#30 tag 24jam
Cerita Presdir Superior Prima Sukses Billy Law yang Pilih Investasi di Sektor Riil
Presiden Direktur Superior Prima Sukses (BLES) Billy Law Liauw sudah mulai mengenal dunia bisnis dan investasi sejak usia belia. [1,101] url asal
#eksekutif #investasi #pt-superior-prima-sukses-tbk #billy-law-liauw #berita-nasional #indonesia #pemerintah #kebijakan-ekonomi #investasi-para-eksekutif
(Kontan-Investasi) 26/10/24 07:18
v/17003277/
Reporter: Pulina Nityakanti | Editor: Khomarul Hidayat
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Setiap orang mempunyai pengalaman yang berbeda-beda dalam belajar berinvestasi. Termasuk yang dialami Presiden Direktur PT Superior Prima Sukses Tbk (BLES) Billy Law Liauw yang sudah mulai mengenal dunia bisnis dan investasi sejak usia belia.
Billy terbilang sangat akrab dengan dunia tersebut, karena berasal dari keluarga yang menjalankan bisnis. Dia menyelesaikan pendidikan di salah satu SMA di Surabaya pada tahun 1992, lalu melanjutkan sekolah bahasa di China.
Tiongkok dipilih Billy karena bisnis orang tuanya saat itu tengah berkembang di Kota Xiamen, China.
“Selepas sekolah bahasa, saya pun diminta terjun untuk membantu bisnis orang tua tersebut,” ujarnya kepada Kontan beberapa waktu lalu.
Jabatan terakhir Billy di perusahaan tersebut adalah sebagai Vice Director Xiamen Daxing Real Estate Development Co., Ltd.
Pada tahun 2011, dengan latar belakang pengalaman entrepreneurship tersebut serta melihat peluang bisnis yang potensial di Indonesia, Billy pun pulang ke Indonesia untuk membangun bisnis di Tanah Air.
Bersama dengan Dermawan Suparsono, Billy memutuskan mulai membangun bisnis di bidang industri bata ringan (light bricks) dengan mendirikan PT Superior Prima Sukses Tbk. Dermawan Suparsono saat ini menjabat sebagai Komisaris Utama BLES.
Terjun ke dunia bisnis tak lama setelah lulus sekolah, Billy pun mulai mempelajari cara berinvestasi untuk menyimpan hasil kerjanya.
Di awal kariernya, Billy memilih berinvestasi dalam skala kecil dan dengan tingkat risiko konservatif. Selain menabung, dia memilih deposito sebagai salah satu aset yang dipilih karena berisiko aman dan terukur.
Tak hanya itu, Billy juga menempatkan mayoritas kekayaannya untuk investasi di aset properti. Sisanya, Billy memilih instrumen yang memiliki risiko yang lebih tinggi, seperti saham.
“Saya lebih melihat investasi adalah salah satu cara untuk mengembangkan kekayaan (net-worth) kita untuk mencapai tujuan perencanaan jangka panjang keuangan kita,” ungkapnya.
Seiring berjalannya waktu, tujuan investasi Billy pun berubah. Dia kini lebih fokus kepada investasi di instrumen dan/atau bidang yang juga dapat memberikan manfaat yang lebih luas kepada masyarakat dan orang banyak.
Salah satunya adalah dengan mendirikan dan membangun perusahaan yang ke depannya bisa memiliki reputasi dan kinerja yang baik.
Dengan pengalaman kerja serta melihat adanya potensi bisnis yang prospektif di Indonesia, Billy mulai mendiversifikasikan portofolio investasi ke investasi di sektor rill, yaitu di bidang industri bata ringan (Light Bricks) dengan mendirikan BLES.
“Ini termasuk investasi yang sangat menarik. Atau saya membeli saham perusahaan-perusahaan yang memiliki fundamental dan berkinerja bagus, karena dapat menghasilkan imbal hasil yang menarik,” kata Billy.
Pada saat awal memutuskan untuk berinvestasi di sektor riil, dia memiliki keinginan dan harapan agar investasinya di sektor riil tersebut akan mampu memberikan imbal hasil yang lebih prospektif dan berkelanjutan.
Caranya, tentu melalui pencapaian kinerja keuangan perusahaan yang baik, serta mampu memberikan manfaat yang luas bagi orang banyak.
