#30 tag 24jam
Ini Cara Naik KRL Tanpa Kartu, Mudah dan Cepat!
Warga Jabodetabek kini bisa naik KRL Commuter Line tanpa perlu menggunakan kartu. Simak cara naik KRL tanpa kartu di sini. [783] url asal
#commuter #krl-commuter #stasiun-keberangkatan #jabodetabek #detikers #cara-naik-krl #cepat #fitur #simak #tiket-perjalanan #stasiun-tebet #gotransit #tiket-krl-commuter-line #buka #qr-code #krl-commuter-line #pembeli
(detikFinance - Ekonomi dan Bisnis) 07/11/24 18:45
v/17689326/
KRL Commuter Line menjadi salah satu moda transportasi yang banyak digunakan masyarakat Jabodetabek. Selain untuk pulang-pergi kerja, hadirnya KRL juga dimanfaatkan masyarakat untuk berkunjung ke rumah saudara atau jalan-jalan ke tempat wisata.
Untuk bisa naik KRL, setiap orang wajib membeli tiket sesuai tujuannya. Penumpang bisa menggunakan kartu uang elektronik (e-money) atau Kartu Multi Trip (KMT). Namun kini, masyarakat juga bisa membeli tiket KRL tanpa kartu, lho.
Apabila kamu lupa membawa kartu uang elektronik atau KMT, masih tetap bisa menaiki KRL dengan membeli tiket lewat smartphone. Bagaimana caranya? Simak penjelasannya di bawah ini.
Cara Naik KRL Tanpa Kartu
Hingga saat ini, satu-satunya cara untuk menaiki KRL tanpa kartu adalah dengan membeli tiketnya melalui aplikasi GoJek. Di dalamnya terdapat fitur GoTransit yang berguna untuk membeli tiket perjalanan KRL Commuter Line.
Cara beli tiket KRL lewat GoTransit juga mudah dan cepat. Namun, pastikan kamu telah membuat akun GoJek terlebih dahulu, baru setelah itu bisa membeli tiket KRL.
Apabila sudah memiliki akun GoJek, kini simak cara membeli tiket KRL lewat GoTransit berikut ini:
- Buka aplikasi GoJek di smartphone
- Di halaman utama, pilih opsi 'Lainnya'
- Scroll layar ke bawah dan pilih menu 'GoTransit'
- Kemudian ketuk 'Beli tiket'
- Lalu, pilih stasiun keberangkatan dengan mengetik di kolom pencarian. Misalnya 'Stasiun Kebayoran'
- Kemudian pilih stasiun tujuan dengan mengetik di kolom pencarian. Contohnya 'Stasiun Lenteng Agung'
- Setelah itu, muncul biaya tiket KRL dari stasiun keberangkatan menuju stasiun tujuan
- Lalu pilih pembayaran lewat saldo GoPay
- Kemudian ketuk 'Bayar tiket' untuk membeli tiket KRL
- Kamu telah berhasil membeli tiket KRL Commuter Line. Kemudian akan muncul QR Code yang digunakan untuk masuk dan keluar stasiun.
Cara Scan QR Code Tiket KRL Commuter Line
Ada cara khusus untuk bisa naik-turun KRL Commuter Line dengan menggunakan QR Code. Kalau menggunakan e-money atau KMT, cukup tempelkan kartu di gate (pintu) stasiun hingga lampu berubah warna menjadi hijau.
Lalu, bagaimana jika menggunakan QR Code? Simak langkah-langkahnya di bawah ini:
- Pergi ke stasiun keberangkatan
- Sebelum masuk ke stasiun, siapkan QR Code yang ada di aplikasi GoJek. QR Code tersebut akan digunakan untuk naik-turun KRL
- Setibanya di depan gate, pindai (scan) QR Code ke mesin yang terletak di bawah
- Tunggu beberapa saat sampai lampu gate berubah warna menjadi hijau dan kamu sudah berhasil masuk ke stasiun.
Setibanya di stasiun tujuan, detikers juga perlu melakukan pindai QR Code di pintu keluar. Caranya sama seperti di atas, yakni scan pada mesin yang letaknya ada di bawah.
Cara Mengganti Stasiun Tujuan di GoTransit
Jika kamu diharuskan turun di stasiun tujuan yang berbeda, sedangkan sudah terlanjur membeli tiket lewat GoTransit, jangan khawatir. Soalnya kamu masih bisa mengganti stasiun tujuan.
Bagaimana caranya? Simak di bawah ini:
- Di halaman utama GoTransit, ketuk menu 'Tiket masuk'
- Lalu pilih opsi 'Edit tiket'
- Kemudian pilih stasiun tujuan yang baru dengan cara mengetik di kolom pencarian. Misalnya 'Stasiun Tebet'
- Setelah itu, muncul biaya tiket KRL dari stasiun keberangkatan menuju stasiun tujuan. Pastikan kembali jika stasiun tujuan sudah benar
- Kemudian lakukan pembelian tiket KRL baru dengan mengetuk 'Bayar tiket baru'
- Selesai, nantinya akan muncul QR Code yang bisa digunakan untuk keluar dari stasiun KRL.
Sebagai pengingat, agar tidak menghambat antrian penumpang yang ingin naik-turun KRL, sebaiknya siapkan QR Code sebelum tiba di pintu stasiun, ya!
Itu dia cara naik KRL tanpa kartu dengan membeli tiketnya melalui aplikasi GoJek. Semoga dapat membantu detikers.
(ilf/fds)
Wawancara Eksklusif dengan Product Manager Gojek Arum dan Renata, Kupas Tuntas Potensi Talenta Lokal Indonesia Halaman all
Peningkatan kualitas talenta yang signifikan di Indonesia juga didukung dengan pertumbuhan ekosistem teknologi. Halaman all [1,852] url asal
#kemendikbud #gojek #training #data-analyst #gotransit #goto
(Kompas.com) 28/10/24 16:30
v/17114577/
KOMPAS.com – Tujuh tahun bukan waktu yang singkat bagi Renata Clara Kumala untuk menggeluti sistem teknologi di Gojek.
Lulusan Bachelor of Commerce dan Master of Finance dari UNSW Business School Australia itu mengawali karier di Gojek sebagai Technical Product Manager, kemudian menjabat sebagai Deputy Head of Business Intelligence, dan Product Management Manager di tim Data Platform.
Selama masa jabatannya, Renata berkontribusi dalam memindahkan data warehouse Gojek ke cloud, mengembangkan produk untuk data governance, termasuk kualitas data dan katalog data, serta perlindungan data dan privasi, memperbarui platform eksperimen Gojek, serta menyusun jalur karier untuk tim Data Analyst dan Data Engineering Gojek.
Dalam dua setengah tahun terakhir, Renata bergabung dengan tim Customer Platform Gojek. Saat ini, Renata menjabat sebagai Group Product Manager dan fokus pada proses pendaftaran pengguna, login, integrasi akun, dan Gojek PLUS.
