REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Musisi dangdut senior Rhoma Irama membuat pengakuan tentang gelar habib yang ditawari untuk dirinya. Hal tersebut dia ungkapkan dalam podcastnya di akun Youtube @rhomairamaofficial yang diunggah pada Sabtu (20/7/2024).
Rhoma mengungkapkan itu setelah awalnya dia meragukan klaim-klaim klan Baalawi yang menyebut sejumlah pahlawan adalah habib. Namun, dia meyakini setelah dia ditelepon seorang habib beberapa bulan yang lalu.
"Bimillahirrahmanirrahim, saya buka. Saya bersumpah apa yang saya katakan ini benar," ujar Rhoma.
"Bang haji Assalamualaikum. Ente tuh habaib. Ente tuh habib ini. Ente meski datang ke Rabithah harus terima sertifikat. Hari Senin ente ke sana. Yang bayarin sertifikatnya ane.Ente gak usah bayar," tambah Rhoma menirukan ucapan habib yang menelepon tersebut.
Menurut Rhoma, dia jadi berpikir mengapa Pangeran Diponegoro dihabibkan, Imam Bonjol dihabibkan, kenapa pahlawan nasional dihabibkan. Menurutnya, itu dalam rangka mau mengklaim indoneaia dimerdekakan oleh para habaib.
"Ternyata saya pun mau diklaim dihabibkan," ujar Rhoma.
Namun, Rhoma tak menyebut apa marga habib yang ditawarkan untuknya. Dia juga enggan menyebut siapa habib yang menelepon dan menawarkan gelar tersebut karena tidak etis.
"Saya berpikir, ternyata benar klaim Baalawi tentang tokoh masyarakat, pahlawan, atau orang yang pengikutnya banyak meski diBaalawikan," ujar Rhoma.
Rhoma menduga ini ada upaya sistematis bahwa Indonesia ini dimerdekakan oleh habaib atau kalau tak ada habaib tak ada Indonesia. Yang dia sayangkan, banyak juga habib-habib muda dan masyarakat percaya klaim ini.