#30 tag 24jam
RI Miliki Potensi Besar Pengembangan Pariwisata Bawah Laut
Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI dan Ketua Kaukus AIR DPR RI, Putu Supadma Rudana mengunjungi kapal OceanX Explorer untuk mendorong promosi kekayaan laut Indonesia dan keberl [871] url asal
#berita-terkini #berita-hari-ini #putu-supadma-rudana #wakil-ketua-bksap #pariwisata-bawah-laut #kapal-oceanx #spot-diving #berita-ekonomi-terkini
(InvestorID) 14/07/24 00:59
v/10691274/
JAKARTA, investor.id - Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI dan Ketua Kaukus AIR DPR RI, Putu Supadma Rudana mengunjungi kapal OceanX Explorer untuk mendorong promosi kekayaan laut Indonesia dan keberlanjutan lingkungan di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Menurut dia, Indonesia memiliki potensi besar dalam bidang pariwisata bawah laut dengan spot diving yang cukup banyak.
“Indonesia adalah surga bagi para penyelam dengan keindahan bawah laut yang luar biasa. Dengan kerja sama ini, kita ingin lebih banyak mengeksplorasi dan mempromosikan spot-spot diving terbaik di Indonesia,” kata Putu melalui keterangannya pada Sabtu (13/7/2024).
Putu menyebut kapal OceanX berlabuh ke kawasan Pelabuhan Tanjung Priok ini dipimpin oleh Kapten Peter, dan dilengkapi kru berjumlah antara 30 hingga 70 orang. Maka dari itu, Putu berharap kehadiran kapal OceanX ini dapat membantu memperkenalkan kekayaan laut Indonesia kepada dunia.
“Kita menyebut kekayaan ini sebagai Marine Mega Biodiversity. Bayangkan betapa kayanya lautan Indonesia akan potensi ini. Dengan adanya media dan publikasi dari OceanX, kita bisa menarik perhatian dunia terhadap keindahan dan potensi laut Indonesia,” ujar Legislator asal Bali ini.
Maka itu, Anggota Inter-Parliamentary Union (IPU) untuk Pembangunan Berkelanjutan ini mengatakan Indonesia perlu memanfaatkan peluang ini untuk membuat film dokumenter yang menggambarkan keindahan dan kelebihan lautan Indonesia, bekerja sama dengan sutradara terkenal Hollywood, James Cameron.
“Kami berharap film ini dapat menarasikan kekayaan laut Indonesia dari Aceh hingga Papua, termasuk kawasan indah seperti Kepulauan Komodo, Raja Ampat, dan Laut Banda. Bahkan, kita berharap ada film dokumenter kelas Hollywood yang menarasikan keindahan laut kita,” jelas dia.
Selain itu, Putu menyoroti pentingnya teknologi canggih yang ada di kapal OceanX untuk dilakukan kajian dan pemetaan laut dengan lebih efisien oleh para ilmuwan. Sebab, kata dia, sebagai negara maritim bahwa sumber protein Indonesia banyak berasal dari laut.
“Kerja sama dengan OceanX Explorer ini untuk memastikan keberlanjutan dan keamanan pangan kita, khususnya hasil laut. Mapping wilayah laut menjadi penting untuk melindungi dan menjaga kelestarian Marine Mega Biodiversity kita, baik untuk kepentingan pariwisata, diving, maupun keberlanjutan lingkungan laut,” ungkapnya.
Menurut dia, dengan teknologi pemetaan yang canggih dapat memastikan keberlanjutan sumber daya laut dan menghindari eksploitasi berlebihan yang berdampak pada kerusakan ekosistem.
“Dulu untuk melihat ikan di berbagai perairan, kita harus langsung melihat ikannya. Tapi sekarang dengan teknologi DNA air, kita bisa mengetahui kondisi laut dan jenis ikan yang ada di sana tanpa harus melihat langsung,” kata Putu.
Di samping itu, Anggota Komisi VI DPR RI ini juga menekankan pentingnya keterlibatan komunitas lokal dalam menjaga kelestarian laut.
“Masyarakat kepulauan yang tergantung pada laut harus mendapatkan manfaat dari keberlanjutan ini. Mereka perlu dilibatkan dalam menjaga dan mengelola laut untuk hasil yang berkelanjutan,” ucapnya.