“Termasuk, memberikan penghasilan yang memadai dan kesejahteraan bagi seluruh karyawan-karyawan dan keluarganya,” ungkapnya.
Aset yang dipilih Billy hingga hari ini tak terlalu banyak dan memberikan imbal hasil yang lumayan stabil, bukan aset yang memberikan keuntungan yang sangat tinggi.
“Keuntungan yang diperoleh dari portofolio investasi saya hanya dalam bentuk bunga, capital gain, serta dividen,” tuturnya.
Pernah Rugi
Layaknya dua sisi mata uang, kerugian juga pernah dialami Billy dalam belajar berinvestasi. Sayangnya, Billy tak menyebutkan berapa banyak dan pada aset apa dia menderita kerugian.
“Beberapa pengalaman rugi pernah saya dapatkan dalam berinvestasi. Namun. saya memaknai hal tersebut sebagai suatu pengalaman dan pelajaran yang bisa kita dapatkan untuk lebih cermat dalam berinvestasi,” akunya.
Per hari ini, portofolio investasi terbesar Billy ada di kepemilikannya pada BLES. Melansir RTI, dia memiliki 198 juta saham BLES yang setara dengan 2,23% dari total saham perseroan.
Pria 47 tahun itu pun sangat bersyukur berinvestasi di sektor riil tersebut, termasuk investasi waktu dan tenaga. Sebab, langkah ini telah memberikan perkembangan dan pertumbuhan nilai yang signifikan ke portofolio asetnya, seiring dengan pertumbuhan kinerja BLES.
Asal tahu saja, BLES melantai di bursa pada tanggal 8 Agustus 2024 lalu.
“Selain itu, selebihnya saya tentunya tetap mengelola portofolio investasi dalam bentuk instrumen lainnya, berupa deposito, saham dan properti dalam komposisi yang boleh dibilang merata,” ujarnya.
Secara rinci, ia menaruh kekayaannya pada tiga aset utama, yaitu di deposito sebesar 40%, properti 30%, dan saham 30%.
Ke depannya, dia berencana akan menambah kepemilikannya pada portofolio saham miliknya. Menurutnya, iklim investasi di Indonesia masih sangat baik, mengingat pertumbuhan perekonomian domestik yang stabil di kisaran 5% year on year (yoy) sejak kuartal II 2022.
“Perekonomian yang stabil membuat instrumen investasi saham menjadi menarik, terutama saham dari perusahaan-perusahaan yang memiliki prospek pertumbuhan, serta fundamental yang baik, berkinerja baik, serta memiliki manajemen yang berintegritas,” paparnya.
Diversifikasi Investasi
Bagi para investor muda, Billy menyarankan agar mereka bisa memilih instrumen berinvestasi sesuai dengan tujuan perencanaan keuangan masing-masing.
Caranya, dengan memetakan dana yang dimilikinya dengan kebutuhan sang investor, baik untuk jangka pendek maupun jangka panjang. Pilihan instrumen investasi yang tersedia juga harus dipelajari dengan mempertimbangkan dan mencermati segala risikonya.
Menurut Billy, untuk sejumlah dana tertentu sebaiknya dicadangkan dan diletakkan pada instrumen investasi yang aman dan tingkat resiko yang rendah sesuai dengan kebutuhan yang dimiliki oleh si investor pemula.
“Selebihnya, boleh ditempatkan pada beberapa pilihan investasi lain dengan tingkat risiko yang lebih tinggi, sesuai dengan tujuan perencanaan keuangan masing-masing,” ungkapnya.
Para investor pemula juga perlu memiliki mindset untuk melakukan diversifikasi instrumen.
“Don’t put all your eggs in one basket. Ini untuk mengurangi risiko investasi,” paparnya.
Selain itu, para investor pemula juga perlu memiliki mindset untuk senantiasa mencermati dan memahami fundamental, risiko dan tren sebelum memilih instrumen investasi. Hal-hal ini sangat penting untuk mengurangi risiko kerugian yang timbul dalam berinvestasi.
“Saya juga sangat menyarankan agar dalam berinvestasi lebih baik memposisikan sebagai investor jangka panjang, dan tidak berorientasi pada keinginan untuk memperoleh keuntungan jangka pendek saja,” ungkapnya.
