TVS Indonesia resmi mengenalkan TVS iQube Standard di pameran Indonesia Motorcycle Show atau IMOS 2024. Kendaraan tersebut merupakan varian murah dari iQube S yang telah mengaspal lebih dulu.
Rizal Tandju selaku DGM Bussiness Development PT TVS Motor Company Indonesia mengatakan, TVS iQube S cukup diminati konsumen sejak peluncuran perdananya di PRJ Kemayoran 2024. Itulah mengapa, pihaknya meluncurkan versi standard yang harganya lebih terjangkau.
"Jadi untuk melengkapi varian S, kami meluncurkan juga varian standard. Harapannya, motor listrik ini bisa melengkapi pilihan konsumen di Indonesia," ujar Rizal saat peluncuran produk di ICE BSD, Tangerang Selatan, Rabu (30/10).
TVS iQube Standard di IMOS 2024. Foto: Septian Farhan Nurhuda / detikOto
TVS iQube Standard hanya dikenalkan saja di IMOS 2024. Sementara keran pemesanan baru dibuka kuartal kedua tahun depan. Harga resminya juga belum diumumkan, namun Rizal memastikan, angkanya berkisar Rp 40 jutaan dengan status on the road Jakarta.
Konsumen yang ingin memiliki unitnya, kata Rizal, bisa mencatatkan nama di booth TVS di IMOS 2024. Meski demikian, pihaknya tak meminta tanda jadi. Sehingga, pencatatan nama tersebut tak bersifat mengikat.
"Jadi catat nama saja, kalau tanda jadi atau uang muka belum ada," kata dia.
TVS iQube Standard di IMOS 2024. Foto: Septian Farhan Nurhuda / detikOto
TVS iQube Standard secara tampilan sama seperti model S. Kendaraan itu punya desain kompak dengan aksen membulat di hampir seluruh bagian. Pabrikan memberikan sentuhan futuristis yang kuat di motor listrik tersebut.
TVS iQube Standard menggunakan motor listrik yang sama seperti versi S, yakni 4,6 kw dengan kecepatan maksimum 75 km/jam. Sementara untuk melesat dari nol ke 40 km/jam hanya memerlukan waktu 7,2 detik.
Baterainya hanya 2,2 kwh atau 1,2 kwh lebih kecil dari varian S. Pembekalan tersebut membuat motor bisa menempuh jarak hingga 75 km dalam kondisi penuh.
TVS iQube Standard punya panel instrumen full digital dengan ukuran 12,7 inch yang bisa dihubungkan ke ponsel melalui TVS Connect. Namun, berbeda dengan versi S, tunggangan tersebut tak dibekali HMI joystick.
BSD City: PT TVS Motor Company Indonesia memperkenalkan motor listrik terbaru, TVS iQube, di Indonesia Motorcycle Show (IMOS) 2024. Dibandingkan dengan model sebelumnya, yaitu iQube S, iQube ini merupakan varian yang lebih terjangkau alias versi lite.
Perbedaan paling mendasar adalah bagian baterai. Kapasitas baterai iQube yaitu 2,2 kWh dengan klaim jarak tempuh hingga 75 km, sedangkan varian iQube S memiliki baterai berkapasitas 4,6 kWh dengan klaim jarak tempuh hingga 100 km.
Sedangkan untuk motor listrik yang digunakan sama-sama memiliki tenaga puncak 4,6 kW atau setara dengan 6,1 daya kuda dan torsi maksimal 140 Nm. Motor listrik ini dijadwalkan akan meluncur pada tahun depan, meskipun TVS belum dapat mengungkapkan waktu pasti peluncurannya.
Walaupun belum ada informasi mengenai harga resmi, DGM Business Development PT TVS Motor Company Indonesia, Rizal Tandju, memastikan iQube akan dibanderol di bawah Rp50 juta. Sebagai perbandingan, saat ini iQube S dijual dengan harga Rp52,9 juta.