Selanjutnya, Putu menambahkan pentingnya afirmasi anggaran serta regulasi kelautan yang komprehensif untuk menjaga ekosistem laut di Indonesia.
Menurut dia, saat ini kondisi laut Indonesia kritis akibat overfishing, penggunaan dinamit dan pencemaran sampah. “Laut kita dalam kondisi kritis dengan adanya kerusakan akibat overfishing dan sampah. Ini menjadi tantangan besar yang harus kita atasi,” ungkapnya.
Kata dia, Indonesia sudah memiliki rencana untuk memitigasi masalah ini melalui kerja sama dengan organisasi OceanX dan kapal OceanX. Tentu, Putu melihat ini langkah yang sangat positif dan perlu dukungan anggaran serta regulasi yang lebih komprehensif untuk mengatasi masalah kelautan dan perubahan iklim demi keberlanjutan laut untuk generasi mendatang.
“Dengan adanya sinergi ini memastikan laut di Indonesia tetap lestari dan terlindungi dari eksploitasi berlebihan, seperti fishing yang ekstrem atau penggunaan bahan peledak. Makanya, regulasi harus diperkuat untuk menjaga keberlanjutan laut kita,” tegas Putu.
“Kita harus mengapresiasi langkah visioner dari pemerintah, terutama Pak Luhut dalam memulai kerja sama dengan OceanX. Selama ini, kita belum terpikirkan untuk memetakan laut kita secara detail baik kedalamannya, teksturnya, maupun potensi biodiversitasnya,” katanya lagi.
Oleh karena itu, Putu mengatakan perlu membuat strategi jangka panjang dalam mengatasi perubahan iklim, termasuk pemanfaatan Seagrass Meadows dan mangrove yang memiliki potensi besar dalam carbon trading sangat penting dilakukan guna menjaga kelestarian laut di Indonesia.
“Kita perlu blueprint dan roadmap yang jelas dan komprehensif untuk mengawal laut kita. Parlemen akan terus mendukung upaya ini dan memastikan bahwa Indonesia menjadi superpower dalam bidang kelautan. Seagrass Meadows dan mangrove kita berkontribusi besar dalam meng-capture karbon, bahkan lebih efektif daripada hutan di darat,” jelas dia.
Untuk itu, Putu mengatakan generasi muda dan ilmuwan Indonesia penting juga dilibatkan dalam penelitian ini. Selain itu, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) harus mengambil peran strategis dalam penelitian ini.
“BRIN harus ambil peran dalam peran ini. Kita harus belajar dari teknologi yang mereka miliki dan memastikan kita bisa melakukan hal yang sama di masa depan. Kita mendukung anak-anak muda dan ilmuwan kita untuk terlibat dalam penelitian ini. Mereka harus dilibatkan dalam setiap langkah kerja sama ini,” tegasnya.
Oleh karenanya, Putu mengatakan Indonesia perlu memiliki kapal penelitian seperti OceanX untuk memastikan keberlanjutan dan keamanan laut Indonesia. Selain itu, kerja sama dengan OceanX juga harus diarahkan pada transfer teknologi dan pengetahuan.
Jadi orientasinya bukan profit. Kita harus memanfaatkan komitmen mereka untuk menjaga keberlangsungan laut yang baik. Kita harus memiliki kapal seperti ini untuk menjaga potensi laut kita dan memitigasi bencana. Indonesia adalah negara maritim terbesar, dan kita harus memastikan laut kita aman, bersih, dan terus memberikan kemakmuran kepada masyarakat,” pungkasnya.
Editor: Imam Suhartadi (imam_suhartadi@investor.co.id)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News
Wakil Ketua BKSAP: Kapal OceanX Akan Mendukung Studi Kelautan Indonesia
Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI yang juga Ketua Kaukus Air DPR RI, Putu Supadma Rudana mengunjungi kapal OceanX, Ocean Explorer, atas undangan dari organisasi OceanX di kawa [957] url asal
#berita-terkini #berita-hari-ini #wakil-ketua-bksap #putu-supadma-rudana #kapal-oceanx #studi-kelautan #hayati-laut #berita-ekonomi-terkini
(InvestorID) 12/07/24 20:11
v/10555584/
JAKARTA, investor.id - Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI yang juga Ketua Kaukus Air DPR RI, Putu Supadma Rudana mengunjungi kapal OceanX, Ocean Explorer, atas undangan dari organisasi OceanX di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Kunjungan tersebut bertujuan untuk mendukung kajian dan studi kelautan di Indonesia.
