#30 tag 24jam
Mendikti Sebut Penerima LPDP Akan Difokuskan untuk Dukung Program Prabowo
Mendikti menyebut ke depannya pemberian beasiswa LPDP akan difokuskan pada ilmu Saintek, karena dianggap mendukung program Presiden Prabowo Subianto. [256] url asal
#lpdp #beasiswa-lpdp #prabowo-subianto #program-prabowo #prabowo-gibran #satryo-soemantri-brodjonegoro #menteri-pendidikan-tinggi #mendikti-saintek #kemendikbud #dpr
(Bisnis.Com) 07/11/24 00:19
v/17614808/
Bisnis.com, JAKARTA — Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendikti Saintek) Satryo Soemantri Brodjonegoro, menjelaskan pihaknya akan mengkaji ulang penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).
Dia menyebut ke depannya pemberian beasiswa LPDP akan difokuskan pada ilmu Sains dan Teknologi (Saintek), karena dianggap mendukung program Presiden Prabowo Subianto.
“Ke depan itu kita fokuskan untuk mendukung programnya Pak Presiden. Soal swasembada pangan, swasembada energi, persediaan air, dan hilirisasi,” ujarnya di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, pada Rabu (6/11/2024).
Kendati demikian, Satryo turut mengatakan tak menutup kemungkinan sasaran penerima LPDP juga akan diberikan pada bidang lain seperti sosial dan humaniora (Soshum).
Akan tetapi, dia kembali menegaskan bahwa memang penerima beasiswa LPDP diutamakan pada bidang Saintek.
“Yang utama itu [Saintek], kemudian yang bidang lain. Kalau memang ada yang menonjol dan patut didanai, kita danai ya,” pungkasnya.
Lebih jauh, Satryo berharap bahwa jumlah penerima beasiswa LPDP di masa berikutnya bisa terus bertambah per tahunnya.
Di sisi lain, Satryo turut menegaskan alumni beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) dari universitas luar negeri dapat berkarya di mana saja sehingga tidak harus kembali ke tanah air untuk mengabdi.
“Kami memang memberi kesempatan mereka untuk berkarya di mana saja. Meskipun tidak pulang, tapi dia punya prestasi yang bagus, bekerja di perusahaan yang juga baik di luar negeri, atau menemukan inovasi. Kita bilang, Indonesia yang menemukan inovasi itu. Jadi meskipun di luar negeri, kan masih Merah Putih,” ujar Satryo usai Rapat Tingkat Menteri di Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), dikutip dari Antara Rabu (6/11/2024).
Wawancara Eksklusif dengan Product Manager Gojek Arum dan Renata, Kupas Tuntas Potensi Talenta Lokal Indonesia Halaman all
Peningkatan kualitas talenta yang signifikan di Indonesia juga didukung dengan pertumbuhan ekosistem teknologi. Halaman all [1,852] url asal
#kemendikbud #gojek #training #data-analyst #gotransit #goto
(Kompas.com) 28/10/24 16:30
v/17114577/
KOMPAS.com – Tujuh tahun bukan waktu yang singkat bagi Renata Clara Kumala untuk menggeluti sistem teknologi di Gojek.
Lulusan Bachelor of Commerce dan Master of Finance dari UNSW Business School Australia itu mengawali karier di Gojek sebagai Technical Product Manager, kemudian menjabat sebagai Deputy Head of Business Intelligence, dan Product Management Manager di tim Data Platform.
Selama masa jabatannya, Renata berkontribusi dalam memindahkan data warehouse Gojek ke cloud, mengembangkan produk untuk data governance, termasuk kualitas data dan katalog data, serta perlindungan data dan privasi, memperbarui platform eksperimen Gojek, serta menyusun jalur karier untuk tim Data Analyst dan Data Engineering Gojek.
Dalam dua setengah tahun terakhir, Renata bergabung dengan tim Customer Platform Gojek. Saat ini, Renata menjabat sebagai Group Product Manager dan fokus pada proses pendaftaran pengguna, login, integrasi akun, dan Gojek PLUS.
Keandalan skill Renata berbuah manis. Hal ini terlihat dari peningkatan pendapatan iklan di Gojek Home yang mencapai sepuluh kali lipat dan konversi traffic dari Gojek Home ke halaman produk utama Gojek sebesar 9 persen dibandingkan sebelumnya. Selain itu, ia berhasil mengurangi tiket keluhan pengguna untuk produk yang dikelola timnya lebih dari 30 persen.
Keseriusan menggeluti bidang teknologi juga dialami Arum Kusalawicitra. Lulusan jurusan psikologi ini memulai karier di Gojek sebagai Product/UX Researcher pada 2015.
Berbekal pengalaman dan kemampuannya dalam menelaah kebutuhan target pasar untuk diolah menjadi strategi yang tepat, Arum dipercaya memimpin pengembangan serta strategi berbagai produk baru, seperti GoPoints, GoDeals, GoInstant, GoCorp, dan GoTransit, pada 2018.
Saat ini, Arum menjabat sebagai Group Product Manager Transport dan bertanggung jawab dalam manajemen produk GoTransit dan GoCorp.
Selama 8 tahun pengabdiannya di Gojek Indonesia, Arum secara konsisten terus menunjukkan keahliannya dalam manajemen produk di berbagai sektor.
Keahlian Arum sebagai product manager juga dapat dilihat dari hasil yang positif dalam pengembangan dan pertumbuhan produk. Kontribusinya juga berhasil meningkatkan pendapatan pada beberapa produk dengan inovasinya.
Saat ini, Arum dan Renata aktif menjadi mentor GoTo APM Bootcamp yang merupakan product manager bootcamp pertama di Indonesia dengan pendekatan on-the-job training serta kurikulum berstandar internasional untuk mencetak para pemimpin masa depan bangsa khususnya di bidang teknologi.
Tim Kompas.com berhasil mendapatkan waktu untuk melakukan wawancara eksklusif dengan Arum dan Renata mengenai masa depan industri teknologi dan potensi yang dimiliki oleh talenta digital lokal.
Berikut adalah wawancara lengkapnya.
Menurut Arum dan Renata, bagaimana kualitas talenta Indonesia di bidang teknologi saat ini? Dan, apa yang harus dilakukan untuk meningkatkan kualitas tersebut?
Renata: Kualitas talenta Indonesia di bidang teknologi saat ini menunjukkan kemajuan yang signifikan, terutama dalam beberapa tahun terakhir. Banyak universitas dan lembaga pendidikan yang mulai menawarkan program-program yang relevan dengan kebutuhan industri, seperti ilmu komputer dan data science. Selain itu, semakin banyak coding bootcamp dan pelatihan online yang membantu individu mengembangkan keterampilan praktis.
Namun, tantangannya juga masih ada. Salah satunya adalah gap antara kurikulum pendidikan dan kebutuhan pasar. Banyak lulusan yang belum sepenuhnya siap menghadapi tantangan di dunia kerja, terutama dalam hal keterampilan praktis serta soft skills, seperti komunikasi dan kolaborasi.
Untuk meningkatkan kualitas talenta di bidang teknologi, ada beberapa langkah yang bisa diambil.
Pertama, kolaborasi antara industri dan akademisi. Misalnya, kerja sama untuk menyusun kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan industri atau program magang.
Kedua, pelatihan berkelanjutan lewat kursus online, workshop, dan seminar. Ini membantu mereka tetap up-to-date dengan perkembangan terbaru di bidang teknologi. Di Gojek, kami selalu di-support untuk ambil online courses, khususnya beradaptasi dengan AI tools, seperti Microsoft Copilot.
Ketiga, meningkatkan skill berbahasa Inggris. Ini penting karena hampir semua dokumentasi teknologi ditulis dalam bahasa Inggris. Belajar bahasa Mandarin juga bermanfaat, mengingat banyaknya perusahaan teknologi dari China.
Arum: Menambahkan apa yang Renata sampaikan, peningkatan kualitas talenta yang signifikan di Indonesia juga didukung dengan pertumbuhan ekosistem teknologi. Tumbuhnya startup dan unicorn di Indonesia mendorong talenta teknologi lokal untuk belajar dan berkembang sehingga membutuhkan keterlibatan langsung mereka di perusahaan-perusahaan.
Gojek GoTo APM Bootcamp bisa mendukung role mereka sebagai seorang product manager yang berperan dalam menciptakan inovasi yang berdampak positif bagi banyak orang.Perusahaan dan lembaga lain telah melakukan program pelatihan teknologi atau program tech talent development sejenis, apa yang membuat APM Bootcamp ini berbeda dengan pelatihan teknologi lain?
Arum: Di GoTo APM Bootcamp, kurikulumnya berlandaskan pengalaman praktis yang dirancang oleh para product manager (PM) dengan pengalaman mendalam dan sudah terjun langsung dalam industri teknologi selama bertahun-tahun. Dengan demikian, kurikulum ini sangat komprehensif dan applicable bagi siapa saja yang ingin mengembangkan karier sebagai product manager.
Materi yang diberikan mencakup berbagai aspek kunci dalam pengembangan produk, seperti manajemen produk (product management), desain produk (product design), penelitian pengguna (user research), pengembangan teknologi (engineering), pengolahan data (data analytics), serta eksperimen produk (product experimentation). Keenam bidang ini menjadi bekal agar para peserta memahami setiap tahap dalam siklus pengembangan produk, mulai dari ideation hingga peluncuran.
Peserta juga akan mempelajari cara berkolaborasi dengan tim lintas fungsi, membuat keputusan berbasis data, serta mengelola proyek dengan ketepatan waktu dan kualitas yang tinggi. Dengan demikian, kurikulum ini memberikan modal penting bagi mereka yang ingin menjadi PM yang kompeten dan siap berkompetisi di industri teknologi.
Selain dari segi kurikulum, salah satu keunggulan utama dari GoTo APM Bootcamp adalah kesempatan unik untuk mendapatkan mentoring langsung dari para ahli di bidangnya masing-masing.
