#30 tag 24jam
Ekspansi BRICS: Potensi dan Dampaknya ke Ekonomi Indonesia
BRICS merupakan blok ekonomi yang tangguh yang secara signifikan mempengaruhi perdagangan global dan geopolitik. [792] url asal
#content-promotion #brics-indonesia #ekspansi-brics #sektor-manufaktur-indonesia #iran #uni-emirat-arab #octa-broker #industri-ekspor #international-business-magazine #cina #pengembangan #malaysia #tiongkok #india
(detikFinance - Ekonomi dan Bisnis) 24/10/24 17:55
v/16936264/
Jakarta - BRICS merupakan blok ekonomi yang tangguh yang secara signifikan mempengaruhi perdagangan global dan geopolitik. Pada bulan Januari, aliansi Brazil, Rusia, India, Tiongkok, dan Afrika Selatan secara resmi menyambut Mesir, Etiopia, Iran, dan Uni Emirat Arab ke dalam kelompok mereka. Diskusi terbaru berfokus pada perluasan BRICS untuk mencakup negara-negara seperti Malaysia dan Indonesia, menghadirkan peluang ekonomi baru dan potensi manfaat bagi negara-negara ini.
Octa, broker dengan lisensi yang diakui secara global, meneliti bagaimana ekspansi BRICS dapat mengubah lanskap ekonomi bagi negara-negara adidaya di Asia Tenggara ini yang berpotensi meningkatkan kemitraan perdagangan, kolaborasi teknologi, dan ketahanan ekonomi mereka.
Prospek BRICS Malaysia: Implikasi Ekonomi
Malaysia, yang secara strategis diposisikan sebagai pemain utama di Asia Tenggara telah menunjukkan minat dalam ekspansi BRICS. Pertumbuhan PDB negara ini yang mencapai 5,9% pada Q2 2024 mencerminkan kekuatan ekonominya dan potensi untuk pengembangan lebih lanjut. Dengan bergabung bersama BRICS, Malaysia dapat secara signifikan meningkatkan volume perdagangannya, terutama di sektor-sektor dengan pertumbuhan tinggi seperti teknologi dan energi terbarukan. Blok BRICS yang sudah menguasai hampir 30% PDB global menawarkan akses pasar yang lebih luas yang dapat lebih lanjut mendongkrak industri ekspor Malaysia, terutama sektor elektronik dan semikonduktor.
Peran Malaysia sebagai pusat semikonduktor dapat menjadi lebih berpengaruh melalui keanggotaan BRICS karena pasar semikonduktor global diproyeksikan mencapai US$ 803 miliar pada tahun 2030. Kolaborasi Malaysia dengan negara-negara BRICS dapat membantu memastikan posisinya dalam rantai pasokan global. Selain itu, kemitraan dengan anggota BRICS seperti Cina dan India dapat mengarah pada ventura bersama dalam pengembangan teknologi yang selanjutnya akan mengintegrasikan Malaysia ke dalam lanskap teknologi global.
Potensi Keanggotaan BRICS Indonesia dan Pertumbuhan Ekonomi
Indonesia, ekonomi terbesar di Asia Tenggara, telah menunjukkan pendekatan proaktif terhadap keanggotaan BRICS. Dengan tingkat pertumbuhan PDB sebesar 5,05% pada Q2 2024 dan tingkat inflasi stabil sebesar 1,8% pada September 2024, negara ini memposisikan diri sebagai pemain krusial di kawasan ini. Dengan bergabung bersama BRICS, Indonesia dapat mengakses jaringan perdagangan yang lebih luas, menarik investasi di sektor-sektor utama seperti manufaktur, energi, dan pertanian.
Keanggotaan BRICS bisa sangat bermanfaat bagi sektor manufaktur Indonesia, yang menyumbang 20% dari PDB negara pada tahun 2023. Investasi China dalam proyek infrastruktur Indonesia yang berjumlah lebih dari US$ 40 miliar dalam lima tahun terakhir, menyoroti potensi untuk peningkatan kerja sama. Jika Indonesia bergabung dengan BRICS, kolaborasi ini dapat meningkat, yang akan mengarah pada pertumbuhan ekonomi dan pembangunan lebih lanjut.
"Bagi Indonesia, BRICS menawarkan baik peluang untuk pertumbuhan ekonomi maupun platform strategis untuk memperluas pengaruhnya dalam perdagangan global. Melalui hubungan yang lebih kuat dengan negara-negara BRICS, Indonesia dapat mempercepat tujuan pembangunannya, terutama di sektor infrastruktur dan energi, sehingga meningkatkan posisi ekonominya," ujarAnalis pasar finansial di Octa Broker, Kar Yong Ang.