Dalam kunjungan tersebut, Putu Rudana bersama delegasi menerima penjelasan dari Kapten Peter dan krunya yang berjumlah 30 hingga 70 orang. Kapal Ocean Explorer adalah sebuah vessel yang dilengkapi fasilitas canggih untuk melakukan penelitian kelautan, termasuk dua kapal selam yang mampu menyelam hingga kedalaman tertentu untuk mempelajari keanekaragaman hayati laut Indonesia.
"Kapal ini bisa kita lihat, mereka bisa sampai turun. Mereka punya dua kapal selam. Itu bisa turun sampai cukup dalam dan melihat Bio Diversity, Marine Bio Diversity yang ada di lautan Indonesia," kata Putu melalui keterangannya di Jakarta, Jumat, (12/7/2024). .
Kata dia, saat ini Pemerintah Indonesia sedang gencar melakukan studi dan kajian terhadap potensi kelautan yang dimiliki. Makanya, Putu menilai langkah ini sangat positif karena Indonesia merupakan negara maritim dengan dua pertiga wilayahnya berupa laut. Oleh karena itu, sangat penting melakukan perlindungan dan pengelolaan terhadap laut.
"Kita harus menjaga dan melindungi laut kita. Kapal ini sangat bermanfaat karena bisa digunakan untuk kajian, studi, dan melihat berbagai potensi kelautan, khususnya di Indonesia," jelas Legislator asal Bali ini.
Menurut dia, kapal ini tidak hanya berfungsi untuk melakukan penelitian ilmiah saja, tetapi juga untuk media. Salah satu tujuan dari kerja sama ini adalah mendokumentasikan keanekaragaman hayati laut Indonesia melalui berbagai media, termasuk video dan film. OceanX juga bekerja sama dengan sutradara terkenal Hollywood, James Cameron, untuk menggabungkan seni dan sains dalam menceritakan keindahan dan pentingnya laut.
"Ini merupakan mempertemukan antara art dan sains. Sains-nya bagaimana kajian atau mapping nya begitu penting. Tapi di sisi lain juga menyampaikan kepada publik, baik dalam bentuk video, youtube ataupun nanti kedepan harapannya ada satu film, yang menceritakan tentang laut, itu menjadi hal keniscayaan," jelas Putu.
Anggota Inter-Parliamentary Union (IPU) untuk Pembangunan Berkelanjutan ini juga menyoroti pentingnya teknologi canggih yang ada di kapal OceanX, karena mampu memantau dan memetakan kondisi laut, termasuk mendeteksi potensi bencana seperti pertemuan lempeng yang bisa memicu tsunami.
“Dulu, untuk melihat ikan di berbagai perairan, kita harus langsung melihat ikannya. Tapi sekarang, dengan teknologi DNA air, kita bisa mengetahui kondisi laut dan jenis ikan yang ada di sana tanpa harus melihat langsung. Dengan memetakan permukaan lautan dan mendeteksi lempeng di laut, kita bisa melakukan mitigasi bencana lebih efektif. Teknologi ini sangat penting untuk perencanaan dan mitigasi bencana di masa depan,” ungkapnya.
Di samping itu, Putu mengatakan teknologi yang digunakan kapal OceanX juga sangat penting untuk menjaga ketahanan pangan Indonesia. Sebagai negara maritim, kata dia, sumber protein Indonesia banyak berasal dari laut. Sehingga, ia mengatakan dengan teknologi pemetaan yang canggih dapat memastikan keberlanjutan sumber daya laut dan menghindari eksploitasi berlebihan yang dapat merusak ekosistem.