Proses mentoring ini dirancang untuk membantu peserta memahami tantangan yang nyata di industri, serta cara-cara efektif untuk mengatasinya. Mentor akan memberikan insight, feedback, serta arahan yang sangat berharga sehingga membantu peserta untuk lebih percaya diri dan siap menghadapi dinamika pekerjaan di bidang teknologi.
Ini adalah kesempatan luar biasa bagi peserta untuk membangun hubungan dengan praktisi industri serta memperdalam pengetahuan mereka melalui diskusi intensif dan pembelajaran yang bersifat praktis.
Secara keseluruhan, program ini menawarkan kombinasi yang sempurna antara kurikulum berbasis pengalaman praktis dan bimbingan langsung dari para ahli sehingga memastikan peserta siap untuk berperan sebagai product manager di dunia teknologi yang semakin kompetitif.
Apa tantangan perusahaan atau industri yang kalian coba selesaikan dengan mengadakan program APM Bootcamp?
Arum: Industri teknologi adalah salah satu pendorong utama pertumbuhan ekonomi digital Indonesia. Sebagai karya anak bangsa yang berkomitmen untuk berjuang demi pertumbuhan Indonesia, GoTo terus berperan aktif dalam mendorong transformasi digital di Tanah Air.
Kami percaya bahwa pemanfaatan teknologi adalah cara efektif untuk menciptakan dampak sosial yang positif. Inilah alasan kami meluncurkan GoTo APM Bootcamp, yakni untuk mengasah talenta digital teknologi lokal, menempatkan mereka di pusat inovasi kami, serta menavigasi implementasi program-program yang dapat meningkatkan kualitas hidup jutaan orang.
Menurut Anda, apa yang membuat APM Bootcamp menjadi salah satu program yang sangat penting dan bermanfaat bagi para calon product manager?
Arum: Yang pasti, program APM Bootcamp menyediakan on-the-job training yang sangat komprehensif dan juga menggunakan kurikulum kelas dunia yang didesain untuk mengembangkan dan mempercepat pertumbuhan dari talenta lokal pada industri teknologi.
Selain itu, pelatihan ini juga bertujuan memahami lebih jauh bagaimana seorang product manager bekerja maka para peserta akan dihadapkan langsung dengan praktik, yaitu membuat salah satu produk dari Gojek untuk menjadi lebih familier di publik. Program ini juga membuka kesempatan bagi para peserta untuk menjadi bagian dari Grup GoTo.
Apa tolok ukur yang menyatakan program APM Bootcamp ini berhasil?
Renata: Bagi saya, keberhasilan program ini adalah ketika pengalaman yang didapat selama program APM Bootcamp bisa mendukung role mereka sebagai seorang product manager yang berperan dalam menciptakan inovasi yang berdampak positif bagi banyak orang.
Gojek Kurikulum GoTo APM Bootcamp dirancang berlandaskan pengalaman praktis.yang dirancang oleh para product manager (PM) dengan pengalaman mendalam dan sudah terjun langsung dalam industri teknologi selama bertahun-tahun.Bagaimana kalian memilih 10 orang peserta dari 200 pendaftar yang berasal dari berbagai universitas unggulan di Indonesia? Apa tiga kriteria utama dari peserta terpilih tersebut?
Arum:Pertama, Product Analysis and Critical Thinking. Dalam proses interviu, peserta dihadapkan pada tugas untuk menganalisis sebuah produk teknologi secara singkat. Tujuan dari tahap ini adalah untuk mengevaluasi seberapa dalam peserta memahami sebuah produk.
Kami akan melihat bagaimana mereka dapat membuat penilaian mengenai target segmen pengguna, menganalisis kelebihan dan kekurangan produk, serta mengidentifikasi peluang untuk perbaikan atau pengembangan produk. Skill ini menunjukkan kemampuan peserta dalam berpikir kritis dan melihat produk secara holistik yang penting dalam pengembangan strategi produk yang tepat.
Kedua, Problem-Solving and Strategic Decision Making. Pada tahap ini, peserta diminta untuk menganalisis suatu masalah, melakukan root cause analysis, dan mengidentifikasi area untuk perbaikan. Fokus kami adalah pada kesinambungan antara masalah yang diambil dan solusi yang ditawarkan oleh peserta.
Kami menilai apakah solusi yang diajukan benar-benar efektif dalam menyelesaikan masalah, serta bagaimana peserta menentukan indikator keberhasilan (success metrics). Skill ini penting untuk melihat sejauh mana kemampuan peserta dalam memecahkan masalah secara strategis dan menentukan langkah yang paling tepat untuk mencapai solusi.
Ketiga, Logical Reasoning and Quantitative Skills. Kemampuan logika dan matematika peserta diuji untuk menilai seberapa kuat keterampilan mereka dalam berpikir secara logis dan kuantitatif.
Kami akan melihat bagaimana mereka menggunakan angka dan logika untuk mengambil keputusan, baik itu dalam konteks analisis data, membuat estimasi, maupun memecahkan masalah yang melibatkan perhitungan kompleks. Skill ini sangat penting dalam pengembangan produk berbasis teknologi yang sering kali membutuhkan kemampuan untuk menganalisis data secara cermat dan logis.
Dari rangkaian kegiatan yang akan diikuti oleh para peserta, apa kegiatan yang menurut kalian paling menarik?
Renata: Kesempatan untuk rotasi ke tim yang berbeda setiap 6 bulan memberikan peserta eksposur yang luas terhadap berbagai pernyataan masalah, mentor, dan tim secara efisien
Apa kualitas atau skill yang membedakan product manager di GoTo dengan di perusahaan lain?
Arum: Melihat skala pengguna yang besar dari produk kami, setiap product manager dituntut untuk mahir dalam menggunakan data kualitatif dan kuantitatif sebagai dasar pengambilan keputusan. Data tersebut menjadi kunci dalam menentukan solusi baru yang akan ditawarkan kepada pengguna dengan analisis mendalam terhadap perilaku, kebutuhan, dan feedback pengguna.
Selain itu, setiap solusi atau fitur yang akan dirilis juga harus melalui tahapan eksperimen. Hal ini penting untuk memastikan bahwa fitur tersebut benar-benar menjawab masalah pengguna dan memberikan dampak yang signifikan sebelum diluncurkan secara penuh. Pendekatan berbasis data dan eksperimen ini membantu kami merancang solusi yang tepat sasaran dan efektif.
Apakah ada saran untuk adik-adik yang ingin berkarier sebagai product manager?
Renata: Ada beberapa buku klasik dalam dunia product management yang bisa dipelajari teman-teman tanpa harus bekerja sebagai product manager terlebih dahulu. Salah satunya adalah buku Cracking the PM Interview: How to Land a Product Manager Job in Technology karya Gayle McDowell dan Jackie Bavaro yang sangat membantu dalam mempersiapkan diri untuk wawancara posisi product manager.
Selain itu, ada pula buku Inspired: How to Create Tech Products Customers Love karya Marty Cagan juga sangat baik dalam menjelaskan beberapa dasar proses menjadi product manager.
Wawancara Eksklusif dengan Product Manager Gojek Arum dan Renata, Kupas Tuntas Potensi Talenta Lokal Indonesia
Peningkatan kualitas talenta yang signifikan di Indonesia juga didukung dengan pertumbuhan ekosistem teknologi. Halaman all [1,852] url asal
#kemendikbud #gojek #training #data-analyst #gotransit #goto
(Kompas.com - Money) 28/10/24 16:30
v/17106601/
KOMPAS.com – Tujuh tahun bukan waktu yang singkat bagi Renata Clara Kumala untuk menggeluti sistem teknologi di Gojek.
Lulusan Bachelor of Commerce dan Master of Finance dari UNSW Business School Australia itu mengawali karier di Gojek sebagai Technical Product Manager, kemudian menjabat sebagai Deputy Head of Business Intelligence, dan Product Management Manager di tim Data Platform.
Selama masa jabatannya, Renata berkontribusi dalam memindahkan data warehouse Gojek ke cloud, mengembangkan produk untuk data governance, termasuk kualitas data dan katalog data, serta perlindungan data dan privasi, memperbarui platform eksperimen Gojek, serta menyusun jalur karier untuk tim Data Analyst dan Data Engineering Gojek.
Dalam dua setengah tahun terakhir, Renata bergabung dengan tim Customer Platform Gojek. Saat ini, Renata menjabat sebagai Group Product Manager dan fokus pada proses pendaftaran pengguna, login, integrasi akun, dan Gojek PLUS.
Keandalan skill Renata berbuah manis. Hal ini terlihat dari peningkatan pendapatan iklan di Gojek Home yang mencapai sepuluh kali lipat dan konversi traffic dari Gojek Home ke halaman produk utama Gojek sebesar 9 persen dibandingkan sebelumnya. Selain itu, ia berhasil mengurangi tiket keluhan pengguna untuk produk yang dikelola timnya lebih dari 30 persen.
Keseriusan menggeluti bidang teknologi juga dialami Arum Kusalawicitra. Lulusan jurusan psikologi ini memulai karier di Gojek sebagai Product/UX Researcher pada 2015.
Berbekal pengalaman dan kemampuannya dalam menelaah kebutuhan target pasar untuk diolah menjadi strategi yang tepat, Arum dipercaya memimpin pengembangan serta strategi berbagai produk baru, seperti GoPoints, GoDeals, GoInstant, GoCorp, dan GoTransit, pada 2018.
Saat ini, Arum menjabat sebagai Group Product Manager Transport dan bertanggung jawab dalam manajemen produk GoTransit dan GoCorp.
Selama 8 tahun pengabdiannya di Gojek Indonesia, Arum secara konsisten terus menunjukkan keahliannya dalam manajemen produk di berbagai sektor.
Keahlian Arum sebagai product manager juga dapat dilihat dari hasil yang positif dalam pengembangan dan pertumbuhan produk. Kontribusinya juga berhasil meningkatkan pendapatan pada beberapa produk dengan inovasinya.
