Tim Kejaksaan Agung RI yang terdiri atas perwakilan Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen bersama Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Umum dan Biro Hukum dan Hubungan Luar Negeri serta National Central Bureau (NCB)-Interpol di Jakarta, memulangkan buronan kasus penipuan dari Jepang.
Kapuspenkum Kejagung, Harli Siregar, mengatakan buronan tersebut merupakan selebgram asal Palembang bernama Al Naura Karima Pramesti binti Alamsyah Nas.
Sebagaimana diberitakan Antara, Al Naura merupakan terpidana perkara penipuan investasi bodong sebagaimana Putusan Mahkamah Agung RI Nomor: 1211 K/Pid/2022 tanggal 9 November 2022, yang selama ini bersembunyi di Jepang.
Putusan MA itu menganulir putusan bebas Naura sebelumnya.
"Terpidana dipulangkan untuk menjalani putusan pidana penjara selama dua tahun, yang mana perkara tersebut ditangani oleh Kejaksaan Negeri Palembang," kata Harli dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat malam (25/10).
Dia menjelaskan, upaya pemulangan Al Naura terlaksana berkat kerja sama dan sinergisitas antara Biro Hukum dan Hubungan Luar Negeri Kejagung RI dengan NCB Interpol di Jakarta, serta Atase Imigrasi pada Kedutaan Besar Republik Indonesia Tokyo.
Terpidana Al Naura, sambung dia, diamankan otoritas Jepang atas permintaan Kejaksaan RI dan NCB-Interpol di Jakarta, yang difasilitasi oleh Atase Imigrasi pada KBRI Tokyo untuk kemudian dipulangkan ke wilayah Republik Indonesia. Al Naura sudah 5 bulan berada di Jepang.
Pencarian Al Naura selama ini dilakukan dengan Red Notice, yakni permintaan kepada penegak hukum di seluruh dunia untuk mencari dan menangkap seseorang sambil menunggu ekstradisi, penyerahan diri, atau tindakan hukum serupa.
Selanjutnya, kata Harli, Al Naura diserahkan kepada Tim Intelijen Kejaksaan Agung untuk kemudian dilakukan eksekusi sesuai Putusan Mahkamah Agung RI Nomor: 1211 K/Pid/2022 tanggal 9 November 2022.
"Jadi karena yang bersangkutan ini sudah statusnya terpidana, maka kami jaksa akan melakukan eksekusi selaku eksekutor," tutur dia.
Interpol mencatat 200 kendaraan dicuri dari Kanada setiap minggu. Ini menjadikannya negara dengan pencurian mobil terbanyak dunia. Halaman all [780] url asal
KOMPAS.com - Kasus pencurian mobil banyak dibicarakan semenjak kasus pengeroyokan bos rental mobil di Kecamatan Sukolilo, Pati, Jawa Tengah.
Imbas kasus tersebut, Sukolilo jadi dikenal sebagai kampung penadah kendaraan curian di Indonesia. Hal ini lantaran banyaknya penemuan kendaraan bodong di wilayah tersebut.
Meski kasus pencurian mobil sering terjadi di Indonesia, namun bukan negara ini yang memegang peringkat pertama kasus pencurian mobil terbanyak di dunia, melainkan Kanada.
Data yang dirilis Interpol pada 22 Mei 2024 menunjukkan, Kanada masuk ke dalam 10 negara terburuk dalam kasus pencurian mobil dari 137 negara di dunia.
Diperkirakan lebih dari 200 kendaraan dicuri di Kanada setiap minggu. Tak hanya dicuri dan dijual di dalam negeri, mobil-mobil tersebut bahkan dijual kembali dan dikirimkan ke seluruh dunia.
Parahnya jumlah kasus pencurian mobil di Kanada bahkan membuat Biro Asuransi Kanada menyatakan kasus tersebut sebagai krisis nasional atau epidemi.
Sejak 2022, Interpol menjalankan operasi antarnegara untuk mengatasi pencurian kendaraan di dunia. Salah satu upaya yang dilakukan yakni bertukar informasi melalui Basis Data Kendaraan Bermotor Curian (SMV).
Pada Februari 2024, Kepolisian Kerajaan Kanada (RCMP) mengintegrasikan informasi kendaraan curian milik Pusat Informasi Kepolisian Kanada (CPIC) dengan SMV Interpol.
