JAKARTA, Investor.id -Industri alas kaki diperkirakan akan tetap bertumbuh dan berkembang pada tahun ini, meski menghadapi sejumlah tantangan. Wakil Sekretaris Jenderal Perkumpulan Pengusaha Pakaian dan Perlengkapan Bayi (P4B) Heric mengatakan, masuknya barang impor tidak dapat dihindari. Meski begitu, pengusaha seharusnya membuka mata bukannya menutup usahanya,
Dia menerangkan, saat ini banyak produk impor yang harganya lebih murah dengan kualitas yang baik. Heric mengatakan, pengusaha lokal saat ini belum bisa beradaptasi dengan perubahan yang ada mulai dari penggunaan mesin dan perubahan harga.
Dia mengungkapkan, saat ini pelaku usaha itu terbagi dua ada pengusaha yang sudah lama dan pengusaha yang baru. Pengusaha lama ini biasanya kurang untuk beradaptasi dengan perubahan, sehingga menganggap persaingan ini sebagai mimpi buruk. “Sementara pengusaha yang baru ini lebih mudah beradaptasi dengan melek dengan informasi dan teknologi terkini sehingga menganggap persaingan ini sebuah hal yang biasa saja,” ujar Heric dalam Konferensi Pers Pameran Internasional Baby Products (IBTE), Indonesia Internasional Gifts and Housewares Expo (IGHE), dan Indonesia Internasional Electronics and Smart Appliances Expo (IEAE) di Kemayoran, Jakarta, Kamis (1/8/2024).
Oleh karena itu, melek informasi dan adaptasi merupakan kunci bagi pelaku usaha untuk bisa survive di industri. Karena jaman sudah berkembang, dan kebutuhan pun kian dinamis. Selain kurangnya informasi, dia menilai banyak pengusaha yang kurang melakukan research and development (R&D) sebelum memulai usahanya. “Karena proses untuk R&D membutuhkan waktu dan biaya yang tidak murah, makanya hanya beberapa perusahaan yang bertahan dan sebaliknya,” kata Heric.
Pengusaha yang tidak bertahan itu dinilai kurang maksimal dalam melakukan R&D sebelumnya. “Alhasil, banyak pabrik yang tutup dan terjadi PHK di beberapa perusahaan,” kata Heric.
Dia mengajak kepada rekan-rekan pelaku bisnis di industri alas kaki agar beradaptasi dengan informasi dan teknologi yang ada lewat bertukar teknologi. Selain itu, lanjut Heric, pengusaha harus inovatif dengan perubahan yang ada di market saat ini.
Untuk itu, sebagai pelaku usaha Heric memberikan tiga poin penting untuk pemerintah agar industri alas kaki dapat tumbuh. Pertama, yaitu menghentikan impor barang ilegal agar tidak semakin mengganggu laju bisnis di industri.
Kedua, Heric berharap agar regulasinya lebih dipermudah bagi para pengusaha. “Tidak perlu harus jadi perusahaan ini-itu, dan lain-lain, tapi mulai saja dulu barulah pemerintah pusat mendiskusikan untuk memajukan orang-orang di UKM,” kata dia,
Ketiga, memperketat impor barang tekstil karena dinilai berbahaya. “Jadi regulasi safetynya, kalau di sini (Indonesia) pajaknya dinaikkan menjadi 100-200% itu tidak masalah. Kalau lokal bisa beli ya dibeli, dan kalau tidak bisa beli ya lebih baik untuk membuat produk tersebut yang tidak kalah kualitasnya,” kata Heric.
Pameran B2B Terbesar di Asean Untuk mendorong industri, asosiasi pengusaha menggelar Pameran IBTE, IGHE, dan IEAE bersama dengan Chayou Expo. Ketua Asosiasi Mainan Indonesia Sutjiadi Lukas mengatakan, melalui pameran ini para pelaku usaha bisa bertukar informasi dan teknologi dengan pelaku usaha lainnya.
Digelar Pameran Indonesia Internasional Baby Products (IBTE), Indonesia Internasional Gifts and Housewares Expo (IGHE), dan Indonesia Internasional Electronics and Smart Appliances Expo (IEAE) di JiExpo-Kemayoran, Jakarta pada tanggal 7-9 Agustus 2024. Pameran ini dirancang untuk menampilkan berbagai produk yang mencerminkan tren terkini dan inovasi terbaru di atas lahan seluas 40.000 meter persegi.
Lukas mengatakan bahwa pameran ini merupakan pameran terbesar di Asia Tenggara. Tercatat lebih dari 1000 peserta pameran yang berpartisipasi di tahun ini. Beberapa peserta pameran merek yang berpartisipasi antara lain Toys Kingdom, Kanmo Group, TOP TOY, Ningbo Welldon Infant and Child Safety Technology Co.,Ltd. Lalu, Jason Anime Development Limited, BEAR, REMAX, Zhongshan Olayks Electric Appliance Co.,Ltd, Shenzehn Hainotekno Smart Co., Ltd. Kemudian, Liven Technologi Jiaxing Co., Ltd, PT BOLde Makmur Indonesia, Dongguan Qingzhisen Present Company Limited, RL Industry Co.,Ltd, dan lain-lain.
Editor: Leonard (severianocruel@yahoo.com)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News