Saat ini, Arum dan Renata aktif menjadi mentor GoTo APM Bootcamp yang merupakan product manager bootcamp pertama di Indonesia dengan pendekatan on-the-job training serta kurikulum berstandar internasional untuk mencetak para pemimpin masa depan bangsa khususnya di bidang teknologi.
Tim Kompas.com berhasil mendapatkan waktu untuk melakukan wawancara eksklusif dengan Arum dan Renata mengenai masa depan industri teknologi dan potensi yang dimiliki oleh talenta digital lokal.
Berikut adalah wawancara lengkapnya.
Menurut Arum dan Renata, bagaimana kualitas talenta Indonesia di bidang teknologi saat ini? Dan, apa yang harus dilakukan untuk meningkatkan kualitas tersebut?
Renata: Kualitas talenta Indonesia di bidang teknologi saat ini menunjukkan kemajuan yang signifikan, terutama dalam beberapa tahun terakhir. Banyak universitas dan lembaga pendidikan yang mulai menawarkan program-program yang relevan dengan kebutuhan industri, seperti ilmu komputer dan data science. Selain itu, semakin banyak coding bootcamp dan pelatihan online yang membantu individu mengembangkan keterampilan praktis.
Namun, tantangannya juga masih ada. Salah satunya adalah gap antara kurikulum pendidikan dan kebutuhan pasar. Banyak lulusan yang belum sepenuhnya siap menghadapi tantangan di dunia kerja, terutama dalam hal keterampilan praktis serta soft skills, seperti komunikasi dan kolaborasi.
Untuk meningkatkan kualitas talenta di bidang teknologi, ada beberapa langkah yang bisa diambil.
Pertama, kolaborasi antara industri dan akademisi. Misalnya, kerja sama untuk menyusun kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan industri atau program magang.
Kedua, pelatihan berkelanjutan lewat kursus online, workshop, dan seminar. Ini membantu mereka tetap up-to-date dengan perkembangan terbaru di bidang teknologi. Di Gojek, kami selalu di-support untuk ambil online courses, khususnya beradaptasi dengan AI tools, seperti Microsoft Copilot.
Ketiga, meningkatkan skill berbahasa Inggris. Ini penting karena hampir semua dokumentasi teknologi ditulis dalam bahasa Inggris. Belajar bahasa Mandarin juga bermanfaat, mengingat banyaknya perusahaan teknologi dari China.
Arum: Menambahkan apa yang Renata sampaikan, peningkatan kualitas talenta yang signifikan di Indonesia juga didukung dengan pertumbuhan ekosistem teknologi. Tumbuhnya startup dan unicorn di Indonesia mendorong talenta teknologi lokal untuk belajar dan berkembang sehingga membutuhkan keterlibatan langsung mereka di perusahaan-perusahaan.
Gojek GoTo APM Bootcamp bisa mendukung role mereka sebagai seorang product manager yang berperan dalam menciptakan inovasi yang berdampak positif bagi banyak orang.Perusahaan dan lembaga lain telah melakukan program pelatihan teknologi atau program tech talent development sejenis, apa yang membuat APM Bootcamp ini berbeda dengan pelatihan teknologi lain?
Arum: Di GoTo APM Bootcamp, kurikulumnya berlandaskan pengalaman praktis yang dirancang oleh para product manager (PM) dengan pengalaman mendalam dan sudah terjun langsung dalam industri teknologi selama bertahun-tahun. Dengan demikian, kurikulum ini sangat komprehensif dan applicable bagi siapa saja yang ingin mengembangkan karier sebagai product manager.
Materi yang diberikan mencakup berbagai aspek kunci dalam pengembangan produk, seperti manajemen produk (product management), desain produk (product design), penelitian pengguna (user research), pengembangan teknologi (engineering), pengolahan data (data analytics), serta eksperimen produk (product experimentation). Keenam bidang ini menjadi bekal agar para peserta memahami setiap tahap dalam siklus pengembangan produk, mulai dari ideation hingga peluncuran.
Peserta juga akan mempelajari cara berkolaborasi dengan tim lintas fungsi, membuat keputusan berbasis data, serta mengelola proyek dengan ketepatan waktu dan kualitas yang tinggi. Dengan demikian, kurikulum ini memberikan modal penting bagi mereka yang ingin menjadi PM yang kompeten dan siap berkompetisi di industri teknologi.
Selain dari segi kurikulum, salah satu keunggulan utama dari GoTo APM Bootcamp adalah kesempatan unik untuk mendapatkan mentoring langsung dari para ahli di bidangnya masing-masing.
Proses mentoring ini dirancang untuk membantu peserta memahami tantangan yang nyata di industri, serta cara-cara efektif untuk mengatasinya. Mentor akan memberikan insight, feedback, serta arahan yang sangat berharga sehingga membantu peserta untuk lebih percaya diri dan siap menghadapi dinamika pekerjaan di bidang teknologi.
Ini adalah kesempatan luar biasa bagi peserta untuk membangun hubungan dengan praktisi industri serta memperdalam pengetahuan mereka melalui diskusi intensif dan pembelajaran yang bersifat praktis.
Secara keseluruhan, program ini menawarkan kombinasi yang sempurna antara kurikulum berbasis pengalaman praktis dan bimbingan langsung dari para ahli sehingga memastikan peserta siap untuk berperan sebagai product manager di dunia teknologi yang semakin kompetitif.
Apa tantangan perusahaan atau industri yang kalian coba selesaikan dengan mengadakan program APM Bootcamp?
Arum: Industri teknologi adalah salah satu pendorong utama pertumbuhan ekonomi digital Indonesia. Sebagai karya anak bangsa yang berkomitmen untuk berjuang demi pertumbuhan Indonesia, GoTo terus berperan aktif dalam mendorong transformasi digital di Tanah Air.
Kami percaya bahwa pemanfaatan teknologi adalah cara efektif untuk menciptakan dampak sosial yang positif. Inilah alasan kami meluncurkan GoTo APM Bootcamp, yakni untuk mengasah talenta digital teknologi lokal, menempatkan mereka di pusat inovasi kami, serta menavigasi implementasi program-program yang dapat meningkatkan kualitas hidup jutaan orang.
Menurut Anda, apa yang membuat APM Bootcamp menjadi salah satu program yang sangat penting dan bermanfaat bagi para calon product manager?
Arum: Yang pasti, program APM Bootcamp menyediakan on-the-job training yang sangat komprehensif dan juga menggunakan kurikulum kelas dunia yang didesain untuk mengembangkan dan mempercepat pertumbuhan dari talenta lokal pada industri teknologi.
Selain itu, pelatihan ini juga bertujuan memahami lebih jauh bagaimana seorang product manager bekerja maka para peserta akan dihadapkan langsung dengan praktik, yaitu membuat salah satu produk dari Gojek untuk menjadi lebih familier di publik. Program ini juga membuka kesempatan bagi para peserta untuk menjadi bagian dari Grup GoTo.
Apa tolok ukur yang menyatakan program APM Bootcamp ini berhasil?
Renata: Bagi saya, keberhasilan program ini adalah ketika pengalaman yang didapat selama program APM Bootcamp bisa mendukung role mereka sebagai seorang product manager yang berperan dalam menciptakan inovasi yang berdampak positif bagi banyak orang.
Gojek Kurikulum GoTo APM Bootcamp dirancang berlandaskan pengalaman praktis.yang dirancang oleh para product manager (PM) dengan pengalaman mendalam dan sudah terjun langsung dalam industri teknologi selama bertahun-tahun.Bagaimana kalian memilih 10 orang peserta dari 200 pendaftar yang berasal dari berbagai universitas unggulan di Indonesia? Apa tiga kriteria utama dari peserta terpilih tersebut?
Arum:Pertama, Product Analysis and Critical Thinking. Dalam proses interviu, peserta dihadapkan pada tugas untuk menganalisis sebuah produk teknologi secara singkat. Tujuan dari tahap ini adalah untuk mengevaluasi seberapa dalam peserta memahami sebuah produk.
Kami akan melihat bagaimana mereka dapat membuat penilaian mengenai target segmen pengguna, menganalisis kelebihan dan kekurangan produk, serta mengidentifikasi peluang untuk perbaikan atau pengembangan produk. Skill ini menunjukkan kemampuan peserta dalam berpikir kritis dan melihat produk secara holistik yang penting dalam pengembangan strategi produk yang tepat.
Kedua, Problem-Solving and Strategic Decision Making. Pada tahap ini, peserta diminta untuk menganalisis suatu masalah, melakukan root cause analysis, dan mengidentifikasi area untuk perbaikan. Fokus kami adalah pada kesinambungan antara masalah yang diambil dan solusi yang ditawarkan oleh peserta.
Kami menilai apakah solusi yang diajukan benar-benar efektif dalam menyelesaikan masalah, serta bagaimana peserta menentukan indikator keberhasilan (success metrics). Skill ini penting untuk melihat sejauh mana kemampuan peserta dalam memecahkan masalah secara strategis dan menentukan langkah yang paling tepat untuk mencapai solusi.
Ketiga, Logical Reasoning and Quantitative Skills. Kemampuan logika dan matematika peserta diuji untuk menilai seberapa kuat keterampilan mereka dalam berpikir secara logis dan kuantitatif.
Kami akan melihat bagaimana mereka menggunakan angka dan logika untuk mengambil keputusan, baik itu dalam konteks analisis data, membuat estimasi, maupun memecahkan masalah yang melibatkan perhitungan kompleks. Skill ini sangat penting dalam pengembangan produk berbasis teknologi yang sering kali membutuhkan kemampuan untuk menganalisis data secara cermat dan logis.
Dari rangkaian kegiatan yang akan diikuti oleh para peserta, apa kegiatan yang menurut kalian paling menarik?
