KOMPAS.com - Pada 2023 lalu Xiaomi memperkenalkan antarmukaHyperOS, menggantikan MiUI yang sudah eksis di smartphone buatan Xiaomi selama 13 tahun.
Kini Xiaomi terendus tengah menyiapkan HyperOS 2.0 yang konon akan membawa perubahan besar-besaran.
Kabar ini terungkap dari pembaruan server Xiaomi untuk HyperOS. Pada versi sebelumnya, Xiaomi menggunakan ekstensi (program untuk menambahkan fungsi/fitur ke program yang sudah ada) "Bigversion" untuk HyperOS pertama dan sejumlah pembaruan utama MiUI.
Nah, sekarang terlihat adanya ekstensi baru yakni "OSBigversion", sebagaimana temuan XiaomiTime. Ekstensi inilah yang diyakini merujuk ke HyperOS 2.0, karena belum pernah ada sebelumnya.
Kemiripan ekstensi yang baru dengan versi sebelumnya juga semakin memperkuat bahwa OSBigversion membawa pembaruan besar-besaran untuk HyperOS.
XiaomiTime Ekstensi HyperOS 2.0 yang terlihat di pembaruan server HyperOSEkstensi itu juga bisa menentukan versi HyperOS yang berjalan di perangkat. Misalnya, bila pengguna memakai HyperOS 1.0 atau HyperOS yang ada saat ini, maka ekstensi yang ditampilkan adalah [OSBigversion] => 1.0.
Bila nanti HyperOS 2.0 sudah tersedia dan perangkat pengguna memakai antarmuka itu, maka ekstensinya menjadi [OSBigversion] => 2.0.
Penggunaan ekstensi baru sendiri ditempuh Xiaomi agar HyperOS 2.0 datang dengan mulus ke perangkat pengguna tanpa kendala, sebagaimana dirangkum KompasTekno dari Gizmochina, Selasa (9/7/2024).
Saat ini pembaruan HyperOS 2.0 diyakini masih dalam tahap pengujian beta secara tertutup. Artinya, pengujian HyperOS 2.0 beta tahap selanjutnya akan dimulai dalam beberapa waktu ke depan.
HyperOS 2.juga 0 kabarnya bakal membawa sejumlah peningkatan fitur dan dungsi yang sebelumnya diusung HyperOS 1.0.
Pembaruan antarmuka ini juga konon akan menyempurnakan pengalaman pengguna serta intergrasi lebih lanjut dengan ekosistem hardware Xiaomi.
Adapun jadwal perilisan HyperOS 2.0 kemungkinan berlangsung pada Agustus 2024, bersamaan dengan peluncuran sistem operasi Android 15. Antarmuka Xiaomi itu juga boleh jadi rilis pada Oktober 2024, bersamaan dengan peluncuran Xiaomi 15 series, khususnya bila HyperOS 2.0 belum memenuhi target rilis bulan Agustus.
Apa itu HyperOS?
Sebagai informasi, HyperOS pertama kali diperkenalkan Xiaomi pada 26 Oktober 2023, bersamaan dengan rilisnya ponsel flagship Xiaomi 14 series di China dalam dalam acara bertajuk "Leap Beyond the Moment".
Kehadiran HyperOS sekaligus menjadi penanda dipensiunkannya antarmuka MiUI yang selama kurang lebih 13 tahun terakhir menemani aneka produk Xiaomi dan jajaran sub-brand-nya (poco dan Redmi).
HyperOS adalah antarmuka atau UI (User Interface) generasi teranyar besutan Xiaomi. Hyper OS merupakan antarmuka pengganti MiUI yang diterapkan di berbagai perangkat Xiaomi, termasuk smartphone, smart TV, dan tablet.
Menurut Xiaomi, inti dari Xiaomi HyperOS dibentuk oleh Linux dan sistem Xiaomi Vela yang dikembangkan sendiri oleh Xiaomi.
Lapisan dasar Xiaomi HyperOS mendukung lebih dari 200 platform prosesor dan lebih dari 20 sistem file standar, mencakup ratusan jenis perangkat dan ribuan SKU.
Berkat dukungan itu, HyperOS diklaim bekerja secara efisien dengan berbagai perangkat, berapa pun ukuran RAM-nya. Pasalnya, kisaran ukuran RAM perangkat yang kompatibel dengan HyperOS, kata Xiaomi, mulai paling kecil 64KB hingga paling besar 24GB.
Xiaomi HyperOS diklaim ringan karena firmware sistem pada ponsel cerdas hanya menempati 8,75 GB. HyperOS memiliki beberapa fitur unggulan, seperti HyperConnect, HyperMind, dan peningkatan keamanan. Adapun penjelasan fiturnya adalah sebagai berikut.
HyperConnect
Xiaomi mengusung teknologi HyperConnect yang memungkinkan pengguna memegang kendali penuh atas semua perangkat yang terhubung dari mana saja.
Dengan teknologi ini, peralihan sumber kamera selama panggilan video, mengakses kamera dari berbagai perangkat, dan transfer data antar perangkat tanpa hambatan.
Tak hanya antar perangkat, HyperOS juga dirancang untuk menghubungkan perangkat pribadi, mobil, dan produk rumah pintar dalam ekosistem pintar.
Kinerja stabil
Xiaomi menyebut, HyperOS bikinannya ini unggul dalam penjadwalan tugas dan manajemen sumber daya. Dengan kemampuan tersebut, HyperOS diklaim memiliki kinerja stabil bahkan dalam skenario penggunaan yang berat.
HyperMind
HyperOS juga membawa teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), bernama HyperMind. HyperMind adalah pusat AI yang membuat perangkat jadi lebih proaktif. Teknologi ini mempelajari kebutuhan pengguna dan menyesuaikan perangkat sesuai kebutuhan.
Teknologi ini memungkinkan pengguna menikmati otomatisasi saat menggunakan ponsel. Xiaomi HyperOS mengintegrasikan model AI Large Foundation Models untuk meningkatkan aplikasi sistem.
Ini mendukung fitur-fitur seperti pembuatan ucapan, pencarian gambar, dan pembuatan karya seni AI. Aplikasi pihak ketiga juga bisa mendapatkan keuntungan dari subsistem AI ini.
Keamanan terenkripsi
Xiaomi mengungkapkan, HyperOS juga mengutamakan keamanan pengguna dengan menghadirkan Trusted Execution Environment (TEE) dan sistem enkripsi.
TEE perangkat keras khusus melindungi informasi sensitif dan memperluas keamanan ini ke perangkat yang saling terhubung. Ini menggunakan enkripsi ujung ke ujung untuk transmisi data.