"Karena kami menargetkan bahwa iQube Lite ini atau iQube biasa ini itu bisa lengkap dengan segala macam keperluan domestiknya seperti TKDN dan lain-lain," ujar Rizal Tandju, DGM Business Development PT TVS MCI di Tangerang (30/10/2024).
"Sehingga kami mengharapkan kalau pemerintah nanti meneruskan subsidinya untuk motor listrik, maka tidak ada lagi hambatan-hambatan seperti itu untuk iQube," tambahnya.
JAKARTA, KOMPAS.com – PT TVS Motor Company Indonesia (TVS MCI) mengenalkan motor listrik terbaru, yaitu TVS iQube. Dibandingkan model sebelumnya, yaitu iQube S, iQube menjadi produk yang ditawarkan lebih terjangkau.
Motor listrik ini kabarnya bakal hadir pada tahun depan, meski begitu TVS belum bisa mengungkap waktu peluncurannya.
“Karena kami menargetkan bahwa iQube Lite ini atau iQube biasa ini itu bisa lengkap dengan segala macam keperluan domestiknya seperti TKDN dan lain-lain,” ujar Rizal Tandju, DGM Business Development PT TVS MCI di Tangerang (30/10/2024).
KOMPAS.com/DIO DANANJAYA TVS iQube jadi varian yang lebih murah dari model sebelumnya iQube S
“Sehingga kami mengharapkan bahwa kalau pemerintah nanti meneruskan subsidinya untuk motor listrik, maka tidak ada lagi hambatan-hambatan seperti itu untuk iQube,” kata dia.
Walaupun belum mengungkap perihal harganya, Rizal memastikan TVS iQube bakal dibanderol di bawah Rp 50 juta. Seperti diketahui, TVS iQube S saat ini dihargai di angka Rp 52,9 juta.
Berdasarkan spek resminya, TVS iQube S menggunakan motor listrik dengan peak power 4,6 kW atau setara 6,1 Tk dan torsi maksimal 140 Nm.
Kemudian, bobotnya sekitar 118,6 Kg dan memiliki kecepatan maksimal 78 Kpj. Adapun baterai iQube S memiliki kapasitas 4,6 kWh, serta memiliki klaim jarak tempuh tembus 100 Km.
Sementara itu, TVS iQube mengusung motor listrik dengan tenaga maksimal sebesar 4,6 kW atau setara 6,1 Tk dan torsi maksimal 140 Nm.
Meskipun tenaga dapur pacunya sama, kecepatan maksimal motor listrik ini berada di angka 75 Kpj, serta memiliki total bobot 110 Kg.
Perihal baterainya punya kapasitas lebih kecil sebesar 2,2 kWh, dengan klaim jarak tempuh mencapai 75 Km.
JAKARTA, KOMPAS.com –Motor listrik TVS iQube meluncur di Indonesia belum lama ini, punya desain khas skutik retro, identik seperti Callisto. Terlihat terutama dari bodi depan dan bodi belakang.
Meskipun, saat dilihat lebih detail jelas berbeda, di mana lampu utama dan sein sudah LED. Sementara bagian samping dan belakang, terlihat agak membulat khas skutik retro.
KOMPAS.com/DIO DANANJAYA Test ride TVS iQube
Meski begitu, wajah motor ini jika diperhatikan terlihat lebih modern, karena rumah lampu dibuat tipis dan melebas, sekilas mirip ‘Robocop’.
Setang depan, terdapat lampu DRL yang membentuk huruf ‘U’. TVS menyebut fitur ini sebagai signature lamp, karena menjadi ciri khas motor ini saat melaju di jalan.
Masih di setang, terdapat visor ukuran kecil yang bisa melindungi spidometer supaya enggak terlalu silau saat siang hari. Kemudian spion kotak tampak unik dan berbeda dibandingkan motor sekelasnya.
Beralih ke bagian spidometer, yang sudah pakai layar TFT full color. Ukurannya cukup besar dan terlihat jelas saat berkendara.
