KOMPAS.com – Perayaan Hari Suci Galungan atau Hari Raya Galungan dilakukan setiap 210 hari sekali atau enam bulan sekali oleh umat hindu di Indonesia, terutama di Bali. Berdasarkan kalender Saka Bali, tepatnya pada Rabu Kliwon (wuku) Dungulan.
Tahun ini, Hari Suci Galungan akan jatuh pada Rabu (25/9/2024) esok. Lantas, apakah Hari Suci Galungan termasuk hari libur?
Jika merujuk pada Surat Keputusan Bersama (SKB) antara Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan, dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Dan Reformasi Birokrasi tentang hari libur nasional dan cuti bersama 2024 yang tertuang dalam SKB tiga Menteri nomor 236, 1, dan 2 tahun 2024 tentang perubahan atas SKB di tahun 2023, Hari Suci Galungan bukan termasuk hari libur nasional.
Hari Suci Galungan termasuk hari libur di Bali
ANTARA FOTO/Aprillio Akbar Pemuka agama Hindu memberikan air suci saat persembahyangan Hari Raya Galungan di Pura Aditya Jaya, Rawamangun, Jakarta, Rabu (28/2/2024). Hari Raya Galungan merupakan hari merayakan kemenangan kebaikan (Dharma) melawan kejahatan (Adharma). ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/foc.Menurut Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Provinsi Banten, Ida Bagus Alit Wiratmaja, Hari Suci Galungan dan Kuningan ditetapkan sebagai hari libur di Bali.
“Kalau di Bali, Hari Raya Galungan dan Kuningan ditetapkan sebagai hari libur oleh Pemprov Bali,” kata Ida Bagus kepada Kompas.com, Selasa (24/9/2024).
Merujuk pada Surat Edaran Gubernur Bali Nomor 7 Tahun 2023 tentang Hari Libur Nasional, Cuti Bersama dan Dispensasi Hari Raya Suci Hindu di Bali Tahun 2024, Hari Raya Suci Galungan pada Rabu (25/9/2024) termasuk hari libur.
Selain Rabu (25/9/2024), hari libur juga bisa ditemukan pada hari lain yang masih dalam rangkaian Hari Suci Galungan, yaitu:
- Selasa (24/9/2024), Hari Raya Suci Penampahan Galungan
- Kamis (26/9/2024), Hari Raya Suci Umanis Galungan
- Jumat (4/10/2024), Hari Raya Suci Penampahan Galungan
- Sabtu (10/10/2024), Hari Raya Suci Kuningan
Adapun hari libur dan dispensasi tersebut bertujuan agar umat Hindu di Bali bisa melaksanakan hari suci keagamaan berdasarkan swadarmanya (hukum, hak, atau kewajiban sendiri).