Keandalan skill Renata berbuah manis. Hal ini terlihat dari peningkatan pendapatan iklan di Gojek Home yang mencapai sepuluh kali lipat dan konversi traffic dari Gojek Home ke halaman produk utama Gojek sebesar 9 persen dibandingkan sebelumnya. Selain itu, ia berhasil mengurangi tiket keluhan pengguna untuk produk yang dikelola timnya lebih dari 30 persen.
Keseriusan menggeluti bidang teknologi juga dialami Arum Kusalawicitra. Lulusan jurusan psikologi ini memulai karier di Gojek sebagai Product/UX Researcher pada 2015.
Berbekal pengalaman dan kemampuannya dalam menelaah kebutuhan target pasar untuk diolah menjadi strategi yang tepat, Arum dipercaya memimpin pengembangan serta strategi berbagai produk baru, seperti GoPoints, GoDeals, GoInstant, GoCorp, dan GoTransit, pada 2018.
Saat ini, Arum menjabat sebagai Group Product Manager Transport dan bertanggung jawab dalam manajemen produk GoTransit dan GoCorp.
Selama 8 tahun pengabdiannya di Gojek Indonesia, Arum secara konsisten terus menunjukkan keahliannya dalam manajemen produk di berbagai sektor.
Keahlian Arum sebagai product manager juga dapat dilihat dari hasil yang positif dalam pengembangan dan pertumbuhan produk. Kontribusinya juga berhasil meningkatkan pendapatan pada beberapa produk dengan inovasinya.
Saat ini, Arum dan Renata aktif menjadi mentor GoTo APM Bootcamp yang merupakan product manager bootcamp pertama di Indonesia dengan pendekatan on-the-job training serta kurikulum berstandar internasional untuk mencetak para pemimpin masa depan bangsa khususnya di bidang teknologi.
Tim Kompas.com berhasil mendapatkan waktu untuk melakukan wawancara eksklusif dengan Arum dan Renata mengenai masa depan industri teknologi dan potensi yang dimiliki oleh talenta digital lokal.
Berikut adalah wawancara lengkapnya.
Menurut Arum dan Renata, bagaimana kualitas talenta Indonesia di bidang teknologi saat ini? Dan, apa yang harus dilakukan untuk meningkatkan kualitas tersebut?
Renata: Kualitas talenta Indonesia di bidang teknologi saat ini menunjukkan kemajuan yang signifikan, terutama dalam beberapa tahun terakhir. Banyak universitas dan lembaga pendidikan yang mulai menawarkan program-program yang relevan dengan kebutuhan industri, seperti ilmu komputer dan data science. Selain itu, semakin banyak coding bootcamp dan pelatihan online yang membantu individu mengembangkan keterampilan praktis.
Namun, tantangannya juga masih ada. Salah satunya adalah gap antara kurikulum pendidikan dan kebutuhan pasar. Banyak lulusan yang belum sepenuhnya siap menghadapi tantangan di dunia kerja, terutama dalam hal keterampilan praktis serta soft skills, seperti komunikasi dan kolaborasi.
Untuk meningkatkan kualitas talenta di bidang teknologi, ada beberapa langkah yang bisa diambil.
Pertama, kolaborasi antara industri dan akademisi. Misalnya, kerja sama untuk menyusun kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan industri atau program magang.
Kedua, pelatihan berkelanjutan lewat kursus online, workshop, dan seminar. Ini membantu mereka tetap up-to-date dengan perkembangan terbaru di bidang teknologi. Di Gojek, kami selalu di-support untuk ambil online courses, khususnya beradaptasi dengan AI tools, seperti Microsoft Copilot.
Ketiga, meningkatkan skill berbahasa Inggris. Ini penting karena hampir semua dokumentasi teknologi ditulis dalam bahasa Inggris. Belajar bahasa Mandarin juga bermanfaat, mengingat banyaknya perusahaan teknologi dari China.
Arum: Menambahkan apa yang Renata sampaikan, peningkatan kualitas talenta yang signifikan di Indonesia juga didukung dengan pertumbuhan ekosistem teknologi. Tumbuhnya startup dan unicorn di Indonesia mendorong talenta teknologi lokal untuk belajar dan berkembang sehingga membutuhkan keterlibatan langsung mereka di perusahaan-perusahaan.
Gojek GoTo APM Bootcamp bisa mendukung role mereka sebagai seorang product manager yang berperan dalam menciptakan inovasi yang berdampak positif bagi banyak orang.Perusahaan dan lembaga lain telah melakukan program pelatihan teknologi atau program tech talent development sejenis, apa yang membuat APM Bootcamp ini berbeda dengan pelatihan teknologi lain?
Arum: Di GoTo APM Bootcamp, kurikulumnya berlandaskan pengalaman praktis yang dirancang oleh para product manager (PM) dengan pengalaman mendalam dan sudah terjun langsung dalam industri teknologi selama bertahun-tahun. Dengan demikian, kurikulum ini sangat komprehensif dan applicable bagi siapa saja yang ingin mengembangkan karier sebagai product manager.
Materi yang diberikan mencakup berbagai aspek kunci dalam pengembangan produk, seperti manajemen produk (product management), desain produk (product design), penelitian pengguna (user research), pengembangan teknologi (engineering), pengolahan data (data analytics), serta eksperimen produk (product experimentation). Keenam bidang ini menjadi bekal agar para peserta memahami setiap tahap dalam siklus pengembangan produk, mulai dari ideation hingga peluncuran.
Peserta juga akan mempelajari cara berkolaborasi dengan tim lintas fungsi, membuat keputusan berbasis data, serta mengelola proyek dengan ketepatan waktu dan kualitas yang tinggi. Dengan demikian, kurikulum ini memberikan modal penting bagi mereka yang ingin menjadi PM yang kompeten dan siap berkompetisi di industri teknologi.
Selain dari segi kurikulum, salah satu keunggulan utama dari GoTo APM Bootcamp adalah kesempatan unik untuk mendapatkan mentoring langsung dari para ahli di bidangnya masing-masing.
Proses mentoring ini dirancang untuk membantu peserta memahami tantangan yang nyata di industri, serta cara-cara efektif untuk mengatasinya. Mentor akan memberikan insight, feedback, serta arahan yang sangat berharga sehingga membantu peserta untuk lebih percaya diri dan siap menghadapi dinamika pekerjaan di bidang teknologi.
Ini adalah kesempatan luar biasa bagi peserta untuk membangun hubungan dengan praktisi industri serta memperdalam pengetahuan mereka melalui diskusi intensif dan pembelajaran yang bersifat praktis.
Secara keseluruhan, program ini menawarkan kombinasi yang sempurna antara kurikulum berbasis pengalaman praktis dan bimbingan langsung dari para ahli sehingga memastikan peserta siap untuk berperan sebagai product manager di dunia teknologi yang semakin kompetitif.
Apa tantangan perusahaan atau industri yang kalian coba selesaikan dengan mengadakan program APM Bootcamp?
Arum: Industri teknologi adalah salah satu pendorong utama pertumbuhan ekonomi digital Indonesia. Sebagai karya anak bangsa yang berkomitmen untuk berjuang demi pertumbuhan Indonesia, GoTo terus berperan aktif dalam mendorong transformasi digital di Tanah Air.
