#30 tag 24jam
Sejarah Houthi, dari Penyebar Ajaran Syiah ke Kelompok Bersenjata
Inilah sejarah ringkas kelompok Houthi di Yaman. [728] url asal
#kelompok-houthi #gerakan-houthi #serangan-houthi #israel-serang-houthi #houthi-di-yaman #sejarah-houthi
(Republika - News) 23/07/24 16:32
v/11810059/
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Houthi atau al-Huutsiyuun adalah sebuah kelompok oposisi yang berkembang di Yaman. Bernama resmi Ansharullah, gerakan ini pertama kali muncul di negara tersebut pada periode 1990-an.
Mengutip Aljazeera, Prof Ahmed Addaghashi dari Sanaa University mengatakan, Houthi pada mulanya adalah gerakan keagamaan yang moderat. Para dai atau mubalighnya kerap menyampaikan pesan-pesan pentingnya toleransi dan keluasan wawasan berpikir kepada masyarakat lokal.
Asy-Syabab al-Mu`min (Gerakan Pemuda Mukmin) yang berada di Saada merupakan cikal bakal Houthi. Berdiri sejak 1990 (atau 1992), basis dakwah tersebut dibentuk untuk mengimbangi dakwah-dakwah yang dilakukan kelompok Wahabi di Yaman.
Asy-Syabab al-Mu`min dirintis oleh Hussein al-Houthi. Sosok ini adalah putra dari seorang ulama Syiah Zaidi yang karismatik, Badruddin al-Houthi (wafat 2010). Ia pun masih bersaudara dengan Abdul Malik al-Houthi, pemimpin Houthi saat ini.
Asy-Syabab al-Mu`min memasuki sekolah-sekolah dan bahkan mengadakan perkemahan pemuda. Tujuannya untuk memantapkan ideologi Syiah Zaidi di tengah generasi muda.
Asy-Syabab al-Mu`min menjadikan Saada, kawasan di Yaman utara, sebagai basis. Hingga kini pun, Houthi masih berpusat di distrik tersebut.
Badruddin al-Houthi merupakan pengajar di Ittihad asy-Syabab (Persatuan Pemuda), sebuah lembaga pendidikan untuk anak-anak muda Syiah Zaidi sejak 1986. Memasuki periode 1990-an, perpolitikan nasional di Yaman kian memunculkan friksi yang tajam. Orang-orang Syiah merasa tidak cukup terwakili di parlemen.
Kemudian, Ittihad asy-Syabab berubah menjadi partai politik bernama Hizbul Haqq (Partai Kebenaran). Tujuannya, menghimpun sebanyak-banyaknya suara komunitas Syiah Zaidi agar wakil mereka bisa masuk parlemen.
Cita-cita ini akhirnya terwujud. Badruddin al-Houthi duduk dalam DPR Yaman pada tahun 1993 dan lagi di tahun 1997.
Perpecahan
Sejak Hussein al-Houthi bin Badruddin al-Houthi duduk di DPR, para tokoh Syiah Yaman mengalami perpecahan. Penyebabnya, ayahanda legislator tersebut dituding mulai menyebarkan paham Syi'ah Itsna Asyariah, yang merupakan bagian dari Syi'ah Imamiyah. Akibat terus menuai penolakan, Badruddin pun hijrah ke Tehran, Iran.
Walaupun sudah ke luar negeri, pengaruh Badruddin al-Houthi dengan Itsna Asyariah-nya terus menyebar. Lambat laun, Saada dan sekitarnya pun terbelah. Ada yang bertahan dengan paham Syiah Zaidi tradisional, tetapi sebagian besar kian berpihak pada pemahaman Itsna Asyariah.
Sejak 1994, negara Yaman tenggelam dalam perang saudara. Ini memperhadapkan antara kubu utara, yang menginginkan penyatuan Yaman di satu sisi dan kubu selatan, yang menghendaki Yaman Selatan terpisah. Pada akhirnya, kubu selatan yang berhaluan sosialis kalah. Banyak tokohnya yang kemudian kabur ke luar negeri.
Iran turut campur, hingga Houthi kuasai dua pertiga Yaman ....
Hizbul Haqq yang dipimpin Hussein al-Houthi mendukung kelompok separatis selatan. Terutama sejak kemenangan kubu utara dalam perang saudara, Hussein pun melarikan diri ke Suriah. Kembali ke Yaman pada 1997, ia lantas menyatakan mundur dari Hizbul Haqq.
Dua tahun kemudian, situasi kian memanas. Bahkan, pemerintah pusat berhasil membunuh Hussein al-Houthi dalam sebuah operasi militer. Lusinan milisi Ansharullah juga ikut ditangkap.
Langkah tegas pemerintah pusat Yaman itu dijawab Houthi dengan perlawanan yang kian keras. Sejak 2005, Houthi kian mengintenskan serangan-serangan bersenjata ke bangunan-bangunan pemerintah.
Selain itu, laskar berideologi Syiah ini juga menuding bahwa Sana'a telah menjadi pelayan kepentingan Amerika Serikat (AS). Houthi pun kerap menyoroti timpangnya pembangunan. Tidak seperti Yaman selatan--termasuk ibu kota Yaman: Sana'a--yang maju, Yaman utara tampak tertinggal.
Pada 2006, tampuk kepemimpinan Ansharullah alias Houthi berada di tangan Abdul Malik al-Houthi. Ia tak lain merupakan adik dari Hussein al-Houthi.
Sebelum tahun 2011, ketegangan Houthi versus pemerintah Yaman semakin membahayakan kondisi negeri. Akhirnya, presiden Ali Abdullah Saleh meminta bantuan AS untuk mengatasi kelompok oposisi itu. Namun, Arab Spring terlebih dahulu muncul di Timur Tengah sehingga menghambat masuknya intervensi Negeri Paman Sam.
Sejak 2012, Yaman dipimpin presiden Abdrabbuh Mansur Hadi. Namun, Houthi dengan dukungan Iran terus melancarkan serangan ke istana kepresidenan. Puncaknya, pada 22 Januari 2015 milisi bersenjata itu dapat menguasai kompleks VVIP tersebut.
Mansur Hadi lantas melarikan diri ke Aden. Kekosongan kekuasaan pun terjadi, sehingga dimanfaatkan oleh Houthi. Konflik pun kian menjadi di Yaman.
Sejak 2015, sekira dua pertiga Yaman dapat dikuasai Houthi. Sementara itu, ISIS dan al-Qaeda menyatakan terlibat di Yaman dengan ditandai pengeboman di masjid sekitar istana kepresidenan di Sana'a. Ini membuat keadaan semakin kalut.
Hingga kini, Houthi menjadi sayap militer Yaman yang terus berkembang. Tujuannya, menguasai Yaman dan menjadikan Iran sebagai poros politik, militer, dan sekaligus budaya. Sejak 2005, Tehran terus memasok bantuan kepadanya, sehingga membuat pertentangan dengan Riyadh kian sengit.