MOSKOW, investor.id – Aliansi sayap kiri Prancis menegaskan pihaknya tidak akan berkoalisi dengan blok tengah Presiden Prancis Emannuel Macron. Jean-Luc Melenchon selaku pendiri partai sayap kiri La France Insoumise menyatakan tak berniat berkoalisi dengan kubu Presiden Prancis Emmanuel Macron.
"Kami tidak bermaksud terlibat dalam perundingan seperti itu," ungkap Melenchon dalam pidatonya di hadapan para pendukung pada Minggu (7/7/2024).
Kantor berita Rusia Sputnik melaporkan, Melenchon meminta Macron agar mengakui kekalahan dalam pemilu. Ia memberhentikan Perdana Menteri (PM) Gabriel Attal yang saat ini menjabat dan mengizinkan koalisi sayap kiri untuk membentuk kabinet baru.
Melenchon berulang kali mengkritik kebijakan Macron dan pemerintahannya, termasuk soal situasi di Ukraina. Melenchon mengomentari pernyataan Macron tentang peningkatan bantuan militer ke Ukraina.
Menurutnya, konflik dengan Rusia hanya dapat menyebabkan kehancuran total Perancis. Melenchon menekankan, perlu ditemukan cara untuk merundingkan perdamaian.
Berdasarkan hasil awal pemilihan parlemen putaran kedua, koalisi sayap kiri Front Populer Baru memimpin dalam pemilihan tersebut, diikuti oleh blok haluan tengah Macron dan partai sayap kanan National Rally.
Namun, diperkirakan tidak ada partai politik yang akan memenangkan mayoritas absolut di parlemen Prancis.
Editor: Grace El Dora (graceldora@gmail.com)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News