#30 tag 24jam
Menggenggam Asus Zenfone 11 Ultra, HP Asus yang Tidak Seramping Dulu
Flagship Asus Zenfone sebelumnya membawa desain yang ringkas dan minimalis. Namun, desain seperti itu tidak ditemukan lagi di Asus Zenfone 11 Ultra. Halaman all [1,763] url asal
#smartphone #asus #hands-on #harga-asus-zenfone-11-ultra #spesifikasi-asus-zenfone-11-ultra #zenfone-11-ultra
(Kompas.com) 25/07/24 14:04
v/12058005/
KOMPAS.com - Zenfone 11 Ultra menjadi smartphoneterbaru Asus di Indonesia. Smartphoneini diresmikan di Tanah Air pada Juni lalu dengan sederet spesifikasi yang cukup tinggi.
Pada aspek hardware misalnya, smartphone ini ditenagai dengan chipset mobile Qulcomm paling kencang saat ini, yaitu Snapdragon 8 Gen 3.
Selain itu Asus Zenfone 11 Ultra juga dilengkapi dengan bermacam fitur kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) termasuk pada aspek kamera dan aneka fitur penunjang aktivitas serta produktivitas pengguna.
Asus Zenfone 11 Ultra mengusung layar yang lebih besar dibanding model Zenfone sebelumnya. Layar Asus Zenfone 11 Ultra berukuran 6,78 inci dengan panel AMOLED.
Hal ini membuat Zenfone 11 Ultra seperti smartphone kekinian lainnya yang mengusung layar lebih dari 6,5 inci. Padahal, lini Asus Zenfone biasanya memiliki bodi yang ramping dan ringkas dengan ukuran layar lebih kecil.
Seperti Asus Zenfone 10 yang dirilis di Indonesia September 2023 lalu, memiliki ukuran layar 5,9 inci. Begitu pula dengan Zenfone 9 dan Zenfone 8 yang memiliki ukuran layar yang sama.
Selain layar, Asus juga menambah jumlah kamera belakang ponselnya jadi lebih banyak. Zenfone 11 Ultra dilengkapi total tiga kamera belakang, lebih banyak dari Zenfone 10 maupun model sebelumnya yang hanya dibekali dua kamera.
Jadi, Zenfone 11 Ultra mendobrak pakem ponsel Asus di lini Zenfone series yang diusung sebelumnya.
Di Indonesia, smartphone ini hadir dalam dua opsi RAM dan storage yaitu 12/256 GB dan 16/512 GB. Smartphone ini tersedia dalam tiga opsi warna, yaitu Zenfone 11 Ultra varian Eternal Black, Skyline Blue dan Misty Grey.
KompasTekno berkesempatan menjajal Zenfone 11 Ultra varian RAM 12/256 GB warna Eternal Black. Berikut ualasan singkatnya.
Tanpa adapter charger
Asus Zenfone 11 Ultra dibungkus dalam kotak berkelir abu-abu muda. Konsep kotak kemasannya cukup mirip seperti Zenfone 10, tetapi Asus membuat logo huruf "A" yang lebih besar dengan teks penamaan model ponsel yang lebih kontras.
Kotaknya juga dilengkapi label hitam yang menyantumkan beberapa spesifikasi kunci ponsel, nomor IMEI dan berbagai keterangan lainnya.
Asus mengeklaim memakai bahan yang ramah lingkungan untuk kotak Zenfone 11 Ultra. Kotaknya memakai kertas bersertifikat FSC dan tinta dengan bahan dasar kacang kedelai yang tidak beracun. Begitu pula dengan kemasan yang dipakai untuk membalut ponsel di dalam kotak serta kabel USB-C.
Upaya itu diklaim mengurangi penggunaan kemasan plastik sampai 94 persen.
Isi kotak kemasannya meliputi unit Zenfone 11 Ultra, hardcase, panduan singkat sekaligus kartu garansi, USB-C ke C, earphone dengan jack 3,5 mm, serta SIM ejector untuk membuka baki SIM ponsel. Tidak ada adapter charger yang disertakan dalam kotak kemasan Zenfone 11 Ultra.
Kompas.com/Lely Maulida Isi kotak kemasan Asus Zenfone 11 UltraPadahal, Asus masih menyertakan aksesori itu pada Zenfone 10, berikut earphone bawaan. Jadi selain ukurannya yang ikut "mainstream", aksesori smartphone Asus juga kini dipangkas seperti merek smartphone lainnya.
Namun, merek lain umumnya memangkas earphone, dan masih mempertahankan adapter charger. Sementara Asus memilih opsi yang cukup berbeda.
Hardcase ponselnya sendiri tidak begitu membalut bodi ponsel. Sebab, sebagian area samping ponsel dibiarkan terbuka. Desainnya dibuat persis seperti penampang ponsel dengan logo yang diklaim terinspirasi logo spaceship Asus dengan huruf A asimetris. Logo itu disematkan guna merepresentasikan DNA Asus.