Bagian dasbor depan bisa dibilang minim ruang penyimpanan. Hanya ada kunci kontak, bagian tengah ada gantungan barang, dan sebelah kiri ada soket charger.
Salah satu yang menarik dari TVS iQube adalah penggunaan dek tengah rata. Selain itu, tinggi dek juga wajar seperti skutik pada umumnya. Sebab baterai motor listrik ini tidak ditanam di bagian dek tengah, melainkan di bagian belakang.
KOMPAS.com/DIO DANANJAYA Test ride TVS iQube
Hal ini memberikan posisi berkendara yang natural. Karena dek tengah tidak terlalu tinggi seperti motor listrik kebanyakan.
Motor listrik TVS iQube yang baru meluncur di Indonesia secara desain membawa tampilan khas skutik retro TVS Callisto. Hal ini terlihat terutama dari bodi depan dan bodi belakang.
Namun saat dilihat lebih detail jelas berbeda. Di mana fascia depan mengusung lampu utama dan sein LED.
KOMPAS.com/DIO DANANJAYA Test ride TVS iQube
Sementara di bagian samping dan belakang, terlihat bahwa desain motor ini agak membulat khas skutik retro.
Meski begitu, wajah motor ini jika diperhatikan terlihat lebih modern, karena rumah lampu dibuat tipis dan melebas, sekilas mirip ‘Robocop’.
Di setang bagian depan, terdapat lampu DRL yang membentuk huruf ‘U’. TVS menyebut fitur ini sebagai signature lamp, karena menjadi ciri khas motor ini saat melaju di jalan.
KOMPAS.com/DIO DANANJAYA Kunci kontak TVS iQube
Masih di setang, terdapat visor ukuran kecil yang bisa melindungi spidometer supaya enggak terlalu silau saat siang hari. Kemudian spion kotak tampak unik dan berbeda dibandingkan motor sekelasnya.
Beralih ke bagian spidometer, yang sudah pakai layar TFT full color. Ukurannya cukup besar dan terlihat jelas saat berkendara.
Bagian dasbor depan bisa dibilang minim ruang penyimpanan. Hanya ada kunci kontak, bagian tengah ada gantungan barang, dan sebelah kiri ada soket charger.
KOMPAS.com/DIO DANANJAYA Test ride TVS iQube
Salah satu yang menarik dari TVS iQube adalah penggunaan dek tengah rata. Selain itu, tinggi dek juga wajar seperti skutik pada umumnya. Sebab baterai motor listrik ini tidak ditanam di bagian dek tengah, melainkan di bagian belakang.
Hal ini memberikan posisi berkendara yang natural. Karena dek tengah tidak terlalu tinggi seperti motor listrik kebanyakan.
Saat berada di balik kemudinya, terasa posisi duduk yang cukup ergonomis. Buat test rider setinggi 163 Cm, kaki masih agak jinjit. Tapi posisi tangan cukup santai, khas motor perkotaan, karena setang tidak terlalu lebar.
Menariknya, jok motor listrik ini cukup lebar dan empuk, bikin nyaman selama perjalanan. Begitu juga dengan dek tengah yang luas, bisa untuk menaruh tas atau barang. Posisi kaki juga bisa lebih fleksibel, menyesuaikan gaya berkendara.
Tanpa melihat sistem penggeraknya, pengendara pasti akan mengira bahwa ini adalah skutik pada umumnya.
Bicara soal bantingan suspensi, sokbreker motor ini terasa empuk di depan dan belakang. Apalagi dengan profil ban yang cukup tebal, bikin nyaman saat melibas jalan tidak rata.
TVS iQube punya dua mode berkendara, mode ECO membatasi kecepatan maksimal di kisaran 40-45 Kpj. Sementara di mode Power mencapai 75 Kpj.
