Dalam peran penting ini, Angela akan bekerja bersama Hary Tanoesoedibjo, pendiri dan Executive Chairman MNC Group, untuk memimpin operasional MNC Group, terutama... | Halaman Lengkap [381] url asal
JAKARTA - MNC Group mengumumkan penunjukan Angela Tanoesoedibjo sebagai Co-CEO MNC Group, yang efektif per hari ini. Dalam peran penting ini, Angela akan bekerja bersama Hary Tanoesoedibjo, pendiri dan Executive Chairman MNC Group, untuk memimpin operasional MNC Group saat ini dan pertumbuhannya di masa depan, terutama pada sektor media, MNC Media & Entertainment.
"Kami sangat senang menyambut Angela kembali ke MNC Group dalam peran kepemimpinan yang penting ini. Visinya, dipadukan dengan keahlian dan pengalamannya terhadap industri media , akan berperan penting dalam mendorong strategi pertumbuhan kami dan memperluas jejak kami baik di ranah tradisional maupun digital," ujar Executive Chairman MNC Group, Hary Tanoesoedibjo di Jakarta, Senin (21/10/2024).
Dengan fokus pada peningkatan penawaran produk di MNC Media & Entertainment, Angela akan mengawasi inisiatif media tradisional dan digital, sekaligus memimpin operasional unit pemberitaan MNC Media di bawah iNews Media Group, pusat pemberitaan & informasi terbesar di Indonesia.
"Saya sangat bersemangat untuk dapat kembali ke MNC Group dan bekerja sama dengan tim berbakat kami. Bersama-sama, kami akan terus berinovasi dan meningkatkan penawaran media kami untuk memberikan pelayanan yang lebih baik kepada audiens kami di Indonesia dan sekitarnya," ungkap Co-CEO MNC Group, Angela Tanoesoedibjo.
Pengalamannya yang luas dalam kepemimpinan strategis dalam industri media menempatkannya secara unik untuk mendorong inovasi dan keunggulan dalam industri yang berkembang dengan sangat pesat.
Perjalanan luar biasa Angela mencakup jabatan penting sebagai Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif di kabinet Indonesia, di mana ia dilantik pada usia 32 tahun, menjadikannya anggota termuda saat itu pada tahun 2019. Kembalinya Angela ke MNC Group mengikuti kesuksesan masa jabatannya dalam pelayanan publik, dimana Ia menunjukkan komitmennya dalam memajukan ekonomi kreatif Indonesia.
Sebelum menjabat di pemerintahan, Angela memberikan kontribusi yang signifikan kepada MNC Media & Entertainment, khususnya dalam operasional TV FTA. Pada tahun 2014, Angela ditunjuk sebagai Managing Director Global TV, dan berhasil membawa Global TV masuk ke 5 besar stasiun TV di Indonesia.
Di bawah kepemimpinannya, Global TV menjalani rebranding menjadi GTV pada tahun 2017 untuk semakin memperkuat posisinya di pasar. Selain itu, ia juga berperan penting dalam pendirian RCTI+, superapp AVOD OTT terbesar di Indonesia.
Selain perannya di GTV, Angela juga pernah menjabat beberapa jabatan strategis di MNC Media & Entertainment, termasuk Direktur PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) dan Managing Director PT Rajawali Citra Televisi Indonesia (RCTI), TV FTA paling terkemuka di Indonesia.
Laporan ini menekankan potensi bagi merek untuk memanfaatkan lingkungan media baru untuk mendorong pertumbuhan dan menciptakan dampak nyata. [670] url asal
Dentsu merilis laporan Tren Media 2025 yang berjudul 'Year of Impact/Tahun yang Berdampak'. Laporan ini mengeksplorasi perubahan mendalam yang didorong oleh algoritma, kecerdasan buatan, dan dimensi baru keterlibatan konsumen yang diperkirakan akan membentuk lanskap media di tahun mendatang.
Selain itu, laporan ini juga menguraikan bagaimana tahun 2025 akan mengarah pada ekosistem media yang dapat sepenuhnya dijangkau, diakses, dan dipertanggungjawabkan yang disebut sebagai 'Era Algoritma Media'.
Laporan ini menekankan potensi bagi merek untuk memanfaatkan lingkungan media baru untuk mendorong pertumbuhan dan menciptakan dampak nyata.
Chief Client Officer dan Practice President dentsu Media APAC, Prerna Mehrotra mengatakan bahwa denstu sangat antusias dengan era algoritma di mana AI generatif dan personalisasi akan mengubah cara merek berinteraksi dengan konsumen.
Ia juga melihat potensi besar dalam media yang saat ini sudah sepenuhnya dapat diakses, dibeli, dan diukur, serta dapat dipertanggungjawabkan untuk menyoroti kebutuhan bagi pemasar dalam memikirkan media dengan cara yang baru.
"Merek harus membangun strategi Media ++ untuk menciptakan momen yang lebih berkesan dan personal, memanfaatkan ekonomi kreator, dan membangun ekosistem terhubung untuk mengidentifikasi ruang baru untuk pertumbuhan," ujar Prerna Mehrotra dalam keterangan persnya, Kamis (17/10/2024).
