PURWOREJO, KOMPAS.com - Kelangkaan gas bersubsidi 3 kilogram (kg) di Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, membuat resah warga dan para pedagang kecil yang menggantungkan hidup dari gas subsidi tersebut.
Seperti yang terjadi di kawasan Pasar Kenteng, Kecamatan Banyuurip.
Sudah sepekan terakhir, banyak kios dan warung yang kehabisan stok elpiji 3 kg.
Kondisi ini menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat dan pedagang setempat.
Elpiji 3 kg yang merupakan gas bersubsidi dari pemerintah ini sudah tidak tersedia di sejumlah warung atau kios di Pasar Kenteng sejak seminggu terakhir.
Hal ini membuat para pedagang kelabakan karena tidak bisa melayani warga yang ingin membeli gas tersebut.
Stok di pasaran langka
KOMPAS.COM/Muchamad Dafi Yusuf Gas melon di Kota Semarang, Jawa Tengah (Jateng) langka. Jumat (22/3/2024).Banyak warga yang bingung mencari gas 3 kg karena stok yang kosong di berbagai tempat.
Salah satu warga yang mengalami kesulitan tersebut adalah Doyok, yang sudah berkeliling ke berbagai toko penjual gas, tetapi tidak kunjung mendapatkannya.
"Wah, ke sana-sini mau beli gas habis, udah enggak ada gas, payah ini. Saya udah langganan di sini, habis. Udah, saya enggak masak, saya cari makan di warung aja," ujar Doyok, Selasa (10/9/2024).
Menurut Karmo, pemilik kios di Pasar Kenteng, kelangkaan gas 3 kg ini sudah terjadi selama dua bulan terakhir. Stok yang tersedia pun mulai berkurang drastis.
Bahkan, sudah satu minggu kiosnya tak ada gas sama sekali.
"Akhir-akhir ini kelangkaan gas karena jatah dari subagen dikurangi," ungkap dia.
Karmo menambahkan, pengurangan jatah dari subagen tersebut membuat kebutuhan gas di lingkungannya tidak mencukupi.
"Biasanya datang 20 sampai 30 tabung gas 3 kg dalam seminggu sekali. Tapi sekarang belum tahu, malah katanya ada kenaikan harga dan belum ada jatah juga," kata Karmo.
Para pedagang berharap meskipun harga gas 3 kg naik, distribusinya tetap ada agar kebutuhan warga tetap terpenuhi.
"Yang penting gasnya ada, meskipun harganya naik, agar yang mau beli gas tidak kecewa," imbuh Karmo.
Harga elpiji 3 kg naik
KOMPAS.COM/BAGUS PUJI PANUNTUN Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan alias Zulhas mengevaluasi pengawasan Pertamina terhadap takaran gas elpiji 3 kilogram di SPBE Kota Cimahi, Jawa Barat, Sabtu (1/6/2024).Kelangkaan ini menjadi perhatian masyarakat luas.
Para pedagang dan warga berharap agar pemerintah dan pihak terkait segera menanggapi keluhan ini dengan langkah nyata.
Mereka berharap kebutuhan bahan bakar sehari-hari kembali normal dan tidak mengalami kelangkaan lagi sehingga aktivitas sehari-hari dapat berjalan dengan lancar.
Sementara itu, Kabid Perizinan Barang Pokok dan Penting dan Kemeteorologian, Yunita Dewi Onggowati, mengatakan, stok gas di Kabupaten Purworejo sudah mencukupi.
Bahkan, ia juga menambah stok saat hari-hari libur agar tudak kekurangan stok di masyarakat.
Menurutnya, berdasarkan Surat Edaran No: 541.0/233 tentang Penyampaian Kuota BBM Jenis Kuota Jenis Bahan Bakar Minyak Tertentu (JBT), Jenis Bahan Bakar Minyak Khusus Penugasan (JBKP) dan LPG 3 Kg Provinsi Jawa Tengah Tahun 2024, kuota gas 3 kg untuk Kabupaten Purworejo selama setahun (2024) sebanyak 34.723 KL.
"Jadi kalau ada penimbunan saya tidak bisa bicara, karena belum pernah menemukan. Ada kemungkinan gas digunakan oleh yang tidak semestinya seperti hotel dan warung-warung besar," kata Yunita.
Ia menyampaikan, kali ini harga gas pun sudah mengalami kenaikan harga.
Untuk tingkat agen menjadi Rp 12.750 agen ke pangkalan Rp 15.520 dan harga gas dari pangkalan ke konsumen Rp 18.000.
“Sesuai aturan, distribusi gas hanya sampai ke pangkalan, pengecer itu tidak ada. Jadi masyarakat diharapkan belinya di pangkalan, jika ada pangkalan yang menjual melebihi HET bisa lapor ke kami, dengan catatan laporannya jelas,” kata dia.