Kami percaya bahwa pemanfaatan teknologi adalah cara efektif untuk menciptakan dampak sosial yang positif. Inilah alasan kami meluncurkan GoTo APM Bootcamp, yakni untuk mengasah talenta digital teknologi lokal, menempatkan mereka di pusat inovasi kami, serta menavigasi implementasi program-program yang dapat meningkatkan kualitas hidup jutaan orang.
Menurut Anda, apa yang membuat APM Bootcamp menjadi salah satu program yang sangat penting dan bermanfaat bagi para calon product manager?
Arum: Yang pasti, program APM Bootcamp menyediakan on-the-job training yang sangat komprehensif dan juga menggunakan kurikulum kelas dunia yang didesain untuk mengembangkan dan mempercepat pertumbuhan dari talenta lokal pada industri teknologi.
Selain itu, pelatihan ini juga bertujuan memahami lebih jauh bagaimana seorang product manager bekerja maka para peserta akan dihadapkan langsung dengan praktik, yaitu membuat salah satu produk dari Gojek untuk menjadi lebih familier di publik. Program ini juga membuka kesempatan bagi para peserta untuk menjadi bagian dari Grup GoTo.
Apa tolok ukur yang menyatakan program APM Bootcamp ini berhasil?
Renata: Bagi saya, keberhasilan program ini adalah ketika pengalaman yang didapat selama program APM Bootcamp bisa mendukung role mereka sebagai seorang product manager yang berperan dalam menciptakan inovasi yang berdampak positif bagi banyak orang.
Gojek Kurikulum GoTo APM Bootcamp dirancang berlandaskan pengalaman praktis.yang dirancang oleh para product manager (PM) dengan pengalaman mendalam dan sudah terjun langsung dalam industri teknologi selama bertahun-tahun.Bagaimana kalian memilih 10 orang peserta dari 200 pendaftar yang berasal dari berbagai universitas unggulan di Indonesia? Apa tiga kriteria utama dari peserta terpilih tersebut?
Arum:Pertama, Product Analysis and Critical Thinking. Dalam proses interviu, peserta dihadapkan pada tugas untuk menganalisis sebuah produk teknologi secara singkat. Tujuan dari tahap ini adalah untuk mengevaluasi seberapa dalam peserta memahami sebuah produk.
Kami akan melihat bagaimana mereka dapat membuat penilaian mengenai target segmen pengguna, menganalisis kelebihan dan kekurangan produk, serta mengidentifikasi peluang untuk perbaikan atau pengembangan produk. Skill ini menunjukkan kemampuan peserta dalam berpikir kritis dan melihat produk secara holistik yang penting dalam pengembangan strategi produk yang tepat.
Kedua, Problem-Solving and Strategic Decision Making. Pada tahap ini, peserta diminta untuk menganalisis suatu masalah, melakukan root cause analysis, dan mengidentifikasi area untuk perbaikan. Fokus kami adalah pada kesinambungan antara masalah yang diambil dan solusi yang ditawarkan oleh peserta.
Kami menilai apakah solusi yang diajukan benar-benar efektif dalam menyelesaikan masalah, serta bagaimana peserta menentukan indikator keberhasilan (success metrics). Skill ini penting untuk melihat sejauh mana kemampuan peserta dalam memecahkan masalah secara strategis dan menentukan langkah yang paling tepat untuk mencapai solusi.
Ketiga, Logical Reasoning and Quantitative Skills. Kemampuan logika dan matematika peserta diuji untuk menilai seberapa kuat keterampilan mereka dalam berpikir secara logis dan kuantitatif.
Kami akan melihat bagaimana mereka menggunakan angka dan logika untuk mengambil keputusan, baik itu dalam konteks analisis data, membuat estimasi, maupun memecahkan masalah yang melibatkan perhitungan kompleks. Skill ini sangat penting dalam pengembangan produk berbasis teknologi yang sering kali membutuhkan kemampuan untuk menganalisis data secara cermat dan logis.
Dari rangkaian kegiatan yang akan diikuti oleh para peserta, apa kegiatan yang menurut kalian paling menarik?
Renata: Kesempatan untuk rotasi ke tim yang berbeda setiap 6 bulan memberikan peserta eksposur yang luas terhadap berbagai pernyataan masalah, mentor, dan tim secara efisien
Apa kualitas atau skill yang membedakan product manager di GoTo dengan di perusahaan lain?
Arum: Melihat skala pengguna yang besar dari produk kami, setiap product manager dituntut untuk mahir dalam menggunakan data kualitatif dan kuantitatif sebagai dasar pengambilan keputusan. Data tersebut menjadi kunci dalam menentukan solusi baru yang akan ditawarkan kepada pengguna dengan analisis mendalam terhadap perilaku, kebutuhan, dan feedback pengguna.
Selain itu, setiap solusi atau fitur yang akan dirilis juga harus melalui tahapan eksperimen. Hal ini penting untuk memastikan bahwa fitur tersebut benar-benar menjawab masalah pengguna dan memberikan dampak yang signifikan sebelum diluncurkan secara penuh. Pendekatan berbasis data dan eksperimen ini membantu kami merancang solusi yang tepat sasaran dan efektif.
Apakah ada saran untuk adik-adik yang ingin berkarier sebagai product manager?
Renata: Ada beberapa buku klasik dalam dunia product management yang bisa dipelajari teman-teman tanpa harus bekerja sebagai product manager terlebih dahulu. Salah satunya adalah buku Cracking the PM Interview: How to Land a Product Manager Job in Technology karya Gayle McDowell dan Jackie Bavaro yang sangat membantu dalam mempersiapkan diri untuk wawancara posisi product manager.
Selain itu, ada pula buku Inspired: How to Create Tech Products Customers Love karya Marty Cagan juga sangat baik dalam menjelaskan beberapa dasar proses menjadi product manager.
Wawancara Eksklusif dengan Product Manager Gojek Arum dan Renata, Kupas Tuntas Potensi Talenta Lokal Indonesia
Peningkatan kualitas talenta yang signifikan di Indonesia juga didukung dengan pertumbuhan ekosistem teknologi. Halaman all [1,852] url asal
#kemendikbud #gojek #training #data-analyst #gotransit #goto
(Kompas.com - Money) 28/10/24 16:30
v/17106601/
KOMPAS.com – Tujuh tahun bukan waktu yang singkat bagi Renata Clara Kumala untuk menggeluti sistem teknologi di Gojek.
Lulusan Bachelor of Commerce dan Master of Finance dari UNSW Business School Australia itu mengawali karier di Gojek sebagai Technical Product Manager, kemudian menjabat sebagai Deputy Head of Business Intelligence, dan Product Management Manager di tim Data Platform.
Selama masa jabatannya, Renata berkontribusi dalam memindahkan data warehouse Gojek ke cloud, mengembangkan produk untuk data governance, termasuk kualitas data dan katalog data, serta perlindungan data dan privasi, memperbarui platform eksperimen Gojek, serta menyusun jalur karier untuk tim Data Analyst dan Data Engineering Gojek.