Renata: Kesempatan untuk rotasi ke tim yang berbeda setiap 6 bulan memberikan peserta eksposur yang luas terhadap berbagai pernyataan masalah, mentor, dan tim secara efisien
Apa kualitas atau skill yang membedakan product manager di GoTo dengan di perusahaan lain?
Arum: Melihat skala pengguna yang besar dari produk kami, setiap product manager dituntut untuk mahir dalam menggunakan data kualitatif dan kuantitatif sebagai dasar pengambilan keputusan. Data tersebut menjadi kunci dalam menentukan solusi baru yang akan ditawarkan kepada pengguna dengan analisis mendalam terhadap perilaku, kebutuhan, dan feedback pengguna.
Selain itu, setiap solusi atau fitur yang akan dirilis juga harus melalui tahapan eksperimen. Hal ini penting untuk memastikan bahwa fitur tersebut benar-benar menjawab masalah pengguna dan memberikan dampak yang signifikan sebelum diluncurkan secara penuh. Pendekatan berbasis data dan eksperimen ini membantu kami merancang solusi yang tepat sasaran dan efektif.
Apakah ada saran untuk adik-adik yang ingin berkarier sebagai product manager?
Renata: Ada beberapa buku klasik dalam dunia product management yang bisa dipelajari teman-teman tanpa harus bekerja sebagai product manager terlebih dahulu. Salah satunya adalah buku Cracking the PM Interview: How to Land a Product Manager Job in Technology karya Gayle McDowell dan Jackie Bavaro yang sangat membantu dalam mempersiapkan diri untuk wawancara posisi product manager.
Selain itu, ada pula buku Inspired: How to Create Tech Products Customers Love karya Marty Cagan juga sangat baik dalam menjelaskan beberapa dasar proses menjadi product manager.
Satryo soal Program Kampus Merdeka: yang Baik Dilanjutkan, yang Buruk Diperbaiki - kumparan.com
Satryo soal Program Kampus Merdeka: yang Baik Dilanjutkan, yang Buruk Diperbaiki [206] url asal
#kampus-merdeka #nadiem #kemendikbud
(Kumparan.com - News) 21/10/24 19:21
v/16797068/
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Satryo Soemantri, mengatakan akan melanjutkan program Kampus Merdeka yang sebelumnya digagas oleh Mantan Mendikbudristek Nadiem Makarim.
Dalam rencananya, Satryo akan memperbaiki beberapa kebijakan yang memang perlu adanya pembenahan. Sedangkan kebijakan yang sudah baik akan dilanjutkan.
“Kan saya bilang, kita lanjutkan dengan berbagai macam perbaikan yang diperlukan. Sudah baik, yaudah [kita lanjutkan],” ucap Satryo kepada wartawan, di Kantor Kemendikbudristek, Jakarta Pusat, Senin (21/10).
Pada kesempatan yang sama, Nadiem Makarim menuturkan bahwa Merdeka Belajar yang menjadi penentu kebijakan Kampus Merdeka berawal dari prinsip-prinsip yang diwariskan oleh Ki Hajar Dewantara.
Di mana pendidikan harus berpusat kepada siswa, penguatan karakter yang menjunjung tinggi nilai-nilai Kebinekaan, serta menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan nyaman.
“Sebagai Mendikbudristek periode tahun 2019-2024, kami menuangkan cita-cita yang terangkum dalam nawa cita menjadi payung kebijakan Merdeka Belajar. Kebijakan ini berlandaskan prinsip-prinsip yang diwariskan oleh Bapak Pendidikan kita, Ki Hajar Dewantara,” ungkap Nadiem Makarim.
Program ini menurutnya memfokuskan pada pembangunan atau pendidikan karakter ke para siswa.
“Yaitu pendidikan yang berpusat kepada anak, yang memberi perhatian besar kepada penguatan karakter, yang menjunjung tinggi nilai-nilai Kebinekaan," tutur dia.
"Serta yang bertujuan untuk menciptakan lingkungan satuan pendidikan yang aman, nyaman, dan bebas dari segala bentuk kekerasan,” sambungnya.
Kemendikbudristek Dipecah 3 Kementerian, lalu di Mana Kantornya? - kumparan.com
Kemendikbudristek Dipecah 3 Kementerian, lalu di Mana Kantornya? [222] url asal
#kemendikbudristek #kemendikbud
(Kumparan.com - News) 21/10/24 17:13
v/16791761/
Presiden Prabowo Subianto secara resmi membagi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) menjadi tiga kementerian baru. Lantas, bagaimana kantornya?
Kemendikbudristek kini dipecah menjadi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, serta Kementerian Kebudayaan.
Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, mengatakan tiga kementerian akan tetap berkantor di kantor Kemendikbud lama di dekat kawasan Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta.
“Di sinilah [Kantor Kemendikbud]. Di mana lagi?” Kata Fadli Zon kepada wartawan, di Kantor Kemendikbudristek, Jakarta Pusat, Senin (21/10).
Fadli menjelaskan untuk pembagian setiap ruangan nanti akan disesuaikan dengan jumlah kementerian yang baru. Saat ini semua akan masuk ke tahap pengenalan terlebih dahulu.
“Ini kan kita orang baru di sini ya. Jadi kita lihat dulu. Nanti katanya abis ini akan dilihatkan di mana lokasi [masing-masing ruangan]. [Dan] kayaknya sudah ada pembagian-pembagian secara garis besar,” ucap Fadli Zon.
Sementara Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, berharap Kantor Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah dapat berlokasi dekat rumah, yakni Cipete. Di sana memang ada Kompleks Kemendikbud, di Jalan RS Fatmawati, Cipete, Jaksel.
“Seandainya boleh juga saya minta supaya kantor saya di Cipete saja supaya lebih dekat dengan rumah. Dan juga para protokol jangan heran juga kalau nanti tiba-tiba saya naik Gojek atau naik MRT karena jangkauan kantornya sangat dekat dengan rumah,” kata Abdul Mu’ti di lokasi yang sama.
Abdul Mu'ti Tak Mau Buru-buru Ambil Keputusan soal Sistem Zonasi: Ada Pro Kontra - kumparan.com
Abdul Mu'ti Tak Mau Buru-buru Ambil Keputusan soal Sistem Zonasi: Ada Pro Kontra [197] url asal
#abdul-mu-x27-ti #kemendikbud #zonasi
(Kumparan.com) 21/10/24 14:36
v/16786539/
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti berhati-hati dalam memutuskan perencanaan program ke depan. Termasuk soal zonasi yang selama ini menjadi polemik.
"Ini juga sesuatu yang semuanya harus kita kaji ya, semua harus kita kaji. Karena kan juga plus minus ya banyak kebijakan yang dilaksanakan selalu ada pro dan kontra," kata Mu'ti usai Sertijab dengan Nadiem Makarim di Gedung Kemendikbudristek, Senin (21/10).
Kata dia, semua aspek akan dilihat. Ia tak mau tergesa-gesa memutuskan, melanjutkan atau menyetop sistem seleksi sekolah diukur melalui jarak tersebut.
"Tentu saja semuanya akan kita lihat secara keseluruhan, tidak secara tergesa-gesa, karena itu saya dalam beberapa saat ini nanti akan minta masukan dari berbagai pihak," tuturnya.
"Baik dari kalangan pemerintah daerah, dari masyarakat yang menyelenggarakan pendidikan, maupun dari wartawan, teman-teman masyarakat bisa menyampaikan aspirasinya," sambung dia.
Persoalan zonasi ini kerap memunculkan polemik karena siswa yang bisa masuk ke SD hingga SMP harus melihat unsur jarak dari rumah ke sekolah. Praktik ini juga sempat mengorbankan banyak siswa yang pintar hingga kesulitan mencari sekolah.
"Saya berusaha selama memimpin kementerian ini untuk menjadi menteri yang banyak mendengar. Saya kan selama ini banyak ceramah, jadi nanti saya banyak mendengar," tutup dia.
Koneksi Antar Materi Modul 3.1 Pengambilan Keputusan Berbasis Nilai Kebajikan - kumparan.com
Koneksi antar materi modul 3.1 pengambilan keputusan berbasis nilai-nilai kebajikan sebagai seorang pemimpin. [1,320] url asal
#guru #kemendikbudristek #pembelajaran
(Kumparan.com - News) 19/10/24 21:32
v/16713238/
Guru penggerak merupakan program yang diadakan Kemendikbudristek untuk menjadi pemimpin pembelajaran. Saat mengikutinya, guru akan belajar dari modul pembelajaran. Salah satunya koneksi antar materi Modul 3.1 Pengambilan Keputusan.
Dari pembelajaran tersebut, guru harus bisa mengaitkan mulai dari awal sampai terakhir materi sebelum diterapkan ke peserta didik. Sehingga, calon guru penggerak dapat menyimpulkan dan menjelaskan kaitan materi dengan berbagai media.
Dikutip dari buku Pendidikan Guru Penggerak Paket Modul 3.1: Pengambilan Keputusan Berbasis Nilai-nilai Kebajikan sebagai Pemimpin oleh Andri Nurcahyani dan Diah Samsiati Rajasa (2022: 67), Calon Guru Penggerak (CGP) diminta mengerjakan beberapa pertanyaan tentang koneksi antar materi modul 3.1 Pengambilan Keputusan Berbasis Nilai-nilai Kebajikan sebagai Pemimpin
Adapun soal dan jawabannya sebagai berikut.
1. Bagaimana filosofi Ki Hajar Dewantara dengan Pratap Triloka memiliki kaitan dengan penerapan pengambilan keputusan sebagai seorang pemimpin?
Jawaban:
Filosofi Pratap Triloka terdiri dari tiga macam, yakni:
Sehingga, penerapan filosofi Pratap Triloka membuat guru harus mampu memimpin pembelajaran sekaligus mengambil keputusan yang berpihak pada peserta didik agar mampu membangitkan semangat belajar mereka.