“Kita ingin memastikan bahwa kerja sama dengan OceanX Explorer ini dapat mendukung keberlanjutan dan keamanan pangan kita, khususnya hasil laut. Kita menyebut kekayaan ini sebagai Marine Mega Biodiversity. Dan kerja sama antara Indonesia dan organisasi internasional ini baik untuk kepentingan pariwisata, diving, maupun keberlanjutan lingkungan laut,” jelas dia.
Maka dari itu, ia menyebut kunjungan kapal ini memungkinkan para ilmuwan untuk melakukan kajian dan pemetaan laut dengan lebih efisien. Makanya, ia mendorong kunjungan ini banyak kolaborasi antara ilmuwan, seniman, dan pemerintah dalam upaya melestarikan dan memanfaatkan sumber daya laut Indonesia secara berkelanjutan.
“Bayangkan, betapa kayanya lautan Indonesia dan semua berkolaborasi antara ilmuwan, seniman, dan pemerintah dalam upaya melestarikan dan memanfaatkan sumber daya laut Indonesia dari Aceh hingga Papua, termasuk kawasan indah seperti Kepulauan Komodo, Raja Ampat, dan Selat Banda,” jelas dia.
Selanjutnya, Putu juga menyoroti pentingnya Blue Carbon dan mitigasi bencana di perairan Indonesia. Menurutnya, Blue Carbon adalah konsep untuk mengelola karbon yang tersimpan di ekosistem laut seperti rumput laut (Sea Grass Meadows) dan pohon bakau (mangrove).
“Laut memberikan kontribusi besar dalam perubahan iklim dengan mengcapture karbon atau emisi gas rumah kaca. Sea Grass Meadows dan mangrove mampu meng-capture karbon 35 kali lebih banyak dibanding hutan biasa,” kata Putu.
Selanjutnya, Putu menegaskan pentingnya keberlanjutan laut untuk generasi mendatang. Dengan adanya sinergi ini, Putu ingin memastikan laut di Indonesia tetap lestari dan terlindungi dari eksploitasi berlebihan, seperti fishing yang ekstrem atau penggunaan bahan peledak. “Makanya, regulasi harus diperkuat untuk menjaga keberlanjutan laut kita,” tegas Putu.
Tak hanya itu, Putu juga menekankan pentingnya peran Indonesia dalam menjadi superpower kelautan dan karbon. Dalam kunjungan tersebut, Putu menyoroti potensi besar laut Indonesia dalam kontribusinya terhadap carbon capture dan mitigasi bencana. Menurut dia, bahwa laut Indonesia memiliki potensi besar dalam carbon capture melalui Seagrass Meadows dan mangrove.
“Seagrass Meadows dan mangrove kita mampu meng-capture karbon 35 kali lebih efektif daripada hutan di darat. Ini adalah kekuatan besar yang harus kita manfaatkan dalam upaya carbon trading,” kata Anggota Komisi VI DPR RI ini.
Untuk itu, Putu mengatakan kerja sama dengan OceanX dalam mengatasi tantangan kelautan, termasuk overfishing dan pencemaran sampah di laut sangat penting guna memitigasi kerusakan laut. Dengan begitu, kata dia, perlu ada strategi jangka panjang dan komitmen dari pemerintah untuk menjaga kelestarian laut Indonesia.
“Kita perlu memastikan bahwa laut kita bersih dan tidak dieksploitasi secara berlebihan. Kita perlu roadmap yang jelas dan komprehensif untuk mengawal laut kita. Parlemen akan terus mendukung upaya ini dan memastikan bahwa Indonesia menjadi super power dalam bidang kelautan,” kata dia.
Oleh karenanya, Putu berharap agar Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengambil peran strategis dalam penelitian dan pengembangan teknologi kelautan.
“BRIN harus terlibat aktif dalam penelitian ini. Kita perlu belajar dari teknologi yang dimiliki oleh OceanX dan memastikan kita bisa melakukan hal yang sama di masa depan,” pungkasnya.