Hobi Olahraga dan Kegiatan Sosial
Terjun ke bisnis keluarga dan menjadikan BLES sebagai salah satu portofolio utama investasi, ternyata cukup mencerminkan hobi Billy. Dia mengaku memiliki hobi utama bekerja.
“Hobi dan aktivitas kesukaan utama saya itu bekerja,” ungkapnya.
Namun, ini bukan berarti Billy tak menyempatkan waktu untuk aktivitas di luar kantor. Di sela aktivitasnya yang padat sebagai Presdir BLES, dia tetap membagi waktu untuk keluarganya. Pembagiannya juga cukup berimbang antara keluarga dan kantor, semuanya dibagi sesuai dengan skala prioritas.
Di sisi lain, Billy juga hobi berolahraga ringan. Jenis olahraga yang dia pilih adalah jogging dan gym. Untuk jadwalnya, biasanya dia berolahraga di waktu senggang.
Alasan utamanya berolahraga adalah untuk menjaga kesehatan badan agar tetap bugar di tengah aktivitasnya yang padat.
“Sebisa mungkin kalau ada waktu saya pasti berolahraga. Karena bagi saya penting sekali menjaga badan agar tetap bugar dan sehat,” ungkapnya.
Tak hanya itu, Billy juga aktif dalam kegiatan sosial bersama beberapa komunitas, khususnya komunitas keimanan.
“Saya pribadi juga cukup tertarik untuk berkomunitas, terutama yang berkaitan dengan membangun iman dan kegiatan sosial,” imbuhnya.
Usai BLES, Hermanto Tanoko Bakal Bawa Dua Perusahaan IPO di Tahun Ini
Bos Tancorp Group, Hermanto Tanoko, akan kembali membawa dua perusahaan lagi melantai di bursa pada tahun 2024. [264] url asal
#hermanto-tanoko #tancorp #tancorp-group #superior-prima-sukses-bles #berita-nasional #indonesia #pemerintah #kebijakan-ekonomi #investasi-para-eksekutif
(Kontan-Investasi) 09/07/24 20:31
v/10222654/
Reporter: Pulina Nityakanti | Editor: Wahyu T.Rahmawati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Komisaris Utama PT Avia Avian Tbk (AVIA) sekaligus bos Tancorp Group, Hermanto Tanoko, akan kembali membawa dua perusahaan lagi melantai di bursa pada tahun 2024.
Asal tahu saja, Tancorp Group, melalui PT Tancorp Investama Mulia, membawa PT Superior Prima Sukses Tbk (BLES) melakukan initial public offering (IPO), kemarin (8/7). Usai BLES, Hermanto mengaku bahwa Tancorp Group bakal membawa dua perusahaan melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Kedua perusahaan yang diakui Hermanto sudah ada di pipeline IPO bursa itu berasal dari sektor berbeda, yaitu edukasi dan bahan bangunan.
“Tahun ini ada dua (perusahaan yang akan dibawa IPO). Satu dari edukasi, satunya lagi bahan bangunan,” ujarnya saat ditemui di Gedung BEI, Senin (8/7).
Hermanto mengakui, belum tertarik untuk berinvestasi di perusahaan startup. Pasalnya, perusahaan start up masih membutuhkan banyak modal dan masih belum pasti kapan bisa mulai menghasilkan keuntungan.
“Yang edukasi ini bukan startup, sudah make money (untung). Saya tidak mau di startup, tidak mau kalau masih rugi,” paparnya.
Dia belum menyebutkan berapa emisi dana yang bakal dikeluarkan dalam IPO tersebut. Yang jelas, besaran porsi publik yang akan dilepas sebanyak-banyaknya 15%-20%.
Kedua perusahaan itu paling telat dijadwalkan akan melantai di bursa di kuartal IV 2024. Per hari ini, sudah ada delapan perusahaan yang sudah melantai di bursa. Yang pertama ada BLES.
Lalu, PT Avia Avian Tbk (AVIA), PT Sariguna Primatirta Tbk (CLEO), PT Cahayaputra Asa Keramik Tbk (CAKK), PT Mega Perintis Tbk (ZONE), PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk (RISE), PT Caturkarda Depo Bangunan Tbk (DEPO), dan PT Penta Valent Tbk (PEVE).