Guru juga harus mampu mengambil keputusan yang dapat mendorong potensi peserta didik sesuai minat dan kemampuan.
2. Bagaimana nilai-nilai yang tertanam dalam diri kita, berpengaruh kepada prinsip-prinsip yang kita ambil dalam pengambilan suatu keputusan?
Jawaban:
Nilai mandiri, reflektif, kolaboratif, inovatif, dan keberpihakan kepada peserta didik merupakan prinsip yang wajib dipegang teguh oleh guru dalam mengambil keputusan, terutama saat mengambil keputusan penting.
3. Bagaimana materi pengambilan keputusan berkaitan dengan kegiatan ‘coaching’ (bimbingan) yang diberikan pendamping atau fasilitator dalam perjalanan proses pembelajaran kita, terutama dalam pengujian pengambilan keputusan yang telah kita ambil? Apakah pengambilan keputusan tersebut telah efektif, masihkah ada pertanyaan-pertanyaan dalam diri kita atas pengambilan keputusan tersebut? Hal-hal ini tentunya bisa dibantu oleh sesi ‘coaching’ yang telah dibahas pada sebelumnya.
Jawaban:
Dalam mengambil keputusan, selain melakukan pengujian terhadap 4 paradigma, 3 prinsip resolusi, dan menjalankan 9 langkah-langkah pengambilan keputusan, namun juga perlu memiliki kemampuan lain.
Salah satu kemampuan tersebut adalah coaching yang bertujuan untuk menemukan jalan keluar dari suatu permasalahan dengan memberikan pernyataan-pernyataan efektif.
4. Bagaimana kemampuan guru dalam mengelola dan menyadari aspek sosial emosionalnya akan berpengaruh terhadap pengambilan suatu keputusan khususnya masalah dilema etika?
Jawaban:
Jika melihat 9 langkah dalam menguji dan membuat keputusan, maka pada kompetensi sosial dan emosional memiliki peran penting agar tidak tergesa-gesa dalam mengambil keputusan.
Dengan begitu, seseorang yang memiliki kompetensi sosial emosional akan mampu mengambil keputusan-keputusan yang bertanggung jawab bagi dirinya dan lingkungannya.
5. Bagaimana pembahasan studi kasus yang fokus pada masalah moral atau etika kembali kepada nilai-nilai yang dianut seorang pendidik?
Jawaban:
Nilai-nilai yang dianut seorang pendidik akan menuntunnya pada keputusan yang baik. Sehingga seorang pendidik yang meyakini berbagai nilai-nilai kebajikan merupakan bagian dalam dirinya dipastikan menjadikannya sebagai sosok yang memiliki integritas dan bertanggung jawab.
6. Bagaimana pengambilan keputusan yang tepat, tentunya berdampak pada terciptanya lingkungan yang positif, kondusif, aman dan nyaman.
Jawaban:
Pengambilan keputusan yang mengakomodir banyak pertimbangan dan pandangan dari berbagai sisi akan melahirkan sebuah keputusan yang baik.
Keputusan yang baik tentu saja akan berimbas terhadap tumbuhnya kepercayaan dari semua pihak dan dengan kepercayaan itu lah lingkungan yang positif, kondusif, aman dan nyaman itu tercipta.
7. Apakah tantangan-tantangan di lingkungan Anda untuk dapat menjalankan pengambilan keputusan terhadap kasus-kasus dilema etika ini? Adakah kaitannya dengan perubahan paradigma di lingkungan Anda?
Jawaban:
Pengambilan keputusan berlandaskan tiga prinsip penyelesaian dilema yang akan dipakai apakah Berpikir Berbasis Hasil Akhir (Ends-Based Thinking), Berpikir Berbasis Peraturan (Rule-Based Thinking) ataukah Berpikir Berbasis Rasa Peduli (Care-Based Thinking).
Semua tergantung situasi dan kondisi yang ada. Namun setiap keputusan pasti ada resiko, pro dan kontra, hal ini menjadi salah satu tantangan.
Tantangan yang dihadapi dalam pengambilan keputusan terhadap kasus-kasus dilema etika adalah tidak dapat memuaskan semua pihak.
Namun 9 langkah pengambilan keputusan yang saya coba lakukan dapat meminimalkan perasaan tidak nyaman dan keputusan yang saya ambil dapat diterima oleh semua pihak.
8. Apakah pengaruh pengambilan keputusan yang kita ambil ini dengan pengajaran yang memerdekakan murid-murid kita? Bagaimana kita memutuskan pembelajaran yang tepat untuk potensi murid kita yang berbeda-beda?
Jawaban:
Pengaruh pengambilan keputusan yang diambil dengan pengajaran memerdekakan murid-murid dengan adanya diferensiasi dalam pembelajaran. Pembelajaran yang berdiferensiasi akan mampu mengakomodir kebutuhan setiap murid sesuai dengan kodratnya masing-masing.
Pendidik sebagai pemimpin pembelajaran memfasilitasi potensi yang ada pada murid-muridnya dengan tujuan agar pembelajaran yang diberikannya dapat menuntun tumbuh kembangnya berbagai potensi tersebut.
Hasilnya adalah, mereka akan merasa memiliki kebebasan yang bertanggung jawab terhadap berkembangnya potensi yang dimilikinya.
9. Bagaimana seorang pemimpin pembelajaran dalam mengambil keputusan dapat mempengaruhi kehidupan atau masa depan murid-muridnya?
Jawaban:
Keputusan yang diambil oleh seorang pemimpin pembelajaran akan mempengaruhi berbagai aspek pengalaman pendidikan murid.
Keputusan yang bijaksana dan berorientasi pada kebutuhan murid dapat menciptakan lingkungan belajar yang mendukung, adil, dan berkualitas tinggi, yang pada gilirannya mempersiapkan murid untuk masa depan yang sukses.
Dengan memprioritaskan perkembangan holistik, keterlibatan keluarga, dan perbaikan berkelanjutan, pemimpin pembelajaran dapat memberikan dampak positif yang mendalam pada kehidupan dan masa depan murid yang diajar.
10. Apakah kesimpulan akhir yang dapat Anda tarik dari pembelajaran modul materi ini dan keterkaitannya dengan modul-modul sebelumnya?
Jawaban:
Kesimpulan akhir yang diperoleh dari pembelajaran materi ini dan keterkaitannya dengan modul sebelumnya bahwa pengambilan keputusan merupakan kompetensi yang harus dimiliki oleh guru sebagai pemimpin pembelajaran.
Guru sebagai pemimpin pembelajaran harus dapat mengambil keputusan yang baik dengan mengedepankan nilai-nilai kebajikan yang telah menjadi kesepakatan kelas.
Pembelajaran sosial emosional dan pembelajaran berdiferensiasi merupakan bentuk apresiasi guru terhadap keberagaman murid-muridnya.
Pada tahap perencanaan dalam mengambil keputusan, seorang pemimpin pembelajaran dapat menggunakan alur BAGJA untuk mewujudkan budaya positif sehingga dapat menciptakan kondisi lingkungan yang nyaman (well being).
11. Sejauh mana pemahaman Anda tentang konsep-konsep yang telah Anda pelajari di modul ini, yaitu: dilema etika dan bujukan moral, 4 paradigma pengambilan keputusan, 3 prinsip pengambilan keputusan, dan 9 langkah pengambilan dan pengujian keputusan. Adakah hal-hal yang menurut Anda di luar dugaan?
Jawaban:
4 Paradigma Pengambilan Keputusan
3 Prinsip Pengambilan Keputusan
9 Langkah Pengambilan dan Pengujian Keputusan
Hal-hal yang di luar dugaan adalah saat pengambilan keputusan bukan hanya berdasarkan sesuai pemikiran saja namun perlu melihat 4 paradigma, 3 prinsip dan melakukan 9 langkah pengujian pengambilan keputusan.
Sehingga, pendidik harus memahami lebih dalam tentang masalah atau kasus dari berbagai perspektif agar tidak merugikan sebagian atau banyak orang.
12. Sebelum mempelajari modul ini, pernahkah Anda menerapkan pengambilan keputusan sebagai pemimpin dalam situasi moral dilema? Bilamana pernah, apa bedanya dengan apa yang Anda pelajari di modul ini?
Jawaban:
Pernah, namun yang dilakukan tidak selengkap dengan apa yang saya pelajari dari modul ini. Sebelumnya, dalam pengambilan keputusan hanya berpikir satu dua kali dan memahami dampak yang akan ditimbulkan setelah mengambil keputusan tersebut.
Setelah mempelajari modul ini, seorang pendidik sebelum mengambil keputusan harus mengetahui paradigma dan prinsip dilema etika, serta melalui tahapan pengujian pengambilan keputusan.
13. Bagaimana dampak mempelajari konsep ini buat Anda, perubahan apa yang terjadi pada cara Anda dalam mengambil keputusan sebelum dan sesudah mengikuti pembelajaran modul ini?
Jawaban:
Dampak setelah mempelajari modul ini adalah pengambilan keputusan dalam kasus dilema etika dan bujukan moral lebih bijaksana dan reflektif, dengan pertimbangan yang mendalam tentang etika, prinsip, dan proses pengambilan keputusan.
Selain itu, terdapat juga peningkatan kemampuan dalam menganalisis dan mengevaluasi keputusan dengan cara yang lebih kritis dan sistematis.
Dalam konteks kepemimpinan atau manajemen, modul ini membantu dalam membuat keputusan yang lebih adil, bijaksana, efektif dan bertanggung jawab sehingga meminimalisir dampak negatif yang dapat merugikan orang lain.
14. Seberapa penting mempelajari topik modul ini bagi Anda sebagai seorang individu dan Anda sebagai seorang pemimpin?
Jawaban:
Modul ini sangat penting dipelajari karena memberikan dasar yang kuat untuk pengambilan keputusan yang adil, bijaksana, etis, efektif, dan bertanggung jawab baik sebagai individu maupun sebagai pemimpin.
