KUPANG, KOMPAS.com - Pembangunan jembatan duplikasiLiliba di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang didanai Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN), hampir rampung.
Jembatan yang dikerjakan oleh PT Dewanto Cipta Pratama dengan pagu anggaran Rp 78,3 miliar itu, ditargetkan selesai akhir November 2024.
Anggota Komisi V DPR RI Bambang Haryo Soekartono mengatakan, jembatan Liliba merupakan jembatan tipe A yang sudah sesuai dengan standar Internasional.
"Jembatan ini dibangun pada September 2023. Pembangunannya sudah diusulkan sejak tahun 201. Saat itu yang menyetujui usulan pembangunan jembatan itu adalah Ketua Komisi V DPR RI Periode 2014-2019 Fary Djemi Francis," ungkap Bambang, kepada sejumlah wartawan, Senin (7/10/2024).
Bambang berharap, jembatan yang sedang dalam proses pembangunan untuk memperindah Kota Kupang bisa selesai tepat waktu, dan akan diresmikan oleh Presiden Terpilih Prabowo Subianto.
“Kebetulan pak Fary Francis sudah siap untuk melaporkannya kepada bapak Presiden Prabowo untuk bisa meresmikan jembatan ini sekaligus dengan terminal tipe A internasional di Bimoku Kota Kupang,” tutur dia.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Jembatan Liliba Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) NTT Paul Hugo Zakarias menambahkan, sampai saat ini tidak ada kendala dalam pembangunan jembatan tersebut.
“Saat ini yang sedang dilakukan adalah perakitan komponen baja menjadi satu kesatuan untuk membentuk kerangka struktur, kemudian setelah ini pengecoran,” cetus dia.
Tokoh Masyarakat NTT Fary Djemi Francis berterima kasih kepada Presiden Joko Widodo dan juga Menteri PUPR Basuki Hadimuljono yang telah menyetujui pembangunan jembatan duplikasi Liliba tersebut.
“Semoga jembatan ini kelak tidak hanya bisa mengurai kemacetan tetapi pesannya pak Prabowo sebagai Presiden terpilih pembangunan infrastruktur harus ujungnya adalah memberikan manfaat kepada masyarakat dalam rangka meningkatkan perekonomian di Kota Kupang,” tutur Fary.