Perbedaan mode berkendara juga memengaruhi jarak tempuh, di mana mode ECO sanggup mencapai 100 Km, dan mode Power sampai 75 Km.
Namun demikian, dari sisi respons tenaga, kedua mode tersebut terasa sama saja. Saat berada di mode ECO, pengendara bisa langsung berpindah ke mode Power dalam kondisi apapun.
KOMPAS.com/ADITYO WISNU Test ride TVS iQube
Tapi saat pindah dari Power ke ECO, pengendara harus melepas gas terlebih dahulu lalu dilanjutkan menekan tombol, untuk memindahkan mode berkendara.
Kemudian, penyaluran tenaga motor terasa linear dan tidak terlalu mengentak. Tapi cukup bertenaga dan terus mengisi, bahkan saat dipakai berboncengan.
Buat menyalip skutik berkapasitas 110 cc bukan pekerjaan sulit. Dalam kondisi menanjak, iQube juga bisa unggul.
KOMPAS.com/DIO DANANJAYA Test ride TVS iQube
Sengaja kami jajal motor listrik ini melewati rute harian dari Palmerah di Jakarta Pusat menuju kawasan Sukaraja, Bogor, Jawa Barat, sejauh 46,4 Km berdasarkan trip meter di layar instrumen.
Hasilnya, baterai motor listrik sanggup melewati rute tersebut dengan baik. Baterai berkapasitas 3,04 kWh miliknya bahkan masih tersisa 29 persen dari kondisi penuh.
Usai dipakai sejauh 46,4 Km berdasarkan trip meter di layar instrumen, motor dengan mudah dapat dicas menggunakan charger bawaan yang menyedot daya sekitar 650 watt.
KOMPAS.com/ADITYO WISNU Test ride TVS iQube
Waktu pengecasan memakan waktu sekitar 4,5 jam untuk 0-80 persen. Kalau sudah sampai 100 persen, maka sistem bakal cut off otomatis.
Lantas, berapa biaya perjalanan menggunakan TVS iQube? Dengan tarif listrik Rp 1.444 per kWh, maka total biaya isi baterai (3,04 kWh) hanya memakan biaya sekitar Rp 4.389.
Sebagai salah satu motor yang tergolong baru, TVS iQube menawarkan biaya kepemilikan yang cukup bersahabat untuk sebuah motor listrik.
KOMPAS.com/DIO DANANJAYA Ilustrasi STNK TVS iQube
Dimulai dengan pajak kendaraan bermotor (PKB) sebesar Rp 0 dan SWDKLLJ sekitar Rp 35.000, artinya pengeluaran pajak per tahun hanya menghabiskan Rp 35.000.
Kemudian dengan baterai terisi penuh, iQUbe sanggup melaju hingga 46,4 Km berdasarkan trip meter di layar instrumen, bahkan masih tersisa 29 persen (mencapai 31 Km) dari kondisi penuh.
Dengan tarif listrik Rp 1.444 per kWh, maka total biaya isi baterai (3,04 kWh) hanya memakan biaya sekitar Rp 4.389.
KOMPAS.com/ADITYO WISNU Test ride TVS iQube
Andai motor dipakai setiap hari selama 365 hari, biaya pengisian baterai sampai penuh (per hari Rp 4.389) setahun sekitar Rp 1.601.985.
Lalu untuk biaya servis, total selama tiga tahun pemakaian, biaya yang dihabiskan iQube mencapai Rp 1.938.000. Bila dibagi per tahun, maka konsumen perlu menyiapkan dana Rp 646.000.
Sementara untuk biaya perawatan per bulannya hanya menghabiskan Rp 53.833. Sedangkan untuk biaya perawatan per hari cukup Rp 1.794.
Secara total, dengan biaya pajak Rp 35.000 per tahun, biaya konsumsi baterai Rp 1.601.985 per tahun, dan biaya servis Rp 646.000 per tahun, artinya estimasi biaya kepemilikan TVS iQube menghabiskan Rp 2.282.985 selama setahun.