Kerja Sama Regional dan Peluang Pertumbuhan
Keterlibatan potensial Malaysia dan Indonesia dalam BRICS dapat secara signifikan berdampak pada kerja sama regional di Asia Tenggara. Keanggotaan mereka dapat mendorong penyelarasan perjanjian perdagangan dan kebijakan ekonomi dalam ASEAN dan BRICS, mendorong pendekatan kolaboratif terhadap pembangunan ekonomi. Melalui integrasi inisiatif BRICS dengan tujuan regional ASEAN, Malaysia dan Indonesia dapat meningkatkan hubungan perdagangan dan arus investasi, terutama di sektor teknologi, manufaktur, dan energi hijau.
Misalnya, sektor energi terbarukan yang tengah berkembang di Indonesia, yang bertujuan untuk menghasilkan 23% listrik negara dari energi terbarukan pada tahun 2025, dapat menerima manfaat dari kemitraan BRICS. Mengacu pada kemajuannya dalam teknologi digital dan energi hijau, Malaysia juga dapat menarik investasi dari negara-negara BRICS yang tertarik pada pasar teknologi dan energi di Asia Tenggara.
Babak Baru Ekonomi untuk Asia Tenggara
Keanggotaan potensial Malaysia dan Indonesia di BRICS mewakili perubahan signifikan dalam jalur ekonomi Asia Tenggara. Bagi negara-negara ini, bergabung dengan BRICS berarti memperluas jaringan trading, mengamankan kemitraan teknologi, dan mengakses peluang investasi baru. Evolusi ini tidak hanya menjanjikan pertumbuhan bagi Malaysia dan Indonesia tetapi juga meningkatkan peran wilayah ini dalam perdagangan global.
Saat ekspansi BRICS berlangsung, tetap mendapatkan informasi tentang perkembangan ini sangat penting bagi trader dan investor yang mencari peluang di pasar ini. Dengan keahlian Octa dalam melacak tren ekonomi global, trader dapat menavigasi perubahan ini dengan efektif, membuat keputusan yang tepat untuk memanfaatkan peluang baru di lanskap ekonomi Asia Tenggara yang berkembang.
Octa adalah broker internasional yang telah menyediakan layanan trading online di seluruh dunia sejak tahun 2011. Octa menawarkan akses bebas komisi ke pasar finansial dan berbagai layanan yang telah digunakan oleh klien dari 180 negara yang telah membuka lebih dari 42 juta akun trading. Webinar edukasi gratis, artikel, dan alat-alat analisis yang mereka sediakan membantu klien untuk mencapai tujuan investasinya.
Perusahaan ini terlibat dalam jaringan inisiatif amal dan kemanusiaan yang komprehensif, termasuk peningkatan infrastruktur pendidikan dan proyek-proyek bantuan jangka pendek yang mendukung masyarakat setempat.
Di wilayah Asia Pasifik, Octa menerima penghargaan 'Broker Teraman Indonesia 2022' dari International Business Magazine dan 'Broker Paling Tepercaya Asia 2023' dari Global Forex Awards.
(Content Promotion/Octa)
Perkuat Ekosistem Ekspor saat TEI 2024, IEC Boyong 22 Perusahaan
Indonesian Export Channel (IEC), asosiasi dan platform pembelajaran ekspor kembali memperkuat perannya sebagai fasilitator utama dalam dunia ekspor dengan berpartisipasi... | Halaman Lengkap [660] url asal
#ekspor #industri-ekspor #trade-expo-indonesia #berita-ekonomi #eksportir
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 17/10/24 15:43
v/16605031/
TANGERANG - Indonesian Export Channel (IEC), asosiasi dan platform pembelajaran ekspor kembali memperkuat perannya sebagai fasilitator utama dalam dunia ekspor dengan berpartisipasi di Trade Expo Indonesia (TEI) 2024 . Pameran ini berlangsung pada 9 hingga 12 Oktober 2024 di Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD City.Partisipasi tahun ini menandai tahun ketiga berturut-turut IEC mengikuti TEI, yang merupakan ajang tahunan terbesar di Indonesia yang diselenggarakan oleh Kementerian Perdagangan Republik Indonesia untuk mempertemukan eksportir lokal dengan buyer internasional.
Dengan tema "Memperluas Pasar Global melalui Kolaborasi dan Inovasi", IEC hadir dengan misi untuk memfasilitasi pelaku usaha di bidang ekspor, membantu mereka menemukan peluang pasar baru, dan mendorong terciptanya lebih banyak transaksi bisnis yang berdampak pada peningkatan ekspor nasional.