Dalam dua setengah tahun terakhir, Renata bergabung dengan tim Customer Platform Gojek. Saat ini, Renata menjabat sebagai Group Product Manager dan fokus pada proses pendaftaran pengguna, login, integrasi akun, dan Gojek PLUS.
Keandalan skill Renata berbuah manis. Hal ini terlihat dari peningkatan pendapatan iklan di Gojek Home yang mencapai sepuluh kali lipat dan konversi traffic dari Gojek Home ke halaman produk utama Gojek sebesar 9 persen dibandingkan sebelumnya. Selain itu, ia berhasil mengurangi tiket keluhan pengguna untuk produk yang dikelola timnya lebih dari 30 persen.
Keseriusan menggeluti bidang teknologi juga dialami Arum Kusalawicitra. Lulusan jurusan psikologi ini memulai karier di Gojek sebagai Product/UX Researcher pada 2015.
Berbekal pengalaman dan kemampuannya dalam menelaah kebutuhan target pasar untuk diolah menjadi strategi yang tepat, Arum dipercaya memimpin pengembangan serta strategi berbagai produk baru, seperti GoPoints, GoDeals, GoInstant, GoCorp, dan GoTransit, pada 2018.
Saat ini, Arum menjabat sebagai Group Product Manager Transport dan bertanggung jawab dalam manajemen produk GoTransit dan GoCorp.
Selama 8 tahun pengabdiannya di Gojek Indonesia, Arum secara konsisten terus menunjukkan keahliannya dalam manajemen produk di berbagai sektor.
Keahlian Arum sebagai product manager juga dapat dilihat dari hasil yang positif dalam pengembangan dan pertumbuhan produk. Kontribusinya juga berhasil meningkatkan pendapatan pada beberapa produk dengan inovasinya.
Saat ini, Arum dan Renata aktif menjadi mentor GoTo APM Bootcamp yang merupakan product manager bootcamp pertama di Indonesia dengan pendekatan on-the-job training serta kurikulum berstandar internasional untuk mencetak para pemimpin masa depan bangsa khususnya di bidang teknologi.
Tim Kompas.com berhasil mendapatkan waktu untuk melakukan wawancara eksklusif dengan Arum dan Renata mengenai masa depan industri teknologi dan potensi yang dimiliki oleh talenta digital lokal.
Berikut adalah wawancara lengkapnya.
Menurut Arum dan Renata, bagaimana kualitas talenta Indonesia di bidang teknologi saat ini? Dan, apa yang harus dilakukan untuk meningkatkan kualitas tersebut?
Renata: Kualitas talenta Indonesia di bidang teknologi saat ini menunjukkan kemajuan yang signifikan, terutama dalam beberapa tahun terakhir. Banyak universitas dan lembaga pendidikan yang mulai menawarkan program-program yang relevan dengan kebutuhan industri, seperti ilmu komputer dan data science. Selain itu, semakin banyak coding bootcamp dan pelatihan online yang membantu individu mengembangkan keterampilan praktis.
Namun, tantangannya juga masih ada. Salah satunya adalah gap antara kurikulum pendidikan dan kebutuhan pasar. Banyak lulusan yang belum sepenuhnya siap menghadapi tantangan di dunia kerja, terutama dalam hal keterampilan praktis serta soft skills, seperti komunikasi dan kolaborasi.
Untuk meningkatkan kualitas talenta di bidang teknologi, ada beberapa langkah yang bisa diambil.
Pertama, kolaborasi antara industri dan akademisi. Misalnya, kerja sama untuk menyusun kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan industri atau program magang.
Kedua, pelatihan berkelanjutan lewat kursus online, workshop, dan seminar. Ini membantu mereka tetap up-to-date dengan perkembangan terbaru di bidang teknologi. Di Gojek, kami selalu di-support untuk ambil online courses, khususnya beradaptasi dengan AI tools, seperti Microsoft Copilot.
Ketiga, meningkatkan skill berbahasa Inggris. Ini penting karena hampir semua dokumentasi teknologi ditulis dalam bahasa Inggris. Belajar bahasa Mandarin juga bermanfaat, mengingat banyaknya perusahaan teknologi dari China.
Arum: Menambahkan apa yang Renata sampaikan, peningkatan kualitas talenta yang signifikan di Indonesia juga didukung dengan pertumbuhan ekosistem teknologi. Tumbuhnya startup dan unicorn di Indonesia mendorong talenta teknologi lokal untuk belajar dan berkembang sehingga membutuhkan keterlibatan langsung mereka di perusahaan-perusahaan.
Gojek GoTo APM Bootcamp bisa mendukung role mereka sebagai seorang product manager yang berperan dalam menciptakan inovasi yang berdampak positif bagi banyak orang.Perusahaan dan lembaga lain telah melakukan program pelatihan teknologi atau program tech talent development sejenis, apa yang membuat APM Bootcamp ini berbeda dengan pelatihan teknologi lain?
Arum: Di GoTo APM Bootcamp, kurikulumnya berlandaskan pengalaman praktis yang dirancang oleh para product manager (PM) dengan pengalaman mendalam dan sudah terjun langsung dalam industri teknologi selama bertahun-tahun. Dengan demikian, kurikulum ini sangat komprehensif dan applicable bagi siapa saja yang ingin mengembangkan karier sebagai product manager.
Materi yang diberikan mencakup berbagai aspek kunci dalam pengembangan produk, seperti manajemen produk (product management), desain produk (product design), penelitian pengguna (user research), pengembangan teknologi (engineering), pengolahan data (data analytics), serta eksperimen produk (product experimentation). Keenam bidang ini menjadi bekal agar para peserta memahami setiap tahap dalam siklus pengembangan produk, mulai dari ideation hingga peluncuran.
Peserta juga akan mempelajari cara berkolaborasi dengan tim lintas fungsi, membuat keputusan berbasis data, serta mengelola proyek dengan ketepatan waktu dan kualitas yang tinggi. Dengan demikian, kurikulum ini memberikan modal penting bagi mereka yang ingin menjadi PM yang kompeten dan siap berkompetisi di industri teknologi.
Selain dari segi kurikulum, salah satu keunggulan utama dari GoTo APM Bootcamp adalah kesempatan unik untuk mendapatkan mentoring langsung dari para ahli di bidangnya masing-masing.
Proses mentoring ini dirancang untuk membantu peserta memahami tantangan yang nyata di industri, serta cara-cara efektif untuk mengatasinya. Mentor akan memberikan insight, feedback, serta arahan yang sangat berharga sehingga membantu peserta untuk lebih percaya diri dan siap menghadapi dinamika pekerjaan di bidang teknologi.
Ini adalah kesempatan luar biasa bagi peserta untuk membangun hubungan dengan praktisi industri serta memperdalam pengetahuan mereka melalui diskusi intensif dan pembelajaran yang bersifat praktis.
Secara keseluruhan, program ini menawarkan kombinasi yang sempurna antara kurikulum berbasis pengalaman praktis dan bimbingan langsung dari para ahli sehingga memastikan peserta siap untuk berperan sebagai product manager di dunia teknologi yang semakin kompetitif.
