TOKYO, investor.id – Gubernur Hiroshima mengkhawatirkan ketergatungan pada nuklir saat ini meningkat. Hidehiko Yuzaki, selaku Prefektur Hiroshima, Jepang, pada Selasa (30/7/2024) menyuarakan peringatan kepada negara-negara yang memiliki senjata nuklir.
Ia menegaskan, komitmen pemerintah Amerika Serikat (AS) dan Jepang terhadap pencegahan yang diperluas berpotensi meningkatkan ketergantungan pada senjata nuklir. Langkah ini pada akhirnya akan menambah risiko perang nuklir.
"Saya sangat khawatir dengan ketergantungan yang semakin besar pada senjata nuklir. Ini dapat meningkatkan risiko perang nuklir," ungkap Yuzaki menurut laporan kantor berita Kyodo, Selasa.
Lebih lanjut, Yuzaki menegaskan pentingnya mempromosikan perlucutan senjata nuklir secara bertahap. Hal ini perlu dilakukan tidak hanya oleh AS, tetapi juga oleh negara-negara lain yang menimbulkan risiko bagi Jepang, seperti China dan Korea Utara (Korut).
Sebelumnya di Tokyo pada Minggu (28/7/2024), sejumlah negara menggelar konferensi pertama menteri-menteri tentang pencegahan yang diperluas.
Konsep ini mengimplikasikan perluasan "payung nuklir" AS dari Jepang ke Korea Selatan (Korsel), Filipina, dan Australia, seperti dilaporkan kantor berita Rusia Sputnik.
Pada konferensi tersebut, para menteri luar negeri dan pertahanan Jepang dan AS sepakat untuk terus mendiskusikan masalah ini terutama di tingkat menteri, namun tidak terbatas pada tingkat tersebut.
Editor: Grace El Dora (graceldora@gmail.com)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News