Keterampilan dan pemahaman yang diperoleh dari modul ini tidak hanya meningkatkan kualitas pengambilan keputusan tetapi juga memperkuat integritas dan kredibilitas saya sebagai pendidik.
Demikian penjelasan dari koneksi antar materi Modul 3.1 Pengambilan Keputusan Berbasis Nilai-nilai Kebajikan sebagai Pemimpin. Semoga bermanfaat dan membantu dalam mengikuti program Pendidikan Guru Penggerak.(MZM)
8 Standar Nasional Pendidikan dan Alasan di Balik Penerapannya - kumparan.com
8 Standar Nasional Pendidikan adalah Standar Kompetensi Lulusan, Standar Isi; sampai Standar Pembiayaan. [502] url asal
#pendidikan #kemendikbudristek #nasional
(Kumparan.com) 19/10/24 21:28
v/16713240/
Setiap negara memiliki standar pendidikan masing-masing. Di Indonesia sendiri, terdapat 8 Standar Nasional Pendidikan untuk jenjang pendidikan PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah.
Dipilihnya 8 Standar Nasional Pendidikan karena ada alasannya tersendiri. Jadi, seluruh sekolah harus mematuhi standar tersebut untuk membangun pendidikan yang berkualitas dan merata di Indonesia.
Standar pendidikan nasional merupakan kriteria, pedoman, atau indikator yang ditetapkan pemerintah yang berlaku untuk seluruh sekolah di satu negara.
Standar tersebut mencakup berbagai aspek, mulai dari kurikulum, penilaian, guru, sarana dan prasarana, hingga manajemen pendidikan yang dibuat oleh kementerian pendidikan suatu negara, seperti Kemendikbudristek untuk di Indonesia.
Dikutip dari laman pskp.kemdikbud.go.id 8 Standar Nasional Pendidikan di Indonesia yakni.
Standar kompetensi lulusan merupakan kriteria minimal yang harus dimiliki oleh peserta didik untuk menyelesaikan jenjang pendidikan tertentu. Standar kompetensi lulusan mencakup beberapa hal, seperti kognitif afektif, dan psikomotorik.
Standar ini menetapkan kompetensi dasar yang harus dicapai oleh peserta didik dalam berbagai mata pelajaran. Standar ini mencakup pemahaman konsep, keterampilan, dan sikap sesuai dengan tingkat pendidikan yang mereka tempuh.
Standar proses berkaitan erat dengan metode, pendekatan, dan strategi pembelajaran yang digunakan oleh tenaga pengajar. Standar ini mencakup penyusunan rencana pembelajaran, penggunaan media dan teknologi, dan keterlibatan peserta didik dalam kegiatan belajar mengajar.
Standar penilaian berupa menetapkan prosedur dan kriteria penilaian secara adil dan objektif. Standar ini mencakup berbagai bentuk penilaian, seperti tugas, tes, dan observasi, hingga pemanfaatan umpan balik kepada peserta didik.
Standar tenaga pendidikan mengatur tentang kualifikasi, kompetensi, dan tugas dari tenaga pengajar dan tenaga kependidikan lainnya.
Standar ini bertujuan untuk memastikan bahwa pendidik maupun tenaga kependidikan memiliki kualifikasi yang memadai dan relevan dengan bidang yang diajarnya.
Standar sarana dan prasarana berkaitan dengan fasilitas fisik dan non-fisik yang diperlukan dalam kegiatan belajar mengajar. Standar ini mencakup ruang kelas, perpustakaan, laboratorium, fasilitas olahraga, hingga lingkungan sekolah yang aman dan nyaman.
Standar pengelolaan menetapkan prinsip-prinsip pengelolaan sekolah secara efektif. Standar ini mencakup mulai dari perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan dalam menjalankan kegiatan belajar mengajar di sekolah.
Standar pembiayaan berkaitan erat dengan pengelolaan keuangan sekolah. Standar ini mencakup alokasi maupun penggunaan dana pendidikan yang digunakan untuk kegiatan belajar mengajar secara transparan dan efisien.
Adanya Standar Pendidikan Nasional sangat penting dalam kemajuan kualitas pendidikan di Indonesia. Beberapa alasan mengapa setiap sekolah harus menerapkan Standar Pendidikan Nasional sebagai berikut.
Standar Pendidikan Nasional merupakan pedoman minimal yang harus diikuti setiap sekolah di Indonesia. Hal ini dapat menciptakan keseragaman mutu sekolah di seluruh Indonesia. Artinya, setiap pelajar mendapatkan pendidikan yang setara.
Tujuan dari penetapan Standar Pendidikan Nasional adalah untuk meningkatkan pendidikan di Indonesia secara menyeluruh. Sebab, setiap sekolah harus mengikuti standar tersebut. Sehingga, sekolah dapat meningkatkan kemampuan peserta didik.
Tak hanya peserta didik yang meningkat kualitasnya, tenaga pengajar juga akan meningkat hasil dari penerapan Standar Pendidikan Nasional.
Tenaga pengajar diwajibkan untuk mendorong kompetensi, kualifikasi, hingga profesionalisme. Jadi, tenaga pengajar diharapkan mampu memberikan pembelajaran kepada peserta didik secara efektif dan berkualitas.
Itulah penjelasan singkat tentang 8 Standar Nasional Pendidikan. Dengan penetapan standar tersebut, diharapkan peserta didik di Indonesia mendapatkan pendidikan yang terbaik tanpa kesenjangan yang begitu besar .(MZM)
Rencana Induk Pemajuan Kebudayaan Ciptakan Indonesia Bahagia dan Sejahtera - kumparan.com
Presiden Jokowi menandatangani Perpres Nomor 115 Tahun 2024 tentang Rencana Induk Pemajuan Kebudayaan (RIPK) dalam menciptakan Indonesia yang bahagia dan sejahtera. [613] url asal
#joko-widodo #perpres #kebudayaan #kemendikbudristek
(Kumparan.com - News) 19/10/24 18:31
v/16705911/
Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menandatangani Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 115 Tahun 2024 tentang Rencana Induk Pemajuan Kebudayaan (RIPK) untuk periode 2025-2045. Kebijakan ini menjadi tonggak penting dalam pembangunan kebudayaan nasional, dengan mengintegrasikan kebudayaan sebagai pilar utama dalam menciptakan Indonesia yang bahagia dan sejahtera.
Direktur Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Dirjenbud Kemendikbudristek), Hilmar Farid, menekankan pentingnya kebijakan ini dalam menjawab tantangan globalisasi dan perkembangan zaman.
"RIPK 2025-2045 bukan hanya soal melestarikan warisan budaya, tetapi juga memanfaatkan budaya sebagai kekuatan pendorong kesejahteraan masyarakat,” ujarnya di Kantor Kemendikbudristek, Jakarta, Senin (14/10).
Perpres ini, kata Hilmar, hadir sebagai respons atas kebutuhan akan dokumen strategis kebudayaan jangka panjang, yang tidak hanya memfokuskan pada pelestarian warisan budaya, tetapi juga pengembangan kebudayaan sebagai penguatan identitas nasional dan kontribusi Indonesia di tingkat global. Hal ini sejalan dengan amanat Pasal 32 Undang-Undang Dasar 1945 dan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan.
Dalam RIPK, ditetapkan visi besar "Indonesia Bahagia Berlandaskan Keanekaragaman Budaya yang Mencerdaskan, Mendamaikan, dan Menyejahterakan" yang menekankan kebudayaan sebagai aset nasional yang harus dijaga, dikembangkan, dan dimanfaatkan secara optimal untuk kesejahteraan masyarakat.
“Visi ini sangat relevan dengan kebutuhan kita saat ini, di mana interaksi lintas budaya dan pemanfaatan budaya untuk diplomasi internasional menjadi semakin krusial," tutur Hilmar Farid.
Rencana Induk Pemajuan Kebudayaan 2025-2045 mengusung tujuh misi utama, yaitu yang pertama, menyediakan ruang bagi keragaman ekspresi budaya serta mendorong interaksi budaya lintas kelompok untuk memperkuat kebudayaan yang inklusif.
Kedua, melindungi dan mengembangkan nilai serta ekspresi budaya tradisional, sehingga kebudayaan nasional terus diperkaya oleh warisan leluhur.
Selanjutnya yang ketiga, memanfaatkan kekayaan budaya untuk meningkatkan posisi Indonesia di dunia internasional, terutama melalui diplomasi budaya.
Kemudian yang keempat, menggunakan objek Pemajuan Kebudayaan sebagai sarana untuk kesejahteraan masyarakat, terutama melalui pengembangan ekonomi kreatif dan pariwisata berbasis budaya.
Kelima, memajukan kebudayaan yang melindungi keanekaragaman hayati dan memperkuat ekosistem budaya dalam konteks keberlanjutan lingkungan.
Keenam, mendorong reformasi kelembagaan dan penganggaran dalam mendukung Pemajuan Kebudayaan agar lebih efektif dan efisien. Ketujuh, meningkatkan peran pemerintah sebagai fasilitator dalam Pemajuan Kebudayaan, dengan memberikan ruang bagi masyarakat untuk berpartisipasi aktif.
"Perpres RIPK ini menjadi kerangka penting dalam merumuskan kebijakan kebudayaan dalam 20 tahun ke depan," kata Dirjenbud.
Salah satu aspek penting dari RIPK adalah penekanan pada tiga arah kebijakan utama dalam Pemajuan Kebudayaan, yaitu mewujudkan jaminan kebebasan masyarakat untuk memelihara dan mengembangkan nilai budayanya secara partisipatif dan inklusif.
Kemudian, mewujudkan pengelolaan Objek Pemajuan Kebudayaan (OPK) dan cagar budaya yang berkelanjutan sebagai landasan peningkatan kesejahteraan masyarakat dan pengaruh kebudayaan Indonesia di dunia internasional. Serta mewujudkan peningkatan mutu tata kelola pemerintah sebagai fasilitator pemajuan kebudayaan.