Apa tantangan perusahaan atau industri yang kalian coba selesaikan dengan mengadakan program APM Bootcamp?
Arum: Industri teknologi adalah salah satu pendorong utama pertumbuhan ekonomi digital Indonesia. Sebagai karya anak bangsa yang berkomitmen untuk berjuang demi pertumbuhan Indonesia, GoTo terus berperan aktif dalam mendorong transformasi digital di Tanah Air.
Kami percaya bahwa pemanfaatan teknologi adalah cara efektif untuk menciptakan dampak sosial yang positif. Inilah alasan kami meluncurkan GoTo APM Bootcamp, yakni untuk mengasah talenta digital teknologi lokal, menempatkan mereka di pusat inovasi kami, serta menavigasi implementasi program-program yang dapat meningkatkan kualitas hidup jutaan orang.
Menurut Anda, apa yang membuat APM Bootcamp menjadi salah satu program yang sangat penting dan bermanfaat bagi para calon product manager?
Arum: Yang pasti, program APM Bootcamp menyediakan on-the-job training yang sangat komprehensif dan juga menggunakan kurikulum kelas dunia yang didesain untuk mengembangkan dan mempercepat pertumbuhan dari talenta lokal pada industri teknologi.
Selain itu, pelatihan ini juga bertujuan memahami lebih jauh bagaimana seorang product manager bekerja maka para peserta akan dihadapkan langsung dengan praktik, yaitu membuat salah satu produk dari Gojek untuk menjadi lebih familier di publik. Program ini juga membuka kesempatan bagi para peserta untuk menjadi bagian dari Grup GoTo.
Apa tolok ukur yang menyatakan program APM Bootcamp ini berhasil?
Renata: Bagi saya, keberhasilan program ini adalah ketika pengalaman yang didapat selama program APM Bootcamp bisa mendukung role mereka sebagai seorang product manager yang berperan dalam menciptakan inovasi yang berdampak positif bagi banyak orang.
Gojek Kurikulum GoTo APM Bootcamp dirancang berlandaskan pengalaman praktis.yang dirancang oleh para product manager (PM) dengan pengalaman mendalam dan sudah terjun langsung dalam industri teknologi selama bertahun-tahun.Bagaimana kalian memilih 10 orang peserta dari 200 pendaftar yang berasal dari berbagai universitas unggulan di Indonesia? Apa tiga kriteria utama dari peserta terpilih tersebut?
Arum:Pertama, Product Analysis and Critical Thinking. Dalam proses interviu, peserta dihadapkan pada tugas untuk menganalisis sebuah produk teknologi secara singkat. Tujuan dari tahap ini adalah untuk mengevaluasi seberapa dalam peserta memahami sebuah produk.
Kami akan melihat bagaimana mereka dapat membuat penilaian mengenai target segmen pengguna, menganalisis kelebihan dan kekurangan produk, serta mengidentifikasi peluang untuk perbaikan atau pengembangan produk. Skill ini menunjukkan kemampuan peserta dalam berpikir kritis dan melihat produk secara holistik yang penting dalam pengembangan strategi produk yang tepat.
Kedua, Problem-Solving and Strategic Decision Making. Pada tahap ini, peserta diminta untuk menganalisis suatu masalah, melakukan root cause analysis, dan mengidentifikasi area untuk perbaikan. Fokus kami adalah pada kesinambungan antara masalah yang diambil dan solusi yang ditawarkan oleh peserta.
Kami menilai apakah solusi yang diajukan benar-benar efektif dalam menyelesaikan masalah, serta bagaimana peserta menentukan indikator keberhasilan (success metrics). Skill ini penting untuk melihat sejauh mana kemampuan peserta dalam memecahkan masalah secara strategis dan menentukan langkah yang paling tepat untuk mencapai solusi.
Ketiga, Logical Reasoning and Quantitative Skills. Kemampuan logika dan matematika peserta diuji untuk menilai seberapa kuat keterampilan mereka dalam berpikir secara logis dan kuantitatif.
Kami akan melihat bagaimana mereka menggunakan angka dan logika untuk mengambil keputusan, baik itu dalam konteks analisis data, membuat estimasi, maupun memecahkan masalah yang melibatkan perhitungan kompleks. Skill ini sangat penting dalam pengembangan produk berbasis teknologi yang sering kali membutuhkan kemampuan untuk menganalisis data secara cermat dan logis.
Dari rangkaian kegiatan yang akan diikuti oleh para peserta, apa kegiatan yang menurut kalian paling menarik?
Renata: Kesempatan untuk rotasi ke tim yang berbeda setiap 6 bulan memberikan peserta eksposur yang luas terhadap berbagai pernyataan masalah, mentor, dan tim secara efisien
Apa kualitas atau skill yang membedakan product manager di GoTo dengan di perusahaan lain?
Arum: Melihat skala pengguna yang besar dari produk kami, setiap product manager dituntut untuk mahir dalam menggunakan data kualitatif dan kuantitatif sebagai dasar pengambilan keputusan. Data tersebut menjadi kunci dalam menentukan solusi baru yang akan ditawarkan kepada pengguna dengan analisis mendalam terhadap perilaku, kebutuhan, dan feedback pengguna.
Selain itu, setiap solusi atau fitur yang akan dirilis juga harus melalui tahapan eksperimen. Hal ini penting untuk memastikan bahwa fitur tersebut benar-benar menjawab masalah pengguna dan memberikan dampak yang signifikan sebelum diluncurkan secara penuh. Pendekatan berbasis data dan eksperimen ini membantu kami merancang solusi yang tepat sasaran dan efektif.
Apakah ada saran untuk adik-adik yang ingin berkarier sebagai product manager?
Renata: Ada beberapa buku klasik dalam dunia product management yang bisa dipelajari teman-teman tanpa harus bekerja sebagai product manager terlebih dahulu. Salah satunya adalah buku Cracking the PM Interview: How to Land a Product Manager Job in Technology karya Gayle McDowell dan Jackie Bavaro yang sangat membantu dalam mempersiapkan diri untuk wawancara posisi product manager.
Selain itu, ada pula buku Inspired: How to Create Tech Products Customers Love karya Marty Cagan juga sangat baik dalam menjelaskan beberapa dasar proses menjadi product manager.
Sukses Kembangkan GoTransit, Gojek Raih 2 Penghargaan DTKJ Awards 2024 Halaman all
Gojek meraih dua penghargaan sebagai “Aplikator Online Favorit Masyarakat” dan “Aplikator Online yang Mendukung Integrasi Angkutan Umum”. Halaman all?page=all [557] url asal
#transportasi-publik #ojek-online #moda-transportasi #gojek #gotransit #dewan-transportasi-kota-jakarta-dtkj #layanan-on-demand
(Kompas.com) 23/09/24 19:07
v/15459801/
KOMPAS.com – Pelopor layanan on-demand di Indonesia dari PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk, Gojek, mendapatkan penghargaan dari Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ) pada ajang DTKJ Awards 2024, Kamis (19/9/2024).