Editor: Imam Suhartadi (imam_suhartadi@investor.co.id)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News
Intip OceanXplorer, Kapal Canggih untuk Ekspedisi Laut Indonesia
Simak pengalaman Kompas.com melihat bagian dalam OceanXplorer, yaitu kapal canggih dari AS yang saat ini digunakan untuk ekspedisi laut Indonesia. Halaman all [826] url asal
#kapal-oceanx #oceanxplorer #kapal-ekspedisi-oceanxplorer #kapal-oceanxplorer-di-tanjung-priok #pengalaman-melihat-kapal-oceanxplorer
(Kompas.com - Travel) 10/07/24 17:32
v/10325888/
KOMPAS.com - Pagi itu di antara lalu lalang kapal pengangkut barang di perairan Tanjung Priok, tampak sebuah kapal besar didominasi warna putih biru yang bersandar rapi di pelabuhan.
Kapal tersebut merupakan berteknologi canggih dari organisasi nirlaba eksplorasi kelautan global asal Amerika Serikat bernama OceanX. Mereka menyebutnya kapal OceanXplorer, yang sejak 8 Mei 2024 lalu sudah mengaruhi perairan Batam, Aceh, dan Padang dalam misi ekspedisi laut Indonesia.
Dari informasi yang Kompas.com peroleh di lokasi pada Selasa (8/7/2024), OceanXplorer dapat menjangkau kedalaman laut hingga 6.000 meter.
Kapal ini juga dilengkapi dengan teknologi canggih yang dapat memprediksi potensi gempa dan tsunami dari bawah laut.
- Tur Kapal Pesiar Resorts World One, Ada Mushala dan Resto Halal
- Kapal Pesiar Resorts World One Berlabuh di Jakarta, Bawa 3.500 Penumpang
Kompas.com/ Suci Wulandari Putri Kapal OceanXplorer berlabuh di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (8/7/2024).Kompas.com berkesempatan masuk dan melihat bagian dalam kapal. Kunjungan ke ruangan di dalam kapal ini langsung didampingi oleh Co-CEO dan Chief Officer OceanX, Vincent Pieribone.
Saat masuk ke bagian dalam kapal OcenXplorer, suasananya hampir serupa dengan visual film berteknologi canggih yang kerap ditampilkan di biokop.
Ruangan dipenuhi kabel yang malang melintang di setiap sudut. Serta terdapat banyak komputer yang menampilkan grafik, angka, dan gambar.
- Kapal Pesiar Resorts World One Ingin Berlayar Lagi dari Jakarta
- Sejarah Kapal Legendaris KRI Dewaruci, Dibuat di Jerman Barat
Kendaraan bawah laut
Kompas.com/ Suci Wulandari Putri Submersible, teknologi canggih yang digunakan di kapal OceanXplorer untuk menyelami lautan, dalam misi ekspedisi laut Indonesia, si Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (9/7/2024).Pertama-tama, Vincent mengenalkan Submersible, yaitu alat yang bisa digunakan oleh manusia untuk menyelami lautan. Tempat duduk manusia dilapisi kaca tembus pandang berbentuk bulat.
Kata Vincent, alat ini ditujukan untuk muatan penumpang maksimal tiga orang. Fungsinya untuk kendaraaan kepentingan media dalam memotret atau mendokumentasikan bawah laut.
Pada saat alat ini masuk ke dalam air, awak yang berada di dalam Submersible akan langsung melihat jelas bagian bawah laut, dan teraa seperti tidak ada pembatas kaca.
Tepat di bagian samping kemudi, terdapat alat berbentuk tangan. Fungsinya, untuk mengambil benda-benda di bawah laut yang diperlukan para ilmuwan untuk kepentingan penelitian.
Submersible dapat menyelam hingga kedalaman 1.000 meter di bawah permukaan laut, dan hingga saat ini sudah melakukan 1.000 kali penyelaman.
Kompas.com/ Suci Wulandari Putri Submersible, teknologi canggih yang digunakan di kapal OceanXplorer untuk menyelami lautan, dalam misi ekspedisi laut Indonesia, si Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (9/7/2024).Setelah melihat Submersible untuk keperluan dokumentasi dan media, selanjunya Kompas.com dan awak media berpindah ke Submersible untuk kepentingan pengambilan sampel di bawah laut.
Hampir mirip dengan Submersible pertama, Submersible kedua ini juga dilengkapi dengan kemudi yang dilindungi kaca bening.
Bedanya, pada Submersible kedua terdapat tabung-tabung yang digunakan untuk mengambil sampel penelitian.