Komitmen IEC: Membangun Ekosistem Ekspor yang Kuat
Sebagai bagian dari komitmennya, Indonesian Export Channel (IEC) membawa 22 perusahaan terkurasi dari berbagai sektor untuk memamerkan produk unggulan mereka kepada buyer internasional dalam Trade Expo Indonesia 2024. Produk yang dipamerkan mencakup berbagai komoditas potensial, seperti briket arang kelapa, fast-moving consumer goods (FMCG), essential oil, gula kelapa, rempah - rempah, kopi, furniture, food and beverages hingga produk kerajinan tangan.Produk-produk ini diharapkan dapat menarik minat buyer internasional dan membantu memperluas jaringan pasar global bagi eksportir Indonesia. Perusahaan-perusahaan yang berpartisipasi antara lain PT HNF Alam Sejahtera, PT Metro Impex Makmur, CV Nucifera Hiro Indonesia, PT Suma Briket Premium, CV Serene Harmoni Indonesia, PT Inti Agro Solution (Global Essential Oil).
PT Anto Antar Sejagat, PT Agri Ekspor Indonesia, PT Aneka Unggulan Nusantara, PT Gastrus Bintang Gemilang, PT Indah Tata Buana, PT Inti Alam Andalas, PT Maffin Sukses Berjaya, PT Nusantara Jagadhita Utama, PT Sumber Sejahtera Mandiri Industri, Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Banjar Kalimantan Selatan, PT Suntara Perintis Jaya, PT Karta Natur Asia, MIND ID, CV Arva Indonesia, CV Yumeda Pangan Sejahtera (Sweet Sundae Indonesia), dan PT Cerita Ragam Nusantara (Jiwanta).Sejahtera (Sweet Sundae Indonesia), dan PT Cerita Ragam Nusantara (Jiwanta).
Selain itu, IEC juga bekerja sama dengan Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, yang membawa produk-produk unggulan daerah seperti abon ikan gabus, keripik pisang, kopi bubuk kemasan, dan kerupuk ikan gabus. Partisipasi dari berbagai daerah ini diharapkan dapat meningkatkan citra ekspor lokal di mata buyer internasional dan memperluas jangkauan pasar.
Dukungan Sponsor dan Kolaborasi Strategis
Partisipasi Indonesian Export Channel di TEI 2024 didukung oleh sejumlah sponsor penting, termasuk Mind ID, Bank Syariah Indonesia (BSI), Rays Group Indonesia, dan PT Metro Impex Makmur. Dukungan ini memungkinkan IEC untuk memberikan fasilitas terbaik bagi para tenant yang tergabung dalam booth IEC, yang diharapkan mampu menarik minat buyer potensial dan mendorong terciptanya transaksi bisnis bernilai tinggi.
Pelatihan dan Fasilitas Khusus untuk Tenant
Untuk memaksimalkan kesiapan para eksportir menghadapi buyer internasional, IEC memberikan pelatihan dan mentorship intensif selama satu bulan sebelum pameran berlangsung. Pelatihan ini dirancang untuk mempersiapkan para eksportir agar mampu berinteraksi dengan buyer dengan cara yang profesional dan efektif.Selain itu, setelah pameran, para tenant masih akan mendapatkan pendampingan ekspor selama satu tahun penuh. Pendampingan ini mencakup mentoring dari praktisi berpengalaman serta fasilitas tambahan, seperti akses data buyer internasional sampai harga terbaik dari layanan pengiriman internasional.
Ketua Umum Indonesian Export Channel, Ronnie Aban menerangkan, kehadiran IEC di TEI sejak 2022 tidak hanya bertujuan untuk memfasilitasi eksportir, tetapi juga untuk membangun ekosistem ekspor yang lebih kuat.
"Kami berharap dengan partisipasi kami di TEI, para tenant bisa mencapai closing deal dengan buyer internasional. Selain itu, IEC sendiri juga dapat memperluas jaringan buyer baru yang akan membantu pertumbuhan ekspor di Indonesia," ungkap Ronnie.
Sekretaris Jenderal IEC sekaligus Ketua Panitia Booth IEC untuk TEI 2024, Dwi Rayindra Marchiano menyampaikan, ada berbagai fasilitas khusus, mulai dari pelatihan, pendampingan ekspor, hingga bantuan dalam mendapatkan data buyer dan pembuatan katalog agar sesuai standar ekspor.
"Harapan kami, para tenant bisa memanfaatkan fasilitas ini untuk memperluas pasar dan mengoptimalkan peluang bisnis internasional mereka," ujarnya.
Ray juga menambahkan bahwa IEC berencana untuk terus berpartisipasi dalam ajang TEI setiap tahunnya, dengan harapan dapat semakin memperkuat peran Indonesia dalam perdagangan internasional.