Setiap arah kebijakan tersebut dijabarkan dalam strategi-strategi konkret yang akan dilaksanakan secara bertahap, termasuk peningkatan pemberian fasilitas bagi komunitas budaya, pengembangan budaya tradisional dalam harmoni dengan budaya modern, serta peningkatan kualitas layanan dan infrastruktur kebudayaan.
RIPK juga akan diimplementasikan melalui Rencana Aksi Nasional (RAN) Pemajuan Kebudayaan yang diperbarui setiap lima tahun. Salah satu inovasi penting dalam pelaksanaan kebijakan ini adalah penggunaan Indeks Pembangunan Kebudayaan (IPK) sebagai alat ukur keberhasilan. Pada tahun 2023, IPK Indonesia mencapai 57,13 poin dan ditargetkan meningkat menjadi 68,15 poin pada tahun 2045.
"Indeks ini menjadi tolak ukur penting dalam menilai sejauh mana kebijakan kebudayaan mampu menjawab tantangan zaman dan kebutuhan masyarakat. Dan kita optimis bahwa target itu dapat dicapai," jelas Hilmar Farid.
Melalui Perpres Nomor 115 Tahun 2024 ini, pemerintah daerah juga didorong untuk berperan aktif dalam menyusun program kebudayaan yang sejalan dengan kebijakan nasional. Partisipasi aktif masyarakat dan komunitas budaya akan menjadi kunci keberhasilan pelaksanaan RIPK ini.
Melalui kolaborasi yang erat antara pemerintah, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan, diharapkan RIPK 2025-2045 dapat mewujudkan kebudayaan sebagai kekuatan pendorong pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.
Artikel ini dibuat oleh kumparan Studio
Berkat Matching Fund, Unpad Kembangkan Pendeteksi Penyakit Infeksi "Nucleopad" - kumparan.com
Unpad dan PT Pakar Biomedika Indonesia melakukan terobosan program Teaching Factory yang didukung Matching Fund 2023 menghasilkan Nucleopad. [965] url asal
#unpad #infeksi #kemendikbudristek
(Kumparan.com - Bisnis) 18/10/24 15:23
v/16656624/
Dengan semangat untuk melahirkan inovasi yang meningkatkan kemandirian Indonesia di bidang kesehatan, Universitas Padjadjaran (Unpad) bersama PT Pakar Biomedika Indonesia telah melakukan terobosan penting melalui program Teaching Factory.
Salah satu produk unggulan yang dikembangkan adalah Nucleopad, alat visual berbasis in vitro imunokromatografi kertas yang dirancang untuk mendeteksi DNA hasil amplifikasi PCR (Polymerase Chain Reaction). Alat ini menawarkan metode deteksi yang cepat, akurat, dan sederhana tanpa memerlukan peralatan laboratorium yang canggih.
“Nucleopad dapat memberikan hasil dalam waktu hanya 15 menit, dan teknologi ini tidak membutuhkan peralatan laboratorium yang rumit,” ujar Muhammad Yusuf, inovator di bidang kesehatan dari Universitas Padjadjaran.
Pengembangan alat uji cepat infeksi seperti Nucleopad membawa banyak manfaat bagi masyarakat. Dalam konteks penanganan penyakit menular seperti Tuberkulosis (TB), Demam Dengue, dan Chikungunya, waktu merupakan faktor penting dalam mendiagnosis dan memberikan penanganan yang tepat.
Dengan Nucleopad, proses deteksi yang biasanya memakan waktu dan membutuhkan peralatan canggih kini dapat dilakukan dengan lebih sederhana dan cepat.
"Dengan produk ini, kami bisa mendeteksi penyakit infeksi seperti TB dengan lebih cepat dan efisien, yang tentunya akan sangat membantu dalam penanganan penyakit tersebut," lanjut Yusuf.
Inovasi alat deteksi infeksi ini didukung oleh Matching Fund 2023 dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) dengan total pendanaan sebesar Rp1,3 miliar rupiah dan dukungan dari mitra industri dengan nilai hampir setara. Nucleopad dapat dimanfaatkan sebagai alat uji cepat untuk mendeteksi penyakit infeksi seperti Demam Dengue, Chikungunya, dan Tuberkulosis.
Sebuah Nucleopad mampu mendeteksi penyakit TB dengan hasil visual berupa warna merah yang dapat dilihat dengan mata telanjang, tanpa memerlukan penggunaan gel agarosa seperti pada metode konvensional. Produk ini ramah lingkungan karena mengurangi penggunaan bahan kimia dalam proses visualisasi hasil PCR.
Keunggulan lain dari Nucleopad adalah sensitivitasnya yang mencapai 75% dan spesifisitas 95%, lebih tinggi dibandingkan metode visualisasi elektroforesis yang memiliki sensitivitas hanya 60%.
Dengan adanya produk ini, biaya pengadaan alat diagnostik diharapkan dapat ditekan, sekaligus mempercepat diagnosis dan penanganan penyakit menular.
Produk seperti Nucleopad tidak hanya meningkatkan efisiensi tenaga medis dalam mendiagnosis penyakit, tetapi juga memperluas akses masyarakat terhadap teknologi diagnostik yang lebih terjangkau. Sebagai produk buatan dalam negeri, Nucleopad berkontribusi terhadap kemandirian bangsa dalam memenuhi kebutuhan alat diagnostik tanpa harus bergantung pada produk impor.
“Kami percaya bahwa inovasi ini dapat mendorong kemandirian kesehatan di Indonesia dan mengurangi ketergantungan pada impor produk diagnostik,” ujar Yusuf.
Muhammad Yusuf, inovator sekaligus ketua tim riset dari program inovasi Nucleopad, menyampaikan peran penting pengembangan teaching factory bagi pengembangan inovasi. Teaching Factory merupakan fasilitas yang dibangun untuk menjembatani dunia pendidikan dan industri, khususnya dalam meningkatkan keterampilan sumber daya manusia (SDM).
Sinergi ini memungkinkan riset dan pengembangan produk lokal untuk memenuhi kebutuhan industri yang mendesak, seperti kebutuhan alat diagnostik yang dapat diproduksi secara mandiri di dalam negeri. "Melalui Teaching Factory, kami ingin menciptakan SDM yang tidak hanya kompeten tetapi juga mampu berinovasi," jelasnya.
"Kerja sama kami dengan industri memungkinkan transfer teknologi yang mempercepat proses pengembangan alat diagnostik dengan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) yang lebih tinggi, sehingga Indonesia bisa mandiri di sektor kesehatan," tambahnya.
Sebagai institusi pendidikan yang berperan melahirkan sumber daya manusia SDM) kompeten melalui melalui pendidikan berbasis praktik di Teaching Factory, Universitas Padjadjaran berkolaborasi dengan PT Pakar Biomedika Indonesia menyediakan fasilitas, peralatan, dan bimbingan industri untuk pengembangan produk diagnostik yang inovatif. Kolaborasi diharapkan dapat memperkuat kemandirian di sektor kesehatan Indonesia, khususnya dalam hal pengadaan alat uji diagnostik.
Indonesia masih menghadapi tantangan besar dalam mencapai kemandirian di sektor kesehatan. Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan, pada tahun 2020 sekitar 90% bahan baku obat di Indonesia masih diimpor, dan negara ini juga bergantung pada alat kesehatan impor untuk sebagian besar kebutuhan medisnya.
Hal ini menunjukkan betapa pentingnya inovasi lokal seperti Nucleopad dalam mengurangi ketergantungan pada produk luar negeri dan meningkatkan kemampuan produksi dalam negeri.
Selain itu, laporan dari Lembaga Pengembangan Ekspor Indonesia (LPEI) mencatat bahwa nilai impor alat kesehatan Indonesia mencapai USD 1,1 miliar pada tahun 2021, angka yang terus meningkat dari tahun-tahun sebelumnya.
Dengan mengembangkan produk-produk lokal, Indonesia berpeluang besar untuk menurunkan angka ini dan meningkatkan daya saing industri kesehatan dalam negeri di pasar global.
"Kami percaya bahwa inovasi ini dapat mendorong kemandirian kesehatan di Indonesia dan mengurangi ketergantungan pada impor produk diagnostik," ungkap Yusuf.
Dengan adanya produk ini, biaya pengadaan alat diagnostik diharapkan dapat ditekan, sekaligus mempercepat diagnosis dan penanganan penyakit menular, katanya.
Pengembangan Teaching Factory di Universitas Padjadjaran menjadi contoh nyata bagaimana kolaborasi antara akademisi dan industri dapat menghasilkan inovasi yang berdampak besar bagi kesehatan masyarakat.
Dengan riset berkelanjutan dan pengembangan produk diagnostik seperti Nucleopad, Indonesia semakin mendekati tujuan untuk mencapai kemandirian di bidang kesehatan. Kolaborasi ini juga membuka peluang besar untuk memperkuat daya saing Indonesia di pasar internasional.
Program Dana Padanan dan Kedaireka yang diluncurkan sejak 2020 melalui Merdeka Belajar episode keenam semakin menunjukkan dampak positif. Kini, kolaborasi riset antara perguruan tinggi dan industri meningkat tajam. Jumlah proposal penelitian yang diterima perguruan tinggi dari perusahaan naik dari 1.200 pada tahun 2021 menjadi 5.600 pada tahun 2023.
Pendanaan penelitian pun meningkat hingga 420 persen. Hal ini menjadi salah satu faktor pendorong kenaikan peringkat Indonesia dalam Global Innovation Index (GII) dari posisi 87 pada tahun 2021 ke-61 pada tahun 2024.
Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Dirjen Diktiristek) Kemendikbudristek Abdul Haris menekankan pentingnya peran Reka Cipta bagi perkembangan bangsa, terutama dalam menggerakkan roda perekonomian, meningkatkan daya saing, dan mendorong kemandirian.