Gojek meraih dua penghargaan sebagai “Aplikator Online Favorit Masyarakat” dan “Aplikator Online yang Mendukung Integrasi Angkutan Umum”.
Penghargaan itu mengukuhkan posisi Gojek sebagai penyedia layanan ride-hailing pilihan utama masyarakat yang memenuhi ragam kebutuhan mobilitas sehari-hari. Terlebih, bagi masyarakat melakukan perjalanan multimoda-kombinasi beberapa moda transportasi dalam satu perjalanan.
Penilaian dalam ajang penghargaan tersebut didasarkan pada survei yang dilakukan terhadap masyarakat pengguna angkutan umum, serta penilaian terhadap inovasi dan upaya Gojek dalam menciptakan integrasi dengan moda transportasi lain lewat keberadaan fitur GoTransit.
Head of Transport and Logistic Business Gojek Steven Halim mengatakan, GoTransit merupakan solusi pertama di dunia yang dikembangkan Gojek untuk menghubungkan perjalanan ride-hailing dan transportasi publik.
Inovasi tersebut merupakan komitmen Gojek dalam mendukung program pemerintah untuk menyediakan layanan transportasi publik yang mudah diakses dan nyaman.
Steven mengatakan, dua penghargaan dari DTKJ itu merupakan bukti nyata terciptanya manfaat langsung yang dirasakan masyarakat lewat keberadaan layanan GoTransit.
“Penghargaan ini menjadi dorongan tambahan bagi kami untuk terus berinovasi dan memperluas dampak positif dari layanan mobilitas Gojek ke lebih banyak masyarakat pengguna transportasi publik,” ujarnya dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Jumat (20/9/2024).
Kepala DTKJ Haris Muhammadun mengatakan, apresiasi tersebut diberikan kepada Gojek atas kontribusinya dalam mengubah wajah transportasi di Jakarta.
Menurutnya, capaian Gojek sebagai Aplikator Online Favorit Masyarakat merupakan bukti nyata Gojek sebagai pilihan utama masyarakat. Maka dari itu, pihaknya berharap, layanan itu dapat terus ditingkatkan.
“Kami juga mengapresiasi keberhasilan Gojek sebagai Aplikator Online yang Mendukung Integrasi Angkutan Umum lewat peran Gojek di first mile dan last mile. Kami juga mengapresiasi GoTransit yang akan mendorong masyarakat untuk lebih memilih angkutan umum dan mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi,” imbuhnya.
Keunggulan GoTransit
Fitur GoTransit dari Gojek merupakan layanan yang dirancang untuk memudahkan pengguna dalam melakukan perjalanan multimoda dengan mengintegrasikan layanan Gojek dengan angkutan umum lain, yaitu KRL Commuter Line.
Dengan GoTransit, masyarakat bisa memesan layanan GoRide untuk menuju ataupun melanjutkan perjalanan dari stasiun, serta membeli tiket commuter line dalam satu transaksi.
Kemudahan GoTransit turut didukung keberadaan shelter driver Gojek yang terintegrasi dengan stasiun KRL Commuter Line di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek). Keberadaan fasilitas ini mempermudah pengguna sehingga mereka bisa melanjutkan perjalanan dari stasiun menuju tujuan akhir dengan cepat.
Saat ini, terdapat 18 shelter driver Gojek yang berlokasi hub transportasi publik dan sejumlah stasiun commuter line paling sibuk di wilayah Jabodetabek.
dok. Gojek Fasilitas shelter driver Gojek yang telah direvitalisasi di area Stasiun KRL Commuter Line Sudirman.
Sukses Kembangkan GoTransit, Gojek Raih 2 Penghargaan DTKJ Awards 2024
Gojek meraih dua penghargaan sebagai “Aplikator Online Favorit Masyarakat” dan “Aplikator Online yang Mendukung Integrasi Angkutan Umum”. Halaman all [717] url asal
#transportasi-publik #ojek-online #moda-transportasi #gojek #gotransit #dewan-transportasi-kota-jakarta-dtkj #layanan-on-demand
(Kompas.com - Money) 23/09/24 19:07
v/15447696/
KOMPAS.com – Pelopor layanan on-demand di Indonesia dari PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk, Gojek, mendapatkan penghargaan dari Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ) pada ajang DTKJ Awards 2024, Kamis (19/9/2024).
Gojek meraih dua penghargaan sebagai “Aplikator Online Favorit Masyarakat” dan “Aplikator Online yang Mendukung Integrasi Angkutan Umum”.
Penghargaan itu mengukuhkan posisi Gojek sebagai penyedia layanan ride-hailing pilihan utama masyarakat yang memenuhi ragam kebutuhan mobilitas sehari-hari. Terlebih, bagi masyarakat melakukan perjalanan multimoda-kombinasi beberapa moda transportasi dalam satu perjalanan.
Penilaian dalam ajang penghargaan tersebut didasarkan pada survei yang dilakukan terhadap masyarakat pengguna angkutan umum, serta penilaian terhadap inovasi dan upaya Gojek dalam menciptakan integrasi dengan moda transportasi lain lewat keberadaan fitur GoTransit.
Head of Transport and Logistic Business Gojek Steven Halim mengatakan, GoTransit merupakan solusi pertama di dunia yang dikembangkan Gojek untuk menghubungkan perjalanan ride-hailing dan transportasi publik.
Inovasi tersebut merupakan komitmen Gojek dalam mendukung program pemerintah untuk menyediakan layanan transportasi publik yang mudah diakses dan nyaman.
Steven mengatakan, dua penghargaan dari DTKJ itu merupakan bukti nyata terciptanya manfaat langsung yang dirasakan masyarakat lewat keberadaan layanan GoTransit.
“Penghargaan ini menjadi dorongan tambahan bagi kami untuk terus berinovasi dan memperluas dampak positif dari layanan mobilitas Gojek ke lebih banyak masyarakat pengguna transportasi publik,” ujarnya dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Jumat (20/9/2024).
Kepala DTKJ Haris Muhammadun mengatakan, apresiasi tersebut diberikan kepada Gojek atas kontribusinya dalam mengubah wajah transportasi di Jakarta.
Menurutnya, capaian Gojek sebagai Aplikator Online Favorit Masyarakat merupakan bukti nyata Gojek sebagai pilihan utama masyarakat. Maka dari itu, pihaknya berharap, layanan itu dapat terus ditingkatkan.
“Kami juga mengapresiasi keberhasilan Gojek sebagai Aplikator Online yang Mendukung Integrasi Angkutan Umum lewat peran Gojek di first mile dan last mile. Kami juga mengapresiasi GoTransit yang akan mendorong masyarakat untuk lebih memilih angkutan umum dan mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi,” imbuhnya.
Keunggulan GoTransit
Fitur GoTransit dari Gojek merupakan layanan yang dirancang untuk memudahkan pengguna dalam melakukan perjalanan multimoda dengan mengintegrasikan layanan Gojek dengan angkutan umum lain, yaitu KRL Commuter Line.
Dengan GoTransit, masyarakat bisa memesan layanan GoRide untuk menuju ataupun melanjutkan perjalanan dari stasiun, serta membeli tiket commuter line dalam satu transaksi.
