JAKARTA, Investor.id – Linde memulai proses pemasokan gas industri kepada PT Freeport Indonesia (PTFI), perusahaan pertambangan terkemuka di Indonesia. Linde telah menginvestasikan US$ 120 juta untuk pembangunan, pengelolaan kepemilikan, dan pengoperasian unit pemisahan udara (air separation unit/ASU) baru.
Ini merupakan fasilitas ASU terbesar di Indonesia dan milik Linde yang terbesar di kawasan Asia Tenggara. Fasilitas ini telah memasok gas industri oksigen dan nitrogen ke PTFI dalam menjalankan fungsi pemurnian tembaga dan fasilitas refining di Manyar, Gresik, Jawa Timur.
Fasilitas proses pemurnian tembaga tersebut merupakan salah satu yang terbesar di tingkat dunia. Unit ASU milik Linde ini juga akan memberikan pasokan gas industri yang dicairkan kepada pelanggan baru dan existing di Jawa Timur yang turut meningkatkan kerapatan jejaring bisnis perusahaan di wilayah tersebut.
“Dengan permintaan komoditas tembaga yang terus meningkat di tingkat global, kami mendukung upaya ekspansi PTFI,” ujar Moloy Banerjee, president Asean & South Asia Linde, dalam siaran pers, Kamis (7/11/2024).
Menurut dia, gas industri membantu meningkatkan efisiensi pemurnian tembaga melalui dorongan kapasitas produksi yang diikuti dengan penurunan konsumsi dan emisi bahan bakar. Fasilitas Linde menggunakan teknologi terbaru untuk memasok gas industro yang esensial secara aman dan dapat diandalkan kepada seluruh customer kami pada pasar industri yang penting.
Linde Indonesia merupakan bagian dari Group Linde, sebuah perusahaan gas dan rekayasa industri global terkemuka dengan penjualan tahun 2023 senilai U$ 33 miliar. Linde Indonesia memiliki fasilitas pemisahan udara terbesar di Indonesia dan mengelola delapan fasilitas produksi dan unit pengisian di berbagai wilayah di Indonesia.
Perusahaan ini memiliki portfolio produk yang paling komprehensif atas gas industri, gas khusus, dan gas medis, serta menyedian sejumlah layanan terkait, termasuk instalasi peralatan gas, jaringan pipa gas, instalasi pabrik dan layanan rekaya industri terkait lainnya.
Editor: Harso Kurniawan (harso@investor.co.id)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News