Kompas.com/Lely Maulida Asus Zenfone 11 Ultra dilengkapi hardcase. Desain hardcase-nya dibuat persis seperti penampang ponsel dengan logo yang diklaim terinspirasi logo spaceship Asus dengan huruf A asimetris. Logo itu disematkan guna merepresentasikan DNA Asus.Karena desainnya seragam, tampilan punggung ponsel tetap terlihat elegan. Apalagi warnanya juga hitam, sehingga tidak begitu mencolok.
Sementara itu tekstur hardcase-nya cukup kesat sehingga membuat ponsel lebih nyaman di genggaman. Namun penambahan aksesori ini menjadikan bodi ponsel terasa sedikit lebih tebal.
Desain jadi bongsor
Zenfone 11 Ultra didesain dengan layar AMOLED 6,78 inci, resolusi Full HD Plus, refresh rate 120 Hz atau sampai 144 Hz bila dipakai untuk bermain game, kecerahan sampai 2.500 nits serta dilindungi kaca Gorilla Glass Victus 2. Layarnya juga memiliki lubang kecil untuk menampung kamera depan ponsel.
Meski ukuran layarnya seperti smartphone kekinian lain termasuk Realme GT yang sempat saya jajal sebelumnya, bodi Zenfone 11 Ultra terasa bongsor.
Pasalnya smartphone ini memiliki ketebalan yang agak lebih tebal dibanding Realme GT 6. Ketebalan Zenfone 11 Ultra adalah 8,9 milimeter sedangkan Realme GT 6 8,6 mm. Selain itu, bobot Zenfone 11 Ultra juga lebih berat dibanding flagship Realme itu dengan perbandingan 224 gram vs 199 gram.
Walhasil, Zenfone 11 Ultra terasa bongsor khususnya di tangan tim KompasTekno yang kecil.
Kompas.com/Lely Maulida Zenfone 11 Ultra mengusung layar yang lebih besar dibanding model Zenfone sebelumnya. Layar Zenfone 11 Ultra berukuran 6,78 inci dengan panel AMOLED. Praktik ini membuat Zenfone 11 Ultra seperti smartphone kekinian lainnya yang mengusung layar lebih dari 6,5 inci. Sebagai pembanding, Zenfone 10 yang rilis di Indonesia September 2023, memiliki ukuran layar 5,9 inci. Begitu pula dengan Zenfone 9 dan Zenfone 8 yang memiliki ukuran layar yang sama.Bila dibandingkan dengan pendahulunya, Asus Zenfone 10 dan model Zenfone sebelumnya mengusung ukuran yang compact dengan layar 5,9 inci dan bobot ringan sekitar 170 gram. Konsep ini juga membuat Zenfone menjadi alternatif smartphone yang compact dari ponsel Android lainnya yang hadir dengan layar 6 inci lebih.
Beralih ke desain punggung Zenfone 11 Ultra, smartphone ini dilengkapi modul kamera persegi yang cukup tebal.
Modul itu menampung satu lampu LED flash dan tiga kamera belakang ponsel, terdiri dari kamera utama 50 MP, kamera ultrawide 13 MP dan kamera telefoto 32 MP.
Konsep ini juga berubah dari model Zenfone sebelumnya yang biasanya dibekali dua kamera belakang saja.
Kompas.com/Lely Maulida Asus Zenfone 11 UltraPenampangnya didesain dengan finishing matte sehingga tidak mudah menangkap bekas jari. Aksen logo "A"-nya sendiri didesain glossy, sehingga menampilkan efek kilau ketika terpapar cahaya.
Ada pula penamaan "Asus Zenfone" sejajar dengan modul kamera, didesain glossy seperti logo tadi.
Bodi ponsel ini dibingkai dengan material aluminium. Seperti kotak kemasannya, bingkai Zenfone 11 Ultra juga memakai bahan ramah lingkungan dengan 100 persen aluminium daur ulang.
Asus juga sesumbar layar depan ponsel ini memakai 22 persen kaca daur ulang yang ramah lingkungan. Sederet upaya ini ditempuh demi menunjukkan komitmen perusahaan akan keberlanjutan.
Masih di bodi ponsel, Zenfone 11 Ultra dilengkapi tombol daya dan volume yang cukup ramping, diposisikan sejajar di sisi kanan ponsel. Sisi kiri ponselnya polos tanpa tombol atau port apa pun.