Dalam edisi terbaru Tren Media dentsu, lanjut Prerna, mereka telah mendalami 10 tren utama yang dapat menjadi pertimbangan strategis bagi merek untuk memberikan dampak di era baru saat ini.
Global Practice President Media dentsu, Will Swayne mengatakan integrasi AI di seluruh industri media telah mengubah cara merek berinteraksi dengan konsumen. Hal ini menandai awal dari Era Algoritma di mana penciptaan nilai di dunia nyata telah melampaui eksperimen.
"Laporan 2025 adalah toolkit bagi merek yang ingin berkembang di era baru ini, menawarkan panduan strategis tentang memanfaatkan komunitas niche, televisi terhubung, dan media ritel tingkat lanjut," tambah Will Swayne.
Menurut laporan Tren Media 2025, tema kunci yang diperkirakan akan mendorong industri ke depan meliput:
1. AI Beralih dari Potensi ke Dampak Nyata
AI telah berkembang dari tren baru menjadi kekuatan besar yang menyatu dalam kehidupan sehari-hari, mengubah perencanaan media, pembuatan konten, dan interaksi konsumen. Mikro momen dari AI dan personalisasi dinamis menciptakan peluang baru bagi merek untuk membangun hubungan lebih dalam dan bermakna dengan konsumen.
2. Storytelling Memecahkan Gelembung Algoritma
Minat unik dan fandom yang kuat menjadi aset berharga bagi merek yang ingin menonjol. Storytelling menjadi alat utama untuk navigasi ruang media berbasis algoritma, menciptakan narasi berdampak di TV terhubung dan platform digital.
3. Ritel Mengubah Media
Media ritel berkembang pesat dengan pertumbuhan dua digit, memberikan pengiklan akses tak tertandingi ke data pembeli. Dengan pemain kunci seperti Amazon, Walmart, dan industri keuangan yang memperluas iklan mereka, media ritel diprediksi akan menjadi landasan strategi media.
4. Pencarian Kualitas
Dengan meningkatnya investasi media, permintaan keterlibatan berkualitas juga meningkat. Merek harus memprioritaskan kemitraan strategis dan konten premium untuk hasil segera dan ekuitas merek jangka panjang.
5. Masa Depan yang Tidak Merata
Teknologi dan kebiasaan konsumsi media berkembang tidak merata di berbagai wilayah. Maka dari itu, merek perlu strategi lokal. Regulasi, ekonomi, dan teknologi membentuk lanskap media global, dan merek harus siap menghadapi kompleksitas ini.
Year of Impact/Tahun yang Berdampak adalah bacaan wajib bagi pemasar dan profesional media yang ingin mempersiapkan strategi demi masa depan dan memanfaatkan peluang-peluang yang akan muncul di tahun 2025 nanti.
BANDUNG, investor.id – Dua grup media besar, B-Universe dan Disway menjalin kerja sama untuk menghadapi perubahan zaman.
Kerja sama itu menyatukan jaringan media B-Universe dan Disway untuk mengambil peran serta pengaruh dalam ekosistem media massa di tanah air. Adapun targetnya membentuk jaringan hingga 400 media dalam dua tahun ke depan dari saat ini 285 media.
Kerja sama antara B-Universe dan Disway telah diresmikan pada Malam Apresiasi Satu Inspirasi yang diadakan Beritasatu.com (B-Universe) di Hotel JS Luwansa, Jakarta, Kamis (25/7).
Executive Chairman B-Universe, Enggartiasto Lukita mengatakan, pihaknya kini menjadi bagian dari keluarga besar Disway. “Saya klaim bahwa sekarang sudah jadi bagian Disway,” kata dia saat berkunjung ke kantor Jabar Ekspres, seperti dilansir Jabarekspres.com, Sabtu (3/8/2024).
Mantan Menteri Perdagangan itu menegaskan, kolaborasi itu juga bagian dari upaya memperkuat media supaya dapat bertahan dalam menghadapi perkembangan zaman. “Kolaborasi ini agar media semakin kuat,” tutur dia dalam kehadirannya bersama bakal calon gubernur Jabar, Dedi Mulyadi.
Pada kesempatan yang sama, Dedi Mulyadi juga menegaskan pentingnya adaptasi di industri media saat ini. Menurut dia, media sering lupa akan pergerakan segmen pasar. “Segmen pasar akan selalu berubah, yang lama akan pergi dan akan muncul segmen baru,” ucapnya.
Lebih lanjut Dedi mengatakan, salah satu tantangan saat ini adalah pesatnya media sosial. Karena itu, media perlu adaptasi dan perlu mempertahankan jati diri. “Media yang konsisten akan selalu punya segmen pasar, sedangkan yang tidak konsisten tidak akan punya,” ujarnya.
Dedi juga mengatakan bahwa media jangan hanya mengandalkan kejutan dalam menghadirkan informasi. Dia punya harapan besar bahwa media bisa turut serta dalam mengubah atau mendidik pikiran masyarakat.
“Harapan kami, ke depan berita adalah yang mendidik, yang membentuk karakter masyarakat untuk maju. Dan, tentu harus objektif,” tutupnya.