Adapun untuk biaya kepemilikan per bulan yang harus ditanggung konsumen berkisar Rp 190.248.
Perlu diingat, hitung-hitungan kasar yang redaksi himpun ini mungkin tidak mutlak bagi seluruh konsumen. Namun bisa jadi patokan kisaran biaya pengeluaran saat memiliki TVS iQube.
Sebagai salah satu motor yang tergolong baru, TVS iQube menawarkan biaya kepemilikan yang cukup bersahabat untuk sebuah motor listrik. Halaman all [398] url asal
JAKARTA, KOMPAS.com – Salah satu hal yang dipertimbangkan ketika akan membeli sepeda motor adalah biaya kepemilikan. Lebih tepatnya ongkos yang harus ditanggung selama memiliki kendaraan tersebut.
Sebagai salah satu motor listrik yang tergolong baru, TVSiQube menawarkan biaya kepemilikan yang cukup bersahabat, terutama bila dibandingkan dengan motor konvensional.
Dimulai dengan pajak kendaraan bermotor (PKB) sebesar Rp 0 dan SWDKLLJ sekitar Rp 35.000, artinya pengeluaran pajak per tahun hanya menghabiskan Rp 35.000.
KOMPAS.com/ADITYO WISNU Test ride TVS iQube
Kemudian dengan baterai terisi penuh, iQUbe sanggup melaju hingga 46,4 Km berdasarkan trip meter di layar instrumen, bahkan masih tersisa 29 persen (mencapai 31 Km) dari kondisi penuh.
Dengan tarif listrik Rp 1.444 per kWh, maka total biaya isi baterai (3,04 kWh) hanya memakan biaya sekitar Rp 4.389.
Andai motor dipakai setiap hari selama 365 hari, biaya pengisian baterai sampai penuh (per hari Rp 4.389) setahun sekitar Rp 1.601.985.
Lalu untuk biaya servis, total selama tiga tahun pemakaian, biaya yang dihabiskan iQube mencapai Rp 1.938.000. Bila dibagi per tahun, maka konsumen perlu menyiapkan dana Rp 646.000.
Sementara untuk biaya perawatan per bulannya hanya menghabiskan Rp 53.833. Sedangkan untuk biaya perawatan per hari cukup Rp 1.794.
Secara total, dengan biaya pajak Rp 35.000 per tahun, biaya konsumsi baterai Rp 1.601.985 per tahun, dan biaya servis Rp 646.000 per tahun, artinya estimasi biaya kepemilikan TVS iQube menghabiskan Rp 2.282.985 selama setahun.
KOMPAS.com/DIO DANANJAYA Ilustrasi STNK TVS iQube
Adapun untuk estimasi biaya kepemilikan per bulan yang harus ditanggung konsumen berkisar Rp 190.248.
Perlu diingat, hitung-hitungan kasar yang redaksi himpun ini mungkin tidak mutlak bagi seluruh konsumen. Namun bisa jadi patokan kisaran biaya pengeluaran saat memiliki TVS iQube.
JAKARTA, KOMPAS.com –Motor listrik TVSiQube dijual dengan harga Rp 52,9 juta (OTR Jakarta). Meskipun terbilang cukup tinggi, apakah biaya perawatan berkalanya juga termasuk mahal?
Rizal Tandju, DGM Business Development PT TVS-MCI, mengatakan, perawatan berkala iQube dilakukan 1 tahun sekali atau setiap 12.000 Km.
“Pada 1 tahun pertama, konsumen hanya dikenakan biaya perawatan sebesar Rp 142.000,” ujar Rizal, kepada Kompas.com belum lama ini.
KOMPAS.com/ADITYO WISNU Test ride TVS iQube
Kemudian pada tahun kedua, konsumen akan dikenakan estimasi biaya sebesar Rp 292.000. Lalu pada tahun ketiga sekitar Rp 1.504.000.
