MAGELANG, investor.id – Selama 10 tahun memimpin pemerintahan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberi perhatian terhadap pembangunan infrastruktur jalan. Salah satunya jalan di daerah yang dapat menghubungkan desa-desa di daerah terpencil atau rawan bencana.
Melalui Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 3 Tahun 2023 tentang Percepatan Peningkatan Konektivitas Jalan Daerah, pembangunan ruas jalan daerah berhasil dibangun sepanjang 3.300 km. Pembangunan jalan desa diharapkan dapat mempercepat mobilitas orang maupun logistik dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Sekertaris Desa Dukun, Kecamatan Dukun Magelang, Zayid Aiman mengatakan, sekarang jalan desa lebih bagus setelah dibangun inpres jalan daerah (IJD).
“Perbedaan jalan ini dengan yang dulu sangat jauh sekali, sekarang transportasi lebih lancar, jalan lebih lebar sehingga saat ada papasan lebih lancar lagi dan jalannya juga dari KRB 3 sampai KRB 2 sangat bagus," terangnya.
Atas perubahan yang begitu besar tersebut, ia menyampaikan terimakasih kepada Presiden Jokowi. Karena selain menjadi tumpuan utama akses warga di satu kecamatan, dan jalur utama evakuasi adanya jalan tersebut juga mampu mendongkrak perekonomian.
"Tentunya kami sangat berterimakasih kepada bapak Presiden Joko Widodo yang mana telah membangun inpres jalan daerah di wilayah desa Dukun sehingga jalan tersebut bagus dan sangat membantu untuk kegiatan transportasi di masyarakat," ungkapnya.
Sementara salah seorang warga setempat Marsono (57) mengaku sangat senang dan berterimakasih kepada presiden Jokowi yang telah membangun jalan inpres daerah ini. Menurutnya adanya jalan ini sangat membantu didalam banyak hal terutama untuk pertanian dan akses warga sehari-hari.
"Jalan ini dulunya sempit dan parah sekali jadi kalau kendaraan roda empat kalau mau naik atau turun (berpapasan) tidak bisa. Kalau pakai sepeda motor kita harus mencari jalan terbaik seperti ke kanan atau kekiri jadi sangat sulit," katanya.
Ia menceritakan kondisi saat Gunung Merapi meletus mengakibatkan banyak warga terdampak aktivitas vulkanis seperti adanya awan panas dan hujan abu vulkanik dan suasana gaduh saat evakuasi.
"Saya mengalami di tahun 2010 itu ada letusan yang cukup Dahsyat dan saya kebetulan ada di rumah itu saya langsung mengeluarkan mobil Kebetulan saya punya mobil dan saya mengevakuasi masyarakat secara mandiri. Anak saya malah ketinggalan mas, jadi karena saya terburu-buru membawa warga kebetulan malah anak saya itu tidak terbawa saya otomatis harus balik kembali ke atas dan di jalan Sudah lalu lalang mobil banyak sepeda motor naik turun," ucapnya.
Sementara warga lain Drajat (44) juga menyampaikan hal yang sama, ia juga berterimakasih kepada Jokowi yang telah melakukan perubahan besar di desanya, karena akses jalan kini menjadi lebih bagus, lebar dan transportasi lancar.
"Pengalaman pas erupsi itu jalannya licin dan banyak berlubang jadi berbahaya, jadi kita harus lebih berhati-hati itu hambatan saat evakuasi. Medannya sempit kalau evakuasi jadi salah satu harus mengalah. Kendala saat erupsi jadi tidak bisa cepet cepet evakuasi. Dari desa dukun ke tempat evakuasi itu sekitar 15 kilometer," katanya.
Selain permudah akses jalan masyarakat dalam membawa hasil bumi dan aktivitas sehari-hari, pembangunan jalan inpres daerah ini juga mampu mendongkrak perekonomian warga sekitar.
Seperti yang dialami seorang ibu dua anak Mariani (34) warga desa Dukun juga mengungkapkan terimakasih kepada presiden Jokowi. Menurutnya dengan pembangunan jalan ia merasa diuntungkan karena penjualan buah, minuman maupun makanan ringan meningkat hingga 50%.
"Dulu di depan ini jalannya agak rusak, Alhamdulillah sekarang sudah ada beton jadi jalannya jadi bagus, lancar. Dulu jualannya agak sepi, alhamdulillah sekarang ramai karena jalannya bagus, lancar," imbuhnya.
Editor: Maswin (maswin.investorID@gmail.com)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News