Kompas.com/Lely Maulida Zenfone 11 Ultra dilengkapi tombol daya dan volume yang cukup ramping, diposisikan sejajar di sisi kanan ponsel. Sisi kiri ponselnya polos tanpa tombol atau port apapun. Sementara bagian bawah ponsel menampung aneka komponen termasuk mikrofon, port USB-C, slot kartu SIM, speaker serta colokan audio 3,5 mm. Hadirnya port audio 3,5 mm membuat keunikan tersendiri bagi smartphone ini, karena sebagian besar smartphone saat ini khususnya flagship, sudah meninggalkan dukungan tersebut demi desain perangkat yang lebih ramping.Sementara bagian bawah ponsel menampung aneka komponen termasuk mikrofon, port USB-C, slot kartu SIM, speaker serta colokan audio 3,5 mm.
Hadirnya port audio 3,5 mm membuat keunikan tersendiri bagi smartphone ini, karena sebagian besar smartphone saat ini khususnya flagship, sudah meninggalkan dukungan tersebut demi desain perangkat yang lebih ramping.
Fitur "edge tool" bikin kagok
Selama menjajal ponsel ini, layarnya terbilang responsif berkat dukungan panel AMOLED, refresh rate 120 Hz dan fitur pendukung lainnya. Hanya saja fitur Edge tool terkadang mengganggu pengoperasian layar menjadi kurang optimal.
Edge tool adalah sidebar atau semacam pintasan yang bisa menampilkan sejumlah aplikasi atau fitur di ponsel termasuk WiFi, senter dan lain sebagainya.
Dengan menekan panel Edge tool yang ada di tepi layar ponsel, pengguna bisa mengakses aplikasi atau fitur lain, tanpa menutup aplikasi yang sedang dijalankan terlebih dahulu.
Kompas.com/Lely Maulida Tampilan fitur Edge tool di Asus Zenfone 11 UltraNah, area layar di sekitar panel itu terkadang tidak responsif. Walhasil tim KompasTekno perlu memindah panel Edge tool dengan cara menekan dan tahan (hold), kemudian menyeretnya ke tepi yang lain.
Kendala itu terjadi ketika panel Edge tool diatur "selalu ditampilkan" di tepi layar.
Smartphone ini juga menyediakan opsi untuk menyembunyikan Edge tool khususnya ketika bermain game atau menonaktifkan Edge tool sepenuhnya. Meski cukup minor, kendala ini terasa mengganggu khususnya ketika kami memerlukan akses layar di area panel Edge tool dalam tempo cepat.
Fitur ini sebenarnya cukup umum di smartphone kekinian lainnya. Namun kendala seperti di atas cukup jarang ditemukan. Asus mungkin perlu melakukan perbaikan lewat pembaruan.
Terlepas dari kendala itu, kinerja smartphone ini terbilang lancar tanpa kendala. Baterainya yang memiliki kapasitas 5.500 mAh juga membuat daya tahan ponsel cukup lama, nyaris seharian.
Asus Zenfone 11 Ultra versi RAM 12/256 GB dibanderol Rp 10.999.000. Smartphone ini bisa dibeli konsumen lewat toko resmi Asus atau marketplace rekanan Asus di Indonesia.
Foto lainnya dari Asus Zenfone 11 Ultra bisa dilihat pada galeri di tautan berikut ini.
Spesifikasi Asus Zenfone 11 Ultra
Asus melanjutkan tradisi lini Zenfone menggunakan chip teratas dari Qualcomm sebagai dapur pacunya. Zenfone 11 Ultra ditenagai System on Chip (SoC) Snapdragon 8 Gen 3 yang dipadukan dengam RAM 12 GB/ 16 GB dan media penyimpanan 256 GB/ 512 GB.
Smartphone ini dibekali tiga kamera belakang, terdiri dari kamera utama 50 MP (f/1.9, OIS) dengan 6-axis Gimbal Stabilizer, kamera telephoto 32 MP (f/2.4, OIS, 3x optical zoom), dan kamera ultra wide 13 MP (f/2.2). Kamera depannya beresolusi 32 MP.
Baterai Zenfone 11 Ultra berkapasitas 5.500 mAh serta memiliki dukungan fast charging 65 watt dan Qi wireless charging 15 watt. Sistem operasi yang dijalankan adalah Android 14.
Asus Zenfone 11 Ultra juga menghadirkan fitur baru berupa sejumlah fitur berbasis kecerdasan buatan alias AI.
Untuk keperluan telepon dan voice chat di dalam game, misalnya, Zenfone 11 Ultra menerapkan Noise Cancellation dengan machine learning yang diklaim mampu memberikan audio jernih.
Dengan AI Call Translator, Zenfone 11 Ultra juga dapat melakukan konversi speech-to-text secara instan dan terjemahan ke dalam bahasa sesuai dengan pilihan pengguna.
Fitur kecerdasan buatan lainnya termasuk AI Wallpaper untuk membuat wallpaper sendiri yang disesuaikan dengan gaya dan kepribadian pengguna, serta AI Transcript yang menawarkan transkripsi real-time saat menggunakan aplikasi perekam.