Artinya total selama tiga tahun pemakaian, biaya yang dihabiskan mencapai Rp 1.938.000. Bila dibagi per tahun, maka konsumen perlu menyiapkan estimasi dana Rp 646.000.
Sementara untuk biaya perawatan per bulannya hanya menghabiskan Rp 53.833. Sedangkan untuk biaya perawatan per hari estimasinya cukup Rp 1.794.
Berdasarkan spesifikasi resminya, iQube mengusung motor listrik BLDC Hub Mounted dengan tenaga maksimal 4,4 kW atau setara 6 Tk, dan torsi maksimal 140 Nm.
Adapun untuk tenaga rata-rata berada di angka 3 kW atau setara 4 Tk dan torsi rata-rata sebesar 33 Nm.
Perihal baterainya, iQube mengusung 2 Battery Packs with LG Cells 21700 dengan kapasitas terpasang 3,4 kWh (58V, 29,3 Ah) yang terletak di bawah jok.
“Saat ini TVS iQube sudah tersedia buat konsumen di Jakarta, Tangerang, dan Bali,” kata Rizal.
KOMPAS.com/DIO DANANJAYA Test ride TVS iQube
Berikut ini daftar harga spare part TVS iQube:
1. Set Brake Shoe Assy DIA 130: Rp 38.000 2. Pad Com: Rp 54.000 3. Cable Assy Brake Rear: Rp 50.000 4. Cable Throttle Assy: 50.000 5. Cable Able Assy Brake Fr Top: Rp 52.000 6. Bush Swinging Arm: Rp 10.000 7. Steering Com: Rp 80.000 8. Tyre Tubeless 90/90 – 12: Rp 230.000 9. Jasa servis: Rp 50.000
Dengan tarif listrik rumahan sebesar Rp 1.444 per kWh, maka total biaya isi baterai (3,04 kWh) hanya memakan biaya sekitar Rp 4.389. Halaman all [458] url asal
JAKARTA, KOMPAS.com – TVS iQube menjadi motor listrik yang layak dipakai buat harian. Selain baterainya punya jarak tempuhnya memadai, performa motor listrik ini juga tak bisa dianggap remeh.
Sengaja kami jajal motor listrik ini melewati rute harian dari kantor di Palmerah, Jakarta Pusat menuju kawasan Sukaraja, Bogor, Jawa Barat, sejauh 46,4 Km berdasarkan trip meter di layar instrumen.
iQube diajak melaju dengan gaya berkendara sewajarnya, tidak pelan tapi juga tidak ngebut. Mode berkendara diganti-ganti sesuai kebutuhan dari ECO ke Power.
KOMPAS.com/ADITYO WISNU Test ride TVS iQube
Saat dijajal, kondisi jalan Jakarta relatif padat dan cenderung sering macet, seperti kondisi hari-hari biasanya.
Dari Palmerah, rute yang dipilih menuju Jalan Gatot Subroto sampai Pancoran. Dari sana ambil jalan yang mengarah ke Pasar Minggu, lurus terus sampai Tanjung Barat.
Di Lenteng Agung, motor baru bisa dipacu agak kencang sekitar 60-70 Kpj. Kecepatan ini sedikit turun saat lewat Jalan Margonda yang padat saat malam hari.
Kemudian motor dipacu kencang lagi saat lewat Jalan Juanda Depok. Lalu masuk Jalan Raya Bogor, hingga sampai Cibinong. Dan berakhir di sekitar Jalan Alternatif Sentul.
Hasilnya, baterai motor listrik sanggup melewati rute tersebut dengan baik. Baterai berkapasitas 3,04 kWh miliknya bahkan masih tersisa 29 persen dari kondisi penuh.
Kondisi ini bikin pengendara bebas dari rasa khawatir kehabisan baterai di jalan. Berdasarkan catatan MID, konsumsi rata-rata paling irit sekitar 25,8 Wh per Km, paling boros mencapai 35,0 Wh per Km.