“Kolaborasi antara perguruan tinggi dan dunia usaha dan dunia industri (DUDI) memiliki potensi yang besar untuk menciptakan reka cipta yang unggul dan solusi yang efektif. Dan Kedaireka menjadi wujud komitmen Ditjen Diktiristek untuk menjadi hub antara kepakaran insan perguruan tinggi dan sumber daya mitra strategis DUDI,” ungkap Dirjen Haris.
Inovasi yang mendorong kemandirian bangsa merupakan langkah penting dalam membangun ekosistem kesehatan yang lebih kuat dan independen. Selain itu, inovasi menjadi bukti bahwa sinergi antara riset akademis dan industri dapat membawa manfaat nyata bagi kehidupan masyarakat.
Artikel ini dibuat oleh kumparan Studio
Nadiem Bicara soal Kemendikbud Jadi 3 Kementerian - kumparan.com
Nadiem Bicara soal Kemendikbud Dipecah Jadi 3 Kementerian [184] url asal
#nadiem #kemendikbudristek #kebudayaan #dikti #riset #teknologi
(Kumparan.com) 18/10/24 14:05
v/16650138/
Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi atau Mendikbudristek Nadiem Makarim bakal pensiun dari jabatannya akhir Oktober nanti.
Nadiem tidak bergabung dalam kabinet baru yang dibentuk Prabowo-Gibran. Dia menyebut kementerian yang saat ini dipimpinnya akan ditransisi menjadi tiga kementerian yakni Kementerian Kebudayaan, Kementerian Pendidikan Tinggi (Dikti) dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen).
"Saya mentransisi ketiga menteri, jadi berbeda jadi tergantung ada Kebudayaan, Dikti, dan Dikdasmen," kata Nadiem di Istana Negara, Jalan Medan Merdeka Utara, Jumat (18/10).
Pendiri Go-Jek itu juga mengucapkan selamat kepada tiga menteri yang akan dilantik. Dia berharap pendidikan ke depan bisa lebih baik lagi,
"Saya bilang selamat sukses dan saya yakin ketiga menteri itu hebat dan pasti akan melanjutkan program yang baik dan juga menyempurnakan yang masih perlu perbaikan," ucapnya.
Selain itu, Nadiem juga mengucapkan terima kasih kepada Presiden Jokowi karena telah memberikan dukungan penuh selama dia menjalankan tugas sebagai Mendikbudristek.
"Luar biasa tanpa dukungan beliau saya tidak bisa melakukan begitu banyak transformasi mulai dari kurikulum, Kampus Merdeka, assesment nasional nggak mungkin tanpa dukungan Pak Jokowi. Jadi saya ingin berpamitan dan terima kasih juga hari ini," kata Nadiem.
Dana Padanan Kedaireka Dukung Inovasi Kendaraan Listrik Buatan Indonesia
Kemitraan PENS dan VKTR didukung pendanaan sebesar Rp2,73 miliar dari program Dana Padanan Kedaireka dari total nilai inovasi lebih dari Rp7 miliar dalam menghasilkan kendaraan listrik nasional. [820] url asal
#kendaraan-listrik #kemendikbudristek #vokasi #tkdn
(Kumparan.com - Bisnis) 18/10/24 13:25
v/16661300/
Seiring dengan meningkatnya komitmen global terhadap pencapaian Net Zero Emission (NZE), Indonesia turut bergerak cepat dalam mengadopsi teknologi kendaraan listrik (electric vehicle/EV). Dengan dukungan program Dana Padanan 2023 Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) berkolaborasi dengan PT VKTR Teknologi Mobilitas (VKTR) mengembangkan komponen dan perangkat lunak (software) kendaraan listrik.
Program ini dilaksanakan oleh Center for Research and Innovation on Advanced Transportation Electrification (CReATE) guna mendukung kemandirian teknologi inti kendaraan listrik nasional.
Saat ini, banyak komponen kendaraan listrik, baik dalam bentuk sepeda motor maupun bus apron listrik, masih diimpor dalam bentuk completely built-up (CBU) maupun completely knocked down (CKD). Untuk mengatasi ketergantungan impor ini, diperlukan pengembangan inovasi lokal yang dapat meningkatkan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dan memenuhi kebutuhan pasar domestik.
Kemitraan PENS dan VKTR didukung pendanaan sebesar Rp2,73 miliar dari program Dana Padanan Kedaireka dari total nilai inovasi lebih dari Rp7 miliar. Kolaborasi ini telah menghasilkan berbagai inovasi yang memiliki potensi besar dalam memperkuat ekosistem kendaraan listrik nasional.
Melalui penelitian yang intensif, PENS dan VKTR telah berhasil mengembangkan beberapa inovasi teknologi, termasuk swing arm dan komponen pendukung dengan kompatibilitas tinggi untuk konversi sepeda motor roda dua berbasis in-wheel drive.
Salah satu inovasi yang paling menonjol adalah Motor Fluks Aksial Tiga Fase dengan Satu Rotor dan Dua Stator, sebuah teknologi motor listrik yang menawarkan efisiensi daya lebih tinggi. Selain itu, mereka juga mengembangkan Sistem Manajemen Armada Bus Cerdas, yang dirancang untuk meningkatkan pengelolaan dan operasi bus apron listrik di bandara.
Namun, inovasi yang dihasilkan dari kolaborasi PENS dengan VKTR tidak hanya berfokus pada efisiensi dan performa kendaraan listrik, tetapi juga pada keberlanjutan lingkungan. Dengan adopsi teknologi kendaraan listrik, emisi karbon dapat ditekan, yang sejalan dengan upaya global dan nasional untuk mencapai target NZE pada tahun 2060.
“Untuk sampai membuat sebuah electric vehicle itu butuh proses panjang. Tetapi, semuanya bertujuan untuk kemandirian Indonesia,” ungkap Dadet Pramadihanto, dosen Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS), penerima manfaat program Dana Padanan (matching fund) 2023.
Menurut Dadet yang sekaligus kepala pusat riset CReATE, proses menuju kemandirian teknologi kendaraan listrik nasional tidaklah mudah. Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi adalah kesiapan manufaktur dalam memproduksi komponen kendaraan listrik secara massal di dalam negeri.
Hingga saat ini, Indonesia belum memiliki produsen yang mampu memproduksi motor listrik skala besar, meskipun dari sisi inovasi teknologi, bangsa ini telah menunjukkan kemajuan yang signifikan.
Namun, Dadet optimistis bahwa kolaborasi antara kampus vokasi dan industri, seperti yang telah dilakukan dengan VKTR dengan dukungan Dana Padanan yang digulirkan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), akan mempercepat kemajuan teknologi kendaraan listrik di Indonesia.
Sejak kerja sama dimulai pada tahun 2021, PENS dan VKTR telah berhasil mematenkan 14 inovasi yang siap dikembangkan lebih lanjut. "Jika dilihat dari negara industri lainnya, kita masih ketinggalan karena mereka sudah lama melakukan riset. Namun, dibandingkan negara-negara yang selevel dengan Indonesia, kita tidak kalah,” katanya.
Percepatan elektrifikasi kendaraan listrik di Indonesia merupakan langkah penting dalam mewujudkan kemandirian teknologi sekaligus mencapai target lingkungan yang lebih baik. Inovasi yang dihasilkan oleh PENS dan VKTR, mulai dari sepeda motor listrik hingga sistem manajemen bus apron listrik, menunjukkan bahwa Indonesia memiliki kemampuan untuk bersaing di industri kendaraan listrik global.
Meskipun masih menghadapi tantangan, terutama dalam hal manufaktur, kolaborasi yang kuat dan dukungan dari berbagai pihak akan membawa Indonesia menuju era baru transportasi yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Keberhasilan percepatan elektrifikasi kendaraan di Indonesia tidak hanya bergantung pada riset dan pengembangan teknologi, tetapi juga pada kolaborasi antara berbagai pihak. Dalam hal ini, kemitraan PENS dengan VKTR menunjukkan bagaimana sinergi antara akademisi dan industri dapat menghasilkan inovasi yang berdampak besar.
Program Dana Padanan dan Kedaireka yang diluncurkan sejak 2020 melalui Merdeka Belajar episode keenam semakin menunjukkan dampak positif. Kini, kolaborasi riset antara perguruan tinggi dan industri meningkat tajam. Jumlah proposal penelitian yang diterima perguruan tinggi dari perusahaan naik dari 1.200 pada tahun 2021 menjadi 5.600 pada tahun 2023.
Pendanaan penelitian pun meningkat hingga 420 persen. Hal ini menjadi salah satu faktor pendorong kenaikan peringkat Indonesia dalam Global Innovation Index (GII) dari posisi 87 pada tahun 2021 ke-61 pada tahun 2024.
Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi (Plt. Dirjen Diksi) Kemendikbudristek Tatang Muttaqin menyampaikan dampak dana padanan dan kedaireka terhadap pembelajaran di kampus vokasi.
“Tiga tahun pelaksanaan program Dana Padanan (Matching Fund) juga telah mendorong ekosistem kolaborasi antara perguruan tinggi vokasi dan industri. Ribuan mahasiswa telah merasakan dampak program ini. Mereka belajar dan dibimbing langsung oleh ribuan profesional yang ikut terlibat dalam program ini setiap tahun,” ungkap Tatang.
“Dengan langkah-langkah strategis dan kerja keras, pendidikan vokasi dapat menjadi motor penggerak pembangunan ekonomi dan sosial yang berkelanjutan,” imbuhnya.
Dengan adanya dukungan dari pemerintah, industri, dan lembaga riset, Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi pemain penting dalam industri kendaraan listrik global.
Harapan besar tertuju pada inovasi-inovasi yang dihasilkan oleh berbagai perguruan tinggi dengan mitra industri seperti PENS dan VKTR, yang tidak hanya berkontribusi terhadap pembangunan industri kendaraan listrik, tetapi juga terhadap upaya mencapai target keberlanjutan lingkungan.
Artikel ini dibuat oleh kumparan Studio