.
“Deployment di atas infrastruktur yang dinamis ini akan sangat menguntungkan, contohnya ketika kita memiliki concern mengenai keamanan data, maka opsi deployment di luar cloud memungkinkan kita untuk menjaga agar data yang dimiliki tetap ada di dalam environment milik sendiri dan tidak terekspos ke environment lain,” tambahnya.
Selain bentuk chatbot,VisionAnalytics-GPT juga dilengkapi dengan analisis dan visualisasi tren terhadap suatu topik, baik itu berupa berita, ulasan produk, atau pun komentar terkait topik tersebut. Komentar maupun respons pelanggan yang muncul dianalisis dan divisualisasikan ke dalam bentuk grafik atau pun heat-map yang dapat menjadi wawasan baru dalam pengambilan keputusan.
“Dengan dukungan teknologi terkini dan tim ahli yang andal di bidangnya, kami siap membantu sektor publik yang ingin mengotomasi proses bisnisnya dengan memanfaatkan solusi chatbot VisionAnalytics-GPT,” pungkas Kevin.
Editor: Imam Suhartadi (imam_suhartadi@investor.co.id)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News