Usai dipakai sejauh 46,4 Km berdasarkan trip meter di layar instrumen, motor dengan mudah dapat dicas menggunakan charger bawaan yang menyedot daya sekitar 650 watt.
Waktu pengecasan memakan waktu sekitar 4,5 jam untuk 0-80 persen. Kalau sudah sampai 100 persen, maka sistem bakal cut off otomatis.
Lantas, berapa biaya perjalanan Jakarta-Bogor menggunakan TVS iQube? Dengan tarif listrik rumahan sebesar Rp 1.444 per kWh, maka total biaya isi baterai (3,04 kWh) hanya memakan biaya sekitar Rp 4.389.
Dengan biaya tersebut, kondisi baterai juga masih tersisa sekitar 29 persen, atau bisa menempuh jarak 31 Km (dalam mode ECO) lagi berdasarkan perhitungan layar instrumen.
Penyaluran tenaga motor terasa linear dan tidak terlalu mengentak. Tapi cukup bertenaga dan terus mengisi, bahkan saat dipakai berboncengan. Halaman all [448] url asal
JAKARTA, KOMPAS.com – Usai membahas soal tampilan yang mengkombinasikan desain retro modern dan fitur-fitur unggulan dari TVSiQube, kini saatnya mengulas rasa berkendara dari motor listrik ini.
Saat berada di balik kemudinya, terasa posisi duduk yang cukup ergonomis. Buat test rider setinggi 163 Cm, kaki masih agak jinjit. Tapi posisi tangan cukup santai, khas motor perkotaan, karena setang tidak terlalu lebar.
Menariknya, jok motor listrik ini cukup lebar dan empuk, bikin nyaman selama perjalanan. Begitu juga dengan dek tengah yang luas, bisa untuk menaruh tas atau barang. Posisi kaki juga bisa lebih fleksibel, menyesuaikan gaya berkendara.
KOMPAS.com/DIO DANANJAYA Test ride TVS iQube
Tanpa melihat sistem penggeraknya, pengendara pasti akan mengira bahwa ini adalah skutik normal pakai mesin bensin.
Bicara soal bantingan suspensi, sokbreker motor ini terasa empuk di depan dan belakang. Apalagi dengan profil ban yang cukup tebal, bikin nyaman saat melibas jalan tidak rata.
TVS iQube punya dua mode berkendara, mode ECO membatasi kecepatan maksimal di kisaran 40-45 Kpj. Sementara di mode Power mencapai 75 Kpj.
Perbedaan mode berkendara juga memengaruhi jarak tempuh, di mana mode ECO sanggup mencapai 100 Km, dan mode Power sampai 75 Km.
Namun, dari sisi respons tenaga, kedua mode tersebut terasa sama saja. Saat berada di mode ECO, pengendara bisa langsung berpindah ke mode Power dalam kondisi apapun.
Tapi saat pindah dari Power ke ECO, pengendara harus melepas gas terlebih dahulu lalu dilanjutkan menekan tombol, untuk memindahkan mode berkendara.
KOMPAS.com/DIO DANANJAYA Test ride TVS iQube
Kemudian, penyaluran tenaga motor terasa linear dan tidak terlalu mengentak. Tapi cukup bertenaga dan terus mengisi, bahkan saat dipakai berboncengan.
Buat menyalip skutik berkapasitas 110 cc bukan pekerjaan sulit. Dalam kondisi menanjak, iQube juga bisa unggul.
Asyiknya lagi, rasa berkendara motor ini masih mirip dengan skutik konvensional. Di mana putaran gas terasa begitu natural, seperti menggeber motor bermesin bakar internal.
KOMPAS.com/ADITYO WISNU Test ride TVS iQube
Suara motor juga terbilang halus dan hening. Saat melaju praktis hanya terdengar suara roda dan suara lingkungan di sekitar.
Singkatnya, motor listrik ini layak dipakai buat harian. Selain jarak tempuhnya memadai, performanya juga tak bisa dianggap remeh.