Cara kerjanya, tabung-tabung akan dipasang ke bagian tangan mesin, setelah itu tabung-tabung tersebut akan dimasukkan ke dalam air pada kedalaman tertentu.
Laboratorium dalam kapal
Dokumentasi OceanX. Ruangan laboratorium basah di dalam kapal OceanXplorer, Selasa (9/7/2024).Setelah sampel bawah laut diambil menggunakan Submersible, sampel tersebut kemudian dipindahkan ke laboratorium basah.
Di sini, sampel laut seperti ikan-ikan, dapat tetap hidup karena ditempatkan di media yang serupa dengan lingkungan mereka.
Berpindah ke laboratorium kontrol, tampak layar-layar komuputer yang nantinya akan memuat informasi-informasi seputar apa yang terjadi di dalam kapal.
Selain itu, teknologi di dalam ruangan ini juga memungkinkan awak kapal memonitor bagian kapal, baik dari depan, samping, sampai bagian belakang.
Tidak hanya itu, di ruangan ini pula para awak kapal memberitahu posisi kapal di bawah laut kepada kapal induk melalui sistem suara.
Kompas.com/ Suci Wulandari Putri Kapal OceanXplorer berlabuh di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (8/7/2024).Kata Vincent, dalam rentang waktu lima sampai 10 tahun ke depan, kapal OceanXplorer akan berlayar di perairan Pasifik.
Sebagai informasi, sebelum berlabuh di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, kapal Ocean Xplorer sudah melakukan ekspedisi di perairan Batam, Aceh, dan Padang.
Ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan "Misi Indonesia 2024", dalam rangka eksplorasi laut yang baru dilakukan pertama kali di Indonesia.
Rangkauan kegiatan ini dilakukan OceanX bekerjasama dengan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenkomarves), Badan Riset dan Inovasi (BRIN), dan Tanoto Foundation.
Teliti Laut Indonesia, Kapal Ekspedisi OceanXplorer Berlabuh di Tanjung Priok
Kapal riset berteknologi canggih OceanXplorer yang digunakan untuk ekspedisi laut Indonesia berlabuh di Tanjung Priok pada Selasa (8/7/2024) Halaman all [804] url asal
#kapal-oceanx #oceanxplorer #kapal-ekspedisi-oceanxplorer #kapal-oceanxplorer-di-tanjung-priok #misi-indonesia-2024
(Kompas.com - Travel) 10/07/24 15:03
v/10313093/
KOMPAS.com - Kapal ekspedisi OceanXplorer dari organisasi nirlaba eksplorasi kelautan Global, OceanX berlabuh di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara pada Senin (8/7/2024).
Berlabuhnya kapal OceanXplorer di Tanjung Priok Jakarta Utara merupakan salah satu rangkaian kegiatan "Misi Indonesia 2024", dalam rangka eksplorasi laut yang baru dilakukan pertama kali di Indonesia.
- Kapal Pesiar Resorts World One Ingin Berlayar Lagi dari Jakarta
- 5 Tips Pertama Kali Ikut Perjalanan dengan Kapal Pesiar
Rangkaian kegiatan ini dilakukan OceanX bekerjasama dengan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenkomarves), Badan Riset dan Inovasi (BRIN), dan Tanoto Foundation.
"Kami menyadari bahwa pemahaman mendalam tentang laut sangat penting untuk memitigasi perubahan iklim, memastikan kesehatan dan keberlanjutan lautan dunia," kata Co-CEO dan Chief Officer OceanX, Vincent Pieribone saat acara kunjungan media di Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (9/7/2024).
Maka dari itu, kata Vincent, dilakukan kolaborasi antara peneliti dari Indonesia dan peneliti internasional untuk meneliti temuan yang ada di laut Indonesia.
Saat ini, ada 72 awak kapal yang terlibat dan ikut dalam misi eksplorasi laut Indonesia. Di antaranya ada 33 kru kapal, tim khusus, dilengkapi dua helikopter, 3 ROV (remotely operated underwater vehicle), empat orang peneliti ilmiah, dan sisanya merupakan ilmuan dari Indonesia.