Hasilnya, tercatat sekitar 150.000 kendaraan telah dicuri di Kanada. Lebih dari 1.500 kendaraan yang dicuri terdeteksi berada di seluruh dunia sejak Februari, dikutip dari laporan Interpol.
Hal ini membuat Kanada menempati daftar 10 negara teratas dari 137 negara dengan jumlah kasus pencurian mobil terbanyak yang diterima melalui basis data SMV tahun ini.
Tak hanya itu, lebih dari 200 kendaraan yang dicuri di Kanada teridentifikasi berada di seluruh dunia setiap minggu. Biasanya kendaraan ini ketahuan saat diperiksa penegak hukum di pelabuhan saat akan masuk ke negara lain.
Sementara itu, Biro Asuransi Kanada menganggap kasus pencurian mobil di negara tersebut sebagai epidemi dan krisis nasional.
Diberitakan BBC, Selasa (9/7/2024), perusahaan asuransi telah membayar lebih dari 1,5 miliar dollar Kanada atau sekitar Rp 17,86 triliun untuk klaim pencurian kendaraan tahun lalu.
Alasan banyaknya pencurian mobil di Kanada
Warta Kota/Theo Yonathan Simon Laturiuw Ilustrasi mobil curian
Kanada dinyatakan sebagai negara sumber utama kendaraan bermotor curian karena sebagian besar kendaraannya memiliki model bernilai tinggi dan banyak dicari publik seperti SUV.
Pencurian mobil juga marak terjadi beberapa tahun terakhir akibat kekurangan pasokan mobil secara global pascapandemi Covid-19. Hal ini membuat permintaan kendaraan bekas dan baru meningkat.
Di sisi lain, muncul pasar bagi mobil dengan model tertentu. Ini menjadikan aksi pencurian mobil sebagai penghasil pendapatan utama bagi kelompok kejahatan terorganisasi.
Pihak berwenang menambahkan, sebagian mobil-mobil hasil curian bahkan digunakan untuk melakukan kejahatan atau kekerasan lainnya.
“Kendaraan curian merupakan mata uang kriminal internasional," ujar Sekretaris Jenderal Interpol Jurgen Stock dalam rilis resminya.
Menurut dia, kendaraan tersebut digunakan untuk menyelundupkan narkoba, sebagai pembayaran kepada jaringan kriminal, serta alat transportasi dalam berbagai kegiatan mulai dari perdagangan manusia hingga terorisme.
Ada juga kendaraan yang sengaja dijual di dalam negeri kepada warga Kanada yang tidak tahu mobilnya hasil curian.
Selain itu, mobil akan dikirim ke luar negeri untuk dijual kembali. Target utama penjualan mobil curian ini seperti negara-negara di Timur Tengah dan Afrika Barat.
“Mobil curian merupakan bagian dari aliran pendapatan utama bagi kejahatan terorganisasi transnasional," tegas Stock.
Cara Kanada atasi pencurian mobil
Untuk mengatasi situasi ini, Kanada akan menerima bantuan dana, pelatihan, dan bekerja sama dengan Interpol terkait pembagian informasi dan taktik investigasi. Ini dilakukan untuk mengidentifikasi dan mengambil kembali kendaraan dan suku cadang yang dicuri di seluruh dunia.
"Melalui peningkatan berbagi data di tingkat global, kita dapat menyaring kendaraan di titik-titik perbatasan dengan lebih baik, mengidentifikasi rute perdagangan gelap, dan menangkap para pelaku," ungkap Stock.
Sementara itu dari dalam negeri, polisi Kanada menerbitkan buletin publik tentang cara melindungi kendaraan dari pencurian.
Namun, warga Kanada tetap bersikeras melakukan berbagai hal secara mandiri untuk menjaga keamanan mobilnya. Mulai dari memasang pelacak di mobil hingga menyewa petugas keamanan lingkungan swasta.
Beberapa orang yang mampu bahkan memasang alat penghalang di jalan masuk rumah untuk mencoba menghalangi pencuri.
Sayangnya, cara-cara yang telah dilakukan biasanya belum cukup mampu mengatasi tindak pencurian mobil yang merajalela di Kanada.