TVS iQube mengusung 2 Battery Packs with LG Cells 21700 dengan kapasitas terpasang 3,4 kWh, serta memiliki jarak tempuh mencapai 100 Km. Halaman all [571] url asal
JAKARTA, KOMPAS.com –TVSiQube yang resmi dipasarkan di Indonesia adalah model versi ketiga yang sudah dapat sejumlah penyempurnaan. Dijual dengan harga Rp 52,9 juta (OTR Jakarta), bagaimana keunggulan fitur motor listrik ini?
Berdasarkan spesifikasi resminya, iQube mengusung motor listrik BLDC Hub Mounted dengan tenaga maksimal 4,4 kW atau setara 6 Tk, dan torsi maksimal 140 Nm.
Adapun untuk tenaga rata-rata berada di angka 3 kW atau setara 4 Tk dan torsi rata-rata sebesar 33 Nm.
KOMPAS.com/ADITYO WISNU Test ride TVS iQube
Perihal baterainya, iQube mengusung 2 Battery Packs with LG Cells 21700 dengan kapasitas terpasang 3,4 kWh (58V, 29,3 Ah) yang terletak di bawah jok.
Baterai motor listrik ini telah memiliki standar IP-67 dan berbobot masing-masing 13 Kg (total baterai 26 Kg; total motor 118,8 Kg).
TVS mengklaim motor listrik ini bisa menempuh jarak 100 Km (mode ECO), dan 75 Km (mode Power).
Sementara untuk waktu pengisian baterai dari 0 sampai 80 persen sekitar 4 jam 30 menit. Pengecasan ini menggunakan charger bawaan berdaya 650 watt.
Sedangkan untuk usia baterai diklaim mencapai 1.300 cycle. Jadi kalau estimasi pemakaian sehari mencapai 50 Km, motor listrik ini bisa digunakan sampai 117.000 Km atau 2.340 hari (6,4 tahun).
Kemudian, baterai motor listrik ini digaransi 3 tahun. Apabila baterai mengalami drop di bawah 80 persen dalam periode tersebut, maka akan diganti baru.
Beralih ke spidometer yang tampak melayang seperti mobil-mobil zaman sekarang. Di mana layar spiodemer sudah mengusung TFT full color yang punya fitur kecerahan otomatis.
Dari layar instrumen ini, pengendara bisa memilih mode berkendara ECO atau Sport yang terlihat dari warna latar belakang, hijau atau merah.
Secara umum, layar ini punya informasi jam digital, tanggal, spidometer, riding mode, rata-rata konsumsi listrik, odometer, trip meter, tegangan baterai, sisa daya baterai, range (distance to empty), dan tak ketinggalan fitur Smart X Connect yang bisa menyambung ke aplikasi bawaan motor.
KOMPAS.com/DIO DANANJAYA Test ride TVS iQube
Lewat aplikasi tersebut, pengedara bisa mendapatkan pemberitahuan atau notifikasi telpon, pesan, koneksi Bluetooth, hingga fitur-fitur seperti crash alert, anti theft alarm, lokasi parkir terakhir, live lokasi motor, serta navigasi.
Satu hal yang menarik untuk mengubah menu dalam layar instrumen, tersedia joystick untuk memilih fitur-fitur di dalamnya.
Untuk memudahkan pemakaian di dalam kota, iQube juga punya fitur Q-Park Assist. Fitur yang berguna untuk maju (maks 10 Kpj) dan mundur (maks 3 Kpj) saat parkir hanya dengan menekan tombol.
Tapi sayangnya, motor ini minim laci penyimpanan. TVS hanya memberikan dua pengait barang di dek tengah dan di bawah jok.
Buat menaruh barang, pengendara bisa memanfaatkan bagasi di bawah jok yang berkapasitas total 32 liter. Dan menariknya di dalam bagasi juga terdapat soket USB juga untuk mengecas ponsel.