Kemudahan GoTransit turut didukung keberadaan shelter driver Gojek yang terintegrasi dengan stasiun KRL Commuter Line di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek). Keberadaan fasilitas ini mempermudah pengguna sehingga mereka bisa melanjutkan perjalanan dari stasiun menuju tujuan akhir dengan cepat.
Saat ini, terdapat 18 shelter driver Gojek yang berlokasi hub transportasi publik dan sejumlah stasiun commuter line paling sibuk di wilayah Jabodetabek.
dok. Gojek Fasilitas shelter driver Gojek yang telah direvitalisasi di area Stasiun KRL Commuter Line Sudirman.Terbaru, Gojek telah merevitalisasi shelter driver yang berlokasi di area Stasiun KRL Commuter Line Sudirman. Fasilitas ini dapat melayani masyarakat yang hendak melanjutkan perjalanan dari Stasiun KA Bandara BNI City dan Stasiun MRT Dukuh Atas.
Berdasarkan hasil penelitian Pusat Studi Transportasi dan Logistik Universitas Gadjah Mada (PUSTRAL UGM) pada 2023, pengguna GoTransit dapat menghemat waktu tempuh perjalanan sebesar 15 persen serta menghemat biaya hingga 27 persen jika dibanding pola perjalanan sebelumnya.
Menurut penelitian tersebut, GoTransit juga sukses menjadi kanal digital yang paling banyak menjual tiket commuter line serta turut berkontribusi meningkatkan penggunaan tiket digital hingga 300 persen.
Selain kemudahan fitur, Gojek juga memiliki beragam penawaran bagi masyarakat yang menggunakan GoTransit sebagai bentuk dukungan berkelanjutan dalam mendorong penggunaan transportasi publik.
Pengguna GoTransit dapat memanfaatkan kode promo “GOSTASIUN” untuk mendapatkan diskon perjalanan hingga 90 persen.
Pengguna baru juga berkesempatan mendapat tambahan keuntungan berupa voucer diskon pembelian tiket KRL Commuter Line yang bisa didapatkan saat memesan layanan multi-moda terintegrasi melalui fitur GoTransit.
Berkat Go Transit, Gojek Dinobatkan sebagai Aplikator Online Favorit Masyarakat
Gojek menyabet 2 penghargaan dalam Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ) Award tahun 2024. [270] url asal
#gojek #gotransit #berita-nasional #indonesia #pemerintah #kebijakan-ekonomi #jasa-amp-transportasi
(Kontan-Industri) 22/09/24 18:41
v/15400205/
Reporter: Leni Wandira | Editor: Putri Werdiningsih
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Gojek dinobatkan sebagai ‘Aplikator Online Favorit Masyarakat’ dan ‘Aplikator Online yang Mendukung Integrasi Angkutan Umum’ dalam ajang Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ) Award tahun 2024.
Penghargaan ini diberikan berdasarkan survei kepada pengguna angkutan umum dan penilaian terhadap inovasi Gojek dalam mengintegrasikan layanan transportasi.
Steven Halim, Head of Transport & Logistic Business Gojek, menyatakan bahwa fitur GoTransit merupakan solusi teknologi unik yang menghubungkan perjalanan ride-hailing dan transportasi publik dalam satu platform.
“GoTransit merupakan komitmen kami untuk menyediakan layanan transportasi publik yang mudah diakses dan nyaman. Dua penghargaan ini mengkonfirmasi manfaat langsung yang dirasakan masyarakat,” ujar Steven dalam keterangan resminya, Minggu (22/9).
Haris Muhammadun, Kepala Dewan Transportasi Kota Jakarta, juga memberikan apresiasi terhadap kontribusi Gojek dalam meningkatkan transportasi di Jakarta. Ia mengharapkan Gojek terus meningkatkan layanannya, terutama dalam mendukung integrasi moda transportasi.
Fitur GoTransit dirancang untuk mempermudah perjalanan multi-moda, mengintegrasikan layanan Gojek dan KRL Commuter Line dalam satu transaksi. Dengan adanya GoTransit, pengguna dapat memesan GoRide untuk menuju stasiun dan membeli tiket Commuter Line dengan mudah. Gojek juga menyediakan shelter driver yang terintegrasi dengan stasiun, memudahkan perjalanan dari stasiun ke tujuan akhir.
Penelitian Pusat Studi Transportasi dan Logistik Universitas Gadjah Mada (PUSTRAL UGM) pada 2023 menunjukkan bahwa pengguna GoTransit dapat menghemat waktu perjalanan hingga 15% dan biaya hingga 27%. Gojek kini menjadi kanal digital utama untuk penjualan tiket Commuter Line, dengan peningkatan penggunaan tiket digital mencapai 300%.
Sebagai bagian dari dukungan berkelanjutan terhadap transportasi publik, Gojek menawarkan berbagai promo menarik. Pengguna dapat memanfaatkan kode promo GOSTASIUN untuk diskon perjalanan hingga 90%, serta mendapatkan voucher diskon untuk pembelian tiket KRL Commuter Line.
Lebih Murah, Berikut 4 Cara Naik KRL Pakai GoTransit
Cara naik Kereta Rel Listrik (KRL) pakai GoTransit cukup mudah dilakukan. Anda hanya perlu memiliki kuota dan uang di dompet digital atau e-wallet. [464] url asal
#gotransit #goride #goride-transit #gojek #gopay #krl
(Bisnis Tempo) 05/07/24 14:01
v/9749613/
TEMPO.CO, Jakarta - Cara naik Kereta Rel Listrik (KRL) pakai GoTransit cukup mudah dilakukan. Anda hanya perlu memastikan memiliki kuota dan uang di dompet digital atau e-wallet.
Dalam era digital saat ini, kemudahan akses transportasi publik semakin meningkat dalam berbagi aplikasi inovatif, salah satunya adalah fitur GoTransit dari Gojek. Agar lebih mengetahui cara naik KRL pakai GoTransit, berikut ini informasinya untuk Anda.
Cara Naik KRL Pakai GoTransit
GoTransitadalah fitur dalam aplikasi Gojek yang membantu penumpang memilih rute perjalanan dan transportasi terbaik dengan jaminan keamanan dan kenyamanan dalam bepergian.
Tak hanya itu, dengan GoTransit pengguna juga bisa membandingkan harga dan waktu tempuh beberapa transportasi yang akan dipilih, mendapatkan rekomendasi mode transportasi dan rute perjalanan serta memesan tiket KRL.
Fitur ini memudahkan pengguna yang tidak membawa kartu elektronik. Sebagai gantinya, pengguna bisa memesan tiket KRL menggunakan GoTransit dan membayarnya dengan e-wallet.
Saat ini, GoTransit bisa digunakan di area Jabodetabek, Yogyakarta, dan Solo yang memiliki jangkauan Commuter Line. Jika ingin naik KRL pakai GoTransit, berikut 4 caranya.
1. Unduh Aplikasi Gojek
Langkah pertama yang harus dilakukan jika ingin menggunakan GoTransit adalah mengunduh aplikasi Gojek di smartphone Anda. Jika sudah punya, Anda bisa langsung membukanya.
