JAKARTA, KOMPAS.com - Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (Iwapi) menargetkan 10 persen UMKM perempuan yang tergabung dalam organisasinya bisa naik kelas.
"Jumlah member Iwapi di seluruh Indonesia mencapai 30.000. Dari jumlah itu, 98 persennya UMKM, dan kami menargetkan 10 persennya naik kelas," ujar Ketua Umum Iwapi, Dyah Nita Prihapsari, dalam rilis yang diterima Kompas.com, Kamis (7/11/2024).
Dyah menjelaskan, salah satu yang mesti dilakukan UMKM perempuan agar naik kelas adalah penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI).
Walaupun tidak diwajibkan, manfaatnya sangat besar baik untuk barang maupun jasa, sekaligus mendukung perkembangan ekonomi nasional.
Untuk itulah, pihaknya memfasilitasi pengetahuan terkait SNI. Misalnya sosialisasi regulasi persyaratan negara tujuan ekspor, SNI Sistem Manajemen Anti Penyuapan, SNI Sistem Manajemen Kepatuhan, capacity building, bimbingan teknis penerapan SNI pangan dan non-pangan
Sementara itu, Direktur Penguatan Penerapan Standar dan Penilaian Kesesuaian Badan Standardisasi Nasional (BSN), Nur Hidayati, mengatakan, pihaknya bekerja sama dengan Iwapi untuk menciptakan pelaku usaha, termasuk UMKM, semakin berdaya saing di pasar domestik maupun ekspor.
"Kolaborasi ini mendorong para pelaku usaha, termasuk dari kalangan perempuan, untuk semakin berdaya saing dengan penerapan standar,” ucap Nur.
Nur menjelaskan, pihaknya membantu para pelaku usaha tembus pasar ekspor melalui harmonisasi standardisasi untuk keberterimaan produk Indonesia di pasar ekspor.
“Pasar domestik sudah cukup luas untuk dieksplorasi oleh para pelaku usaha, dan diharapkan penerapan standar dapat terus meningkat untuk masuk pasar yang lebih luas lagi, baik produk pangan maupun non-pangan,” jelasnya.