Kompas.com/ Suci Wulandari Putri Co-CEO dan Chief Officer OceanX, Vincent Pieribone saat menjelaskan perihal teknologi di kapal OceanXplorer, di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (9/7/2024).Vincent menambahkan, ilmuan asal Indonesia yang terlibat dalam ekspedisi ini diseleksi berdasarkan proposal riset mereka, yang dikolaborasikan dengan BRIN.
"Jadi semua penelitian yang dilakukan berdasarkan proposal penelitian dari Indonesia, tidak dari Amerika Serikat," katanya.
Vincent menuturkan bahwa OceanX merupakan lembaga non-profit, jadi tidak melakukan eksplorasi untuk kepentingan komersial.
Penjelajahan laut yang dilakukan oleh OceanX ini dilakukan atas sponsor dari seorang filantropi di Amerika Serikat.
Kompas.com/ Suci Wulandari Putri Co-CEO dan Chief Officer OceanX, Vincent Pieribone saat menjelaskan perihal teknologi di kapal OceanXplorer, di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (9/7/2024).Adapun alasan penelitian ini dilakukan di Indonesia karena pertimbangan kedalaman perairan Indonesia, serta keberagaman biodiversitas bawah laut.
Setelah melakukan ekspedisi sejak 8 Mei lalu dan telah mengarungi perairan Batam, Aceh, dan Padang, Vincent menilai perairan Indonesia saat ini sedang dalam tahap kritis.
"Saya rasa Indonesia perairannya sedang dalam tahapan kritis, karena berbagai alasan, Indonesia bergantung kepada laut, dan sepertinya hal yang sama juga terjadi di bagian dunia yang lain," katanya.
Ia menerangkan bahwa hasil temuan bawah laut yang diperoleh sejak ekspedisi dilakukan, tidak bisa langsung diinformasikan. Alasannya, hasil temuan tersebut harus dianalisis para peneliti dahulu sebelum dipublikasikan.
Kompas.com/ Suci Wulandari Putri Kapal OceanXplorer berlabuh di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (8/7/2024).Sayangnya, kata Vincent, di dasar laut Indonesia masih ditemukan banyak sampah plastik.
"Saya melihat pemerintah indonesia memiliki komitmen yang kuat untuk memperbaiki kondisi laut Indonesia. Maka dari itu kami berada di sini," ujarnya.
Sementara itu dalam siaran tertulis, Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Kemaritiman, Kemenkomarves, Mochamad Firman Hidayat menyampaikan bahwa kolaborasi dengan OceanX ini dapat memperdalam pemahaman mengenai lingkungan laut dan mengelola sumber daya laut.
"Dengan memperluas pengetahuan kelautan, kita dapat melakukan mitigasi bencana alam di masa depan, mengatasi dampak perubahan iklim, serta memastikan kesehatan dan keberlanjutan perairan Indonesia untuk generasi mendatang," katanya, Selasa.
Kompas.com/ Suci Wulandari Putri Kapal OceanXplorer berlabuh di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (8/7/2024).Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Deputi Bidang Koordinator Sumberdaya Maritim Kemenkomarves, Aniza Suspita menuturkan bahwa dengan adanya OceanXplorer ini diharapkan dapat memotivasi pelajar Indonesia untuk melakukan penelitian terhadap laut Indonesia.
Direktur Pengelolaan Armada Kapal Riset BRIN, Nugroho Dwi menuturkan bahwa data yang diperoleh dari ekspedisi ini ialah data bawah laut dan permukaan laut.
"Tidak bisa kita langsung tentukan besok ada gempa, ini kesimpulan yang sangat berbahaya. Jadi kita perlu menganalisis data yang kita ambil dari kapal ini dalam waktu yang mencukupi," kata Nugroho, Selasa.
Supaya, tambahnya, hasil temuan yang disampaikan lebih konklusif. Ia juga menyampaikan bahwa data temuan penelitian ini nantinya tidak dibawa ke luar negeri, melainkan disimpan untuk penelitian di Indonesia.
"Kita punya kesepakatan, bahwa semua publikasi atau sampel temuan dari riset ini, bisa dikeluarkan melalui tiga pintu, yaitu OceanX, Kemenkomarves, dan BRIN," tutur Aniza, Selasa.