Sebelum itu, pastikan Anda terhubung dengan koneksi internet karena aplikasi tersebut membutuhkan jaringan untuk menggunakannya.
2. Masuk di Menu GoTransit
Setelah membuka aplikasi Gojek, masuk ke halaman utama dan cari menu GoTransit. Fitur ini biasanya terletak di halaman utama, tepatnya di samping menu Go Tagihan. Jika sudah dapat, klik menu GoTransit tersebut.
3. Pilih Stasiun
Untuk memilih stasiun, pada menu GoTransit, klik ‘buy ticket’ pada banner commuter line, lalu Anda akan diarahkan untuk memilih stasiun keberangkatan dan stasiun tujuan, kemudian tentukan waktu berangkatan yang diinginkan. Fitur ini akan menampilkan berbagai pilihan jadwalKRLyang tersedia.
4. Bayar Tiket
Terakhir, setelah menentukan jadwal yang sesuai, lanjutkan ke proses pembayaran. Anda bisa memilih metode pembayaran menggunakan Gopay atau LinkAja. Klik “pay ticket” lalu tiket KRL Anda akan berhasil dipesan.
Setelah pembayaran berhasil, Anda akan mendapatkan tiket dalam bentuk kode QR. Kode ini akan digunakan untuk masuk ke area peron dan menaiki KRL.
Sesampainya di stasiun keberangkatan, cari pintu masuk yang dilengkapi dengan mesin scanner. Scan kode QR dari aplikasi Gojek di mesin tersebut untuk membuka pintu dan mengakses peron KRL
Jika sudah berhasil masuk area peron, tunggu KRL di jalur yang sesuai. Pastikan Anda naik KRL menuju stasiun tujuan dengan jadwal yang telah dipilih.
Cara Menggunakan GoTransit Lewat Fitur GoRide
Agar lebih praktis, Anda juga bisa memanfaatkan fitur GoTransit dari halaman GoRide. Dengan cara ini, aplikasi akan memberikan pilihan campuran moda transportasi, yakni dengan ojek online dan KRL.
- Buka halaman GoRide, lalu masukkan alamat tujuan.
- Akan muncul pilihan GoTransit dan pilih.
- Jika sudah sesuai, bayar menggunakan GoPay.
- Ikuti instruksi dan rute yang sudah disediakan.
- Selesai.
Karena campuran moda transportasi ojek online dengan KRL, maka bisa menghemat pengeluaran Anda sehari-hari.
AULIA ULVA
Lebih Murah, Berikut 4 Cara Naik KRL Pakai GoTransit
Cara naik Kereta Rel Listrik (KRL) pakai GoTransit cukup mudah dilakukan. Anda hanya perlu memiliki kuota dan uang di dompet digital atau e-wallet. [464] url asal
#gotransit #goride #goride-transit #gojek #gopay #krl
(Bisnis Tempo) 05/07/24 14:00
v/9937705/
TEMPO.CO, Jakarta - Cara naik Kereta Rel Listrik (KRL) pakai GoTransit cukup mudah dilakukan. Anda hanya perlu memastikan memiliki kuota dan uang di dompet digital atau e-wallet.
Dalam era digital saat ini, kemudahan akses transportasi publik semakin meningkat dalam berbagi aplikasi inovatif, salah satunya adalah fitur GoTransit dari Gojek. Agar lebih mengetahui cara naik KRL pakai GoTransit, berikut ini informasinya untuk Anda.
Cara Naik KRL Pakai GoTransit
GoTransitadalah fitur dalam aplikasi Gojek yang membantu penumpang memilih rute perjalanan dan transportasi terbaik dengan jaminan keamanan dan kenyamanan dalam bepergian.
Tak hanya itu, dengan GoTransit pengguna juga bisa membandingkan harga dan waktu tempuh beberapa transportasi yang akan dipilih, mendapatkan rekomendasi mode transportasi dan rute perjalanan serta memesan tiket KRL.
Fitur ini memudahkan pengguna yang tidak membawa kartu elektronik. Sebagai gantinya, pengguna bisa memesan tiket KRL menggunakan GoTransit dan membayarnya dengan e-wallet.
Saat ini, GoTransit bisa digunakan di area Jabodetabek, Yogyakarta, dan Solo yang memiliki jangkauan Commuter Line. Jika ingin naik KRL pakai GoTransit, berikut 4 caranya.
1. Unduh Aplikasi Gojek
Langkah pertama yang harus dilakukan jika ingin menggunakan GoTransit adalah mengunduh aplikasi Gojek di smartphone Anda. Jika sudah punya, Anda bisa langsung membukanya.
Sebelum itu, pastikan Anda terhubung dengan koneksi internet karena aplikasi tersebut membutuhkan jaringan untuk menggunakannya.
2. Masuk di Menu GoTransit
Setelah membuka aplikasi Gojek, masuk ke halaman utama dan cari menu GoTransit. Fitur ini biasanya terletak di halaman utama, tepatnya di samping menu Go Tagihan. Jika sudah dapat, klik menu GoTransit tersebut.
3. Pilih Stasiun
Untuk memilih stasiun, pada menu GoTransit, klik ‘buy ticket’ pada banner commuter line, lalu Anda akan diarahkan untuk memilih stasiun keberangkatan dan stasiun tujuan, kemudian tentukan waktu berangkatan yang diinginkan. Fitur ini akan menampilkan berbagai pilihan jadwalKRLyang tersedia.
4. Bayar Tiket
Terakhir, setelah menentukan jadwal yang sesuai, lanjutkan ke proses pembayaran. Anda bisa memilih metode pembayaran menggunakan Gopay atau LinkAja. Klik “pay ticket” lalu tiket KRL Anda akan berhasil dipesan.
Setelah pembayaran berhasil, Anda akan mendapatkan tiket dalam bentuk kode QR. Kode ini akan digunakan untuk masuk ke area peron dan menaiki KRL.
Sesampainya di stasiun keberangkatan, cari pintu masuk yang dilengkapi dengan mesin scanner. Scan kode QR dari aplikasi Gojek di mesin tersebut untuk membuka pintu dan mengakses peron KRL
Jika sudah berhasil masuk area peron, tunggu KRL di jalur yang sesuai. Pastikan Anda naik KRL menuju stasiun tujuan dengan jadwal yang telah dipilih.
Cara Menggunakan GoTransit Lewat Fitur GoRide
Agar lebih praktis, Anda juga bisa memanfaatkan fitur GoTransit dari halaman GoRide. Dengan cara ini, aplikasi akan memberikan pilihan campuran moda transportasi, yakni dengan ojek online dan KRL.
- Buka halaman GoRide, lalu masukkan alamat tujuan.
- Akan muncul pilihan GoTransit dan pilih.
- Jika sudah sesuai, bayar menggunakan GoPay.
- Ikuti instruksi dan rute yang sudah disediakan.
- Selesai.
Karena campuran moda transportasi ojek online dengan KRL, maka bisa menghemat pengeluaran Anda sehari-hari.
AULIA ULVA
