JAKARTA, investor.id - PT Lini Imaji Kreasi Ekosistem Tbk (FUTR) tak lagi sekadar dikenal sebagai perusahaan teknologi periklanan. Setelah efektif memiliki pengendali baru pada 21 Oktober 2024, FUTR memutuskan untuk merambah bisnis energi hijau, dengan target ambisius peningkatan kapasitas energi terbarukan hingga 100 megawatt (MW) dalam lima tahun mendatang.
Direktur Utama FUTR Martha Rebecca menuturkan, dorongan baru FUTR ini mendapat sokongan investasi dari pengendali baru perseroan yakni PT Hexa Prima Nusantara (HEXA Group), perusahaan dengan 20 tahun pengalaman di industri energi.
"Dukungan finansial ini menjadi pendorong kuat bagi FUTR untuk membangun masa depan hijau melalui anak perseroan, yakni Hexa Putra Mekanikal (HPM) dan Futura Energy Prima (FEP)," ujar dia dalam keterangan tertulis, Kamis (7/11/2024).
Dia memaparkan, Hexa Putra Mekanikal (HPM) siap menjadi ujung tombak dalam menciptakan infrastruktur energi terbarukan dan konstruksi ramah lingkungan di Indonesia.
Dengan fokus pada proyek-proyek hijau, HPM akan membantu mengurangi emisi melalui pembangunan yang berkelanjutan dan efisien energi. Tidak hanya membangun infrastruktur, HPM juga akan merintis layanan konstruksi yang ramah lingkungan, sebuah langkah penting menuju ekonomi rendah karbon.
Martha menerangkan, Futura Energy Prima (FEP) memiliki peran strategis dalam mengembangkan solusi karbon yang inovatif. Proyek andalan FEP adalah pemurnian CO2 menjadi kualitas food-grade, sehingga CO2 yang dihasilkan dari proses industri bisa dimanfaatkan kembali dalam industri makanan dan minuman, sektor pertanian, hingga sektor energi. Dengan demikian, FEP tidak hanya membantu mengurangi emisi, tetapi juga menciptakan nilai tambah dari emisi yang dihasilkan.
Ekspansi yang dilakukan perseroan ini sejalan dengan ceruk bisnis segmen green energy yang masif. Diketahui, sektor energi terbarukan di Indonesia diproyeksikan mencapai nilai US$ 4 miliar pada 2029, dengan target kapasitas terpasang mencapai 42 gigawatt (GW) pada tahun tersebut.
Dengan langkah strategis yang akan dilakukan, menurut Martha, perseroan diharapkan dapat mendukung komitmen Indonesia untuk mencapai 31% pangsa energi terbarukan pada 2050.
“Untuk mendorong pertumbuhan di masa depan, kami senantiasa melakukan ekspansi strategis melalui anak perusahaan kami dengan berinvestasi dalam inovasi teknologi dan diversifikasi portofolio agar selaras dengan tren industri yang berkembang,” ujar dia.
Bagi FUTR, lanjut Martha, ekspansi ke sektor energi hijau bukan sekadar langkah bisnis, tetapi juga upaya membantu klien menghemat biaya energi.
"Dengan teknologi efisiensi energi, perusahaan berharap bisa mendukung klien-kliennya untuk mengurangi konsumsi energi dan biaya operasional," tutur dia.
Editor: Muawwan Daelami (muawwandaelami@gmail.com)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News